DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU

DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU
Galen Mengamuk


__ADS_3

Kedatangan Rouge ke mansion utama telah merusak suasana hati Galen di pagi ini. Rasanya dia begitu ingin mengamuk melampiaskan emosinya namun mengingat janjinya pada Geya, dirinya terpaksa memendam emosinya itu. Tapi lain cerita jika Rouge mencari gara-gara dengannya seperti saat ini. Rouge datang ke kantor JN Pusat, menemui Galen yang merupakan CEO nya.


" Kenapa kau datang? " tanya Galen dengan malas.


" Geya pergi kemana? " Rouge justru balik bertanya.


" Bukan urusan mu Gege pergi kemana, lagipula kenapa sekarang setelah kau akan menikah, baru peduli dimana keberadaan Gege.. " sarkas Gelang. Mulutnya bicara namun matanya masih enggan meninggalkan layar laptop miliknya. Lebih baik tidak melihat wajah Rouge daripada dia emosi dibuatnya.


" Kenapa kau bicara begitu? Kau tahu alasan ku kan.. " ujar Rouge tidak Terima dengan ucapan Galen.


" Dan berjuta kali aku katakan bahwa alasan mu itu tidak mendasar. Kalian berdua bisa bersama karena kalian bukan saudara, tapi apa yang ada dipikiran mu? Bagi mu siapa Gege? " Galen langsung tersulut emosi mendengar Rouge yang tidak punya rasa bersalah sama sekali pada Geya.


" Bagaimana aku bisa? Kami sama-sama memiliki nama belakang de Niels.. "


" Oge, listen to me... Your father just step sibling of my daddy. Jadi jangan katakan karena nama belakang. Aku jadi menyesal kenapa tidak meminta daddy ku untuk mengubah nama belakang keluarga mu.. "


Rouge terhenyak mendengar ucapan dari Galen. Orang yang paling rasional kini berdiri emosi menunjuk wajahnya. Kata-kata Galen inilah menyadarkannya tentang siapa dirinya dan keluarganya. Siapa dirinya hingga bisa bersanding dengan Geya. Semua sepertinya memang tidak akan bisa menerima alasannya.


" Where is Gege? " sekali lagi Rouge bertanya. Memilih tidak menanggapi ucapan Galen tadi.


" I don't know.. " jawab Galen santai.


" Galen... Please tell me where is she! I have something to tell to her. Katakan dimana Geya. "


Bugh...


" Galen.... " Gafar berteriak kaget karena melihat Galen menghadiahkan bogem mentah ke rahang tegas Rouge.


" Jangan ikut campur Far... Ini adalah hal yang seharusnya aku lakukan sejak dulu. Namun aku pendam karena Gege. " Nafas Galen memburu.

__ADS_1


" Kenapa sekarang kau mencarinya? Kau sudah menghancurkan hati dan hidupnya lalu dengan santainya kau datang kemari menanyakan keberadaannya. Untuk kembali melukainya? " Galen mencengkeram kerah kemeja milik Rouge.


" Sudah aku katakan ribuan kali, jangan memberinya harapan palsu jika kau tidak bisa membalas perasaannya. Tapi apa yang kau lakukan? Kau membuat dia semakin terjerat pada mu lalu kau menikahi orang lain begitu.... Kau anggap apa adik ku. SIALAN... "


bugh... bugh...


" Galen stop.... " Gafar berusaha menghentikan serangan membabi buta saudara sulungnya itu. Memang sejujurnya Gafar juga ingin melakukan apa yang dilakukan oleh Galen, tapi dia masih dalam tahap kurang paham tentang kejadian antara adik dan sepupu angkatnya itu.


" Far, baji**** ini sudah membuat Geya terluka. Dia menghamili sahabat Geya hanya agar Geya meninggalkannya. " ujar Galen mengungkap kenyataan yang berusaha Rouge tutupi.


" Ck bodoh sekali kau itu. Kenapa kau melakukannya? Geya tulus mencintai mu.. " ganti Gafar yang protes.


" Aku punya alasan yang sama kenapa Galen selama ini menolak Lucena. Aku ..... "


" Wait... Because of me rejected Luce... Area you kidding me? Aku menolak Luce bukan karena alasan yang kau pikirkan, tapi karena kami memiliki perbedaan sifat yang sangat mencolok. Kau tahu aku dan dia kan, lalu kenapa kau menyamakan aku dengan mu. Bagi ku Lucena adalah gadis yang berarti bagi ku, tapi aku tidak ingin memberinya harapan palsu dengan mengencaninya. Sifat kami bertolak belakang, bukan karena dia sepupu ku... " sentak Galen di depan muka Rouge.


Gafar melihat kondisi semakin tidak kondusif karena dia sendiri sudah tidak mampu menahan emosinya, memilih mengusir Rouge dari ruangan Galen. Niat hati ke kantor pusat untuk membicarakan masalah perusahaan JN Entertainment yang akan memilih CEO baru, malah justru melihat adegan adu jotos.


" Len, aku berhak tahu apa yang terjadi pada Gege. She is my sister too. "


" Ck kau itu menyebalkan sekali... "


" Yes, it's me... " Galen semakin ingin menjitak kepala saudaranya itu.


Galen menceritakan semuanya, dari A - Z tentang Geya dan Rouge. Mendengar itu semua telinga dan hati Gafar mendadak menjadi panas. Tahu begini ceritanya dia tadi tidak akan melerai Rouge dan Galen, tapi justru ikut mengeroyok Rouge saja. Gafar juga tidak habis pikir pikiran Geya itu bagaimana hingga sampai dihamili oleh Rouge.


" Ck... Dimana dia sekarang? Aku akan menjewer telinganya. Bandel sekali jadi cewek.. " omel Gafar setelah tahu kehamilan Geya. Tidak marah, namun heran kenapa adiknya bisa sebodoh itu karena cinta.


" Dia ada di tempat yang terbaik untuknya saat ini. Aku berjanji dia baik-baik saja. " ujar Galen.

__ADS_1


" Hm... Aku percaya pada mu.. Lalu apa rencana mu terhadap Rouge? " tanya Gafar. Dia tidak akan percaya bila Galen mengatakan akan membiarkannya saja, karena setahunya saudara tertuanya itu adalah tipe pendendam sama sepertinya.


" Memisahkan mereka adalah hukuman yang setimpal untuk Rouge. Kau tahu dalam hati terdalam pria brengsek itu dia mencintai Geya? Namun karena kedua orang tuanya dia tidak merealisasikan cintanya.. " Gafar menutup mulutnya mendramatisir suasana saat ini. Dia tidak iba sama sekali dengan penderitaan Rouge. Biarlah itu yang dirasakan Rouge pikirnya.


Yayasan Kasih Ibu, Los **Angeles**,


Ibu Camela selalu kepala yayasan masih nampak sibuk di ruangannya. Tidak lagi memperdulikan detak jam dinding yang seharusnya membuatnya kembali ke kamarnya karena hari sudah hampir malam. Beberapa berkas adopsi membuatnya tertahan di ruang kerjanya lebih lama dari biasanya.


Tok... tok... tok...


" Masuk... " dia mempersilahkan orang yang mengetuk pintu untuk masuk.


" Apa yang kau lakukan disini malam-malam. begini Nak? " tanya ibu Camela saat tahu siapa yang datang.


" Bibi belum tidur? " tanya pria itu basa basi...


" Ck... Kau sedang mengejek ku? Bukankah kau yang membuat aku berada di sini? " kesal ibu Camela.


" Sorry bibi... Aku ingin bertanya sesuatu pada mu.. " ujar pria itu.. Ibu Camela mengangguk sebagai jawaban atas kesediaannya.


" Siapa gadis itu? " tanya pria dewasa yang tadi juga datang ke acara pesta ultah oma Cecil.


" Gadis siapa yang aku maksud? "


" Gadis yang bermain piano tadi.. "


" Pppfftt... Dia sudah bukan gadis lagi. Dia mengalami kisah yang sangat menyakitkan sehingga dia berakhir di tempat ini. Hatinya dan hidupnya sedang tidak baik-baik saja.. " cerita ibi Camela.


" Maksudnya? " tanya pria itu semakin penasaran dengan sosok yang dia temui tadi siang.

__ADS_1


" Dia sedang hamil sekarang, bayinya kembar. Namun ayah dari bayi itu tidak menerimanya dan kedua calon bayi mereka. Pria itu akan menikah dengan wanita lain yang ternyata juga dia hamili sebelum Geya.. Kasian anak itu, jika kau hanya berniat main-main, jangan aku dekati dia.. " ujar obi Camela.


" Kau pernah melihat ku main-main dengan sesuatu yang sudah aku inginkan? " tanya pria itu tersenyum miring. Hati dan pikirannya selalu tertuju pada wanita cantik yang bermain piano tadi. Ingin memiliki, bahkan dia akan memaksa takdir untuk bisa memiliki wanita itu.


__ADS_2