
#Rouge dan Geya sama-sama terkejut mendengarkan fakta tentang twins Q yang memiliki golongan darah tidak sama dengan mereka berdua. Terutama Geya yang sangat shock dengan itu, padahal dia tahu persis siapa ayah biologis dari twins Q.
Rouge seakan tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Dia percaya bahwa twins adalah anak-anaknya, tapi kenapa sekarang muncul fakta baru yang menurutnya tidak masuk akal sama sekali.
" Anda jangan bercanda dok!! Bagaimana bisa anak saya memiliki golongan darah AB rhesus negatif. Kedua orang tuanya saja memiliki golongan darah yang lain... " sentak Rouge mencengkeram kerah baju dokter.
" Maaf tuan.. Tapi saya sebagai seorang tenaga medis juga tidak berani berucap yang tidak sesuai dengan fakta yang ada. Memang pasien memiliki golongan darah tersebut terlepas itu sama atau tidak dengan orang tuanya. Tapi kasus seperti ini bisa saja ada karena kedua orang tuanya memiliki golongan darah A dan B... " terang dokter itu berusaha menjelaskan.
" Tapi tetap saja itu aneh... Bagaimana bisa mereka.... "
" Diam kau Rouge... Tutup mulut mu sebelum kau menyesal mengatakan apa yang akan kau katakan!!!! " Claude langsung membentak Rouge dan mencengkeram tangan Rouge agar melepaskan dokter itu.
" Quon dan Quella membutuhkan pertolongan secepatnya tapi kau malah sibuk mengurusi golongan darah sialan mu itu... Dokter.. Ambil saja darah saya, saya memiliki golongan darah yang sama dengan pasien.. Saya daddy anak-anak yang ada di dalam sana... "
DUUUUAAAARRRRRR
Bukan hanya Rouge, tapi semua orang yang ada di depan ruang operasi itu kaget dengan fakta yang terungkap. Geya menutup mulutnya tidak percaya, mungkinkah ini takdir dan jawaban dari semua asa yang dia dan Claude lambungkan selama ini dalam setiap doa keduanya.
Semuanya masih terkejut hingga tidak sadar Claude sudah mengikuti dokter tadi untuk menuju ruangan pemeriksaan sebelum darahnya diambil. Baru setelah beberapa saat, mereka semua menyadari kepergian Claude. Tidak ada yang bicara, semuanya diam berusaha mencerna fakta terbaru ini. Semua keluarga Geya memiliki satu pemikiran dengan Geya, bahwa mungkin ini adalah mukjizat yang menjawab setiap doa yang Geya dan Claude panjatkan.
Claude selalu menanamkan pada dirinya sejak awal bahwa anak-anak dalam kandungan Geya adalah anak kandungnya. Dia bersama dengan Geya sejak twins masih ada di dalam kandungan, mereka bersama hingga twins lahir dan besar dalam pengasuhannya. Inilah jawaban dari doa nya, meski darah lebih kental dari pada air. Namun cinta dan kasih sayang mengalahkan itu semua.
__ADS_1
" Len... Kau dengar dan lihat semua ini... " bisik Geya yang sekarang ini ada dalam pelukan Galen, cinta keduanya.
" Hm.. Sebuah mukjizat, iya kan? " ujar Galen juga berbisik.
" Dia mengalahkan takdir dan mengubahnya,, dia telah membuktikan semua ucapannya bahwa benar dia adalah ayah kandung twins.. Sekarang aku sungguh percaya bahwa mukjizat itu ada... " ucap Geya penuh syukur.
Jika Geya dan keluarganya bisa bernafas lega dengan kenyataan yang baru saja terkuak itu, lain dengan Rouge yang terlihat tidak berdaya karena itu semua. Dia seperti telah dikerjai oleh orang-orang yang berada di sekitarnya. Satu mengatakan twins anaknya namun kenyataan tidak sesuai dengan ekspetasi nya. Benarkah perasaannya pada twins Q adalah sebuah perasaan yang tidak sebenarnya.
Rouge terduduk, terdiam tidak ingin bicara apa pun. Hanya diam larut dengan segala pemikirannya tentang fakta yang ada. Rouge merasa perasaan yang akrab ketika bersama twins selama lima hari belakangan ini. Tapi mungkinkah perasaan itu hanya semu belaka. Nyatanya dia bukanlah ayah kandung si kembar. Tapi benarkah dia bukan ayah kandungnya?
Bukan hanya keluarga Rouge dan Geya saja yang terkejut dengan kenyataan ini. Seseorang yang berada tidak jauh dari mereka, bahkan sejak tadi sudah menguping pembicaraan mereka ikut terkejut mengenai fakta itu. Seseorang ini kemudian langsung pergi dari sana bermaksud ingin melaporkan apa yang dia dengar pada bosnya. Sebuah kenyataan yang sangat tidak bisa diterima akal sehat.
...************...
" Setelah operasi twins selesai,, aku rasa kita perlu menyelesaikan permasalahan kita sesegera mungkin... Aku tidak ingin ke depannya kau membuat ulah lagi.. " desis Claude di telinga Rouge.
" Oke... " hanya satu kata itu yang keluar dari mulut Rouge. Masalahnya dia sudah tidak bisa ngotot seperti tadi karena fakta yang baru saja dia ketahui beberapa menit yang lalu.
Kini semua orang fokus menunggu operasi Quon dan Quella selesai. Semua memanjatkan doa agar twins bisa melewati ini semua dan sembuh dari segelas kesakitan yang mereka derita. Lama mereka menunggu, tiga jam lebih mereka menunggu, akhirnya pintu ruang operasi dibuka. Beberapa tenaga medis keluar dari ruangan itu menemui keluarga pasien.
Keluarga de Niels berbondong-bondong maju menemui dokter yang baru saja keluar dari ruang operasi itu untuk menanyakan bagaimana kondisi dari si kembar saat ini.
__ADS_1
" Kedua pasien sudah melewati masa kritisnya, sangat beruntung kita mendapatkan donor darah secepat itu. Untuk sementara kami akan memantau kondisi mereka selamat 1x24 jam di ruang ICU. Setelah dipastikan tidak ada gejala susulan, kedua pasien bisa dipindahkan ke ruang rawat biasa. Silahkan satu perwakilan keluarga untuk mengurusi administrasinya... " ujar dokter yang menangani twins.
" Untuk pasien putra, sedikit lebih parah dibandingkan pasien yang putri. Sepertinya dia menjadikan dirinya sebagai pelindung dari pasien putri. Tulang kering bagian kirinya patah, tapi jangan khawatir tulang anak-anak memiliki struktur yang tidak sekeras tulang orang dewasa jadi penyembuhannya juga tidak memerlukan waktu yang sangat lama. Untuk pasien putri, yang sedikit mengkhawatirkan adalah luka di bagian kepalanya karena benturan dengan jalan. Jadi kita lihat nanti perkembangan mereka.. Kami permisi... " pamit dokter setelah menjelaskan secara singkat kondisi pasien.
" Terima kasih banyak dok.. " ujar Claude menjabat tangan dokter.
Rombongan dokter dan perawat itu mengangguk kemudian berpamitan pada keluarga pasien. Tak lama dua ranjang di dorong keluar dari ruangan operasi untuk dipindahkan ke ruang ICU. Melihat kedua buah hatinya terbaring tidak berdaya dengan berbagai alat kesehatan membuat Geya kembali histeris sampai akhirnya pingsan.
Keluarga sepakat membawa Geya kembali ke mansion karena di sana juga ada baby Alrescha yang membutuhkan Geya karena masih minum ASI. Claude pun memutuskan tinggal untuk menemani anak-anaknya karena jika dia ikut pulang maka dia khawatir dengan seseorang yang beberapa waktu lalu menculik anaknya. Pasalnya pelaku yang menghasut Rouge dan Marisha masih belum bisa diketahui.
" Kau ikut dengan ku!!! " Claude menunjuk Rouge kemudian berjalan menuju ke lift tak jauh dari sana. Claude membawa Rouge menuju ke rooftop rumah sakit agar perbincangan mereka tidak menjadi pusat perhatian orang-orang.
BUGH.... BUGH.... BUGH....
" Sialan kau!!!! Dimana letak otak mu sampai kau membahayakan keponakan mu sendiri?? Kau bilang mereka anak-anak mu lalu apa sekarang otak mu sudah bisa berpikir setelah menerima kenyataan yang ada... " Claude langsung menghajar Rouge. Tentu saja Rouge dia tidak membalas karena dia merasa bersalah saat ini. Bukan bersalah menculik twins, tapi bersalah menempatkan twins di dalam bahaya seperti ini.
Plok.... Plok.... Plok...
" Pertunjukan yang seru... Andai seluruh keluarga de Niels melihatnya.. Bagaimana tanggapan mereka? " seseorang datang memberikan tepuk tangan pada kedua orang yang tengah terlibat perkelahian ini.
" Kau..... "
__ADS_1
" Anda..... "