DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU

DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU
Selangkah menuju balas dendam


__ADS_3

Di sebuah ruangan yang didominasi dengan warna hitam, desain interior yang terlihat seperti sebuah kastil kuno, dengan beberapa aksen warna emas, menambahkan kesan menyeramkan dari tempat itu. Seorang pria yang sudah tidak muda lagi terlihat mengepul asap rokok yang dihisapnya, tangan kanannya memegang gelas wine, dengan tatapan melihat ke sebuah pigura besar yang terdapat lukisan wajah dari wanita yang selama ini selalu dia cintai.


Pria itu menatap dengan wajah khas orang yang sedang dilanda rindu yang sangat kaut. Beberapa kali terdengar pria ini menghela nafas berusaha membebaskan ruang di dadanya yang sesak. Menjadi anak yatim piatu tanpa sanak saudara bukanlah pilihan, namun takdir yang terkadang tidak mau bersahabat dengan pemiliknya. Begitu pula dengan apa yang pria ini alami.


" Ini memang dunia yang kejam, benarkan ma? " gumamnya ketika sudah dalam kondisi mabuk.


" Aaaahhhh.... Mereka bisa bahagia tapi lihatlah aku ma.. Adik-adik tiri ku memiliki kehidupan yang sangat baik, memiliki ayah dan ibu, dihormati semua orang, tapi lihatlah aku Ma... Hidup ku benar-benar sangat berantakan... " keluhnya.


Pria itu tersenyum miring, kemudian mengingat kejadian tadi pagi dimana dia bertemu dengan seorang pria yang juga memiliki nasib sama sepertinya. Sama-sama tidak memiliki orang tua, sama-sama harus hidup susah tanpa sanak saudara, sama-sama akhirnya bisa sukses karena keteguhan hatinya. Namun perbedaannya, pria yang dia temui tadi sudah memiliki keluarga dan keluarga dari pria itu adalah orang yang dia targetkan.


Pria ini sebenarnya tidak ingin melibatkan pria yang dia temui tadi pagi, namun sepertinya pria itu tidak akan diam saja ketika keluarganya dia sentuh. Tidak ingin menjadi musuh, namun tetap akan menjadi musuh karena sama-sama berjuang untuk melindungi apa yang menurut mereka benar.


" Andai kau ada dipihak ku, maka aku tidak akan menjadikan mu musuh ku... " ujar pria misterius itu.


...*********...


Di Mansion keluarga Matheo, terlihat Marisha dan Rouge kembali bersitegang saat Marisha kembali mendapatkan bukti niatan jahat Rouge yang mengajak Geya pergi meninggalkan keluarga mereka. Meninggalkan dirinya dan putranya yang saat ini paling membutuhkan dirinya karena keterbatasannya.

__ADS_1


Rouge sangat terkejut ketika mendengar rekaman percakapannya dengan Geya, karena Rouge sendiri tidak menyangka apa yang dia lakukan justru diketahui istrinya sendiri. Bukannya merasa bersalah Rouge justru marah pada Marisha karena telah memata-matainya. Marisha yang sudah marah karena perbuatan Rouge, kini semakin murka karena dituduh memata-matai suaminya.


" Kenapa aku harus melakukan itu? Aku percaya bahwa kau adalah pria yang bertanggungjawab tapi lihat sekarang apa yang kau lakukan... Jangan berteriak pada ku karena yang bersalah itu kau bukan aku... Apa maksud mu mengajak Geya pergi meninggalkan keluarga? Apa maksud mu? " sentak Marisha semakin marah.


Maid dan beberapa pekerja di mansion Matheo langsung lari dari posisi mereka masing-masing karena tidak ingin ikut campur dengan urusan tuan dan nyonya muda mereka. Pertengkaran kali ini Marisha dan Rouge lakukan di ruang tengah. Otomatis semua orang pekerja di mansion ini bisa mendengar dan melihat pertengkaran itu.


" Itu bukan urusan mu... " jawab Rouge terdengar begitu menyebalkan di telinga Marisha.


" Bukan urusan ku? Jika kau lupa maka akan aku ingatkan, aku istri mu, ibu dari kedua anak mu, aku secara sah di negara dan agama adalah istri mu... "


" Kau menjebak ku... Demi bisa hidup sebagai orang kaya kau tega menusuk Geya dari belakang kemudian menjebak ku untuk menghamili dan menikahi mu... Jangan sok suci di depan ku karena kebusukan mu sudah aku ketahui... " Rouge menunjuk wajah Marisha.


" Lalu sekarang dengan bodohnya kau mengemis cinta pada wanita yang pernah kau sakiti. Pengecut, pecundang... Aku tidak akan biarkan kau bahagia setelah membuat hidup ku menderita... " Marisha memukuli dara Rouge yang sama sekali tidak berusaha untuk menghindar.


Rouge tahu dia memang yang menarik Marisha masuk dalam hubungan yang rumit antara dirinya dan Geya. Rouge tahu betul bahwa baik dia danm Marisha memang saling memanfaatkan satu sama lain. Menikah bukan karena cinta tapi karena keinginan untuk bersama dengan mencapai tujuan mereka masing-masing. Rouge paham, jika Marisha marah padanya atas apa yang dia lakukan, tapi Rouge juga tidak bisa diam begitu saja ketika melihat Geya justru lebih bahagia bersama pria lain. Tiba-tiba saja, harga dirinya terasa begitu rendah ketika melihat wanita yang dulu dia bahagiakan kini bahagia karena laki-laki lain.


" Apa yang kau harapkan dari mengejar Geya kembali? Dia tidak akan kembali pada mu,, sampai kapan pun tidak... Apa kau tidak melihat bagaimana dia menatap suaminya? Tatapan penuh cinta yang kau sendiri bahkan tidak bisa mendapatkannya... " ucap Marisha sambil terisak di pelukan Rouge.

__ADS_1


' Kau berharap mereka anak mu? Jika bukan apa yang akan kau lakukan jika iya mereka anak mu maka seperti apa yang akan kau pikirkan.. Tidakkah kau merasa diri mu konyol Rouge... "


" Aku tahu... Aku sangat tahu.... Tapi entah kenapa aku justru merasa bahwa yang dulu aku lakukan adalah sia-sia ketika melihat dia sama sekali tidak terpengaruh dengan hancurnya hubungan kami... Aku tidak Terima Sha... " gumam Rouge lirih, entah Marisha mendengar atau tidak.


Tanpa Rouge sadari Marisha tengah tertawa sinis dalam pelukannya. Dia telah berhasil mengambil hati Rouge untuk nantinya dipengaruhi. Dengan begitu Geya akan hancur sama sepertinya karena Rouge. Marisha mulai menjalankan rencana yang sudah dia dan orang misterius itu rencanakan. Setidaknya jika dia tidak bisa bahagia, maka begitu pula Geya tidak akan bisa bahagia.


Flashback


" ***Aku akan membantu mu membalaskan dendam dan kembali mendapatkan suami mu... Tapi kau harus mengikuti semua persyaratan yang aku buat... Kau setuju? Atau kau ingin berpikir terlebih dahulu? Kesempatan tidak akan datang dua kali, Nyonya muda de Niels. "


" Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak ingin masuk penjara karena itu jangan mengajak ku bertindak kejahatan karena aku tidak mau... " Marisha menolak.


" Setelah kejahatan yang kau lakukan empat tahun yang lalu sekarang kau ingin bertobat, begitu? Bukankah itu terlalu naif nyonya... "


" Yang perlu anda lakukan adalah membuat Rouge bisa bersama dengan twins.. Buat Rouge meyakini bahwa itu adalah anaknya, setelah itu aku yang akan mengurus sisanya. "


" Bukankah itu akan membuat Rouge tahu bahwa itu adalah anaknya. Dia sudah curiga bahwa twins adalah anaknya, Bila-bila mereka akan.... " Marisha ketakutan.

__ADS_1


" Lakukan saja perintah ku... Rouge akan kembali pada mu aku menjamin itu semua.... "


Panggilan dimatikan, Marisha mulai merasakan dilema yang berkepanjangan saat ini. Akankah dia melakukannya atau tidak***....


__ADS_2