
Seorang wanita yang masih sangat cantik meski siapa saja tahu bahwa wanita tidak lagi muda, menyandarkan tubuhnya di pintu ruang rawat Claude. Di belakang wanita itu juga ada seorang pria yang sudah berumur, jelas terlihat lebih tua lima atau sepuluh tahun dari Claude. Itu menurut Geya yang memandang dua orang yang masih dengan senyum mengembang menatap Geya dan Claude.
" Tidak aku sangka... Pria dengan julukan tangan besi bisa terbaring tidak berdaya di rumah sakit... Ck... ck.. ck... " cibir wanita cantik itu.
" Anna... Frederinn.... " beo Claude terkejut dengan siapa yang datang.
" Kami langsung kemari begitu mendengar kau kecelakaan.. Istri ku mengatakan ingin melihat bagaimana wujud mu setelah mengalami kecelakaan... " ujar pria yang sudah dalam usia kepala empat itu, Fredrinn.
" Ck.... Sekarang kau sudah melihatnya kan, silahkan kau pergi... " usir Claude dengan wajah dibuat sekesal mungkin.
" Lihatlah darling,,, dia mengusir ku... " wanita cantik bernama Anna itu berbisik di telinga suaminya tapi masih bisa Claude dan Geya dengar suaranya.
Fredrinn pun tergelak,, mempertemukan istrinya dan juga sahabat baiknya ini selalu bisa membuat suasana hatinya menjadi baik. Dan tentunya bisa menambah awet muda dirinya karena terus saja tertawa. Rupanya tidak pernah berubah meski sudah lima belas tahun lamanya, meski status mereka sudah berubah.
" Daddy... " Geya memanggil Claude dengan berbisik. Namun Anna yang memang jeli bisa menangkap apa yang hendak ditanyakan oleh wanita muda yang sangat cantik yang sedang duduk di samping ranjang Claude.
" Hai... nyonya Smith Harley, perkenalkan aku adalah Anna Marie Hawke dan ini suami ku Fredrinn Hawke.. Aku akan mantan istri Claude dan suami ku dulunya adalah sahabat baik kami.. " terang Anna menjelaskan siapa dirinya dan suaminya.
Geya langsung melongo mendengar ucapan wanita yang masih cantik meski sudah memiliki usia diatas kepala tiga itu. Geya menatap Anna dan Claude secara bergantian, sangat lucu sekali dimata Claude. Anna dan Fredrinn pun bisa mengetahui dari cara Claude melihat wanita cantik di sampingnya itu dengan penuh cinta.
" Jangan salah paham dengan kedatangan kami.. Meski dulu, tepatnya lima belas tahun yang lalu. Kami memang pernah memiliki sejarah yang buruk, tapi kami memang masih akrab sejak saat itu juga. Tolong jangan salah paham dengan kehadiran kami disini... " Fredrinn mencoba menjelaskan.
__ADS_1
" Ah.. bukan... bukan... maksud saya salah paham... Hanya sedikit... shock saja... Iya.. hanya shock saja... " Geya tersenyum kikuk di depan pasangan suami istri dari masa lalu suaminya ini.
" Ooohh.. Kau menggemaskan sekali nyonya Harley,, aku rasa aku tahu kenapa pria itu bisa jatuh cinta pada mu.. " ucap Anna menggoda Claude.
" Diam kau... " hardik Claude pelan..
Keempatnya pun mengobrol dengan akrab, meski bagi Geya ini adalah pertemuan pertamanya dengan orang-orang dari masa lalu suaminya. Tapi menurut Geya, Anna dan Fredrinn adalah orang-orang yang menyenangkan dan bisa cepat akrab dengan orang baru. Hal ini membuat Geya nyaman berada di sekitar mereka. Dan obrolan pun mengalir begitu saja tanpa diduga.
Kedua wanita yang pernah dan sekarang masih di dalam hati dan hidup Claude terlihat sangat kompak ketika berdua. Membuat Claude dan Fredrinn mengulas senyum senang karena dibayangan mereka justru keduanya akan saling cakar mencakar..
" Sepertinya mereka berdua team yang kompak,,, we must be careful. Bisa-bisa kita nanti yang akan kerepotan... " ucap Fredrinn dengan mata memindai kedua wanita yang tengah tertawa bersama.
" Bersyukur saja kita, karena bisa melihat kedua istri kita bisa akrab. Daripada mereka saling cakar, dan kita harus melerai mereka... " canda Fredrinn membuat kedua nya terkekeh.
Berganti ke pihak para wanita yang sekarang ini tengah mengobrolkan hal-hal yang berbau kepentingan wanita. Ternyata mereka berdua memiliki selera fashion yang sama dan juga pandangan yang sama tentang bagaimana perempuan itu berkreatifitas. Anna yang awalnya berpikir bahwa Geya adalah wanita yang pendiam, cukup terkejut ketika tahu bahwa istri dari mantan suaminya ini pandai sekali berucap.
Geya sendiri sempat terkejut dengan kedatangan Anna dan Fredrinn tadi. Apalagi Anna mengaku bahwa dia adalah mantan istri Claude, dimana yang Geya tahu Anna ini meninggalkan Claude demi bisa hidup dengan pria yang lebih mapan. Ternyata pria itu justru adalah sahabat baik Claude sendiri, tapi hebatnya,, mereka terlihat baik-baik saja tanpa adanya permusuhan. Hati Claude memang seluas samudra bagi Geya.
" Ge,,, Bagaimana nanti kalau Claude sudah dinyatakan sembuh, kita pergi belanja bersama? Suami kita ini sama-sama orang kaya di Los Angeles, jadi kita hamburkan uangnya sedikit tidak masalah... " ajak Anna.
" Bukankah kau sudah harus membeli kebutuhan untuk anak kalian nanti. Aku dengar kembar kan? " tanya Anna sambil tangannya mengusap perut Geya yang sudah kentara buncit itu.
__ADS_1
" Benar... Tapi harus menunggu kondisi daddy dinyatakan baik ya.. Aku tidak tega meninggalkannya dalam kondisi yang belum pulih, aku tidak bisa tenang berbelanja nantinya... " Geya setuju.
" Tentu... Apa sudah tahu jenis kelamin anak dalam kandungan mu? "
" Belum.. Usia kandungan ku baru empat belas minggu.... Anak ku kembar... " lanjut Geya saat melihat Anna sedikit heran dengan perutnya yang sudah besar ketika baru empat belas minggu.
" Benarkah? Tapi dari mana keturunan kembarnya? " pekik Anna terlihat antusias.
" Dari ku,, karena aku kembar lima... " Anna melongo mendengar ucapan Geya barusan...
" Kembar lima... " batin Anna sedikit shock.
Dalam benak Anna sudah membayangkan bagaikan tersiksanya jika sampai hamil kembar lima. Hamil satu anak saja rasanya sudah sangat sakit apalagi hamil sampai kembar lima. Anna bergidik ngeri membayangkan hal itu.
Anna sendiri dengan Fredrinn dikarunia tiga orang anak. Dengan yang paling sulung adalah anak laki-laki berusia 13 tahun, kemudian anak kedua adalah laki-laki lagi, dengan usia 10 tahun. Terakhir, si bungsu adalah anak gadis yang sekarang berusia 6 tahun. Ketika sudah memiliki anak perempuan, Fredrinn tidak lagi ingin Anna hamil, padahal saat itu Anna masih bisa hamil lagi karena masih muda.
Diam-diam sebenarnya sejak tadi Geya terus memperhatikan gerak gerik sang suami ketika kedatangan tamu dari masa lalunya. Geya sedikit khawatir kalau-kalau suaminya akan sedih karena yang Geya ketahui perpisahan waktu itu memang meninggalkan luka mendalam bagi Claude. Bahkan sampai menduda selama lima belas tahun lamanya sebelum bertemu dengannya.
Sungguh Geya akhirnya merasa tenang karena suaminya sama sekali tidak terganggu dengan kedatangan orang-orang dari masa lalunya ini. Justru terlihat gembira bertemu teman lama yang masih mengingatnya, bahkan mau menjenguknya ketika sedang dalam kondisi tidak berdaya seperti ini.
" Aku harus banyak belajar dari daddy, bagaimana cara mengikhlaskan hingga tidak perlu terbebani ketika bertemu lagi dengan masa lalu yang menyedihkan... Daddy orang yang sungguh luar biasa. My angel... "
__ADS_1