DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU

DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU
Mansion super mewah


__ADS_3

Claude memeluk erat tubuh Geya yang bergetar ketakutan. Dia tidak tahu apa masalahnya tapi melihat Geya ketakutan seperti ini membuatnya tidak tega. Setelah dirasa aman dan tidak ada kedua orang tadi, Claude segera menarik tangan Geya dan membawanya ke parkiran. Claude ingin mengajak Geya pulang dan menenangkan Geya.


Geya yang ditarik Claude hanya bisa pasrah, karena jika harus memilih maka dia akan memilih pergi dengan Claude daripada bertemu dia orang tadi. Dua orang yang membawa mimpi buruk bagi Geya hingga membuatnya menjadi seperti sekarang ini. Geya tidak tahu kemana Claude akan membawanya yang jelas dari arah jalanan yang ditempuh Claude, ini bukan menuju ke rumahnya.


Claude mengendari mobil sport mewahnya itu membelah jalanan kota Loz Angeles menuju ke mansion miliknya. Mansion yang berada di daerah Bel Air yang merupakan kawasan perumahan mewah di kaki bukit pegunungan Santa Monica. Mobil Claude memasuki gerbang masuk dari Sunset Boulevard mengarah ke jalanan berliku menuju ke mansion miliknya.


Mata Geya serasa hampir keluar dari tempatnya saat melihat mansion yang begitu besar dan mewah di depannya. Luasnya sudah hampir seperti lapangan sepak bola, belum lagi keindahan yang disuguhkan di bagian atas mansion mewah ini. Rumah kaca yang besar dengan kolam renang di sebelahnya, kolam renang yang sangat besar bisa menampung seluruh keluarga Geya jika ini berenang.


" Maaf, tapi ini mansion siapa? " tanya Geya saat kakinya menginjak lantai bagian luar rumah kaca di depannya ini.


" Mansion ku lah Ge, milik siapa lagi memangnya? " ujar Claude sedikit sewot. Sudah tahu kemari bersamanya, masih juga bertanya mansion milik siapa.


" Besar sekali... Ada dua bagian atas dan bawah kan? Ya ampun.... mansion ini bisa dihuni seluruh keluarga besar ku.... " Geya masih terus berdecak kagum melihat mansion milik Claude.


" Aku tinggal di bagian atas, sedangkan bagian bawah biasanya aku pakai untuk menjamu kolega ku, disana juga ada ruang kerja bila aku malas ke kantor, ada kolam renang di dalam ruangan, tempat gym, perpustakaan mini dan tempat para pelayanan yang bekerja di rumah ini. " terang Claude mengajak masuk Geya ke rumah kaca miliknya.


" Lalu kau dengan siapa di bagian atas ini? " tanya Geya.. Mulutnya tidak berhenti mengucapkan kekagumannya pada arsitektur mansion ini. Sungguh indah sekali pikir Geya.


" Sendiri... Aku senang menikmati waktu sendiri sambil melihat pemandangan kota Loz Angeles dari sini Ge... Sangat indah sekali... " ujar Claude.


" Kau tidak kesepian? "

__ADS_1


" Tidak karena aku jarang pulang. Lebih sering menginap di ruang pribadi ku yang ada di kantor... " ujar Claude nyengir kuda. Geya tidak tahan dengan kelucuan Claude pun langsung menghadiahkan tabokan maut pada lengan Claude.


Claude mengajak Geya berkeliling mansion miliknya dari bagian bawah sampai atas. Geya terus dan terus menyuarakan kekagumannya pada setiap benda maupun desain yang ada di mansion milik seorang Claude Smith Harley ini. Geya berada di letak paling ujung mansion ini menatap ke arah langit dan rumah-rumah yang terlihat di sepanjang matanya memandang.


Baru sebentar berada di kawasan mansion mewah milik Claude ini, Geya menjadi begitu betah dan enggan untuk pergi dari mansion Claude. Tapi Geya tidak ingin dianggap tidak tahu malu, karenanya dia memendam sendiri perasaan yang dia rasakan terhadap rumah ini.


Malamnya ketika Claude akan mengantarkan Geya pulang ke rumah wanita itu, namun tiba-tiba hujan badai turun dalam jangka waktu yang cukup lama. Geya pun melarang Claude nekat mengantarnya karena takut hal yang tidak diinginkan justru terjadi nantinya. Claude pun memutuskan agar Geya menginap semalam di mansionnya, Claude juga meminta para pelayan menyiapkan kamar untuk Geya.


Setelah makan malam selesai, Claude pamit pada Geya untuk memeriksa laporan yang dikirimkan oleh asisten pribadinya. Geya pun akhirnya diantar ke kamar yang akan ditinggali Geya semalam ini. Setelah membersihkan diri dan mengganti pakaiannya dengan pakaian ibu hamil yang dibelinya, karena beruntung tidak semuanya Geya minta dikirim oleh pihak toko. Pintu kamar Geya tiba-tiba diketuk dari luar.


" Nona.... Ini saya mengirimkan makanan ringan dan minuman jus untuk anda.. " ujar seorang pelayan membawa troli yang berisi banyak sekali makanan. Geya menatap itu semua meringis merasakan perutnya akan begah jika semua makanan itu masuk ke dalam perutnya.


" Tuan besar yang meminta nona... " jawab pelayan itu.


" Lalu dimana tuan besar sekarang? " tanya Geya yang ingin mengucapkan Terima kasih secara langsung pada Claude.


" Tuan ada di ujung kanan jalanan ini nona... " pelayan itu menunjuk ke sebelah kanan.


Geya segera mencari keberadaan Claude. Saat matanya menatap sosok tampan, maskulin dan gagah itu sedang mengamati hujan dari dinding kaca rumahnya. Terlihat begitu indah karena air itu mengalir mengenai dinding kaca.


" Indah ya... Jika hujan dilihat dengan cara seperti ini... " ujar Geya.

__ADS_1


" Hm... Begitu indah, dan aku suka melihatnya... " mata Claude menatap wajah Geya karena menurutnya indah itu adalah kecantikan Geya yang terpancar diwajahnya.


" Boleh aku disini sebentar? Aku belum bisa tidur... " tanya Geya.


" Tentu... Duduklah... " Claude mempersilahkan Geya duduk di bangku samping tempatnya. Keduanya dalam diam menatap hujan dengan cara yang berbeda dari biasanya.


Geya sibuk melihat indahnya hujan, sedangkan Claude sibuk melihat wajah cantik wanita yang ada di sebelahnya ini. Hingga tiba-tiba dia mengingat tentang kejadian tadi siang di Beverly Center. Buru-buru Claude bertanya pada Geya karena penasaran.


" Ge... Siapa pasangan yang bertemu dengan kita di mall tadi? " tanya Claude. Tubuh Geya langsung menegang mendengar pertanyaan dari pria di sampingnya ini.


Geya terdiam sejenak karena dia bingung harus jujur pada Claude atau tetap merahasiakan apa yang terjadi padanya hingga berakhir disini. Namun Geya mengingat ketika Claude mau jujur padanya tentang apa yang dulu pernah terjadi pada pria itu. Masa kelam dari kehidupan lampau Claude, pria itu ceritakan dengan jujur tanpa ada yang ditutupi. Lalu adilkah jika Geya tetap diam dan merahasiakan semuanya...


" Jika kamu belum siap menceritakannya, tidak usah dijawab Ge... Aku akan..... "


" Dia adalah ayah biologis dari anak yang aku kandung... Dan wanita di sampingnya adalah istrinya... " Geya memotong ucapan Claude dan pria itu bergeming karena sangat terkejut dengan ucapan Geya.


" Wanita itu hamil satu bulan lebih awal dari aku, dan ketika aku ingin mengatakan tentang kehamilan ku, pria itu justru mengatakan mereka akan menikah karena wanita itu hamil anaknya... Lucu ya,,, aku juga hamil anaknya tapi dia tidak menganggap ku ada sebagai wanita..... Lucu sekali... " cerita Geya yang membuat Claude langsung memeluk tubuh wanita di sampingnya karena tubuh wanita itu semudah bergetar karena menahan tangisnya.


" Dia... hanya menganggap ku saudara sepupunya padahal keluarga kami tidak ada hubungan..... darah.... Daddy nya adalah saudara angkat ayah ku dan dia sengaja menghamili sahabat baik ku agar aku pergi dari hidupnya dan melupakan cinta ku padanya.... " Geya bercerita sambil meraung melepaskan semua sesak di dadanya. Sudah sejak lama dia menahan tangis ini, dan karena Claude, dirinya bisa mengeluarkan semua sesak didadanya.


" Geya.... Apa nantinya, ketika twins lahir dan sudah besar, kau akan mengatakan siapa ayah mereka? " tanya Claude.... Tubuh Geya seperti disambar petir mendengar pertanyaan Claude

__ADS_1


__ADS_2