DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU

DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU
Pippin dan Pomela


__ADS_3

" Marisha..... " seru seseorang yang baru saja memasuki pintu ruang rawat Marisha bahkan tidak ketuk pintu dulu. Siapa lagi pelakunya kalau bukan....


" Ge... Ge... " Marisha terkejut melihat siapa yang datang.


" Begitu mendengar kabar kau sudah sadar aku langsung menarik suami ku untuk mengantarkan kemari.. " Geya langsung mendorong tubuh Rouge menjauh dari kursi dan duduk di sana. Rouge menatap tidak percaya ke arah Geya, begitu juga dengan Marisha.


" Ge, kenapa kau mendorong ku? " Rouge bertanya dengan telunjuk yang menunjuk wajahnya sendiri.


" Kenapa lagi,, tentunya aku ini seorang ibu hamil sekarang. Jadi kau yang tidak hamil berdiri saja tak apa.. " Geya berucap dengan santai dengan pandangan tetap melihat ke arah Marisha.


Rouge menganga tidak percaya bahwa Geya bisa bersikap seperti itu sekarang. Apakah ini faktor kehamilan Geya, atau memang Geya pada dasarnya memiliki sifat seperti ini tapi Rouge tidak mengetahuinya. Rouge hanya menggelengkan kepalanya penuh dengan keterkejutan.


" Ini pasti pengaruh bayi.. Maklum keturunan pria tua itu juga pasti rese seperti daddy nya.. " batin Rouge mengejek Claude.


Tak lama benar yang sedang dibatin oleh Rouge datang masuk ke kamar rawat Marisha. Menenteng beberapa barang belanjaan, sepertinya buah dan beberapa kue. Hoho, ternyata pria tua ini masih tahu tara krama menjengguk pasien.


" Senang melihat mu bisa sadar kembali. Dan tolong kau rawat pria itu, ck.. ck.. Ya Tuhan, mirip sekali dengan monyet dia sekarang.. " Claude bergidik ngeri menatap Rouge yang memang di penuhi bulu-bulu halus di wajahnya.


" Heh, sialan kau... Istri mu sedang hamil jangan mengatai orang.. Kau ingin anak mu seperti ku ya. " sentak Rouge tidak Terima dikatai oleh Claude.


" Kau... Jangan sekali-kali mengharap anak ku mirip dengan mu.. Lihat ini.. " Geya menunjuk Rouge dengan hari telunjuknya, kemudian dengan slow motion Geya menarik telunjuknya di depan lehernya sendiri.


Marisha langsung tertawa, bahkan ini bukan lagi tertawa tapi ngakak melihat tingkah manusia di depannya ini. Seharusnya hal seperti ini bisa terjadi sejak dulu kalau saja mereka tidak mengedepankan ego mereka masing-masing. Bersyukur Marisha masih diberi kesempatan untuk melihat hal semacam ini lagi.


Bahkan tawa mengejek Marisha pun tidak menghentikan sepasang suami istri itu membully suaminya. Sungguh malang sekali Rouge ini, sore-sore begini malah harus dicaci dan maki oleh pasangan Claude dan Geya.

__ADS_1


" Sha, kamu itu mustinya bantu aku.. Bukan malah ketawa paling keceng.. " protes Rouge.


" Ah... Iya juga ya... Tapi aku malas Oge.. " sahut Marisha yang kini membuat Geya dan Claude sampai terpingkal karena melihat wajah ditekuk Rouge yang terlihat jelek sekali.


Candaan demi candaan mengiringi kegiatan dia pasang suami istri ini di dalam kamar rawat Marisha. Dettus yang tadinya ingin masuk pun membatalkan niatnya dan mencoba memberikan waktu kepada kedua pasangan ini agar semua masalah mereka bisa diakhiri hari ini. Untuk nanti sanksi yang dikatakan Claude atas perbuatan Marisha yang mengungkap rahasia keluarga de Niels, itu akan diurus ketika Marisha sudah sembuh total.


Bukan mendendam, mana kala keluarga de Niels tetap meminta pertanggung jawaban Marisha. Hanya saja, karena peristiwa itu sampai hari ini Keluarga de Niels dan pemerintahan masih bersitegang. Entah apa yang akan dilakukan oleh Galen nantinya, yang jelas Marisha harus bertanggung jawab. Semoga saja perseteruan antara pemerintah dan keluarga de Niels bisa lekas selesai.


Puas bercanda kini Claude memasuki fase mode serius on. Dia ingin menanyakan beberapa informasi yang dia ketahui sebelum mengatakan bahwa dia mendapatkan petunjuk yang sangat membantu masalah tentang kecelakaan Marisha.


" Rouge... Bisa kita bicara sebentar? " tanya Claude ketika tawa dan canda mereka sudah berakhir.


" Kau itu selalu dan selalu mengajak ku untuk bicara. Memangnya ada apa lagi? " tanya Rouge ketus lantaran masih kesal.


" Jika ingin bicara, apapun itu apalagi jika itu tentang diriku, bisakah kalian bicara disini saja, Kak Claude.? " pinta Marisha menatap Claude penuh harap.


" Oh... Apa tidak apa..? Eh,, tadi kau memanggil ku apa? " tanya Claude cukup terkejut.


" Kak Claude? Memangnya kenapa? Gege lebih tua satu tahun dari ku, dan lagi dalam silsilah keluarga Gege, suami ku itu adik sepupunya. Jadi wajar kan aku panggil Kak Claude? Apa salah? " tanya Marisha dengan wajah polosnya.


Claude langsung mengacungkan dia jempolnya ke arah Marisha dengan senyum lebar penuh kemenangan, lain dengan Rouge yang wajahnya ditekuk masam. Rasa-rasanya hari ini Claude itu menang banyak darinya, dan itu membuatnya sangat kesal sekali.


" Boleh bicara disini? " tanya Claude menatap Rouge.


" Terserah... Aku malas menanggapi mu.. " ujar Rouge sengit dan memalingkan mukanya.

__ADS_1


" Oge,, kau itu lagi PMS ya? Kok dari tadi marah terus.. " protes Geya. Rouge semakin dibuat menganga mendengarnya.


" Musibah apa lagi ini.. " batinnya frustasi.


Claude pun mengatakan beberapa hal yang menjadi informasi dasar dari apa yang dia dapatkan. Seperti saat acara di hotel dimana akhirnya terjadi ke salah pahaman di antara mereka semua. Hal itu karena adanya seseorang yang mengincar mereka selain Lucas.


Lucas tahu tentang hal itu, tapi dia tidak jelas pasti siapa yang berada di balik itu semua dan itulah yang diselidiki Claude selama beberapa hari ini.


" Kalian nanti harus bayar jasa ku ya.. " canda Claude ketika dia selesai menjelaskan apa yang dia ingin coba tanyakan di sini.


" Halah.. Kakak sepupu kenapa pelit sekali..? " cibir Rouge.


" Nothing is free in this world.. even if it's with family.. " ujar Claude sok bijak..


" Bodo ah.. " Rouge kalah lagi. Terdengar bunyi suara Claude menggelegar di ruangan rawat Marisha.


" Lalu apa yang ingin kau tanyakan? " tanya Rouge malas membahas lebih jauh kekalahannya.


" Kenal dengan pria dan wanita dari keluarga Penchev? Dominator dan Yunamaria? " tanya Claude dengan raut wajah serius nya.


Rouge berpikir dalam diam, tapi dirasa dia tidak mengenal nama-nama itu dan nama keluarga itu. Setahunya tidak ada nama keluarga Penchev yang bekerjasama dengan perusahaannya, lalu kedua orang itu siapa.


" Pippin dan Pomela? Nama panggilan kecil mereka. " ujar Claude.


Dan kali kali ini sukses membuat Rouge dan Marisha terkejut mendengarnya, bahkan Geya puji juga terkejut karena mereka bertiga mengenal nama panggilan itu.

__ADS_1


__ADS_2