DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU

DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU
Ingatan siapa ini?


__ADS_3

Rouge pulang ke mansion keluarganya ketika waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Saat Rouge memasuki mansion, terlihat saudara kembarnya tengah duduk di ruang keluarga seorang diri. Rouge pun berlalu karena malas jika nanti ujung-ujungnya akan diajak berdebat oleh saudara kembarnya.


Sejak pernikahan Rouge dengan Marisha dan menghilang nya Geya, Roseline terus menerus menyalahkan Rouge atas semua yang terjadi. Menurut Roseline, sifat dari Rouge yang tidak mau berusaha dan terkesan pasrah pada keadaan membuat mereka semua harus kehilangan Geya. Bagaimana pun juga, Geya bukan hanya sekedar saudara saja, tapi juga teman dan safe zone bagi Roseline.


" Sudah pulang kau? " ujar Roseline dari ruang keluarga yang berada di dekat tangga.


" Hm... Kau belum tidur? " tanya Rouge basa basi.


" Belum... Aku punya beberapa hal yang harus kita bahas.. Bisa kau duduk di sini sebentar? " Roseline berusaha bicara sesopan mungkin pada Rouge.


" Aku capek Rose,, besok saja kita bicara... " Rouge hendak melangkahkan kakinya menaiki tangga sebelum suara Roseline menghentikan langkahnya.


" Aku ingin bicara tentang Geya... Jika kau melewatkan kesempatan bicara mu sekarang, besok-besok aku tidak mau jika kau ajak membahasnya.. " Roseline berjalan pergi dari ruang keluarga.


" Tunggu Rose... Mari kita bicara.. " seru Rouge tertahan karena tidak ingin suaranya membangunkan penghuni mansion lain yang sudah tertidur. Rouge juga tidak ingin istrinya tahu bahwa Rouge masih mencari tahu tentang Geya.


" Tapi kita bicara tidak disini... " tangan Rouge langsung menyeret tubuh Roseline menuju ke kamar gadis itu. Di kamar Roseline setidaknya semuanya akan akan, tidak ada yang akan mendengar tentang pembicaraan mereka.


Roseline sebenarnya kesal karena diseret begini, tapi demi bisa menuntaskan semua penasarannya dia terpaksa ikut saja ketika Rouge menggelandangnya ke kamar. Roseline menatap datar kakak kembarnya itu karena kesal.. Rouge yang ditatap seperti itu sama sekali tidak memperhatikan, lebih tepatnya tidak mau memperhatikan.


" Sekarang katakan apa yang ingin kau bicarakan tentang Gege!! " ucap Rouge tidak mau membuang waktu.


" Galen dan semua keluarga utama tahu keberadaan Gege. " ucap Roseline membuat Rouge termenung sebentar.

__ADS_1


" Jelas mereka tahu karena jika Galen tahu mereka semua pasti tahu... " ujar Rouge meremehkan. Rasanya percuma dia mengabaikan waktu istirahatnya hanya untuk mendengarkan sesuatu yang menurutnya tidak masuk akal dari saudara kembarnya ini.


" Huft... Kau benar-benar tidak mengerti apa maksud ucapanku?? " cibir Roseline pun akhirnya menceritakan semua yang dia ketahui dari seseorang yang dekat dengan keluarga utama.


Roseline bercerita beberapa hari yang lalu dia mendapatkan sebuah jackpot dimana dia tanpa sengaja mendengar ucapan Gafar dan juga Ghadi saat di mansion utama. Menurut apa yang Roseline dengar, kedua orang itu sedang membahas mengenai Geya dan keberadaannya, serta campur tangan Galen dalam semua rencana itu.


Roseline mendengar satu poin penting dalam perbincangan Gafar dan Ghadi, bahwa Geya berada di benua Amerika. Roseline saat itu mendengar dengan pasti rencana yang sudah disusun Galen agar mengaburkan tujuan mereka ke tempat Geya berada saat semua anggota keluarga utama pergi secara serempak.


" Amerika? " beo Rouge.. Jika benar yang diucapkan Roseline, maka semua jalan buntu dalam pencariannya ini memang benar adanya. Geya tidak berada di Eropa..


" Hm.. Cari saja jika memang pemasaran dengan alasan kepergian Gege. Tapi Oge,, yang bisa aku katakan adalah kamu harus bersiap untuk kecewa jika Gege mengatakan alasannya untuk pergi. " Roseline memperingatkan.


" Aku memang tidak suka dengan istri mu karena dia telah menikung Gege, tapi jika kau berkomitmen untuk bersamanya dan mengarungi bahtera rumah tangga, aku akan mendukung mu.. Tapi yang jelas aku tahu, istri mu adalah satu alasan dari banyaknya alasan yang membuat Gege pergi.


Rouge kini sudah berada di kamarnya, berbaring di atas ranjangnya bersama sang istri yang sudah lelap dalam alam mimpi. Rouge masih memikirkan ucapan Roseline tadi, karena terus terang itu sangat mengganggu pikirannya. Tentang Marisha yang menjadi salah satu alasan kepergian Geya. Tentang benarkah dia ingin bersama dengan Marisha selamanya. Rouge pun akhirnya terlelap setelah kepalanya berasa ingin meledak karena dipaksakan untuk berpikir terus.


" Lepas Oge... Aku tidak mau kau menyesal keesokan harinya... hiks... hiks... " ujar wanita itu berusaha memberontak.


" Oh diam lah... Mari kita nikmati indahnya malam ini... Aku sangat menginginkan mu... "


Rouge begitu terkejut ketika melihat dirinya telah memperkosa seorang wanita yang tidak jelas bagaimana wajahnya. Yang Rouge tahu, wanita ini memakai pakaian kerja berwarna maroon, memiliki tubuh yang ramping namun menonjol di beberapa tempat, rambut panjang lurus berwarna pirang. Tapi wajahnya, sama sekali Rouge tidak bisa melihatnya.


Adegan yang terlihat oleh Rouge ini begitu asing baginya. Seperti tidak pernah melakukan adegan seperti itu, tapi ini terasa begitu sangat nyata. Rouge berusaha untuk mendekat, agar dia bisa melihat bagaimana wajah dari wanita yang tengah digagahi Rouge dalam mimpi itu. Namun tiba-tiba saja, semuanya berputar-putar saja berakhir di mana Rouge terbangun dari tidurnya.

__ADS_1


" Apa tadi? Siapa wanita tadi? Kenapa mimpi ini sangat nyata dan mempengaruhi diriku? " beribu pertanyaan muncul di benak Rouge.


" Kenapa aku seperti pernah melihat pakaian kerja wanita berwarna maroon itu? Tapi dimana? ssshhh kenapa disaat seperti ini bisa lupa? Rouge menjambak rambutnya frustasi. Tapi belum dia mendapatkan jawaban, Marisha sudah ikut terbangun sama sepertinya.


" Kamu sudah pulang? Ayo sekarang tidur, aku masih mengantuk.. " Marisha mendekatkan tubuhnya ke tubuh Rouge, kemudian langsung kembali terlelap. Membuat Rouge pun akhirnya menghentikan semua pertanyaan di otaknya dan memilih beristirahat.


...******...


Di sebuah kamar bernuansa classic Eropa, dengan dinding terbuat dari kaca, dengah ranjang king size berada di sisi yang menghadap ke dinding kaca itu. Di dalam ruangan ber AC ini terlihat si pemilik kamar tengah gelisah dalam tidurnya. Bergumam tidak jelas seperti orang yang sedang ketakutan. Hal ini membangunkan pemilik lain kamar ini.


" Baby,,, wake up... wake up baby... " Claude berusaha membangunkan Geya.


Claude mengguncang tubuh sangat istri yang sepertinya sedang bermimpi buruk. Namun berulang kali Claude berusaha namun Geya tidak bangun sama sekali, justru gumaman Geya tadi berubah menjadi teriakan.


" Hentikan aku mohon... Jangan... Jangan... Aku mohon... " teriakan Geya memenuhi ruangan kamar itu.


" Baby.... Bangun sayang... Hei bangun,,,, aku disini baby... " Claude menjadi panik karena Geya belum. juga terbangun dari mimpi buruknya.


" Jangan aku mohon... hiks... hiks... Hentikan,,, " Geya berubah menjadi menangis dalam tidurnya. Claude semakin panik melihat istrinya mulai menangis di dalam tidurnya yang tidak Claude tahu apa yang sedang dimimpikan Geya.


Karena menggunakan cara biasa Geya masih juga belum terbangun dari mimpi buruknya. Dengan terpaksa Claude turun dari ranjang kemudian menuju ke salah satu ruangan yang ada di dalam kamar pribadinya ini.


Byurrrrr

__ADS_1


" Aaah.... " Geya terbangun namun gelagapan karena ulah Claude barusan.


" Daddy,,, apa yang daddy lakukan? " protes Geya menatap tajam suaminya yang tengah membawa sesuatu di tangannya. Yang jelas sesuatu di tangan suaminya itulah yang telah membangunkannya.


__ADS_2