
Pagi ini, seluruh media di kota Milan bahkan di seluruh Italia, sama-sama serempak membuat berita tentang keluarga de Niels yang diketahui adalah keluarga yang merupakan pebisnis sukses dipelopori oleh Joaquin de Niels. Tapi berita pagi ini tidak sama seperti berita sebelumnya karena bukan lagi dielukan, tapi berita yang diangkat oleh media pagi ini adalah kebobrokan keluarga de Niels.
Perdagangan dan pembuatan senjata, kemudian penyediaan jasa pengawal yang bergerak untuk melakukan tindakan ilegal, memiliki pabrik pembuatan senjata dan yang paling mencengangkan adalah berita mengenai Geya yang keluar dari kamar hotel dalam keadaan yang acak-acakan seperti habis diperkosa orang.
Hal ini membuat semua anggota keluarga de Niels dibuat panik hingga keluarga yang berada di Roma langsung datang ke Milan dan sekarang berkumpul di ruang keluarga mansion utama. Pemberitaan kali ini sangat berakibat fatal tidak hanya untuk kelangsungan bisnis keluarga mereka, tapi juga untuk masing-masing anggota keluarganya. Perpecahan jelas akan terjadi karena semuanya akan saling menyalahkan satu sama lain.
" Bagaimana keadaan kak Jo? " tanya Daniel yang baru saja datang bergabung dengan keluarganya yang lain.
" Serangan jantung ringan... Jika seperti ini terus kita tidak akan bisa mempertahankan kakak di antara kita semua... " Theo yang menjawab.
" Sial... Siapa sebenarnya yang berani bermain-main dengan keluarga kita? Aku pasti akan membuat orang itu menerima akibat dari perbuatannya... " Daniel mengeram kesal meninju udara.
" Tenangkan pikiran mu, Dan. Saat ini yang terpenting kita bisa mengantisipasi berita ini terlebih dahulu agar tidak berlarut-larut... " Gilbert berbicara dengan raut wajah emosi namun masih bisa tenang.
" Paman Gil benar.. Sekarang yang musti kita pikirkan siapa orang yang membocorkan hal ini ke media. Tidak mungkin jika itu bukan anggota keluarga kita.. " ujar Galen baru datang setelah mengantarkan Lucena dan melihat kondisi Geya sebentar.
" Setahu ku Lucifer memberikan kode IRIS miliknya pada Claude dan suami Geya sempat menemui Rouge beberapa hari yang lalu.. Aku tidak menuduhnya tapi lebih baik kalian tanyakan karena mungkin saja bocor dari sana karena keamanannya tidak baik... " Gafar datang langsung duduk di samping Gilbert.
Galen mengangguk...
__ADS_1
Kondisi seperti ini memang harus mereka alami dimana bukan saling menyalahkan atau menuduh tapi lebih kepada terbuka agar tidak ada rahasia yang tersembunyi dan membuat perpecahan di kubu keluarga. Jika memang Claude mengetahui sesuatu yang tidak seharusnya diketahuinya maka perlu ditanyakan apa yang dia lakukan dengan informasi itu. Termasuk pemberi informasi juga akan mereka tanyai kenapa sampai mengumbar sesuatu yang dianggap tidak boleh sembarangan orang tahu.
Anak-anak dari masing-masing tetua keluarga de Niels sudah mulai berkumpul di ruang keluarga. Minus Rouge, Marisha, Geya dan Lucena dimana kedua nama terakhir itu sedang dalam kondisi down karena masalah yang menimpa mereka masing-masing. Sedangkan dua nama di depan, tidak ada yang tahu apa yang dikerjakan dua orang itu hingga tidak datang padahal situasinya sudah segenting ini.
Semua yang hadir di awal pertemuan menatap Claude dengan tatapan menyelidik. Beruntung Claude memang sangat peka sehingga tidak perlu dijelaskan pun dia tahu arti dari tatapan beberapa orang ini. Pasti karena IRIS yang dia dapatkan dari Lucifer. Menurut cerita Gafar, IRIS adalah kode akses masuk ke komputer utama. Jika dibuka maka akan muncul semua rahasia yang ada di dalam keluarga de Niels ini.
Tapi sayangnya mereka salah mencurigai orang karena Claude sama sekali belum menggunakan IRIS untuk mengetahui hal yang dia pikirkan selama beberapa waktu terakhir. Claude tersenyum kemudian mulai menjelaskan duduk perkara agar tidak ada yang salah paham.
" IRIS... Aku tidak menggunakan nya karena Rouge tidak mau mengatakan apapun pada ku.. Kalian bisa dengar rekaman ini untuk membuktikan ucapan ku benar atau salah... " Claude berucap penuh percaya diri, karena pada dasarnya dia memang tidak melakukan kesalahan.
" Baik Terima kasih,, maaf membuat mu tidak nyaman... " Galen menunduk sambil tersenyum.
" Untuk mengetahui kejadian dimana tante Vinda mengandung Kak Rose dan Kak Rouge... Karena semua masalah yang menimpa kali ini memang berasal dari masalah itu.. " Lucifer menjawab dengan sangar santai sekali.
Galen menghela nafas pelan, kedua orang ini tidak bisa dikatakan bersalah karena mereka memiliki maksud dan tujuan tersendiri jadi jelas bukan mereka yang mengungkap semua rahasia keluarga pada media. Galen pun memeras otaknya untuk memikirkan solusi terbaik saat ini agar tidak sampai membuat semuanya semakin kacau dan ini tanggung jawabnya karena dialah kepala keluarga.
Disaat semuanya nampak diam karena tidak bisa berbuat apa-apa, di luar mansion terdengar suara ramai-ramai memancing semua yang duduk di ruang keluarga untuk keluar rumah. Dan betapa terkejutnya mereka karena di depan pintu utama mansion sudah dipenuhi oleh personil dari kepolisian membawa surat penangkapan untuk Joaquin de Niels.
Mengetahui bahwa kepala keluarga sudah berganti menjadi Galen de Niels, akhirnya Galen lah yang dibawa dengan mobil polisi menuju ke kantor polisi untuk menjalani serangkaian penyelidikan. Lucena bahkan menangis dan berlari kencang mengejar mobil polisi yang membawa Galen di dalamnya beruntung sebelum dia terjatuh Gafar sudah menangkap tubuh Lucena.
__ADS_1
" Jangan cengeng Luce!!! " sentak Gafar tidak bisa menahan emosinya.
" Untuk menjadi seorang wanita yang berdiri di samping Galen haruslah wanita yang kuat dalam situasi apapun... Jadi jika kau mencintainya maka kau harus kuat dan jangan lemah seperti sekarang..." ujar Gafar sambil memeluk tubuh Lucena yang bergetar.
Galen yang dibawa polisi untuk penyelidikan, benar-benar membuat mental keluarga de Niels down. Semuanya langsung merasa lemah tidak. bertenaga dan itu semua dilihat langsung oleh Claude. Tidak menyangka Galen yang usianya lebih muda darinya sepuluh tahun sangat kuat menjaga tanggung jawab keluarga dan juga semua yang bekerja di bawah keluarga de Niels.
Di saat semuanya sedang lemah, Tiba-tiba saja seseorang datang dan langsung meminta bertemu dengan Claude. Pria ini adalah Dimitri yang adalah asisten pribadi Claude. Kedatangan yang sangat tiba-tiba ini membuat Claude terkejut bukan main tapi juga optimis dengan berita yang mungkin saja Dimitri bawa.
" Tuan... " Dimitri membungkuk memberi hormat pada Claude.
" Kenapa kau kemari? " tanya Claude menatap datar asistennya.
" Ini adalah hasil penyelidikan yang Anda minta dari pria itu.. Semua lengkap dimulai kejadian tiga puluh tahun lalu hingga sampai kejadian kemarin malam semua ada di dalam flashdisk ini.. Pria itu juga mengatakan akan mengawal semua ini sampai selesai tentunya dengan imbalan yang pastinya sesuai dengan jasa yang dia berikan... " lapor Dimitri.
Claude menghela nafas, bersyukur ada petunjuk namun jika teringat berapa banyak yang harus dia bayarkan pada pria yang membantunya ini rasanya hatinya kurang rela.
Mata Claude melotot penuh membuat mata itu hampir saja keluar dari tempatnya karena saking terkejutnya melihat berkas yang Dimitri bawa. Rahang Claude pun berubah mengeras setelah menguasai hati dan pikirannya.
" Segera urus masalah ini.. Dan buat saudara ipar ku keluar dari penjara sekarang juga!! " titah Claude tidak dapat diganggu gugat.
__ADS_1