DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU

DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU
Lucena dan Lucifer


__ADS_3

Memiliki adik dengan tingkat menyebalkan sangat tinggi harus dialami oleh gadis bernama Lucena de Niels ini. Dia memiliki adik laki-laki yang memiliki pautan usia dengannya sekitar empat tahunan. Betapa bahagianya Lucena kecil saat itu bisa memiliki adik laki-laki, namun semakin bertambahnya usia keduanya, Lucena semakin dibuat tidak berkutik dengan tingkah sangat adik.


Lucifer de Niels, anak kedua dari pasangan Daniel de Niels dan juga Whiteney, adalah anak yang memiliki kecerdasan setara dengan Galen de Niels. Keduanya memiliki aura yang sama, kejeniusan yang sama, namun jika sifat sangat bertolak belakang. Lucifer cenderung menjadi bad boy dengan segala kenakalannya.


Hari ini Lucifer memiliki tugas dari ketua kelompok GhostNight untuk menyelidiki masalah yang terjadi di Los Angeles. Kebetulan sekali, ada beberapa klien dari GhostNight yang mangkir dari tanggung jawab mereka. Sehingga Lucifer yang di dapuk sebagai calon ketuanya harus turun tangan langsung menemui klien itu


Namun karena kekhawatiran kedua orang tua Lucifer sangat berlebih, alhasil Lucena pun diminta untuk menemani adiknya pergi ke Los Angeles. Lucena yang sedang liburan mengajar di sekolah, harus merelakan liburannya dengan menjadi pengasih bayi besar, Lucifer.


Saat ini Lucena tengah berada di Venice beach sedang mengejar Lucifer yang entah kenapa tiba-tiba berlari mengejar seorang wanita. Jika memang Lucifer ini memiliki hal yang sama dengan Galen, kenapa mereka benar-benar sangat berbeda jika sifat mereka yang dibandingkan. Lucena yang sejak kecil sudah jatuh cinta pada Galen, merasa iilfeel dengan adiknya sendiri..


" Luce.... " terdengar suara yang sangat familiar tengah memanggil namanya, Lucena pun berbalik melihat siapa yang memanggilnya..


" Gege.... Geya de Niels..... Oh Hai Lucifer berhenti disana,,, disini ada Gege...!!!! " Lucena meneriaki sang adik yang sudah berlari cukup jauh. Tapi karena memang Lucena memiliki bakat alami seperti speaker, hasilnya puji Lucifer tetap bisa mendengar teriakan Lucena.


" Long time no see, right... " sapa Geya memeluk Lucena.


" Sis, what are yoi doing here.... Oh God... Kak Galen menyembunyikan mu disini? Luar biasa... " Lucifer heboh sendiri.


" Kita cari tempat yang nyaman untuk bicara ya... " ajak Geya.


Geya kembali ke mobil dan meminta izin pada Claude untuk bisa berbincang dengan sepupunya yang kebetulan bertemu disini. Claude pun menyetujui, dan memilih ikut dengan Geya. Bukan karena tidak percaya, tapi bagi Claude dia harus menjadi suami siaga..


Kini Geya dan kedua sepupunya serta sang suami berada di salah satu cafe yang berada di Venice beach untuk sekedar mengobrol dan melepas rindu. Bagi Geya dan Lucena, rasanya sudah lebih dari en bulan mereka tidak bertemu karena kesibukan masing-masing. Apalagi Lucena dan keluarganya tinggal di Roma, Italia. Mengurus bisnis keluarga de Niels di sana.

__ADS_1


Mereka semua memesan beberapa menu ringan dan minuman segar untuk menemani perbincangan mereka. Geya tahu dari tatapan kedua sepupunya itu, bahwa mereka sedang mempertanyakan sosok yang duduk di sampingnya, yang tak lain adalah Claude.


" Sedang apa kalian disini? " tanya Geya memulai pembicaraan.


" Aku ada bisnis di sini, tapi kakak sendiri kenapa bersembunyi disini lama sekali? " balas Lucifer. Matanya terus menelisik sosok pria yang duduk di samping Geya.


" Awalnya bersembunyi, tapi sekarang sudah tidak lagi... Aku sudah menikah, jadi wajar kan aku menetap disini... "


" WHAT???? " seru Lucena dan Lucifer berbarengan. Dan tentu saja hal itu menimbulkan banyaknya mata menatap mereka.


" Ck... Kalian ini seperti tidak pernah mendengar orang menikah saja... Ini suami ku,, dan dad,, mereka berdua ini sepupu ku, Lucena dan Lucifer... " Geya pun memperkenalkan mereka.


" Hai,, Claude Smith Harley... " Claude sedikit canggung disini.


" Tuan Harley... Wah,,, senang bertemu dengan legenda seperti anda... " Lucifer langsung menjabat tangan Claude. Tentunya Claude langsung membalas.


" Tentu saja.. Di dunia bisnis, kiprah tuan Harley bisa disetarakan dengan daddy ku dan uncle Joaquin. " jawab Lucifer santai.


" Dan, Sis,,, aku merestui pernikahan kalian.. Aku yakin kau akan lebih bahagia bersama tuan Harley jika dibandingkan pria pengecut macam saudara kembar Roseline itu... Saudara kembar Roseline itu ngeselin... "


Geya menggeleng kepala melihat tingkah adik sepupunya itu. Lama tidak berjumpa, tapi masih saja tidak ada yang berubah. Tetap tengil, namun selalu bisa membuat tertawa untuk orang-orang disekitarnya.


Perbincangan mereka pun kembali dimulai, Geya sedang berbincang dengan Lucena, sedangkan Lucifer berbincang dengan Claude membahas bisnis. Kedua pria ini langsung akrab walaupun baru saling mengenal beberapa menit yang lalu. Obrolan kedua pria tiu mengalir begitu saja seolah mereka adalah teman lama yang kembali bertemu.

__ADS_1


Geya sendiri banyak mendengar tentang cerita pernikahan Rouge dari Lucena. Meski begitu entah Geya sendiri tidak tahu, dia sama sekali tidak merasakan sakit hati mendengar Rouge bahagia bersama dengan Marisha. Mungkinkah benar karena dia sudah jatuh cinta pada sang suami? Berarti jika benar Geya seharusnya banyak mengucapkan Terima kasih karena suaminya benar-benar menepati janjinya pada Geya.


" Ingin menjadi satu-satunya pria dalam hidup Geya yang akan berbagi suka dan duka hingga maut memisahkan "


Geya tidak menyangka ucapan suaminya bisa langsung ditepati tidak lama setelah Geya memberanikan diri melangkah bersama pria yang telah menjadi dunianya saat ini.


" Kau hamil Ge?? Apa itu anak... Oh tidak??? " Lucena langsung menutup mulutnya terkejut. Dalam pikirannya, Lucena mengira anak yang di kandung Geya adalah anak Rouge. Meski benar, tapi Geya sudah berjanji pada dirinya sendiri tidak akan mengungkapkan hal tersebut.


" Oh tidak apa??? Ini anak suami ku,,, memangnya kau pikir ini anak siapa?? " ujar Geya tersenyum menutupi kebohongannya.


" Kau yakin akan hal itu? "


" Luce hentikan,,, ini anak dari suami ku.. Kenapa aku bisa tidak yakin.. Ini anaknya, pria yang kini menjadi dunia ku... "


" Kau tahu Ge, jika Oge tahu tentang pernikahan mu aku yakin dia akan langsung membawa mu pulang ke Milan... "


" Karena itu jangan sampai dia tahu.. Aku sudah bahagia disini, dan aku akan pulang ketika semuanya sudah baik-baik saja. Di dalam hidup ku dan rumah tangga ku, serta dia juga begitu... " ujar Geya bijak.


Ketika langit sudah berubah menjadi gelap, bukan karena malam tapi karena akan hujan. Geya dan Claude berpamitan pulang, mereka berdua sempat meminta Lucena dan Lucifer menginap di mansion Claude, tapi kedua saudara itu menolak. Mereka bilang sudah tinggal di apartemen milik keluarga mereka yang ada disini. Tapi Lucena berjanji bahwa besok dia akan mengunjungi Geya karena entah bagaimana ceritanya Claude dan Lucifer akan mengurus bisnis bersama mereka.


Dalam perjalanan pulang ke mansion, Geya tidak berhenti tersenyum. Dia merasa senang bertemu dengan keluarganya dengan cara yang tidak sengaja ini. Hatinya merasa plong, tidak ada beban. Terlebih lagi Lucena dan Lucifer percaya akan ceritanya. Sungguh niat Geya bukan untuk membohongi mereka, tapi hanya tidak ingin suasana menjadi kacau di keluarga de Niels nantinya.


" Lucifer itu mirip Galen ya,, hanya mereka memiliki sisi yang berbeda. Good Man anda Badan boy,, right baby... " ucap Claude berkomentar.

__ADS_1


" Hm.. Dan Lucena yang mencintai Galen harus terjebak di dua sisi perbedaan itu dan dengan orang yang berbeda pula. Yang satu cinta pertamanya dan satu lagi adalah adiknya... "


" Kisah keduanya akan menjadi kisah yang menarik tentunya.... "


__ADS_2