DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU

DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU
Mansion kembali hidup


__ADS_3

Adu mulut terus terjadi di dalam ruang kerja milik daddy Joaquin tempat dijadikannya sidang dimana yang menjadi tersangkanya adalah Claude dan korbannya adalah Geya. Sebenarnya bukan adu mulut tapi Geya yang marah-marah karena semua orang memojokkan suaminya. Memangnya apa masalahnya kalau dia hamil lagi, toh dia tidak masalah laku kenapa semuanya seakan menyalahkan suaminya.


Yang paling membuat Geya emosi adalah saat keluarganya memanggil Claude dengan sebutan pria tua. Sejak dulu Geya tidak menyukai ada yang memanggil Claude dengan sebutan itu, apalagi ketika hamil seperti ini, dengan mood yang naik turun, membuat Geya akan langsung marah jika mendengar kata ' pria tua ' seakan itu adalah hal tabu.


" Kenapa kalian semua seakan heboh sendiri me dengar kehamilan ku? Aku saja yang hamil tidak terlalu memikirkan hal itu dan menerimanya, lalu kenapa kalian yang emosi? Aku itu hamil anak suami ku sendiri, boleh kalian heboh begini kalau aku hamil anak pria lain. Tapi ini anak suami ku sendiri.. " Geya berucap dengan tegas dan mata yang melotot seperti hendak melubangi seseorang yang dilihatnya.


Hoho,, ternyata kata ' pria tua ' adalah sumbu bom milik Geya yang bila kata itu terucap disekitar Geya, maka akan BOOM.... Bom milik Geya meledak.


Semuanya saling berpandangan, bukan tidak suka Geya hamil lagi tapi jaraknya dengan baby Alrescha itu terlalu dekat. Hal inilah yang membuat semuanya mencak-mencak dan menyalahkan Claude yang tidak bisa menahan nafsunya sendiri. Tapi siapa sangka kalau Geya akan menjadi singa betina yang mengamuk saat Claude diusik bahkan oleh keluarganya sendiri.


Lihatlah sekarang, bahkan dia bermanja di pelukan Claude tanpa ada sedikitpun rasa malu ataupun canggung di depan semua keluarganya. Sungguh cinta membuat seseorang menjadi tidak tahu malu begini. Yang lainnya geleng kepala saja. Sidang lun diakhiri dengan Claude yang dibebaskan karena tidak bersalah, dan korban tidak keberatan hamil lagi. Benar-benar sangat konyol sekali.


Sejak ke kamar Geya sama sekali tidak berhenti menekuk wajahnya. Bibirnya sudah mengerucut lucu sekali sejak tadi tapi ditanya oleh Claude apa saja, Geya enggan menjawab. Entah apa yang membuat mood istrinya ini menjadi buruk, apakah itu karena dirinya yang dipanggil ' pria tua ' atau karena keluarganya begitu mengkhawatirkan kehamilannya sehingga terkesan seperti menolah kehamilan itu.


Claude tahu maksud keluarga Geya karena bagaimana puji terlalu cepat jika Geya hamil sekarang padahal baby Alrescha masih diusia empat bulan. Tapi mau bagaimana lagi namanya sudah terlanjur diberi momongan ditolak juga dosa kan. Daripada pusing dengan itu lebih baik dinikmati, itulah keinginan Claude saat ini. Geya juga tidak keberatan lalu apa yang jadi masalahnya disini.

__ADS_1


" Baby,, berhenti mengerucut begitu bibirnya, aku benar-benar tidak tahan tidak **********, baby.. " ujar Claude mencoba merayu kesayangannya ini.


" Tinggal dilumat apa juga susahnya.. " sahut Geya sedikit ketus.


" Eh... Memangnya boleh ya? Soalnya kan tidak mungkin aku melakukannya baby.. Ingat kata dokter , kita tidak boleh menunggang kuda sampai kandungan kamu kuat.. " daripada mengingatkan Geya, sebenarnya Claude berucap begini juga karena dia mengingatkan diri sendiri agar tidak sampai kelepasan.


" Entahlah.. Aku capek daddy, aku pengen bocan dulu.. " Geya langsung beranjak ke ranjang dan tertidur setelah mencium bantal dan gulingnya.


" Solo karir terus nih kelihatannya nasib di Claude **. " Claude langsung melepas kemejanya dan berjalan menuju kamar mandi bertelanjang dada.


...************...


Jika di mansion utama tengah dihebohkan karena kabar kehamilan Geya, lain di mansion Matheo yang semuanya tengah tertawa karena kelucuan Marellyn. Cucu mereka akhirnya kembali lagi ke mansion sehingga suasana mansion kembali meriah lagi. Rasanya begitu menyenangkan melihat Marellyn yang tertawa gembira berlarian kesana kemari. Sungguh hari yang sangat menyenangkan.


Bahkan mama Vinda yang beberapa hari ini tertekan karena masalah dengan Lucas beberapa waktu lalu kini sudah kembali ceria karena kehadiran Marellyn di mansion Matheo lagi. Seolah bebannya telah terangkat, mama Vinda kembali seperti sedia kala, periang dan cerewet. Hal itu disambut positif oleh anak dan suaminya, yang senang karena telah kembali seperti biasa lagi.

__ADS_1


" Senang melihat mama kembali seperti semula begitu.. Ya kan kak Rose.. " ujar Romero yang duduk di sofa dengan menghadap laptopnya.


" Ehm... Akhirnya mama ketawa lagi.. Jujur aja aku juga merasa terbebani dengan semua yang terjadi. Pengen banget aku ketemu langsung sama paman Lucas lagi, eh seharusnya aku panggil dia kakak ya.. Hehehehe... " ujar Rose menanggapi.


" Perlu aku temenin, ketemu sama paman Lucas? " tanya Romero menawarkan diri. Dia tahu pasti Roseline dan Rouge memiliki ikatan batin dengan Lucas meski mereka baru tahu bahwa mereka bersaudara. Buktinya saat Lucas masih menjadi paman bagi mereka, Roseline sering sekali bercengkrama dengan Lucas. Mungkin itu sebenernya adalah naluri mereka yang memang saudara satu ayah beda ibu itu.


" Nantilah.. Biar aku memantapkan hati aku dulu.. Takut juga kalau ternyata aku nggak siap dia tolak. " Roseline menolak.


" Ck... Ngomong ditolak kek sama pacar aja.. " cibir Romero yang kemudian memekik karena dicubit oleh Roseline.


Dari tempat duduknya Theo melihat bagaimana anak-anaknya bercengkrama. Dia pun tersenyum, karena meski semua sudah tahu kenyataannya tapi tidak ada yang berubah dari sikap ketiga anaknya satu sama lain. Kalau soal Rouge jangan ditanya memang dia seperti itu sejak dulu saat bersama saudaranya. Tidak ada yang berubah sama sekali diantara mereka karena memang Rouge yang sifatnya sedikit menyebalkan menurut kedua saudaranya itu.


Roseline yang notabene kembaran Rouge saja selalu mengatakan jika Rouge itu menyebalkan karena egois dan keras kepala. Padahal kalau menurut Theo, baik Rouge maupun Roseline itu sifatnya banyak yang sama. Hanya yang membedakan mungkin karena Roseline wanita jadi sedikit bisa diarahkan. Lain dengan Rouge yang semaunya sendiri.


Berharap masalah menantunya segera selesai karena kali ini sepertinya akan sangat sulit menemukan siapa dalang dibalik peristiwa yang melibatkan Marisha itu. Semoga saja, harapan Theo hanya satu, bahwa ini tidak akan membuat semua shock seperti kasus Lucas kemarin.

__ADS_1


__ADS_2