DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU

DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU
di tempat asing


__ADS_3

Matahari pagi begitu terang pagi ini, seakan begitu bersemangat untuk menemani setiap manusia menempuh perjalanan mereka pagi ini. Secercah sinar matahari nya merasuki jendela sebuah kamar, menyilaukan mata seseorang yang tengah dengan nyamannya masih bergelung di dalam selimut miliknya.


" Eeeeughhh... " terdengar lenguhan keluar dari orang itu.


" Kau sudah bangun nak... " sebuah suara yang sedikit asing masuk ke dalam telinganya.


" Uncle... Aku.... kenapa ada disini? " tanya anak laki-laki itu begitu semua kesadaran nya penuh.


" Bukan uncle boy, tapi daddy... Call me daddy, because i'm your real daddy.. " ujar pria dipanggil uncle oleh anak laki-laki itu.


" Sorry, but daddy Claude its my daddy, no one can't take it for us... " anak laki-laki ini begitu kekeh dan tidak takut sama sekali.


" Sudah aku bilang aku daddy kalian yang sesungguhnya. Pria tua itu menculik mommy kalian dan mengaku sebagai daddy kalian.. Tapi kenyataannya aku adalah daddy kalian... " nada bicara Rouge meninggi, membuat seorang anak yang lain terbangun.


" Mommy.... Mommy,, Qeulla ingin minum susu... " gumam putri kecil Claude itu setengah sadar.


Rouge tidak tahu apa yang harus dilakukan, karena jujur saja selama ini baik Marellyn ataupun Kade, semua kebutuhan kedua buah hatinya itu hanya Marisha yang menyediakan. Tugas Rouge hanya bekerja saja, tapi sekarang putri kesayangannya sedang minta minum susu bagaimana dia harus melakukannya.


" Lihatlah... Anda mengaku daddy kami tapi bahkan tidak tahu harus berbuat apa saat ini.. Jika itu daddy Claude maka dia akan selalu tahu apa yang kami inginkan.... " sarkas Quon yang mirip dengan anak yang usianya sudah cukup.


" Quella berhenti merengek,, kita tidak sedang di rumah jadi tidak mungkin di sini ada susu yang kau inginkan.. " mendengar ucapan Quon, adik kembarnya itu yang tadinya masih tidur langsung bangun begitu saja tanpa merengek lagi.


Quella menatap ke arah kakak laki-laki nya kemudian beralih ke arah pria yang dia tahu adalah pamannya. Tapi kenapa dia berada bersama pamannya, lalu dimana daddy dan mommy nya. Quella mengedarkan pandangan matanya ke setiap sudut ruangan yang kini dia tempati. Qeulla merasa asing dengan tempat ini, dia tidak mengenal tempat ini berarti secara tidak langsung dia tahu bahwa dia dipaksa dibawa kemari.


" Quon.... " panggilnya yang mulai menyadari adanya sinyal tidak baik.

__ADS_1


" Tenanglah... Setidaknya dia tidak akan melukai kira. Tapi untuk sementara jangan merengek ingin bertemu mommy dan daddy dulu.. Kau paham kan? " ujar Quon berusaha menenangkan adiknya. Bisa sakit telinga siapa saja jika adiknya ini kambuh penyakitnya.


" i'm scared, Quon... Where is it? Where is mom and dad... And what happened with this uncle? " bosok Quella takut.


" Girls... Jangan takut ya, ini daddy nak... Maaf daddy tidak menyiapkan kebutuhan kalian. Nanti daddy belikan susu untuk Quella ya, mau susu apa sweety? " tanya Rouge mulai mendekati ke arah kedua anak kembarnya.


" Bersikap biasa saja... Aku akan temukan cara keluar dari rumah ini. Anggap kita sedang bermain hide and seek with mom and dad... " bisik Quon.


Rouge langsung membawa kedua buah hatinya masuk ke dalam pelukannya. Rasanya begitu damai bisa memeluk anak yang dia tidak sadar keberadaannya. Anak buah cintanya dengan Geya, wanita yang sangat dia cintai itu. Rouge merasa bersyukur, adanya si kembar pasti akan membawa Geya kembali padanya.


Ya,, tidak ada niatan sedikit pun bagi Rouge untuk meninggalkan Geya, seperti apa yang Marisha katakan. Rouge berniat memiliki Geya dan menyembunyikan wanita itu jauh dari Marisha dan keluarga mereka berdua. Dia akan memiliki Geya dengan cara yang lain, karena itu mengikat kedua buah hati Geya padanya akan membawa Geya sendiri datang padanya dan rela meninggalkan Claude.


Quella menatap Quon yang juga berada dalam pelukan Rouge. Jujur saja Quella sudah ingin menangis saat ini karena takut. Tapi seperti kata Quon, mereka sedang bermain hide and seek. Jika seperti itu berarti Quella tidak boleh merengek ataupun menganggu konsentrasi Quon untuk menemukan cara keluar seperti yang biasa mereka lakukan ketika melakukan permainan ini bersama daddy dan mommy mereka.


" Quon aku lapar... " ujar Quella mengeluh.


" Tahan sebentar... Kita harus bisa keluar dari sini dan kemudian mengagetkan daddy dan mommy. Kita bisa menang dan mendapatkan hadiah istimewa itu... " ujar Quon.


" Iya tapi aku sudah lapar... " kesal Quella yang sudah bersembunyi hampir tiga puluh menit.


Di mansion mewah milik Claude keduanya tengah bermain hide and seek bersama Claude dan Geya. Claude menjadi penjaga dan tadi sudah menemukan keberadaan Geya. Tinggal keberadaan Quon dan Quella saja, jika keduanya ketemu makan Claude menang dan berhak mendapatkan hadiah istimewa apapun yang dia inginkan.


Quon yang memiliki jiwa persaingan yang tinggi tentu tidak mau mengalah pada siapapun. Apalagi dia tengah mengincar suatu benda yang tengah dia inginkan sejak beberapa waktu yang lalu. Quon yang diberkahi pikiran yang jenius, bisa memahami apa yang anak lebih tua darinya pahami. Juga pandai dalam melakukan analisis meski itu masih perlu diasah.


Benar saja, dalam waktu lima menit sejak Quella merengek lapar, kini twins Q berhasil mengagetkan daddy mereka. Keduanya menang karena bisa membaca kemana arah sang daddy akan mencari mereka. Ternyata melalui jalan lain, mereka bisa keluar dan mengagetkan daddy mereka.

__ADS_1


" We are win daddy... Karena itu berikan hadiah istimewa kami... " ujar Quon dengan wajah yang berbinar.


Flashback off.


" Biarkan aku mencari tahu situasi terlebih dahulu agar kita bisa keluar dari tempat ini. Berjanjilah pada ku untuk tidak melakukan perlawanan apapun dan turuti saja keinginan orang itu.. Kita pasti bisa keluar... " ujar Quon mengintip dari jendela kamarnya, mobil Rouge keluar dari halaman rumah yang mereka tinggali.


" Bantu aku menemukan apapun saja yang bisa kita gunakan untuk membantu kita.. " ujar Quon..


Meski takut Quella tetap melakukan apa yang diminta oleh Quon. Dia bahkan mengawasi sekitar takut jika ada CCTV yang merekam pergerakan mereka. Keduanya sudah terlatih dengan hal semacam ini, jadi mereka bisa paham situasi seperti ini. Menyisir satu demi satu tempat untuk mencari petunjuk. Beruntung Rouge tidak mengekang mereka dengan mengunci di dalam kamarnya.


Setelah melihat ke sekitar kamarnya, hanya pintu depan yang dikunci dan juga terlihat ada beberapa penjaga di sana. Sedangkan di dalam rumah hanya ada satu pekerja perempuan tua yang sepertinya diminta untuk mengurus rumah. Quon dan Quella mendekati wanita tua itu mencoba mencari tahu apa yang bisa mereka ketahui.


" Bibi... " panggil Quella takut-takut.


" Iya nona kecil... Apa kalian sudah lapar? Bibi ada masak sup porrigde, apa kalian mau? " tawar bibi itu.


" Bolehkah? Kami sudah lapar bi.. " Quon mau. Dia mengkode Quella untuk mau ikut makan karena dia yakin Rouge tidak akan menyakiti mereka.


" Kita ini ada dimana ya bi? " tanya Quon memancing untuk tahu.


" Kita ada di sebuah desa yang indah tuan kecil.. Tapi maaf saya tidak diizinkan membawa kalian keluar karena kata tuan besar anda dan nona kecil sakit... "


Quon terkejut, dengan ucapan bibi barusan jelas pasti Rouge tidak mengatakan apa yang sebenarnya terjadi. Atau bibi ini memang di setting untuk mengatakan hal tersebut. Quon terus berpikir sambil memakan makanannya.


" Daddy... Tolong aku... "

__ADS_1


__ADS_2