DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU

DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU
Nyaman berbincang


__ADS_3

Makan siang non bisnis antara Claude dan Nator telah selesai. Terlihat keduanya serempak mengelap mulut mereka menggunakan tisu yang disediakan di restoran itu. Nator tersenyum melihat Claude yang juga tersenyum melihatnya. Nator memang mengagumi sosok Claude yang sangat piawai di dunia bisnis. Karena kegigihan dan ketangguhan Claude, semua pebisnis tahu H. E yang awalnya bukan apa-apa, kini menjadi perusahaan yang bergerak di bidang ekspedisi paling berpengaruh di dunia.


" Saya tahu apa yang ingin anda katakan Tuan Claude. Saya saja tidak percaya anda adalah menantu keluarga de Niels. Tapi disini yang saya akan hadapi nanti adalah perseorangan, bukan melibatkan dua keluarga. " ucap Nator. Pria di depan Claude ini terlihat serius sekali, tapi satu hal yang membuat Claude senang adalah, karena pria ini bisa memprioritaskan hal yang lebih penting daripada hanya membalas dendam.


" Saya harap tidak akan ada masalah ke depannya tuan Nator. Disini saya tidak bisa membela salah satu, tapi saya hanya bisa mengatakan bicarakan baik-baik. Menyalahkan orang juga harus mendengarkan penjelasan darinya. Salah paham itu ada tuan Nator, dan hasilnya adalah menyesal.. " ujar Claude bijak.


Nator mengangguk, memang dia merasa perlu mendengarkan penjelasan Rouge. Apalagi dia mendengar dari anak buahnya yang mengikuti Rouge dan Marisha Kedua orang itu tidak nampak bersalah sedikit pun. Karena itulah Nator ingin bertanya kenapa, dan bagaimana bisa semua terjadi.


Nator berbincang sejenak dengan Claude. Pembicaraan mereka random, tidak melulu tentang bisnis. Nator sepertinya senang sekali mengajak bicara Claude, karena dianggap pria ini bisa menjadi tutor untuknya. Pengalaman hidup Claude sangat beragam, dari susah kemudian menjadi seperti sekarang. Jadi Nator sendiri ingin menjadikan Claude sebagai panutan.


Dari pembicaraan ini, Claude menyadari bahwa Nator ini bukanlah pria jahat. Bisa dilihat Nator itu penuh kasih sayang dan juga sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan. Lalu apa yang membuatnya menjadi kejam bahkan rela melakukan segala cara demi balas dendam? Karena sejujurnya, hanya sebuah peristiwa yang melukai dirinya atau orang yang dia cintailah, seseorang bisa menjadi iblis meski sebelumnya mereka adalah malaikat tidak bersayap.


" Saya sangat ingin tahu apa yang mengubah anda menjadi seperti ini. Karena jujur, bagi saya anda orang baik tuan Nator. " ujar Claude sambil menyesap wine yang ada di tangannya.


" Anda terlalu berlebihan memandang saya.. Dan jika boleh, apakah tidak apa jika kita berbincang non formal.. Berbicara dengan anda membuat saya merasa nyaman, seperti memiliki seorang kakak untuk diajak bertukar pikiran.. "


" Boleh.. Tapi syaratnya anda harus menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada saya.. Bagaimana? " Claude menaik turunkan alisnya menggoda Nator. Siapa tahu saja pria di depannya ini luluh dengan pembicaraan santai kekeluargaan ini.

__ADS_1


" Beruntungnya Gege memiliki anda sebagai suaminya.. " Nator mengajak Claude untuk bersulang.


" Justru saya yang beruntung memiliki Geya.. "


Ting...


Kedua gelas berisi wine bertemu sebagai tanda bahwa keduanya akan bicara layaknya kakak dan adik. Namun bukan berarti jika Nator mengesampingkan tentang sopan santun, karena bagaimana pun Claude lebih tua darinya.


" Cerita ini mungkin tidak banyak yang tahu.. Aku pun awalnya tidak tahu sampai aku melihat dengan mata kepala ku sendiri rekaman CCTV di tempat kejadian. Aku tahu aku seharusnya bertanya terlebih dahulu pada Rouge, tapi saat ini hingga beberapa detik lalu sebelum bertemu dengan mu, aku tidak merasa itu perlu. Tapi karena bertemu dengan mu, aku jadi merasa perlu bagi ku mendengar ucapan Rouge entah sebagai penjelasan atau pembelaan. " Claude mengangguk.


" Peristiwa ini terjadi ketika kami ada pesta ulang tahun di clubs yang aku dengar saat itu adalah clubs milik Galen. Semua berawal dari sana, keberuntungan dan musibah datang pada aku dan Pome..... " mata Nator menerawang sangat jauh sekali. Tepatnya ke kejadian belasan tahun yang lalu, kejadian yang mengambil senyum Pome darinya. Senyum wanita yang diam-diam dia kasihi.


Semua teman sekelas Geya hadir dalam acara ulang tahun yang diselenggarakan di clubs milik saudara kembarnya itu. Meski clubs, tempat ini memiliki area tersendiri untuk yang tidak menggunakan alkohol sebagai teman minumnya. Dan hari itu, semua berkumpul disana, bahkan keempat saudara kembar Geya juga ada di sana.


Pomela dan Pippin hadir paling belakang, karena mereka harus bekerja paruh waktu dulu di sebuah restoran cepat saji. Jadi ketika dua orang itu datang, pesta sudah berlangsung. Hanya saja yang membuat Pippin heran saat itu, karena pesta yang seharusnya tanpa alkohol, tapi ini tidak seperti itu.


Beberapa teman mereka nampak sudah mabuk, dan itu membuat perasaan Pippin jadi sedikit cemas. Dia mengajak Pomela masuk untuk mencari keberadaan Geya dan lainnya, tapi yang dia temukan hanya ada Rouge saja.

__ADS_1


" Mana Gege dan Shasa? " tanya Pippin. Sepertinya yang ditanya sudah sedikit mabuk.


" Di dalam ruangan itu bersama Galen. Sepertinya ada masalah di pesta ini jadi Geya ingin membahas nya dengan Galen.. " jawab Rouge sudah setengah mulai tidak sadar.


" Nitip Pome dulu,, aku mau ke kamar mandi.. Dan Pome, jangan minum minuman yang ada di depan ku itu!! " Pippin mencoba memperingati.


Lama Pippin ke kamar mandi, dan ketika sudah ada di tempat Rouge tadi, Gege dan Marisha sudah ara di sana terlihat mengobrol. Tapi sepertinya ada yang aneh di sini, karena wajah Pomela menjadi sangat merah.


" Bodoh... Kau mabuk? Sudah aku katakan jangan minum itu.. " sentak Pippin yang mendapati Pomela mabuk.


" Tidak apa,, ini bukan alkohol.. Hanya saja entah kenapa aku jadi ingin tidur.. Boleh aku pulang sekarang? " tanya Pomela. Pippin sejenak merasakan adanya keanehan dari Pomela yang terlihat tersipu ketika bermain ponsel.


" Ehm... Aku juga ingin pulang.. Papa sudah meminta ku untuk pulang karena ada tamu bisnis keluarga kami.. Pome, mau aku antar? " Rouge menawarkan.


" Boleh... " Pomela pun bangkit dan diikuti Marisha yang juga akan ikut bersama mereka pulang. Meninggalkan Pippin dan Geya saja di ruangan itu.


Tepat satu bulan kejadian itu, Pomela dikatakan hamil dan saat itu Pomela awalnya senang-senang saja mendengar berita itu. Tapi dua minggu, tepatnya sebelum mereka pindah ke Australia ikut dengan kedua orang tua angkat mereka. Pomela melakukan percobaan bunuh diri dengan memotong urat nadinya. Hal itu tentunya membaut semua orang merasa aneh dengan itu.

__ADS_1


Saat itu, dengan kekuasaan barunya sebagai penerus keluarga Penchev. Pippin mendapati sebuah CCTV yang memperlihatkan Pomela dan Rouge masuk ke dalam mobil yang sama. Sehingga dia berpikir kejadian yang menimpa Pomela pastikan ulah Rouge...


__ADS_2