DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU

DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU
ancaman untuk Marisha


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu semenjak keluarga Matheo menggelar pesta untuk memeringati kelahiran cucu keduanya dari Rouge. Hari demi hari di mansion keluarga Matheo semakin sepi. Semua anggota keluarga yang tinggal disana, sangat jarang sekali melakukan interaksi. Penyebabnya adalah kemarahan Matheo pada putranya setelah tahu bahwa Rouge menyakiti Geya karena alasan yang tidak masuk akal.


Sejujurnya memang status Rouge dan Roseline yang bukan anak kandung Theo hanya para orang tua saja yang tahu. Tapi entah bagaimana ceritanya Galen bisa mengetahui itu semua, dan jika Galen tahu berarti semua saudara kembarnya pasti juga tahu. Karena sebelum 5G pergi dari rumah untuk menjalani hidup mereka diluar keluarga de Niels, Galen sempat menanyakan kebenaran berita itu.


" Majulah.. Kejarlah Gege dan dapatkan dia sebagai wanita mu... Tidak akan ada yang akan menentang itu, aku bisa pastikan hal itu. Bukankah kalian saling mencintai, itu sudah lebih dari cukup... "


Kata-kata yang selalu Galen ucapkan jika Rouge bercerita tentang keraguan dalam hatinya yang ada sangkut pautnya dengan hubungan dengan Geya. Dulu Rouge menganggap hal itu hanyalah bentuk support tanpa ada niat terselubung di dalamnya. Nyatanya, Kata-kata Galen saat itu memang benar adanya, bahwa tidak akan ada yang menentang karena nyatanya mereka bukan saudara kandung. Tidak ada setetes darah yang sama yang mengalir dalam tubuh keduanya.


Sejak Matheo menghajar anaknya karena telah menyakiti Geya dengan alasan statusnya, Rouge sudah jarang sekali pulang ke mansion. Dia lebih memilih menginap di apartemennya, meninggalkan istri dan kedua anaknya yang sangat butuh dukungannya.


Marisha merasa benar-benar tidak dianggap oleh Rouge, karena dirinya ditinggalkan begitu saja tanpa diajak. Seharusnya Rouge mengajaknya jika memang ingin pindah, karena Marisha tidak masalah jika itu terjadi. Tapi jangankan mengajak, mengatakan Rouge kemana saja suaminya itu tidak mau.


Marisha tengah menyusui Jade di kamar khusus putranya itu. Marisha hanya sendiri karena baby sitter dari Jade sedang sarapan. Biasanya jika waktu makan tiba, maka Marisha dan babu sitter Jade akan bergantian untuk menjaga Jade. Marisha menatap wajah putranya yang malang, merasa bahwa sang putra tidak seberuntung kakak perempuannya yang masih mendapatkan perhatian dari Rouge ketika masih bayi.


Disaat dirinya tengah melakukan hal-hal yang berhubungan dengan suaminya, sebuah pesan video masuk ke ponsel miliknya. Dari nomor yang tidak dikenal, tapi karena Marisha takut jika itu Rouge makanya dia memilih untuk melihatnya.

__ADS_1


Prakk...


Ponsel Marisha terjatuh karena memang dia yang menjatuhkan ponsel itu lantaran kaget dengan pesan yang dia Terima. Sebuah pesan yang berisi video selama 5 menit, berupa potongan CCTV yang ada di sebuah tempat di Milan.


" Bagaimana bisa? Bukankah aku sudah memintanya menghancurkan semua bukti yang ada. Tapi ini... " tubuh Marisha bergetar ketakutan, membuat Jade jadi menangis karena merasa tidak nyaman.


Marisha langsung meletakan Jade ke box khusus bayinya. Marisha langsung menghubungi beberapa pihak yang empat tahun lalu membantunya. Dia harus tahu siapa yang telah berani mengkhianatinya dan kini mengancamnya.


Setelah menghubungi pihak yang membantunya dulu, Marisha sama sekali tidak menemukan barang sedikit saja hal yang mencurigakan. Mereka semua bahkan tidak berada di Milan dalam waktu empat tahun ini. Jadi bagaimana mungkin ada dari mereka yang mengancam Marisha karena nomor yang mengirimkan pesan tadi adalah nomor negara Italia.


" Siapa.... Kira-kira siapa yang bisa mendapatkan rekaman itu? Ayo berpikir Marisha... " istri Rouge ini terus mondar mandir di kamarnya untuk bisa menemukan ide ataupun menemukan kemungkinan orang yang bisa melakukan ini.


Marisha tahu bahwa selama empat tahun ini secara diam-diam Rouge telah menyelidiki kejadian di hotel milik tuan Lukas. Namun karena segala sesuatunya sudah dibereskan oleh orang yang dibayar Marisha, karena itu satu jejak pun tidak akan bisa ditemukan. Tapi mengingat tentang tuan Lukas, mungkinkah orang itu karena dialah pemilik hotel tempat kejadian malam yang mengubah takdir semua orang yang terlibat.


" Bagaimana caranya aku bertanya pada tuan Lukas? bertemu saja aku yakin akan sangat sulit. Tapi mengingat itu hotelnya, kemungkinan besar memang dia yang bisa menjadi orang yang paling memungkinkan mengirimkan pesan ancaman ibu.. " Marisha berujar dalam hati masih dengan posisi mondar mandir di kamarnya.

__ADS_1


Dalam pikirannya harusnya dia meminta tolong Geya, karena pasti jika ini terungkap rumah tangga Geya bisa terganggu oleh kegilaan Rouge. Pastinya suami Marisha ini akan menggila dan berusaha memisahkan Geya dengan suaminya. Bukankah Geya dan suaminya akan dirugikan dalam hal ini.


Marisha lekas membuang pikiran itu, karena berkerjasama dengan Geya saja sejak mengungkap kebusukannya. Marisha tidak ingin melakukan hal itu karena sama saja dengan dia kalah. Tapi siapa yang bisa mendukungnya, keluarganya saja selama empat tahun ini menumpang hidup dengan keluarga suaminya.


Di tempat lain, masih di pedalaman kota Milan. Seseorang nampak tersenyum puas ketika mendapatkan laporan dari anak buahnya yang mengawasi Marisha, bahwa wanita itu kini telah dilanda dilema. Satu hal kesalahan Marisha adalah, membiarkan banyak pihak berkerjasama dengannya ketika peristiwa malam itu terjadi. Karena itu akan dengan mudah bagi seseorang yang memiliki kuasa besar mendapatkan kelemahannya.


" Hehe... Kalau jadi orang jahat tanggung ya pasti seperti wanita itu.. Jahat karena hanya ingin memiliki apa yang dimiliki wanita lain, setelah itu berusaha menebus dosa dengan menjadi wanita baik... Kasian... Kasian.... " gumam sosok misterius itu mengejek Marisha.


" Oh ya.. Apa kau berhasil menyusupkan orang kota di keluarga de Niels? " tanyanya pada sang asisten.


" Belum tuan... Tidak ada perekrutan pekerja baru baik di mansion utama ataupun di perusahaan. Hal ini menyulitkan kita memasukkan orang kita ke sana... " lapor asisten sosok yang masih misterius itu.


" Benar-benar penjagaan yang ketat,, aku salut pada Galen karena bisa membuat keamanan yang begitu ketat demi melindungi keluarganya. Lawan yang sulit, tapi justru membuat jiwaku bersemangat untuk mengalahkannya... "


Asisten sosok misterius itu hanya diam tanpa menanggapi celotehan dari bosnya. Setelah diam selama beberapa tahun, baru saat inilah bosnya menjalankan rencananya yang telah ditunda selama empat tahun itu. Awalnya dulu kelompok ini menjadikan kehancuran Geya sebagai sarana untuk membalas dendam pada Keluarga de Niels. Namun begitu siap karena Geya malah pergi dan menghilang selama empat tahun.

__ADS_1


Kini Geya telah kembali, dan kebetulan sekali situasinya begitu rumit di keluarga de Niels. Bukankah ini adalah jalan yang dibukakan oleh semesta pada sosok misterius itu karena telah mau bersabar selama empat tahun ini.


" Brur... Cari tahu identitas anak-anak Geya!!! "


__ADS_2