
Papa Theo terus menatap putra pertamanya karena masih belum memberikan jawaban atas permintaan nya. Romero sudah menyanggupi untuk membantu menyelidiki, tapi Rouge masih terdiam. Romero juga memberikan atensi penuh pada kakak laki-laki nya, merasa berdebar juga dengan jawaban kakaknya, pasalnya hubungan kakaknya dengan sepupu dari keluarga utama memang sudah renggang.
Terakhir yang Romero tahu, kakaknya justru memberikan suara untuk lawan Galen di rapat pemegang sah terakhir. Romero menyayangkan bahwa kakaknya memilih bersikap kekanak-kanakan dari pada bersikap layaknya pria dewasa.
" Kak... Papa masih menunggu jawaban mu!! " Romero menyenggol lengan sang kakak.
" Ah ya... Maaf,, tapi pa boleh aku bertanya sesuatu yang ada sangkut pautnya dengan masalah ini, sebelum aku memutuskan akan membantu atau tidak... " ujar Rouge.
" Silahkan... " papa Theo menanggapi.
" Apa masa lalu mama yang papa maksud adalah ketika papa menikahi mama yang mengandung anak pria lain? " tanya Rouge menatap penuh arti papanya.
Huft....
Papa Theo menghela nafas panjang, mengenang itu semua tentunya menyakiti dirinya dan juga sang istri. Masa itu adalah masa kelam bagi mama Vinda. Hidup terlunta karena ayahnya yang senang bermain judi dan wanita, ibunya juga memiliki penyakit yang membutuhkan banyak biaya. Dan disaat itulah ketika mama Vinda mendapatkan tawaran menjual diri untuk menutupi semua kebutuhannya, mama Vinda menerima itu semua dan menjadi selingkuhan bosnya sendiri di kantor.
__ADS_1
Hubungan simbiosis antara mama Vinda dengan bosnya berlangsung selama kurang lebih satu tahun lamanya. Keduanya mendapatkan apa yang mereka inginkan, mama Vinda mendapatkan uang yang banyak, bosnya mendapatkan kepuasan yang bisa istrinya berikan. Hingga setelah satu tahun hubungan gelap itu terjalin, mama Vinda hamil anak bosnya.
Kala itu mama Vinda meminta pertanggung jawaban dari bosnya namun ketahuan oleh istri dari bosnya hingga terjadilah perselisihan. Mama Vinda dipermalukan di depan semua pegawai kantor, dengan mengatakan bahwa mama Vinda adalah seorang pelakor. Mama Vinda di pecat tanpa pesangon dan kemudian bertemu lagi dengan papa Theo.
" Aku mengenal mama kalian jauh sebelum peristiwa kelam bagi mama kalian itu terjadi. Aku yang berasal dari kalangan bawah, tidak memiliki keluarga dan penghasilan yang cukup, membuat nenek kalian menentang hubungan kami. Pada akhirnya kami menyerah dan putus.... "
" Satu penyesalan terdalam ku adalah tidak benar-benar memperjuangkan mama kalian hingga dia mengalami semua hal buruk ini. Karena aku menawarkan diri untuk bertanggung jawab padanya, menjadikan anak yang dikandungnya adalah anak-anak ku, dan tidak pernah mengungkit nya selama ini. Kau dan Rose anak ku karena terlahir dari rahim wanita yang paling aku cinta. Sekarang kau tahu alasan aku tidak pernah membedakan kau dan Romero walaupun kalian bukan saudara kandung? " akhir cerita dari papa Theo.
Rouge terdiam belum memberi tanggapan. Jadi maksud masalah sensitif itu adalah masa kelam sang mama ketika belum bertemu dengan papa Theo dan keluarga de Niels. Rouge melihat papa Theo berjalan ke arah rak buku yang ada di ruang kerjanya, mengambil sebuah album yang sepertinya adalah album lama yang tidak pernah Rouge lihat.
Romero mengambil inisiatif untuk membuka album itu. Dan benar ketika orang tuanya menikah, perut sang mama sudah nampak besar. Berarti cerita papanya itu benar adanya. Kemudian keduanya melihat foto Joaquin dan Noura yang saat itu Joaquin masih duduk di kursi roda, ada juga Gilbert dan Daniel. Kemudian juga ada Sherly, istri dari Gilbert saat ini.
Romero merasakan sebuah chemistry dari foto-foto yang dia lihat. Meski bukan saudara mereka saking menyayangi dan mendukung seperti layaknya saudara kandung, bahkan lebih. Semuanya terlihat bahagia di foto itu tidak terkecuali mama Vinda.
" Aku mengabdikan hidupku pada pria bernama Joaquin bukan tanpa alasan. Dia yang menyelamatkan ku, dia yang memberiku keluarga mengangkat derajat ku, memberiku apa yang dia miliki. Terlebih lagi, dia adalah orang yang telah menjadikan ku Matheo de Niels. " ujar papa Theo.
__ADS_1
" Meski kalian anak ku sekalipun, ku besarkan dengan kedua tangan ku sekali pun, aku tidak akan mengampuni mereka yang berani membuat celaka orang yang telah memberi ku arti hidup ketika aku putus ada. Tuan Joaquin bukan hanya kakak, tuan tapi juga panutan ku... "
Rouge menunduk mendengar ucapan papa Theo. Dia merasa bahwa ucapan itu ditujukan lebih padanya dibandingkan hanya sekedar ucapan belaka. Papa Theo tahu bahwa pergerakan yang Rouge lakukan beberapa waktu ini, adalah pemicu hubungan renggang antara dua keluarga. Dan sekarang papa Theo memperingatinya.
Hanya saja manusia itu makhluk yang sangat egois, tahu bahwa itu adalah hal yang tidak benar, namun tetap melakukannya karena keegoisannya. Rela melakukan semua yang dianggap salah oleh orang lain karena keegoisannya mengatakan itu adalah hal benar. Sama seperti Rouge, dia tetap merasa bahwa apa yang dilakukannya adalah benar. Karena campur tangan dari keluarga utama, membuat dia kehilangan wanita yang dia cintai.
" Aku tidak bisa janji untuk membantu pa. Karena papa tahu sendiri aku mulai berseberangan cara berpikir dengan keluarga utama... " jawaban Rouge tentu saja bukan jawaban yang diinginkan oleh papa Theo, tapi pria itu tetap berusaha menghargai pendapatnya.
" Oke.. Papa mengerti, kau boleh berseberangan dengan mereka tapi jangan pernah membahayakan mereka. Papa tidak akan pernah memaafkan mu jika karena kau keluarga utama terluka... " peringatan kedua dari papa Theo.
Pertemuan itu diakhiri tidak sesuai dengan ekspetasi Matheo. Tapi yang terpenting salah satu anaknya mau membantu. Romero memiliki banyak koneksi dan juga pergerakannya cukup luas karena memang dia lebih pandai bergaul dari pada kedua kakaknya. Romero terkenal playboy cap kakap, sehingga dari keluarga biasa saja sampai keluarga yang kaya raya, dia mengenal mereka dengan baik.
" Pa... Gimana anak-anak, mereka setuju kan? " tanya mama Vinda.
" Rouge masih belum bisa melepas opsesinya pada Geya. Semoga saja tidak akan membuat sebuah masalah baru dari yang sudah ada saat ini... " mama Vinda menghela nafas. Putra pertamanya itu lain dari yang lain. Egonya tinggi juga menjunjung tinggi harga dirinya, arogant merasa bahwa semua harus mengerti dirinya tanpa dia mau mencoba untuk mengerti.
__ADS_1
Rouge menyalahkan keluarga utama karena telah menyembunyikan Geya darinya. Namun alasan Geya pergi adalah karenanya. Menyalahkan orang lain demi menutupi kesalahannya sendiri, tidak mau disalahkan karena dia selalu merasa bahwa apa yang menjadi keputusannya adalah benar. Entah bagaimana ceritanya Rouge bisa tumbuh menjadi pribadi yang seperti itu..