DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU

DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU
Pasien aneh


__ADS_3

Tidak ada angin tidak ada hujan, hanya dua hari setelah daddy Claude dirawat, kondisinya langsung membaik, bahkan sangat baik. Padahal sebelumnya dia terlihat sangat pucat dan juga lemah. Quon yang pagi ini datang sampai terkejut melihat daddy nya yang tersenyum sangat lebar menyambut kedatangan nya.


" Sepertinya suasana hati daddy sedang bagus sekarang. Lihat, wajah daddy terlihat sangat cerah.." ucap Quon mulai mengeluarkan senjatanya sebagai dokter untuk memeriksa daddy nya.


" Hm.. Daddy sedang senang,, tidak... tidak... sangat senang malah.. Rasanya semua beban daddy menguar begitu saja.. Daddy beruntung di usia senja begini daddy masih bisa mendapatkan jackpot dari Tuhan.. " ucap Claude terdengar aneh ditelinga Quon. Pria yang bergelar dokter ini sampai takut jika karena masalah jantungnya, otak daddy nya jadi terpengaruh.


" Bagus kalau suasana hati daddy baik.. Kita lihat hasil laboratorium nanti ya, kalau bagus daddy bisa pulang.. " ucap Quon menyimpan alatnya.


" Boleh daddy di rumah sakit sampai beberapa hari ke depan? Daddy takut kalau di rumah nanti, daddy bisa kena serangan jantung lagi. Jadi biar di sini dulu sampai kondisinya benar baik ya.. " pinta daddy Claude mirip seperti anak-anak yang meminta dibelikan mainan.


" Kok gitu dad? Emangnya daddy nggak mau pulang? " Quon bertanya heran.


" Ehmm... Maulah pasti mau,, tapi kan daddy harus diperiksa menyeluruh dulu dan dilihat beberapa hari ke depan.. Daddy takut kalau nanti daddy kena serangan lagi.. Begitu... iya begitu.. " Quon mencium bau-bau aneh dengan tingkah daddy nya, tapi apa yang dikatakan daddy Claude benar adanya. Jadi Quon pun menyetujui keinginan daddy nya yang akan berada di rumah sakit untuk dua sampai tiga hari ke depan.


" Aku periksa pasien aku yang lainnya ya dad.. " pamit Quon.


" Hm... Daddy akan baik-baik saja.. Kalau tidak salah, Quella akan datang menjelang siang nanti. " Quon mengangguk dan lekas menuju ke kamar lain yang juga adalah pasiennya.


Quon sebenarnya terkejut karena tiba-tiba mendapatkan pasien yang sebelumnya adalah pasien dari seniornya dulu di kampus. Menurut senior Quon, pasien ini tiba-tiba ingin sekali Quon menjadi dokternya. Alhasil, pasien ini dipindahkan ke rumah sakit tempat dimana Quon bekerja.

__ADS_1


Tok.. Tok..


" Selamat pagi.. Saya Quon Smith Harley, mulai hari ini akan menjadi dokter anda.. Salam kenal tuan.... Cynfadel.. " sapa Quon yang menatap pasien di depannya. Rasanya sedikit familiar dengan wajah dan perawakan pria di depannya ini.


" Hahahaha.. Jangan terlalu formal dengan saya dokter.. Dan jangan panggil saya dengan nama marga, saya tidak suka.. Panggil saja saya Shouken.. Salam kenal.." ujar pasien Quon ini. Cukup aneh, pikir Quon.


" Tentu.. Jadi saya perlu memanggil anda Tuan Shouken begitu?" tanya Quon sebagai bentuk kesopanan pada pasien.


" Shouken saja... Saya rasa anda dengan saya jauh lebih tua anda.. Jadi panggil saja Shouken.. " Quon mengangguk.


Quon membuka catatan medis milik pasien di depannya ini, dan berapa terkejutnya bahwa diusia yang menginjak dua puluh tiga tahu, pria ini telah mengalami kelainan bawaan jantung sejak lahir. Bagaimana bisa dia bertahan sampai seusia ini padahal sama sekali tidak pernah melakukan tranplantasi jantung.


" Obat ini? Apakah obat herbal? " gumam Quon.


" Benar sekali dok.. Kebetulan kakek saya adalah seorang yang ahli dalam membuat obat herbal.. Dan jangan khawatir obat itulah yang membuat saya hidup sampai sekarang dengan kelainan jantung sejak lahir.. " celetuk Shouken menjawab gumaman Quon.


" Benarkah? Apa boleh saya minta untuk dites di laboratorium? " tanya Quon yang jiwa pemasarannya meronta-ronta.


" Tentu... Kau dengar kan, cepat ambilkan untuk dokter Quon.. " Shouken melihat ke samping tepat dimana asistennya berdiri.

__ADS_1


" Baik tuan.. " asisten Quon segera berlari keluar ruangan.


" Saya akan mulai memeriksa anda ya.. " ucap Quon sedikit canggung karena dia sendiri bingung bila tidak bicara formal dengan pasien.


Lama Quon memeriksa, dia pun memutuskan untuk melakukan membawa Shouken untuk menjalani CT Scan dan MRI jantung. Struktur jantung Shouken yang memiliki kelainan sejak kecil, perlu dipelajari oleh Quon sebelum masuk ke metode penyembuhan. Menurut dokter senior yang menjadi dokter pasien ini, cara satu-satunya adalah dengan mendapatkan donor jantung. Tapi semua orang tahu hal itu cukup sulit mengingat di setiap kesempatan belum tentu jantung cocok dengan pasien.


Jadi sebisa mungkin Quon akan mencoba memperbaiki masalah yang ada sampai pasien bisa mendapatkan donor jantung yang cocok untuk nya. Quon entah kenapa merasa bahwa dia dekat dengan Shouken, dan secara naluri memintanya untuk dengan sekuat tenaga menyelamatkan pria ini.


" Dokter... " panggil Shouken saat terlihat Quon begitu serius berdiam diri di sebelah nya sambil membaca rekam medis Shouken.


" Ya? " Quon menengok sebentar kemudian kembali memperhatikan apa yang dia genggam saat ini.


" Jangan terbebani dengan kondisi saya.. Saya jamin saya tidak akan mati sebagai pasien anda.. Itu janji saya.. " ucap Shouken dengan senyum mengembang.


Quon terdiam mendengar ucapan dari Shouken barusan. Entah kenapa jantung nya berdetak sangat cepat karena itu semua. Dia sangat terkejut dan tidak menyangka ucapan Shouken ini berhasil menyentuh hatinya. Terbersit ketakutan dalam diri Quon jika Shouken meninggal maka dia akan sangat sakit dan menyesal. Quon jadi takut sendiri dengan hal itu.


" Kalau begitu pegang janji ku,, saya pastikan anda tidak akan pernah mati selama aku menjadi dokter mu.. "


" Tentu.. Itulah yang aku tunggu.... ( kakak) "

__ADS_1


__ADS_2