DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU

DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU
Anak-anak ku


__ADS_3

Semua orang berkumpul, semua anggota keluarga berkumpul adalah momen yang sangat indah bagi setiap keluarga. Begitu pula kini di mansion utama keluarga de Niels, semua anggota keluarga berkumpul setelah terakhir kali di hari pernikahan Rouge dan Marisha itu pun tidak semuanya datang. Namun hari ini, semua anggota keluarga berkumpul demi menyambut anggota keluarga baru mereka semua, Baby A. K. S. H.


Semua memberi selamat, semuanya dengan senang hati memberikan hadiah kepada anggota baru mereka. Tidak tanggung-tanggung ada yang sampai memberikan sebuah apartemen, mobil dan juga tunjangan untuk sekolah dengan nilai yang fantastis. Bahkan ada yang memberikan sebuah kapal pesiar mewah terbaru, dan memberikan berbagai perlengkapan bayi dan balita untuk lima tahun ke depan. Sungguh luar biasa sekali hadiahnya.


Tentu saja hal ini disambut dengan baik oleh Geya dan Claude. Rejeki tidak boleh ditolak meski keduanya sangat mampu membelikan semua itu. Ini anggap saja sebagai bekal untuk Baby Alrescha di masa depan karena tidak akan ada yang tahu apa yang terjadi di masa depan semuanya.


" Gege.... congrats.... Your child really like his daddy... Nggak bisa dibedain nanti pas udah dewasa... " Roseline mengucapkan selamat untuk Geya.


" Thanks Rose... And this present,, apa nggak berlebihan? " tanya Geya tidak nyaman dengan pemberian dari Roseline.


" Ini nggak ada apa-apa nya dibandingkan yang sudah aku capai karena bantuan suami mu... Aku juga harus mengucapkan Terima kasih padanya nanti... " Geya tersenyum mengangguk.


" Gege selamat ya... Baby Alrescha, hola ini aunty Luce... " sapa Lucena membelai pipi gembul putra Geya dan Claude.


" Besok kalau sudah besar jangan jadi playboy ya boy... " pesan Lucena terdengar begitu konyol sekali. Lucifer yang ada dibelakang kakak perempuannya ini langsung memukul kepala sang kakak yang luar biasa aneh itu. Semuanya tertawa melihat tingkah dua orang yang paling jarang berkumpul bersama itu.


Tiba disaat Marisha dan Rouge mengucapkan selamat untuk Geya dan Claude, suasana berubah menjadi sedikit canggung. Terlihat kedua pasang suami istri sangat tidak nyaman dengan satu sama lain terutama para wanitanya. Marisha merasa ini sangat tidak adil karena dia juga anggota keluarga de Niels, tapi kedua anaknya lahir tidak diadakan pesta sebesar ini, sungguh tidak adik baginya.

__ADS_1


Rouge sendiri merasa muak karena bukan dia yang bersanding dengan Geya, kenapa juga dulu dia menyerah. Andai saja keputusan konyol itu tidak pernah terlontar dari mulutnya, sekarang ini yang ada di samping Geya adalah dirinya bukan pria tua di depannya ini.


" Selamat ya Ge dan kak Claude... " ujar Marisha sangat pelan dan terlihat tidak ikhlas.


" Hm... Terima kasih... " tanggapan singkat dari Geya karena memang tidak berharap apapun dari pasangan yang satu ini.


Acara pun terus berlanjut hingga tiba di sesi paling menyenangkan bagi Ghadi, yaitu sesi makan bersama. Puluhan hidangan tersedia di meja yang begitu panjang sekali. Semua hidangan ini adalah makanan favorit dari seluruh anggota keluarga de Niels lengkap dengan pantangan yang boleh dan tidak boleh anggota keluarga ini makan.


Semua terlihat menikmati jamuan ini, semuanya terlihat senang bercanda dan tertawa bersama. Semua rasa melebur menjadi satu, menjadi tawa dan keceriaan yang sudah begitu lama tidak pernah terjalin kembali di keluarga de Niels semenjak Geya pergi dari mansion.


" Semuanya Terima kasih karena telah menyediakan waktu yang berharga bagi kalian demi bisa menghadiri acara merayakan kelahiran cucu ketiga ku, anak kedua Geya dan Claude, Alrescha Kira Smith Harley. " daddy Joaquin membuka sambutan diiringi tepuk tangan meriah orang-orang.


" Mari kita nikmati, hari-hari yang menyenangkan ini bersama lagi seperti dulu!!!! " seru daddy Joaquin mengangkat gelas berisi wine diikuti semua yang ada di mansion utama ini.


" Yeeeaayyyy..... " sorak riuh mereka semua. Beruntung baby Alrescha saat ini sudah berada di kamar karena harus minum asi, kalau tidak sudah pasti akan menangis.


Semuanya berbaur, seperti ketika dulu Matheo dan Vinda menikah. Baik pengawal, pegawai, anggota keluarga dan beberapa kolega yang diundang, semuanya berbaur menjadi satu tanpa pandang bulu siapa orang yang mereka ajak bicara. Hal seperti inilah yang selalu membuat keluarga de Niels terhindar dari perpecahan. Tiga puluh tahun lebih mereka bersama, dan selalu akur tidak pernah bertengkar. Akankah keturunan mereka bisa seperti itu, semoga saja itu harapan keempat pendiri keluarga de Niels.

__ADS_1


" Tuan dan nona kecil,, saya diminta mengantar anda ke tempat mommy di dalam... " pengasuh twins datang menghampiri.


" Mommy di kamar bi? " tanya Quella dengan cadel khasnya.


" Iya nona kecil. Adek nona kecil, baby Alrescha lagi minum susu sama mommy. Saya disuruh ajak nona sama tuan kecil ke dalam... " Quon dan Quella menurut. Di gandeng pengasuh, mereka berjalan menuju ke dalam mansion dan harus melewati lautan orang yang datang ke pesta ini.


" Rame sekali ya bi? Nanti kalau ilang nggak ketemu ya? " tanya Quella.


" Ketemu lah nona kecil,, memangnya mau hilang kemana coba kan masih di mansion tuan besar. Tuh, ada pengawal banyak yang jaga. Nanti pasti bisa cari... " ujar pengasuh Quella yang memang sudah terlatih menjawab pertanyaan absurd dari anak tuannya itu.


" Bibi... Aku merasa ada seseorang yang mengawasi kami sejak tadi.. Apa mereka mengincar kami seperti di film-film yang kak Quin lihat? " tanya Quella. Mungkin orang lain yang tidak mengenal anak ini pasti mengira itu hanya berupa ungkapan anak kecil biasa, tapi bagi yang sudah mengenalnya pasti tahu bahwa itu adalah apa yang memang benar keduanya rasakan.


" Kita lekas ke dalam saja nona dan tuan kecil... " ujar bibi pengasuh twins Q.


Pengasuh twins melihat ke sekitar selama berjalan menggandeng twins Q. Mencoba mencari jika memang ada orang yang mengawasi tuan dan nina kecilnya. Pengasuh twins bukanlah orang biasa, dia terlatih bela diri dan juga bisa melawan pria meski dia hanya seorang wanita dengan usia diatas 30 tahun.


Ketika hendak memasuki sebuah mansion, kebetulan sekali mereka bertiga melewati titik buta CCTV dah tempat yang agak sepi kemudian entah dari mana tiba-tiba saja semuanya menjadi gelap. Quon, Quella tiba-tiba saja tidak sadarkan diri begitu juga dengan pengasuh nya.

__ADS_1


" Kalian urus pengasuhnya, aku akan membawa anak-anak ku pulang ke rumah... " titah seorang pria misterius yang telah merencanakan ini semua..


__ADS_2