DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU

DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU
petunjuk


__ADS_3

Dari sudut jalanan pedesaan yang begitu asri, dapat dilihat di dalam sebuah rumah sederhana berlantaikan dua, kini terdapat dua anak manusia yang saling berpelukan melepaskan rindu yang tertahan selama beberapa bulan tidak dapat bertemu.


Sang pria memeluk erat tubuh wanita yang diam-diam telah dia cintai tanpa ada seorang pun yang mengetahui cintanya ini. Sang wanita bahkan tidak pernah menyadari bahwa pria yang memeluk nya ini sangat mencintainya.


" Kenapa harus berkeliling dunia jika disini saja kau bisa melakukan apa yang kau inginkan? Bukankah jika melukis disini juga bisa? " tanya pria itu lebih kepada menggerutu.


" Hihihi.... Kau itu, kenapa jadi terkesan sedang menggerutu... " wanita itu terkikik geli.


" Lima tahun bagi ku sangat sebentar.. Karena setelah ini semua selesai aku akan kembali menjalani apa yang sudah daddy dan mommy siapkan untuk ku. Jadi karena itu lima tahun itu ingin aku manfaatkan untuk melakukan apapun yang aku inginkan dan pergi kemana pun yang aku mau.. Mengertilah ya, karena setelah semua selesai kita bisa bersama lagi.. " ujar si wanita menjelaskan.


" Huft..... Baiklah,,, tapi usahakan untuk selalu menjadwalkan waktu mu bertemu dengan ku.. Bisa kan? " tanya si pria sangat manja.


" Hm.. Tiga bulan sekali kita akan bertemu disini, bagaimana? Bukankah itu tidak buruk.. " si pria mengangguk setuju.


Keduanya pun mulai berbagai aktifitas bersama, memanfaatkan waktu untuk bersama sebelum nantinya keduanya akan berpisah. Dimulai dengan masak bersama terlebih dahulu, baru nanti akan makan bersama. Mereka juga berencana jalan-jalan ke sekitar desa untuk melihat lingkungan sekitar yang kebetulan sekali sekarang adalah musim semi.


Kini keduanya duduk di bawah pohon besar di bukit yang ada di belakang desa. Si pria memeluk si wanita dari belakang, merasakan aroma tubuh si wanita yang selalu membuatnya candu. Bagi si pria wanita yang tengah dia peluk ini adalah wanita yang telah menguasai hatinya sejak ketika dia pertama kali merasakan cinta.


Sejak kecil sudah bersama bahkan layaknya saudara kandung sendiri. Sejak kecil merasa dibutuhkan dan di sayang, membuat si pria yang awalnya enggan menanggapi menjadi cinta. Hingga si pria akhirnya selalu menganggap bahwa wanita ini adalah cintanya, adalah wanita nya.


" Ge... Jika semua ini sudah selesai,, maukah kau hidup bersama dengan ku selamanya.?Tinggal disini,bersama ku dan anak-anak kita nantinya. "

__ADS_1


" Tentu... Kita akan bersama setelah semua ini selesai... "


Geya terlihat membuka kedua matanya setelah lebih dari dua hari tidak sadarkan diri karena drop pasca melahirkan. Air mata Geya berjatuhan tanpa sadar ketika dia dalam keadaan tidak sadarkan diri tadi. Dia baru saja bermimpi tentang kenangan di masa lalunya, lebih tepatnya Geya memimpikan peristiwa beberapa tahun lalu ketika dia dan Rouge mengikrarkan janji akan hidup bersama selamanya.


Geya memikirkan kata-kata yang Rouge ucapkan diakhir mimpinya tadi. Hidup bersama dengan anak-anak mereka, Jangan-jangan...


Geya langsung bergegas turun dari ranjang untuk keluar dari kamar. Dan berapa terkejutnya Geya ketika ternyata di depan pintu sudah ada Claude yang membawa nampak berisi makanan. Karena rencananya pria itu akan makan pagi di kamar Geya meski hanya makan sendiri.


" Baby.... Baby... benarkah ini diri mu? Kamu sudah bangun baby? Aku merindukan mu... " Claude langsung meletakan nampan yang dia bawa sembarangan kemudian membawa wanita yang dia cintai masuk ke dalam pelukannya.


Geya terpaku di tempat, memperhatikan dengan seksama penampilan dari Claude. Cukup terkejut karena ini baru pertama kalinya Geya melihat Claude dengan tampilan yang sangat berantakan. Tidak rapi dalam berpakaian, jambang dan kumis yang tidak dicukur rapi, lingkar hitam di bagian matanya. Geya merasa iba dengan itu, merasa bersalah juga karena tidak di samping sang suami ketika mengalami tekanan seperti ini.


" Maaf dad... Aku terlalu lemah sehingga membuat kau menghadapi semuanya sendiri... " gumam Geya dalam pelukan Claude.


" Daddy,, Terima kasih telah hadir dalam hidup ku. Kalau saja daddy nggak pernah ada dalam hidup ku, aku tidak bisa membayangkan bagaimana aku sekarang... " Claude mengangguk dan terus mengecup puncak kepala Geya.


Bagi keduanya bertemu satu sama lain adalah sebuah keajaiban dan anugrah yang paling indah dalam hidup mereka masing-masing. Dulu pernah saling melewati, tapi kini mereka memilih untuk hidup bersama dalam suka dan duka mereka. Bagi keduanya hidup sekarang ini adalah masa yang paling indah, tapi sekarang cobaan besar hadir menerpa mereka.


Ponsel Claude yang ada disakunya tiba-tiba bergetar. Claude pun melepaskan pelukannya pada Geya dan mengecek ponselnya. Nomor tidak dikenalnya mengiriminya pesan yang berisikan sebuah nama desa tapi Claude tidak paham itu nama desa apa.


" Kenapa daddy? " tanya Geya yang melihat dahi Claude berkerut ketika membaca pesan.

__ADS_1


" Kau tahu ini nama apa baby? " tanya Claude menyerahkan ponsel miliknya.


Degh..


Geya membeku di tempat, nama itu tidaklah asing baginya. Beberapa tahun yang lalu, nama itu adalah bagian dari hidupnya. Tempat yang baginya adalah tempatnya pulang. Sebuah desa dimana beberapa tahun yang lalu menjadi tempat singgahnya bersama dengan pria yang dia cintai.


" Baby... " panggil Claude entah sudah ke berapa kalinya.


" Baby... Hei... what wrong? " Claude menepuk pelan pundak Geya.


" Eh... iya... maaf... " Geya terkejut.


" Kenapa tiba-tiba melamun? "


" Tempat ini aku tahu dad.. Dulu aku sering kemari bersama dengan..... " Geya ragu melanjutkan kata-kata nya karena nama itu saat ini adalah tabu bagi Claude untuk didengar.


Tapi Claude tidaklah bodoh, dia tahu kelanjutan ucapan Geya tanpa harus dijelaskan oleh wanita yang resmi telah menjadi istrinya itu. Tangan Claude mencengkeram ponselnya kuat sekali sampai buku jarinya memutih. Matanya berkilat marah, rasanya ingin sekali dia langsung ke sana dan menghajar siapa saja yang dia temui di sana.


Tapi sekali lagi Claude tidak bodoh. Dia harus tenaga agar bisa menyelesaikan masalah ini tanpa adanya masalah berikutnya lagi. Berpamitan dengan Geya, Claude pergi mencari keberadaan Galen dan daddy Joaquin. Sekarang ini hanya kedua orang itu yang bisa menenangkan dirinya agar tidak mengamuk.


Geya menatap punggung suaminya pergi meninggalkannya. Sejujurnya Geya takut saat ini jika suaminya menggila dan mengakibatkan terjadinya perkelahian dengan pelaku dari penculikan anak kembarnya. Hanya saja Geya sendiri juga marah pada orang itu. Dengan teganya menggambil anaknya tanpa pamit dan izin. Sungguh tidak patut sekali untuk dikasihani.

__ADS_1


Geya diam-diam mencari ponselnya dan mengirimkan pesan kepada seseorang yang entah siapa. Tapi orang ini seharusnya tahu dan paham betul dengan masalah yang terjadi. Orang yang Geya yakini juga menjadi kunci dari semua masalah ini.


" Daddy nggak sendiri. Aku akan membantu daddy membuat jera orang-orang yang telah mengusik kebahagiaan kita... " gumam Geya menampilkan emosinya.


__ADS_2