
Claude yang tengah asyik membangun tenda di halaman belakang mansion de Niels, sampai tidak menyadari sang istri tertidur di kursi panjang di bawah pohon. Memang terasa sangat nyaman sekali tidur di ruangan terbuka seperti ini, karena biasanya Claude dan Geya pasti melakukan kegiatan itu di bagian luar mansion mereka di Los Angeles.
Claude tersentak kaget ketika mendengar istrinya tiba-tiba berteriak kencang, ' tidak.... tidak... ' . Sontak Claude melempar apa saja yang dia pegang dan lekas menuju ke arah Geya. Claude terkejut ketika menemukan istrinya tertidur di kursi panjang dengan menangis tersedu-sedu.
Mereka bahwa ini bahaya karena bisa membuat Geya terjatuh dari kursi, Claude lekas membangunkan Geya.
" Baby wake up... baby wake up... don't make me afraid, baby.... Wake up Geya.... " Claude menepuk pelan pipi Geya berusaha membangunkan sang istri.
" Claude ada apa? " semua orang di dalam mansion berhamburan keluar ketika mendengar teriakan Geya dan suara Claude.
" Geya mimpi mom... Baby bangun sayang... Jangan buat aku takut baby... " Claude melanjutkan membangunkan Geya.
Akhirnya diusaha yang keempat, Geya berhasil dibangunkan. Namun semua heran menatap Geya yang terlihat linglung. Geya seperti baru saja melihat hantu karena tatapannya menyiratkan ketakutan yang begitu besar.
Geya yang berhasil bangun langsung menatap ke sekeliling. Dia baru sadar ketika melihat Quon dan Quella berdiri di belakang Galen. Geya sadar yang tadi hanya mimpi tapi kenapa begitu terlihat nyata. Dua wajah pria yang dia lihat juga ikut menangisi kematian Claude itu siapa? Kenapa sekarang dia merasa bahwa sepasang yang tadi saling berpelukan dan menangis adalah twins Q.
Geya tersentak kaget saat melihat wajah Claude tiba-tiba saja ada di depan wajahnya. Wajah yang sama seperti yang dia lihat dalam mimpinya tadi, wajah yang tadi berada di foto yang dibawa Sand, wajah itu mirip dengan yang ada di depannya.
Geya menangis tersedu-sedu dengan kedua tangan yang menangkup wajah Claude. Geya langsung menghujani wajah itu dengan ciuman basah karena air matanya. Sejenak Claude membeku ditempat, tidak menyangka Geya akan melakukan hal semacam ini namun sedetik kemudian Claude langsung memeluk tubuh Geya dengan sangat erat.
" Its okay baby... I'm okay, don't cry baby... Kau juga menyakiti diri ku dengan menangis seperti ini... " Claude mengusap punggung bergetar milik istrinya.
Satu persatu saudara kembar Geya maju dan ikut memeluk adik bungsu mereka yang terlihat sedang tidak baik-baik saja.
__ADS_1
" Pelukan teletabis.... " celetuk Ghadi membuat semua orang tertawa termasuk Geya. Si polos suka makan ini pandai sekali mencairkan suasana.
" Dengar baby,, apapun yang kau mimpikan, aku janji akan membuat itu tidak pernah terjadi... " bisik Claude.
Geya mengangguk semangat, meski apa yang dia lihat tadi benar-benar terasa begitu nyata, tapi jika suaminya sudah berjanji seperti itu maka pasti itu tidak akan terjadi. Geya mulai berpikir mungkin mimpinya itu adalah akibat pikirannya yang mengarah para hal yang tidak-tidak saat mendengar suaminya membahas tentang usia tadi.
Sesi hari sudah selesai, kini sesi gembira dan suka cita mulai dibangun kembali agar suasana ibu hamil satu ini menjadi baik. Gafar dan Ghadi sengaja berdebat sesuatu yang seharusnya tidak disebarkan namun mereka melakukan itu untuk membuat Geya tertawa. Dan benar saja, istri Claude itu tidak berhenti tertawa karena sangat senang melihat Ghadi dan Gafar yang memiliki sifat dan sikap berbeda namun memiliki kesamaan di beberapa hal yang cukup unik.
Dari kejauhan Claude dan Galen yang kebagian membangun tenda tersenyum lega karena Geya sudah bisa tertawa seperti itu. Kedua orang ini adalah salah satu dari beberapa orang yang mencintai Geya tanpa syarat sedikit pun. Keduanya mencintai Geya hingga membuat Geya bisa berbuat sesuka hatinya dan bebas karena keduanya rela menjadi tumbal untuk setiap resiko yang diambil Geya.
Karena kesamaan prinsip membahagiakan Geya itulah baik Claude dan Galen saling merasa bahwa mereka memiliki kecocokan yang sama. Karena itulah hampir setiap hari selama empat tahun ini keduanya selalu berkomunikasi lewat ponsel dalam setiap kesempatan yang mereka miliki ditengah jadwal padat mereka.
Tidak tahu akan hal ini, bahkan Geya dan kedua orang tua Galen pun tidak ada yang mengetahui kedekatan kedua pria yang mencintai Geya ini. Kekompakan inilah yang membuat Rouge tidak bisa sedikit saja menemukan celah mengetahui keberadaan Geya. Tim yang solid demi bisa membuat Geya tersenyum bahagia.
" Aku tahu pasti mereka akan langsung bergerak begitu Geya pulang. Tapi apa tidak apa-apa jika kita merahasiakan masalah ini dari daddy Joaquin? " tanya Claude yang takut kena semprot ayah mertuanya.
" Kondisi daddy belum benar-benar pulih, kita harus berhati-hati dalam mengolah informasi yang akan kita sampaikan padanya, jadi lebih baik kita rahasiakan dulu baru nanti ketika sudah pasti kita sampaikan pada daddy... " saran Galen yang tahu betul bagaimana sifat daddy nya.
" Mereka pasti menargetkan Marisha sebagai jalan menuju kepada kita kan? "
" Hm... Karena apa yang sudah istri Oge lakukan empat tahun yang lalu dianggap membantu mereka juga membuat rencana mereka berubah total.. Aku masih menyelidiki pimpinan mereka, karena ada beberapa kandidat pelaku sebenarnya... "
" Kita harus terus mengawasi Geya dan Marisha, anak dalam kandungan Geya dan Twins Q yang akan mendapatkan imbasnya jika kita gegabah... " ujar Claude menutup pembicaraan mereka karena ada seorang pelayan yang tiba-tiba lewat.
__ADS_1
Galen dan Claude sudah menyelidiki peristiwa yang menimpa Geya dan Claude di gedung hotel milik tuan Lukas empat tahun yang lalu. Selama dua tahun ini, Galen menemukan kejanggalan dalam peristiwa itu kemudian menyampaikannya pada Claude yang ternyata juga tengah menyelidiki tentang hal itu.
Mereka menemukan fakta bahwa CCTV di hotel itu sudah dimanipulasi oleh kelompok Marisha. Kemudian pihak yang telah menjebak Geya dan Rouge memanfaatkan hal itu untuk menyembunyikan pelaku yang menaruh obat perangsang di minuman Rouge dan Geya.
Namun yang menjadi akhir dari peristiwa itu adalah kepergian Geya yang bagi Marisha itu membuatnya menang, namun membuat kubu lain merasa mereka telah kehilangan kesempatan untuk mewujudkan rencana mereka.
Galen dan Claude berbagi tugas melakukan penyelidikan, jika Galen menyelidiki Marisha, maka Claude menyelidiki semua kolega bisnis Geya dan Rouge. Dan mereka berdua menemukan beberapa orang yang paling mereka curigai bisa melakukan ini semuanya.
" Waktu kita tidak banyak,, aku yakin mereka sudah mengetahui tentang twins, dan mereka pasti mengira itu anak Rouge sehingga menekan kita dengan memanfaatkan itu untuk membuat Rouge bangkit... " ujar Claude berjalan menuju Galen.
" Hm... Kita akan segera mendapatkan mereka dengan mengawasi Marisha dan Rouge.... " ujar Galen...
...****************...
...Help... help readers..... ...
...kemarin aku ada baca komen kalian, dan aku seneng banget ketika ada yang bilang kalau Rouge itu si rouge... ...
...bagus itu untuk julukan si plin plan nggak ada arah iniπππ...
...ayo... ayo jangan lupa kalau kalian sudah baca tinggalkan komen ya.... ...
...π₯°π₯°π₯°...
__ADS_1