DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU

DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU
Seseorang yang berarti


__ADS_3

Lucas Theodore, adalah pria misterius yang selama ini jejak sama sekali tidak tercium oleh anggota keluarga de Niels. Tentu saja hal itu karena dirinya yang selalu berada di balik layar, tidak pernah maju ke depan. Memanfaatkan orang lain atau kelompok lain yang mendendam pada keluarga de Niels. Namun hingga saat dia ketahuan oleh Claude pun, dia masih saja tidak muncul ke permukaan.


Sangat cerdik untuk ukuran pria yang dikenal tidak memiliki catatan buruk sama sekali sepanjang hidupnya. Tapi seolah semua kebaikan dia patah begitu saja karena fakta bahwa pria ini adalah orang yang berada di balik setiap peristiwa yang merugikan keluarga de Niels.


Claude mengetahui fakta dari pria bernama Lucae Theodore ini dari pemimpin perusahaan misterius yang hanya akan membantu siapapun orang yang membutuhkan bantuan, tapi tetap melihat perkara terlebih dahulu. Dirasa kasus itu sangat mudah maka mereka akan menolak memberi bantuan. Beruntung Claude punya sesuatu yang diinginkan oleh pemimpin perusahaan misterius ini sehingga dengan mudah Claude mendapatkan bantuan.


Lucas tersenyum kala mendengar laporan dari Toby tentang dirinya yang sudah ketahuan. Sama sekali dirinya tidak terkejut karena serangan terakhirnya pada keluarga de Niels memang adalah identitasnya sebenarnya. Lucas justru meminta Toby untuk segera pergi sejauh mungkin dalam kurun waktu satu tahun atau lebih, baru setelah itu kembali untuk mengurus semua peninggalan Lucas yang memang tidak memiliki penerus.


" Tapi tuan.. Bagaimana saya bisa membiarkan Anda berada di situasi seperti ini sendiri dan saya malah kabur? Saya akan tetap bersama Anda di sini tuan... " kekeh Toby membantah perintah Lucas.


" Toby... Mereka akan mengincar mu jika kau tetap disini... Aku akan baik-baik saja, jadi kau pergilah yang jauh sejauh mungkin jangan sampai tertangkap.. Aku tidak akan mati tenang saja... " ujar Lucas meyakinkan Toby.


Posisi Toby meski hanya seorang asisten pribadi Lucas selama ini, tapi bagi Lucas, Toby memiliki posisi yang penting dalam hidupnya meski dia tidak mengatakan alasannya. Tapi selama sepuluh tahun ini, Toby selalu menjadi prioritas Lucas dalam segala hal, bahkan semua harta Lucas sudah dia pindahkan atas nama Toby secara diam-diam.


" Anda berkata seperti itu justru membuat saya semakin enggan untuk meninggalkan Anda.. Jangan minta saya untuk pergi, saya sudah bersumpah akan menjadikan hidup saya milik anda, jadi.... "


" Karena hidup mu milik ku jadi pergilah!!! Kita tidak bisa tertangkap berdua, sadarlah perusahaan ku butuh penerus Toby... " sentak Lucas menaikan nada bicaranya.


Toby termenung mendengar ucapan dari tuannya itu. Bagaimana bisa tuannya bahkan lebih mementingkan nyawanya dibanding nyawanya sendiri. Sebenarnya siapa dirinya bagi tuannya, apakah benar selama ini dia merupakan anak Lucas yang tidak diketahui publik. Tapi tes DNA yang pernah Toby lakukan secara diam-diam jelas menyebutkan mereka bukan ayah dan anak. Lalu kenapa?


" Anda selalu mendahulukan saya di atas segala kepentingan Anda.. Lalu sebenarnya siapa saya bagi Anda tuan? Apa benar saya anak Anda yang Anda sembunyikan? " tanya Toby dengan raut wajah yang tidak terbaca.


" Hahahahahaha..... Toby,, kau itu memang aneh sekali.. Kata siapa kau anak ku? Bukanlah kau sudah melakukan tes DNA, hasilnya juga sudah jelaskan.. Kenapa kau tanya hal aneh seperti itu, kau itu adalah penerus ku tentu saja kau berada di atas segalanya dalam prioritas yang aku miliki... " jawab Lucas masih menyisakan tawa. Lucu sekali wajah Toby saat ini.

__ADS_1


" Ck... Jawaban Anda sama sekali tidak memuaskan tuan.. " Toby merajuk dan pergi meninggalkan ruangan Lucas.


" Haish... Kau memang mirip ibu mu jika merajuk seperti itu.. Aku jadi merindukannya, Berlotta.. " gumam Lucas.


Tangan kanannya kemudian membuka laci nomor tiga di bagian kanan meja kerjanya. Mengambil sebuah bingkai yang tertelungkup, namun ketika dibalik terlihat ada foto usang di dalam bingkai pigura itu. Foto gadis cantik dengan seragam sekolah yang tersenyum begitu manis menghadap orang yang memotonya.


" Lotta... Lihat Toby sekarang sudah besar sekali.. Bukankah wajahnya mirip sekali dengan mu.. Tingkah lakunya juga.. Hehehehe... Aku jadi merindukan mu.. " monolog Lucas dengan telunjuknya yang mengusap foto dalam bingkai itu.


" Inilah satu-satunya cara ku untuk menjaganya,, jika nanti aku tidak lagi bisa mendampinginya, tolong kau selalu jaga dia dari surga sana ya.. Sebenarnya dia itu cengeng sekali... " Lucas masih terus bergumam seorang diri.


...**********...


Didalam ruang kerja yang bernuansa hitam dan gold, yang berada di mansion keluarga de Niels, tentunya setelah dibersihkan dari kekacauan yang disebabkan oleh Claude. Ada Galen dan Claude di sana untuk membicarakan mengenai beberapa laporan aktifitas yang Lucas lakukan selama dua hari terakhir. Memang senang berita itu mencuat di masyarakat, ini sudah hari kedua dan media berita masih membicarakan mengenai berita bisnis gelap keluarga de Niels.


" Menurut laporan dia tidak bergerak sama sekali, apa dia berniat menyerah? " tanya Claude meminta pendapat dari Galen.


" Bisa jadi iya, bisa jadi dia sedang merencanakan sesuatu yang lebih menghebohkan lagi.. " ucap Galen menanggapi.


" Huft... Sampai saat ini aku belum mendapatkan laporan yang bisa menyimpulkan apa yang menjadi kelemahan Lucas... Pria itu terlalu misterius sehingga tidak meninggalkan jejak sama sekali. " Claude memijat pangkal hidungnya yang tiba-tiba berdenyut.


Kedua pria itu diam sambil memikirkan dan mengolah informasi yang mereka dapatkan agar bisa mengambil keputusan dan kesimpulan tentang Lucas. Disaat keduanya asyik melamun dengan pemikirannya, Geya masuk setelah mengetuk beberapa kali tapi tidak ada sahutan. Geya menggelengkan kepalanya melihat dua pria terhebat dalam hidupnya itu justru melamun.


" Kalian berdua itu kenapa malah melamun? " tanya Geya membuat kedua pria itu tersadar.

__ADS_1


" Bukan melamun baby,, kami sedang memikirkan tentang Lucas dan kelemahannya.. " ujar Claude.


" Kelemahan paman Lucas? " beo Geya. Ketika dia tengah menuangkan teh, dia seperti mengingat sesuatu yang dulu sekali pernah dia dan Lucas bahas. Saat itu juga Geya dan Lucas sedang minum teh bersama.


Flashback


" *Nona Geya,, apa aku boleh bertanya sesuatu yang sedikit pribadi pada mu? " Geya pun mengangguk. " Apa kau memiliki seseorang yang sangat berarti dalam hidup mu? " tanya Lucas.


" Kenapa paman bertanya seperti itu? Karena tentu saja jawabannya aku punya... " Geya terkekeh.


" Apa itu Rouge? " Lucas semakin mengorek informasi dari Geya.


Namun justru Geya malah menggelengkan kepalanya ketika Lucas menyebutkan nama Rouge. Jujur Lucas cukup terkejut karena setahun ya sejak kecil, Geya itu sudah menempel dan mengejar Rouge untuk dijadikan pria yang menjadi kekasihnya. Tapi saat ditanya orang yang berarti dalam hidupnya, Rouge bukan jawabannya.


" Galen... Saudara sulung ku lah yang begitu berarti dalam hidup ku.. Andai kami tidak bersaudara, sudah aku pastikan akan menjadi pasangan hidupnya... Hehehehe.. Terdengar konyol kan... Tapi kalau paman sendiri apakah ada? " balik Geya bertanya.


" Hm... Dia adalah seseorang yang menemaniku beberapa tahun belakangan ini.. Pria yang aku anggap sebagai anak ku sendiri, pria yang aku didik menjadi kuat dengan tangan ku sendiri.. Pria itulah yang berarti bagiku... " jawab Lucas penuh percaya diri.


" Apa Anda menyukai sesama jenis paman? " Lucas tertawa dan langsung menggeleng. Tidak ingin. Geya menyimpulkan sesuatu yang salah hingga berakhir salah paham*.


Flashback off


" Seseorang yang selalu ada di samping paman Lucas selama beberapa tahun belakangan ini. Dia memiliki posisi yang tidak tergantikan, orang itulah kelemahan paman Lucas. " ujar Geya tiba-tiba. Claude dan Galen langsung saling memandang seolah mereka bisa berbicara melalui tatapan mata mereka.

__ADS_1


__ADS_2