
Claude membekap tubuh istrinya dalam pelukannya, Geya tertidur setelah semua beban yang ditahan, kekhawatiran yang Geya tahan, lepas begitu saja setelah mendapati suaminya sadar. Claude merasa begitu bersalah karena telah membuat istrinya menangis kesakitan seperti ini. Rasanya benar-benar sangat berdosa membuat Geya, kehilangan senyumnya yang begitu indah yang selalu mampu untuk menyejukkan hati Claude.
" Tuan... " Sand menghadap setelah sepasang suami istri itu menyelesaikan urusan mereka.
" Ada apa Sand? " tanya Claude.
" Kandungan nyonya sedikit lemah karena beliau terus berlari sepanjang koridor rumah sakit. Nyonya juga mengeluhkan perutnya kencang semenjak di mansion, dan dokter kandungan di rumah sakit ini mengatakan bahwa nyonya mengalami kepanikan dan berlari sehingga membuat kandungannya sedikit lemah... Maafkan saya, lalai menjaga nyonya... " Sand menunduk.
" Tidak apa Sand... Karena pada dasarnya akulah penyebab istri ku panik seperti itu... Haish... Terima kasih karena kau membawanya ke dokter kandungan... " ucap Claude tulus.
Sand membungkukkan badan, dan pamit akan pulang ke mansion untuk menyiapkan keperluan tuan dan nyonya nya menginap di rumah sakit sampai waktu yang belum bisa diprediksi. Claude mengiyakan karena Geya butuh pakaian, jangan lupa dengan susu ibu hamil dan juga vitamin yang biasa diminum Geya selama hamil. Hal itu tidak boleh tidak berada di kamar rawat Claude saat ini.
Claude dan Geya terlelap bersama di ranjang yang sama di kamar rawat Claude. Keduanya sudah merasa lega sehingga membuat rasa kantuk itu datang mendera mereka. Apalagi Claude masih dalam pengaruh bius yang belum sepenuhnya hilang. Sungguh dia tadi memaksakan untuk bangun hanya karena mendengar sang istri sudah berada di rumah sakit ini.
Beberapa dokter dan suster yang mengecek kondisi Claude saat ini hanya senyum-senyum malu melihat kemesraan yang terpampang di depan mereka. Rasanya indah sekali, dua berasa milik mereka berdua dimana puji pasangan ini berada. Dokter dan suster tidak berani membangunkan salah satunya karena merekalah saksi dimana Geya berlari sepanjang koridor rumah sakit dalam kondisi hamil. Apalagi dokter yang menangani Claude tadi sempat mendengar gumaman Claude sebelum disuntik obat bisu.
" Selamatkan aku dok... Aku masih memiliki seseorang yang tidak akan bisa hidup tanpa ku... Anak-anak ku menunggu ku.... "
Setelah mengucapkan itu Claude tidak sadarkan diri karena pengaruh bius. Operasi pun saat itu di mulai karena Claude mengalami cidera patah tulang di salah satu kakinya. Dengan begini nantinya pergerakan Claude akan sangat terbatas, tapi Claude yakin dia bisa lekas sembuh dengan kondisi itu.
__ADS_1
Milan, Italia
Layaknya pasangan Claude dan Geya,, kini pasangan Rouge dan Marisha juga mulai saling menerima satu sama lain. Marisha benar-benar memanfaatkan waktunya sebaik mungkin untuk bisa mendekatkan dirinya pada Rouge. Marisha berencana menggeser posisi Geya sedikit demi sedikit dari tahta Ratu dalam hidup Rouge, kemudian digantikan olehnya. Toh bagi Marisha, dirinya adalah pemenang karena telah hamil keturunan dari Rouge.
Rouge pun mulai bisa menerima Marisha, karena semua sifat yang dimiliki Marisha adalah tipekal yang selama ini Rouge cari. Dewasa, lemah lembut, pandai mengambil hati orang yang yang paling penting adalah selalu memuaskan ketika mereka berdua berada di ranjang. Rouge puas dengan semua pelayanan yang diberikan oleh Marisha, karena itu Rouge berjanji akan mencoba untuk merelakan Geya dan bisa bersama Marisha hingga maut memisahkan mereka.
Malam ini Rouge dan Marisha akan pergi ke sebuah pesta yang diadakan oleh kolega bisnis Rouge dan keluarga de Neils. Rouge berencana mengajak Marisha sekaligus memperkenalkan istrinya ini pada kolega-koleganya. Rouge ingin ketika koleganya melihat Marisha, mereka akan menghormati Marisha seperti mereka menghormati Rouge.
Marisha telah bersiap dengan gaun indah bermodelkan v neck, dengan belahan dada yang cukup rendah, menampilkan belahan dadanya yang begitu indah dipandang mata. Belum lagi, gaun ini adalah gaun press body sehingga lekuk tubuh Marisha yang terbilang seksi itu terlihat.
Rouge menelan ludah berkali-kali melihat betapa cantik dan seksinya sang istri malam ini. Rasanya Rouge akan berbangga diri nanti disaat pesta karena istrinya ini pasti akan memancing perhatian semua orang dan menuai pujian.
" Berarti malam kemarin aku nggak cantik begitu... " Marisha pura-pura merajuk..
" Hahahahahaha.... Ya nggak lah Sha,, kamu itu selalu cantik. Istri Oge ini akan selalu jadi yang tercantik... " Rouge senang bisa merasakan interaksi seperti ini dengan Marisha.
Pesta di salah satu hotel terbaik di Milan, sudah dipenuhi dengan semua pebisnis baik yang baru terjun ke dunia bisnis, maupun yang sudah berkecimpung puluhan tahun. Semuanya membaur menjadi satu tanpa adanya sekat diantara mereka. Semuanya berteman baik, dan bersaing sehat dalam bisnis di Milan dan sekitarnya. Semuanya adalah pebisnis bersih.
Banyak yang berbisik ketika melihat kehadiran Rouge dan Marisha. Pernikahan mereka saat itu tidak banyak mengundang kolega bisnis Rouge, hanya beberapa saja. Tapi malam pesta ini semua kolega Rouge jadi tahu istri dari CEO JN SD corp. Anak perusahaan milik JN Group yang bergerak ndi bidang keamanan.
__ADS_1
" Senang melihat anda disini tuan Rouge,, dan ini? " tanya pria seumuran papa Matheo bernama Lucard. Beliau ini adalah kolega bisnis perusahaan yang dipimpin Rouge sudah bertahun-tahun lamanya. Bahkan sejak masih dipimpin papa Matheo.
" Ini istri saya tuan.. Maaf saat pernikahan saya belum bisa mengundang anda karena saat itu anda sedang berada di Singapura... " ujar Rouge menunduk hormat.
" Ah saat itu... Maaf... Maaf,, jika tahu kau akan menikah aku pasti akan membatalkan semua jadwal ku... " ujar Lucard basa basi.
" Tapi bukankah nyonya ini sebelumnya adalah sekretaris anda? Aku pikir anda akan menikah dengan putri bungsu tuan Joaquin mengingat kalian begitu dekat sejak kecil. Dan rasa-rasanya, terakhir kali aku melihat anda, saat itu anda sedang bersama nona muda Geya... Apa aku salah lihat" ujar Lucard memegang dagunya mencoba mengingat.
" Terakhir kali? Kapan itu tuan? " tanya Rouge sedih penasaran.
" Saat pertemuan bisnis terakhir kali kita,, sekitar tiga bulan yang lalu. Saat itu yang aku lihat bersama anda dan mengantar anda sampai ke room anda adalah nona muda Geya... "
Degh....
Jantung Marisha dan Rouge sama-sama seperti berhenti berdetak detik itu juga. Kejadian itu Rouge dan Marisha sama-sama mengingatnya. Hanya saja jika Rouge diantar oleh Geya, sama sekali Rouge tidak ingat. Rasanya ketika pagi itu dia terbangun do kamar hotel, hanya ada Marisha bersamanya. Mungkinkah tuan Lucard salah mengingat pikir Rouge.
Lain dengan Rouge, Marisha sudah mulai keringat dingin. Jangan sampai pembicaraan ini berlanjut atau apa yang tidak diingat oleh Rouge akan muncul ke permukaan. Ingatan itu,, ingatan yang sengaja di hapus Marisha dalam hidup Rouge.. Marisha pun pamit ke kamar mandi karena dia tidak ingin terlihat terlalu gugup di depan suaminya dan kolega dari Rouge...
" Jangan... Aku mohon... Jangan sampai dia mengingatnya.... " Marisha terus berteriak dalam hati.. Tidak ingin apa yang dia lakukan semuanya sia-sia. Karena kini bagi Marisha, dia dan Rouge sudah menjadi satu, bukan lagi dua ataupun orang lain.
__ADS_1