DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU

DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU
Tersangka, Claude Smith Harley


__ADS_3

Dokter dan suster jaga semuanya berlarian menuju ke ruangan VVIP saat mendengar bel panggilan dari kamar itu berbunyi. Pasien di dalam kamar VVIP itu mendapatkan perhatian khusus disebabkan karena pasien adalah salah satu menantu dari pemegang saham di rumah sakit ini. Dan lagi, kondisi pasien memang cukup riskan dengan kematian. Pasalnya sudah satu bulan pasien koma dan belum ada kemajuan apapun selain lukanya yang membaik.


" Dok.. Tolong diperiksa, tadi jari istri saya sempat bergerak-gerak dan itu cukup lama dok.. " ujar Rouge yang menyambut kedatangan dokter.


" Tolong tunggu di luar sebentar tuan muda, biarkan dokter memeriksa terlebih dahulu.. " seorang suster mendekati Rouge dan memintanya untuk keluar.


Meski Rouge enggan melakukannya, tapi demi jalannya pemeriksaan dan tidak ingin mengganggu, akhirnya Rouge keluar dan memilih menunggu di depan. Rouge tidak duduk, tapi melihat dokter memeriksa sang istri dari kaca yang ada di pintu ruang rawat inap Marisha.


Tak lama dokter keluar dari ruangan rawat Marisha dan langsung menemui Rouge yang sudah berwajah bahagia karena mengira istrinya akan segera sadar. Tapi kenyataan tidaklah seindah angan, karena nyatanya Marisha masih memilih betah untuk tetap tertidur seperti itu.


" Gerakan pada tangan nyonya muda itu hanya bentuk dari sebuah gerakan reflek saja tuan.. Tapi itu sudah merupakan kemajuan yang bagus karena pasien yang dalam kondisi koma mulai bisa merespon rangsangan dari luar, itu pertanda ada keinginan pasien untuk bisa segera sadar... " ujar dokter yang merasa tidak enak saat melihat Rouge kecewa pada penjelasannya.


" Perbanyak nyonya berbicara, ceritakan hal-hal yang menyenangkan.. Anda harus banyak memberikan rangsangan dari luar agar nyonya bisa segera menemukan keinginannya untuk sadar.. Pada dasarnya koma yang dialami nyonya bukan karena cidera di dalam otaknya, tapi keinginan beliau yang memang tidak ingin untuk bangun.. Jadi saya rasa ini kemajuan yang positif tuan muda.. Saya permisi.. " dokter itu pamit setelah menjelaskan panjang lebar pada Rouge.


Rouge yang awalnya nampak kecewa karena Marisha belum juga sadar, tapi mendengar penjelasan dokter yang memeriksanya, Rouge merasakan adanya angin segar yang berhembus kearahnya. Rupanya cerita tentang Geya bisa membuat Marisha banyak memberikan respon, kalau begitu niat Rouge sekarang adalah mengundang Geya dan suaminya untuk datang kemari.


Rouge pun begitu bersemangat mengirimkan pesan pada Claude. Dan kenapa pada Claude, tentu saja karena Claude adalah suami Geya. Rouge tidak ingin kembali melakukan kesalahan yang semakin membuat istrinya menderita. Anggaplah ini penebusan dosanya pada sang istri karena nyatanya ketika mendengar istrinya menggugat cerai dirinya, Rouge sangat sakit dan tidak rela untuk berpisah. Karena itu Rouge ingin menjalani penebusan dosanya agar Marisha tidak meninggalkannya. Awal pertama yang Rouge ambil adalah menerima jika wanita yang dia cintai sudah bersuami.

__ADS_1


...************...


Di mansion keluarga de Niels tiba-tiba saja diadakan acara rapat dadakan dimana daddy Joaquin dan Mommy Noura yang ada diluar negeri serta Gaffi mengikuti rapat konferensi yang dihubungkan oleh Galen. Sebuah kabar yang menggemparkan keluarga de Niels membuat rapat dadakan ini diadakan. Dan tersangka dari rapat dadakan yang mirip sidang ini adalah Claude Smith Harley.


Daddy Joaquin memberenggut kesal dengan wajah yang memenuhi layar LCD yang ada di ruang kerjanya. Tidak hanya daddy Joaquin, Galen dan Gafar juga menatap Claude dengan kesal tapi yang ditatap hanya cengengesan saja. Sama sekali tidak merasa bersalah karena apa yang terjadi patut disyukuri bukan disesali.


" Sialan kau pria tua.. Apa maksud berita yang kau kirimkan pada ku... ? " hardik daddy Joaquin memanggil Claude dengan sebutan pria tua.


" Daddy jangan bicara begitu, Gege tidak Terima jika daddy mengolok daddy Claude seperti itu.. " Geya sudah bangkit dari duduknya dengan berkacak pinggang menatap marah daddy Joaquin.


" No sampai daddy mengubah panggilan daddy pada daddy Claude. Dia itu suami aku daddy.. " Geya tetap kekeh tidak Terima. Membuat daddy Joaquin menghela nafas lelah dan langsung menghadiahi Claude dengan tatapan tajam setajam silet. Tapi yang ditatap hanya senyum saja masih tidak merasa bersalah sama sekali.


" Oke... Oke... Daddy ganti panggilannya... Apa maksud kabar berita yang aku kirimkan pada ku Claude Smith Harley..? " tanya daddy Joaquin menekankan kata disetiap nama suami Geya.


" Maksud daddy berita tentang baby yang hamil.. Iya itu benar, my baby hamil sudah empat minggu sekarang.. "


" Sialan kau,,, kau pikir adik kembar ku kucing sehingga kau memintanya terus-terusan melahirkan anak, HAHHH... " Gafar sudah maju mencengkeram kerah baju Claude.

__ADS_1


" GAFAR DE NIELS LEPASKAN SUAMI KU ATAU KAU AKAN MENYESAL MENCARI GARA-GARA DENGAN KU. ..!!!! " sentak Geya ketika tidak Terima melihat suaminya diperlakukan kasar dengan Gafar. Padahal sebenarnya cengkeraman Gafar di kerah baju Claude tidaklah kuat.


" Cih.. Berlindung dibawah ratu singa kau.. " cibir Gafar yang langsung melepaskan tangannya dari kerah baju Claude dan beringsut mundur duduk kembali di samping Galen.


Huft....


Terdengar helaan nafas dari Galen, sungguh dia tidak bisa berkata apa-apa saat ini. Semua berjalan diluar kendalinya dan masalah yang akhir-akhir ini menerpa keluarga de Niels membuatnya terus terang saja lelah. Dan kali ini berita tentang kehamilan Geya ini, harus bagaimana dia menanggapi. Apakah termasuk kabar bahagia? Tentu itu.. Apakah ini sedikit dibilang kurang tepat waktunya? Jawabnya juga tentu kurang tepat.


Baby Alrescha saja baru berumur empat bulan dan sekarang mommy nya sudah hamil lagi. Twins Q juga baru berumur jalan empat tahun, apakah hamil sekarang tidak terlalu cepat. Itulah yang memenuhi pikiran tidak hanya Galen, tapi semua keluarga. Tapi lihatlah kedua tersangkanya terutama si penyumbang benih, sama sekali tidak merasa ada yang salah sama sekali.


" Lama-lama aku bisa gila... " kalimat yang meluncur dari mulut Galen pertama kali membuat semua orang tertawa. Apalagi Galen berucap dengan tangan yang mengacak rambutnya hingga berantakan. Ya Tuhan, cobaan apalagi ini, pikir Galen frustasi.


" Kalian semua tidak perlu khawatir, dokter kandungan Geya mengatakan bahwa kandungan Geya baik-baik saja dan tidak ada yang perlu di cemaskan. Lagipula Geya tidak menyusui jadi itu tidak menjadi masalah.. Kalian itu jangan panik dulu.. " ujar Claude.


" DIAM KAU CLAUDE... " hardik semua orang kecuali Geya.


Dan apa yang akan terjadi selanjutnya? Apa Geya akan kembali marah karena suaminya dipojokan oleh semua keluarganya? Atau Geya akan mendukung keluarganya menekan suaminya? Yang penasaran tunggu bab berikutnya ya...

__ADS_1


__ADS_2