
Di sebuah ruangan kerja yang didominasi warna gelap, dengan interior hitam dan putih, ruang kerja yang luas itu terlihat sedikit suram karena pemiliknya tengah dalam suasana hati yang tidak baik-baik saja. Sepanjang rapat yang diadakan hari ini, entah sudah berapa kali dia memarahi pegawainya yang dianggap tidak bisa melakukan pekerjaan dengan baik.
Wajahnya pemilik ruangan itu benar-benar sangat murung, senyum pun enggan bahkan terkesan memasang wajah penuh emosi tertahan. Rouge de Niels, sejak pagi sudah mendapatkan rangkaian peristiwa yang membuat emosinya meletup-letup. Adu mulut dengan sang istri yang terus mencari masalah, ditegur oleh mama Vinda karena melupakan jadwal kontrol Jade, dimarahi oleh papa Theo karena beberapa masalah di perusahaan. Belum lagi bertemu dengan sepupunya yang paling rese sedunia, Lucifer de Niels.
Lengkap sudah penderitaan Rouge seharian ini, tapi yang membuatnya heran adalah ketika ada pesan aneh yang masuk ke ponselnya. Pesan itu mengatakan tentang ancaman yang mengincar twins Q, anak kembar Geya. Rouge begitu heran kenapa pesan peringatan itu ditujukan padanya, bukan pada orang tua si kembar langsung.
" Eros... Selidiki nomor yang baru saja aku kirimkan pada mu!!! " titah Rouge melalui sambungan intercom di ruangannya.
" Baik tuan... " sahut Eros dari seberang.
Rouge menyandarkan punggungnya di kursi kebesaran miliknya. Memejamkan mata, memijat pangkal hidungnya yang terasa sakit karena banyaknya masalah yang menerpanya. Kini dia belum bisa menemui Geya karena alasan istrinya yang mengancam akan menceritakan perbuatannya para papa Theo, alhasil dia jadi uring-uringan.
Sedang dalam mood buruk, dia mendapatkan notifikasi dari salah satu media sosial tuan Lucas. Karena mengira isinya penting, Rouge langsung membukanya. Namun yang ada dia malah emosi karena melihat foto Tuan Lucas tengah bersama Geya dan Claude belum lagi ada di kembar sedang berada di taman. Membaca caption dari foto itu membuat Rouge ingin sekali menghancurkan itu semua.
# Bertemu dengan teman lama dan teman baru dalam hidup adalah karunia terindah... #
BRAK...
Rouge membanting ponselnya di meja, rasanya dia ingin mengamuk dan melampiaskan semua masalahnya pada seseorang tapi siapa. Kemudian dia mengingat ada satu pria yang paling rese di dunia ini yang kebetulan merupakan salah satu pelaku moodnya buruk. Rouge pun menantang pria itu untuk bermain permainan yang menegangkan.
__ADS_1
" Kenapa tiba-tiba ingin main Judo? Kau tidak takut kalah dari ku? " sarkas Lucifer. Ya,, sangat betul orang rese yang disebut Rouge adalah sepupunya Lucifer, adik dari Lucena.
" Cih... Siapa kau berani meremehkan ku? Kita lihat siapa yang menang. Jika aku menang kau akan mengabulkan satu permintaanku... " ucap Rouge.
" Dan jika aku yang menang, berikan pada ku salah satu mobil keluaran terbaru mu.. Bagaimana? " tanya Lucifer dengan wajahnya yang tengil itu.
" Deal... " keduanya berjabat tangan.
Judo pun dimulai, awalnya kekuatan mereka memang seimbang. Pertandingan ini ditentukan dari berapa banyak mereka bisa membanting lawan mereka. Sementara ini selama sepuluh menit pertama, nilai yang mereka dapatkan adalah 10 : 10. Namun di menit berikutnya, Lucifer dengan kekuatan penuh berhasil membuat Rouge kewalahan. Tiga puluh menit skor mereka adalah 25 : 15 , dengan Lucifer yang keluar sebagai pemenangnya.
" Hahahaha... Lihatlah.. sudah aku katakan kau itu tidak akan bisa mengalahkan orang yang masih muda seperti ku. Pelatihan yang aku Terima itu tidak seperti pelatihan mu dulu, jadi jelas pasti kau akan kalah... " Lucifer menertawakan Rouge.
" Ck.. Suasana hati ku sangat buruk hari ini. Karena itu performa ku kurang baik.. " terang Rouge membela diri.
" Kenapa kau datang kemari? Bukanlah kau seharusnya mengurusi masalah di Asia? " tanya Rouge.
" Kak Galen meminta ku kemari sebelum pergi ke wilayah Asia. Lagipula bukankah tiga bulan sekali aku memang harus datang kemari. Jadi kenapa masih bertanya... " jawab Lucifer.
" Oh ya... Aku ingin bicara serius pada mu, sebagai seorang laki-laki, sebagai bagian dari keluarga de Niels. Jika kau benar-benar mengusik keluarga kak Geya,, aku tidak akan segan pada mu lagi, bro... " Lucifer menatap tajam Rouge.
__ADS_1
" Kau masih setia pada nya? Tidakkah kau lihat bagaimana Galen menyakiti kakak mu. Bagaimana Geya meninggalkan ku? Kita juga bukan keluarga de Niels, hanya orang yang dikasihani paman untuk menjadi keluarganya... "
" Kau benar, kita bukan asli keluarge de Niels, begitu pula paman Joaquin. Tapi perlukah kau tahu, semua yang kita nikmati ini adalah pemberiannya? Tahukah kau seharusnya kita berada di sisi beliau bukan diseberang nya? Jangan membangunkan singa yang lapar, jika kau tidak bisa menanggung semua akibatnya... "
Degh....
Rouge termenung di tempat. Ucapan Lucifer berhasil membuat dirinya tersadar siapa lawannya jika dia memang ingin berseberangan dengan keluarga utama. Rouge mengerti, hari dimana dia menyakiti hati Geya, tidak ada satupun keluarga utama yang mencarinya untuk menghajarnya, pasti itu juga karena daddy Joaquin dan Galen yang tidak memperpanjang urusan. Tapi kali ini, mungkin kah mereka akan bertindak, Rouge belum tahu jawabannya.
Lucifer pamit kembali ke Roma masih dengan senyuman diwajahnya. Seolah dirinya yang tadi memperingatkan Rouge adalah sosok lain dalam dirinya. Rouge sendiri yang mengantar kepergian Lucifer sampai ke stasiun kereta api. Karena pria rese satu itu sangat suka naik kereta api.
Setelah mengantarkan Lucifer, Rouge pulang ke rumah setelah mendapatkan pesan dari Roseline mengatakan papa Theo ingin bicara dengannya. Jika sampai papa Theo sudah bertitah, berarti ini adalah hal penting dan Rouge tidak bisa menyepelekan perintah papa nya.
Sesampainya di rumah, sudah ada papa Theo dan Romero, adik bungsu Rouge. Mereka segera masuk ke ruang kerja papa Theo untuk membicarakan masalah penting yang tengah terjadi. Ada bahaya mengancam keluarga mereka, tentu sebagai anggota keluarga mereka harus bertindak.
" Kalian tahu semalam mansion utama dimasukin penyusup? Bahkan penjagaan yang sudah diperkuat tiga kali lipat masih kecolongan? " tanya papa Theo to the point.
" Kok bisa pa? Aku nggak denger masalah apapun.. " Romero cukup terkejut.
" Baru saja kak Joaquin menghubungi dan mengatakan hal itu. Yang mereka incar adalah anak kembar Geya dan Claude. Sepertinya orang yang sedang menjadi lawan kita ingin papa dan paman kalian berselisih sehingga bisa menghancurkan keluarga dari dalam. Bisa juga ini adalah masalah yang pernah terjadi tiga puluh tahun lalu, saat Rouge masih dalam kandungan mama kalian... " makin bingung Rouge dan Romero mendengarnya.
__ADS_1
" Tugas kalian mencari tahu apakah ada sangkut paut masalah ini dengan masa lalu mama dan papa. Paman Joaquin tidak ingin orang lain yang menyelidiki karena masalah ini begitu sensitif pada mama kalian. Bisa kalian memberikan bantuan untuk mereka? " tanya papa Theo dengan nada bicara tegas.
Rouge dan Romero masih saling tatap. Jelas bagi Romero pasti akan membantu, karena dia memiliki hutang budi pada keluarga utama. Tapi bagaimana dengan Rouge, jelas dia tengah berselisih dengan keluarga utama sejak empat tahun yang lalu. Rouge sendiri bertanya-tanya, apakah masa lalu mamanya itu berhubungan dengan dirinya dan Roseline....