
Gugur disaat kuncup bunga belum mekar, adalah pemandangan yang menyakitkan hati. Apalagi jika kita mengalami sendiri bagaimana bunga kita yang sedang kuncup tiba-tiba saja gugur karena angin. Rasanya keputusaan itu datang, bahkan lebih menyakitkan daripada keputusaan.
Pomela, atau sekarang memiliki nama Yunamaria Penchev, pernah mengalami itu semua. Disaat dia tengah merasakan indahnya dicintai oleh seorang pria yang luar biasa sempurna dimatanya. Namun takdir seolah tidak menginginkan dia memiliki kesempurnaan itu. Pomela, kehilangan satu-satunya alasan dia untuk bahagia. Malam dimana dia mendengar kenyataan tentang kematian pria itu, malam itu juga dia kehilangan alasan untuk hidup bahagia.
***empat belas tahun yang lalu
POV POMELA***
*Menerima kenyataan bahwa cinta ku tidak akan berbalas, tapi demi sahabat baik ku, aku rela kehilangan cinta ku karena dia adalah sahabat pertama ku. Bagaimana bisa aku merelakan kehilangan sahabat pertama ku dibanding cowok yang aku cintai..
" Tak apa Ge.. bagiku kau lebih berharga dibandingkan cinta ku padanya yang tidak mungkin berbalas karena dia hanya mencintai mu.. " ucap ku ketika aku mengetahui bahwa ternyata sahabat ku bernama Geya juga mencintai cowok yang sama dengan ku.
" Tapi Pome, aku... aku.. " dia terlihat tidak enak pada ku. Tapi sungguh aku tidak apa.
" Ge,, bagi ku kau lebih dari segala yang aku rasakan padanya. Karena bagi ku, kau sahabat pertama ku, dan akan selamanya menjadi sahabat.. " ujar ku.
__ADS_1
" Sudah... sudah... kalian jangan sedih, sedih lagi dong.. Kita ke sini kan tujuannya untuk makan.. Dan lagi Ge, akan sangat sulit bagi cewek manapun mendekati Rouge karena dia hanya menatap mu saja.. " teman ku yang seorang lagi membantu menjelaskan maksud ku pada Geya.
Beruntung setelahnya Geya bisa menerima keputusan ku, meski dia masih merasa tidak enak. Aku tidak masalah, karena cinta lain masih bisa aku dapatkan, tapi sahabat sebaik Geya, dimana lagi aku bisa mendapatkannya.
Ketika kami sedang asyik bercengkrama, aku melihat ada tindak kejahatan dimana ada seseorang yang tengah berusaha untuk mengambil dompet seorang pelanggan yang sedang berada di meja kasir. Aku yang melihatnya langsung berteriak ada maling sehingga pria yang berusaha mencopet itu ketahuan dan hendak dibawa ke kantor polisi.
Tapi diluar dugaan, pria yang hampir kena copet itu justru memberikan semua uang yang ada didompetnya. Aku pun melihat bagaimana pria itu tersenyum tulus dan mengatakan jika yang paling dia tidak terluka. Aku jadi tertarik pada pria itu, dan apa yang aku lihat berikutnya membuatku tidak akan bisa tidur malam ini. Dia mendekat ke arah meja ku dan kedua sahabat ku.. Oh tidak,, apa yang terjadi ini?
" Maafkan saya nona... Tapi Terima kasih atas tindakan anda tadi.. Terima kasih,, dan sebagai bentuk terima kasih ku,, kalian akan aku traktir, silahkan pesan apapun yang kalian mau.. " ujar nya ketika dia berada di depan ku.
Jantung oh jantung,, rasanya tidak baik-baik saja. Tapi aku ingat betul bahwa aku tidak memiliki riwayat penyakit jantung, lalu apa ini. Aku senang melihatnya tersenyum pada ku, begitu manis dan sangat pas sekali dengan wajahnya yang terlihat begitu tampan dan mempesona.
Seminggu setelah kejadian itu, aku melihat pria itu tengah berdiri di gerbang sekolah ku. Aku senang melihatnya tapi aku pun sadar tidak mungkin dia mencariku, karena bisa saja dia memiliki kekasih yang satu sekolah dengan ku. Memikirkannya, hati ku jadi sakit sendiri. Benar-benar aku sudah gila karena jatuh cinta pada pria itu.
" Nona.. Akhirnya aku bisa melihat mu lagi.. Bisakah kau ikut dengan ku sebentar? " dia menggapai tangan ku ketika aku melewatinya. Hah,,, aku tidak percaya dia mencari ku. Kami pun pergi ke sebuah taman yang ramai pengunjung, duduk di sebuah bangku dan berbincang dari hati ke hati.
__ADS_1
" Sejak pertama kali kita bertemu, aku bahkan tidak bisa melupakan mu. Jadi aku memberanikan diri untuk menemui mu, dan ingin mengungkap perasaan ku pada mu.. Aku yakin apa yang aku rasakan ini karena aku jatuh cinta pada mu, dan apakah kau mau menerima ku menjadi pacar mu? " aku sangat terkejut mendengar kata demi kata yang dia rangkai untuk mengungkap cinta pada ku.
" Ehm... Apa jika ku berkata bahwa aku merasakan hal sama, itu apakah dikatakan bahwa aku murahan? Karena sebenarnya aku pun merasakan hal yang sama.. " ucap ku.
" Murahan apanya? Tentu saja tidak, dan jangan merendahkan diri mu seperti itu.. Aku benar-benar tulus mencintai mu karena diri mu itu adalah diri mu... " ucapnya membuat hatiku berbunga.
Sejak hari itu kami pun menjalin hubungan, tapi aku tidak menceritakan hal itu pada Pippin. Aku tahu perasaan Pippin pada ku, dan aku tidak ingin membuat dia terluka karena ku. Jadi aku menjalani hubungan backstreet dengan pria itu. Pria yang aku tahu bernama Bertold, yang berusia dua puluh lima tahun dan seorang pekerja kantoran. Sangat sempurna bukan, tampan, mapan, kurang apalagi coba.
Malam dimana pesta ulang tahun teman ku berlangsung, aku sampai mabuk meski tidak sampai teler. Dia pun menjemput ku dan terkejut dengan kondisi ku. Dia pergi membawa ku ke apartemennya dan akhirnya sebuah peristiwa yang awalnya aku syukuri, tapi aku tidak tahu bahwa suatu hari nanti akan aku sesali. Kami memadu kasih hingga berbuat hal yang salah, kami bercinta di dalam apartemennya. Tapi dia berjanji akan bertanggung jawab pada ku, apapun yang terjadi.
Satu bulan setelah peristiwa itu, aku mendapatkan diri ku hamil anaknya. Saat itu aku sudah diadopsi keluarga Penchev karena Pippin tidak ingin aku seorang diri. Aku memberinya kabar, awalnya aku takut dia marah karena aku hamil, tapi aku tidak menyangka dia begitu bahagia karena kehamilan ku ini. Tapi sesuatu hal buruk terjadi, karena kabar kehamilan ku itu, membuat dia begitu senang hingga meninggalkan kantor lebih awal untuk menemui ku.
Tanpa diduga dan disangka, satu jam setelah aku mengatakan tentang kehamilan ku. Aku mendapatkan telepon dari ponsel dengan nomor miliknya. Tapi apa yang aku dengar justru membuat dunia ku hancur seketika saat itu.
" Saya melihat anda kontak terakhir di panggilan korban.. Saya hanya ingin mengabarkan, bahwa korban mengalami kecelakaan dan meninggal dunia.. Apakah anda bisa datang ke rumah sakit untuk memastikan korban benar adalah seseorang anda kenal? "
__ADS_1
Jederrrrr....
Tubuh ku luruh ke lantai, dia pergi, seminggu sebelum pernikahan kami dia pergi dan tidak akan kembali. Pikiran ku kosong, aku bahkan tidak menangis karena terlalu sakit yang aku rasakan dalam hati ku. Pria yang aku cintai telah pergi selamanya meninggalkan ku. Dan mulai saat itulah, aku menyalahkan anak dalam kandungan ku. Andai saja dia tidak ada, maka pria itu tidak akan pergi meninggalkan ku*..