DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU

DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU
rasa cinta yang sempat terlupa


__ADS_3

Veasha mendekati tempat di mana Pomela duduk bersama dua sahabatnya. Kali ini Veasha ingin melihat apakah mamanya akan mengamuk karena kehadirannya. Pasalnya berangkat ke Milan dari Sydney, mereka menggunakan dua pesawat berbeda, juga mobil yang berbeda untuk sampai ke mansion utama keluarga de Niels.


" Ma... " panggil Veasha..


Nator langsung menghampiri arah Veasha berada, dia sungguh takut jika Pomela akan nekat dan kembali menyakiti keponakannya itu. Namun, tangan dari Bastoru menghentikan langkah Nator. Bastoru menggelengkan kepalanya, pertanda bahwa Nator tidak boleh ikut campur di dalam masalah ini. Tapi Nator tetap menolak, dia adalah saksi hidup bagaimana kejamnya Pomela pada putrinya.


" Lihat saja... Seharusnya setelah semua yang aku katakan, dia akan mengerti.. " ujar Nator.


" Jika Pomela kembali menyakiti nya, aku akan menghajar mu.. " Nator menatap tajam Bastoru.


Sampai detik di mana Veasha berdiri di depan Pomela hingga mengambil tempat duduk di lantai di depannya, Pomela masih saja tidak melakukan apapun selain menatap intens gadis yang adalah putri kecilnya. Veasha sebenarnya takut, tapi dia punya misi kenapa dia memberanikan diri mendekati mama yang selama tiga belas tahun ini tidak memberinya kasih sayang layaknya ibu pada anak lainnya.


" Apa mama masih membenci ku atas apa yang terjadi? " tanya Veasha masih menatap mata mamanya.

__ADS_1


" Sungguh aku pun tidak ada niatan untuk terlahir dari dalam diri mu.. Membuat mu kehilangan pria yang kau cintai, atau membuat hidup mu menderita. Bukan mau ku hadir dalam kehidupan mu, apa patut kau menyalahkan aku atas apa yang aku bahkan tidak pahami..? " ucap Veasha. Ucapan ini merupakan luapan segala rasa sakit yang dia miliki akibat perlakukan sang mama padanya. Sudah lama Veasha ingin mengatakan ini, namun dia masih menahannya hingga hari ini.


" Apa aku yang meminta mama dan papa sampai melakukan hubungan terlarang? Apa aku yang membuat pria itu kecelakaan mobil? Apa aku yang membuat mu melahirkan ku dan menerima ku sebagai anak mu? Itu semua takdir ma... "


Degh...


Pomela langsung menatap putrinya dengan pandangan mata yang lembut. Pomela merasakan apa yang kini dirasakan sangat putri, Pomela juga memahami apa ucapan dari sang putri. Kata takdir seolah membuat dirinya tersadar bahwa ini semua bukan kuasanya, apalagi sang putri. Pomela merasa tindakannya selama ini adalah sebuah kesalahan, tapi hadirnya Veasha dalam hidupnya adalah bukan kesalahan. Karena Veasha hadir dari dua orang yang saling mencintai.


Jadi malam itu, ketika hubungan terlarang yang menyebabkan Veasha ada di dalam kandungan Pomela, keduanya melakukan itu semua atas dasar saling mencintai. Pomela seperti bertemu dengan seseorang yang dia cintai dengan tulus dan dia merindukan pertemuan dengan pria itu. Padahal Pomela selalu bertemu dengan pria itu setiap harinya. Rupanya mata Pomela bisa ditipu oleh wajah kembar dua pria ini, namun tidak dengan hatinya. Karena baik pertama kali bertemu hingga saat terakhir, yang dia cintai hanya pria yang bertemu dengannya di cafe itu.


Pomela langsung memeluk sang putri dan menangis histeris dalam pelukan putrinya. Ucapan putrinya mengingatkan Pomela pada perasaan yang sempat dia lupakan karena kejadian itu terjadi saat dia setengah mabuk. Tapi malam itu, malam yang membuat Veasha akhirnya hadir dalam hidupnya, di malam dia menyerahkan semuanya pada seorang pria yang dia cintai, malam itu juga Bastoru telah mengatakan semua yang sebenarnya meski dengan bahasa yang ambigu.


" Pome,, tidakkah kau bisa melihat ada yang berbeda di antara kami? Apa kau tidak bisa melihat perbedaan kami? Sungguh sakit rasanya melihat kau bahagia bersamanya sedangkan yang seharusnya berada di samping mu adalah diri ku. Kau... masih mencintai ku kan? "

__ADS_1


Pomela mengingat hal itu, sebelumnya dia sama sekali tidak mengingat karena malam itu terlupakan begitu saja dan yang Veasha ingat hanya kejadian dimana dirinya dengan sang kekasih memadu cinta di dalam apartemen. Oh ya,, sekarang dia tahu bahwa di apartemen itu berbeda dengan apartemen milik pria yang menjadi kekasihnya.


Nomor yang berbeda meski alasannya dia berganti nomor, kesukaan dan hobi yang berbeda, sifat dasar yang berbeda, dan yang paling kentara yang seharusnya membuat Pomela sadar lebih awal adalah, kedua pria ini memiliki bentuk mata yang berbeda. Jika Bertold memiliki mata yang tajam seperti elang yang menargetkan mangsanya, Bastoru justru memiliki tatapan mata lembut bagai musim semi.


" Maafkan mama nak.. Sungguh maafkan mama... Huuuaaaaaa.... " bukan hanya Pomela, Veasha pun sudah meraung-raung sama seperti sang mama.


" Maaf ma.. Seharusnya aku tidak membenci mama, karena mama juga sudah menderita.. Maafkan aku ma,, hiks... hiks... " Veasha mengeratkan pelukannya pada tubuh Pomela.


" Sudah aku katakan, semuanya akan baik-baik saja dan Pome akan mengerti.. Dia hanya lupa sesaat karena beban berat yang menimpanya, kehilangan pria yang dia anggap dia cintai padahal benihnya ada didalam kandungannya... Maaf, baru sekarang aku menemukan kalian.. " Bastoru memberikan penghormatan pada Nator dengan membungkuk sembilan puluh derajat. Bastoru menganggap Nator adalah orang yang berjasa besar untuknya karena merawat wanita dan anaknya.


Bastoru merasa bersalah pada Nator karena menempatkan laki-laki ini di posisi yang sangat sulit selama belasan tahun. Bastoru bersyukur, anak dan wanitanya berada di tangan orang yang baik sehingga kehidupan mereka juga baik. Setelah sengaja Nator, Bastoru menghampiri keluarga de Niels dan melakukan tindakan yang sama. Bagi Bastoru, karena campur tangan keluarga de Niels lah, dia bisa kembali menemukan cintanya.


" Terima kasih... Dan maafkan atas kesalahan ku dan keluarga ku karena menyulitkan anda.. Terima kasih.. " Bastoru berucap sambil menitikan air maya bahagianya.

__ADS_1


__ADS_2