
Geya menghela nafas menetralkan semua perasaannya untuk mengangkat panggilan yang dia tahu siapa pemilik nomor tersebut. Jujur Geya benar-benar lupa untuk memblokir nomor tersebut. Geya pikir orang ini tidak akan menghubungi nya lagu setelah beberapa bulan ini tidak ada yang menghubungi Geya selain keluarganya di nomor miliknya ini.
" Halo.... Gege... "
" Halo Sha... Kenapa telefon? " tanya Geya sedikit ketus. Ya,,, jika semua penasaran siapa yang menelfon Geya, maka itu adalah Marisha Timothy, sahabat baik Geya yang beberapa waktu yang lalu menikah dengan Claude.
" Apa kabar Ge? " tanya Marisha basa basi.
" Langsung aja Sha... Nggak usah basa basi, kami kenapa telfon aku? " rasanya Geya masih terlalu muak mendengarkan semua basa basi yang diucapkan Marisha padanya jika mengingat bahwa wanita inilah yang membuatnya tidak baik-baik saja.
" Aku tahu aku egois Ge... Dan nggak seharusnya aku meminta seperti ini pada mu... Tapi hiks.... hiks... Aku nggak mau kehilangan Rouge... Aku cinta dia Ge.... hiks... hiks... Karena aku mohon..... hiks... jangan kembali.... Pergilah jauh dan jangan pernah kembali lagi.... " Marisha pun langsung mematikan sambungan telfon mereka secara sepihak..
Geya meremas kuat ponsel yang ada di tangannya. Sumpah, jika tidak ada Claude di sampingnya, sudah pasti Geya akan menelfon balik Marisha dan memaki wanita tidak tahu diri itu.. Geya tidak habis pikir dengan ucapan dari sahabat baiknya itu..
" Sialan.... Jadi selama ini bagi mu aku hanya batu loncatan untuk memperoleh semua yang kamu inginkan... Kenapa.... Kenapa..... " batin Geya meradang.
Claude menatap intens ke arah wajah sang istri yang Claude sendiri tahu bahwa Geya tidak baik-baik saja saat ini. Meski tidak tahu apa yang Geya bicarakan dengan seseorang di telefon tadi, tapi Claude tahu pembicaraan itu tidak lancar sana, terkesan malah membuat Geya marah.
" Ge.... " panggil Claude dan saat Geya menoleh, Claude langsung menyambar mulut Geya... Berharap dengan mengalihkan pikiran Geya dengan sesuatu yang enak-enak, maka emosi Geya bisa turun.
" Emmmmpphhh..... Aaahhh... " Geya mulai mendesah saat tangan Claude mulai bergerilya ke tempat-tempat yang bisa membangkitkan hasrat Geya.
Hahhhh... hahhh...
__ADS_1
Keduanya sama-sama mengambil nafas sebanyak-banyaknya karena dirasa oksigen mereka habis karena berciuman penuh dengan hasrat dan gelora cinta itu. Sebelum Geya mengucapkan sesuatu, Claude kembali menyerang bibir Geya, bahkan kali ini lebih penuh gairah lagi dibandingkan tadi.
Geya yang awalnya tengah dikuasai emosi, kini beralih telah dikuasai oleh hasrat yang kembali muncul saat Claude merangsang nya dengan hal-hal yang membuat Geya terbang ke awan. Dari pria bernama Claude inilah Geya mengetahui rasanya dimana Claude selalu bisa membuat Geya terpuaskan lebih dahulu jika dibandingkan dengan Claude. Sesuatu yang dulu tidak Geya dapatkan dari Rouge, karena malam naas itu bagi Rouge hanya ingin mencapai kepuasan sendiri tanpa mengajak Geya.
" Ahhh baby.... Kita... lanjutankan... Aahhh... menjenguk baby twins ya.... " ujar Claude meminta izin sebelum dia menyatukan semua dunia mereka.
Geya yang sudah terbawa oleh hasratnya, hanya bisa mengangguk saja tanpa bisa lagi berucap. Kepalanya serasa ingin meledak jika dia tidak dipuaskan oleh Claude. Dan babak kedua pun telah dimulai, dan babak ketiga hingga Claude berhasil membuat Geya kelelahan dan langsung terlelap.
Claude punya tujuan tersendiri kenapa sampai membuat Geya kewalahan. Claude ingin mengetahui siapa yang menghubungi Geya tadi. Bukan bermaksud lancang, Claude hanya ingin menjadi tameng bagi Geya agar tidak ada satupun orang yang bisa melukai istri kecilnya ini.
" Sorry baby.... Aku membuat mu kelelahan... Dan Sorry twins, daddy sudah membuat kalian tidak nyaman di perut mommy kalian... " Claude mengecup perut Geya yang semakin terlihat itu, kemudian menyelimuti tubuh polos Geya dengan selimut.
Claude langsung membersihkan diri dan juga langsung mengecek ponsel milik Geya. Setahun Claude, semua orang di masa lalu Geya sudah istrinya blok nomor mereka. Tapi bisa sampai ada yang menghubungi, apakah ada yang mengetahui keberadaan Geya. Dan itu adalah ketakutan terbesar Claude.
Baru tadi Geya mengatakan bahwa dia telah jatuh dalam pesona Claude, jika sampai ada orang dimasa lalu Geya menganggu hubungan mereka, rasanya sangat tidak etis sekali menurut Claude. Jadi sebelum semua itu terjadi, Claude ingin lebih dulu mengantisipasinya.
Sudah pasti asisten pribadi Claude itu misuh-misuh di kediamannya sana karena telah diganggu oleh tuannya. Meminta laporan besok pagi, padahal ini sudah jam dua belas malam... Dimitri heran sekali kenapa ada orang seperti Claude ini.
Keesokan harinya Geya terbangun dengan tubuh yang rasanya sangat sakit sekali. Apalagi dibagian intinya terasa begitu perih. Geya memang sudah tidak virgin lagi, tapi ini adalah kali kedua Geya melakukan hubungan badan setelah berbulan-bulan yang lalu. Ingin turun dari tempat tidur, Geya sudah hampir oleng terjatuh. Beruntung ada Claude yang dengan sigap menahan tubuh Geya.
" Kamu mau kemana? Untung tidak jatuh... " tanya Claude mendudukkan Geya di tepian ranjang.
" Ke kamar mandi dad... Aku ingin segera mandi karena rasanya tubuhku lengket semua... " bibir Geya mengerucut karena dengan santai pelaku bertanya..
__ADS_1
" Hahahahahaha.... Baiklah,,, sebagai rasa tanggung jawab ku, aku akan menggendong mu ke kemarin mandi. Jika perlu aku akan memandikan mu baby.. " Claude menaik turunkan alisnya.
" Dasar daddy mesum... "
" Hei... ini bukan mesum, tapi kebutuhan lahir dan batin baby.... " Claude tergelak melihat ekspresi Geya saat ini di dalam gendongannya. Wajah istri kecilnya ini terlihat begitu imut dan cantik secara bersamaan.
Siangnya mereka langsung check out dari Hotel Bel Air karena Geya sudah merengek ingin pulang saja. Dengan terpaksa pun Claude membawa Geya kembali ke mansion mewah miliknya. Dan akan melanjutkan acara baby moon mereka di mansion saja.
Ketika sedang dalam perjalanan, ponsel milik Claude berbunyi dan tertera nama Dimitri di layar ponsel milik Claude itu. Claude berdecak kesal karena dirasa semalam dia meminta laporan di pagi hari. Dan sekarang ketika siang, asistennya ini baru memberi kabar.
Karena belum sampai ke mansion dan tidak ingin Geya mendengar pembicaraan mereka, Claude dengan santainya mengabaikan telepon dari asistennya itu.
" Dad... Kenapa tidak diangkat? Mungkin suara itu penting... " tanya Geya.
" Nanti ketika tiba di mansion baby... Salahnya sendiri menelfon ketika aku sedang berkendara... " ucap Claude berusaha membuat Geya tidak curiga..
Geya mengangkat bahunya cuek karena itu memang bukan urusannya untuk ikut campur. Hingga sampailah mereka di mansion mewah Claude, dan suami Geya di pamit menuju ke ruang kerja dulu. Geya pun memutuskan ke dapur dan meminta para koki menyiapkan makanan yang dia dan suaminya akan nikmati pagi ini.
" Bagaimana? " tanya Claude langsung...
" Tuan... pemilik nomor itu adalah Marisha Timothy... Perempuan ini adalah sahabat nona Geya dan juga sekarang menjadi istri dari Rouge de Niels... Anda pasti tahukan siapa yang saya maksud ini... " ucap Dimitri yang malah mengetes Claude.
" Tentu saja aku tahu,, sialan kau... Lalu apa maksud wanita itu menghubungi istri ku.. "
__ADS_1
Dimitri pun menjelaskan semuanya pada Claude sesuatu yang membuat Claude terkejut karena info yang diberikan Dimitri ini juga kemungkinan istrinya tidak tahu. Claude heran saja kenapa bisa menjadi seperti ini, dan kenapa orang-orang dimasa lalu Geya menyakiti wanitanya ini dengan teramat dalam.
Dalam hati pun Claude berjanji akan membuat semua yang telah menyakiti Geya mendapatkan karmanya meski itu bukan campur tangannya. Claude pun juga berjanji akan melindungi Geya dimana pun, dan kapan pun...