
Claude melihat wajah ketiga orang di dalam ruangan rawat Marisha ini, terlihat sama terkejut nya. Ketiganya seperti kenal dengan dua nama yang dia sebutkan itu. Claude merasa mungkinkah dia melewatkan sesuatu di sini, kenapa bahkan sang istri saja terkejut mendengar nama itu.
" Baby,, kau mengenal dua nama ini? " tanya Claude sedikit penasaran melihat wajah terkejut sang istri.
" Tentu... Kami sekolah di SMA yang sama dengan kedua orang ini. Bisa dibilang teman lama yang hilang kontak. Tapi mereka tidak datang di acara perkumpulan bisnis empat tahun yang lalu... Bagaimana bisa daddy,, kenapa kau bisa menyebut nama mereka berdua? " ganti Geya yang penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Claude.
" Karena mereka berdua adalah orang yang menjadi tersangka dari semua peristiwa kalian. Dia yang memerintahkan orang mencampur minuman Rouge dengan obat dan menabrak Marisha. " jawab Claude.
Hal itu justru membuat baik Geya, Marisha dan Rouge sama-sama lemas. Kenapa bisa mereka berurusan dengan kedua orang yang bahkan tidak mereka temui lagi untuk waktu yang lama. Sungguh Geya dan kedua teman satu SMA yang juga sepupu dan ipar ini tidak bisa menebak apa yang terjadi.
Ingatan Geya pun menerawang jauh ke belakang, mencoba untuk mencari tahu apakah ada kesalahan ataupun peristiwa yang membuat Pippin dan Pomela berujung membenci mereka.
Empat belas tahun yang lalu, SMA SWASTA CC Kota MILAN, ITALIA.
SMA Swasta CC adalah salah satu sekolah yang memiliki standar internasional, dimana hanya murid terpilih saja yang bisa masuk ke sekolah itu. Terpilih dalam artian, sekolah sendiri yang memiliki muridnya, dan hanya murid yang memiliki bakat di bidang akademik dan non akademik yang mereka undang untuk jadi murid di sini.
Geya, Marisha, Rouge dan semua saudara Geya merupakan anak-anak dengan kemampuan di atas rata-rata yang bisa menjadi bagian dari sekolah ini. Disinilah Geya dan Marisha bertemu dan akhirnya menjadi sahabat, karena mereka memiliki ketertarikan sama pada seni. Marisha juga suka melukis meski hasilnya jauh lebih bagus lukisan Geya.
Disinilah mereka bertemu dengan Pippin dan Pomela, dua anak yatim piatu tapi memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Yang mana Pippin adalah seorang murid jenius dan Pomela adalah pebalerina terkenal, yang sudah membanggakan sekolah dan juga negara di kancah internasional. Mereka pun semuanya berteman, karena mereka berada di kelas yang sama.
__ADS_1
Pagi itu, mereka duduk bersama, berbincang bersama, dan saling berbagi. Keempat anak yang saling terhubung satu sama lain, ditambahkan dengan Rouge yang menjadi idola mereka.
" Hei apa benar kau akan ikut pertandingan balet di Amerika, Pom? " tanya Marisha.
" Hm... Satu bulan lagi, kami tim dari Italia akan berangkat.. Kenapa? Kau mau memberiku semangat agar kembali memenangkan perlombaan ini? " tanya Pomela menyenggol bahu Marisha.
" Tentu kami semua akan membantu mu,, jangan khawatir akan itu.. " Geya ikut menyemangati.
Ketiga orang ini memang sudah kemana-mana selalu bersama. Mengklaim mereka satu kelompok karena banyak kecocokan di antara mereka bertiga. Yah, bisa dibilang mereka adalah gank dari kelas 2 B.
" Eh lihat... lihat... Itu Rouge dan Pippin!! " Marisha menunjuk kearah datangnya dua siswa yang terkenal karena ketampanan dan kecerdasan mereka. Yang satu begitu ramah dan banyak senyum serta calon playboy masa depan, yang satu tidak banyak bicara, judes dan pandai membuat para wanita menangis darah karena penolakannya.
" Hahahaha... Katakan saja kalau kau cemburu semua cewek mengidolakan sepupu mu itu kan.. Tuh lihat, Pomela juga jatuh dalam pesona sepupu mu.. " Marisha tergelak melihat wajah Geya yang masam.
Yah, saat itu kecuali Marisha, Geya dan Pomela adalah gadis yang termasuk dalam perkumpulan cewek-cewek penggemar dari Rouge de Niels. Pesona seorang Rouge selalu bisa menggetarkan jiwa dan juga raga pada cewek-cewek yang bersekolah di SMA SWASTA CC ini. Kadang Marisha akan geleng kepala kalau mengingat. para cewek. itu berebut demi bisa mencari perhatian Rouge dan kedua cewek di sampingnya inilah yang akan menjadi pengawal pribadi Rouge.
Rouge dan Pippin mengambil duduk di meja yang sama dengan ketiga cewek yang sejak tadi tidak melepaskan pandangan mereka pada dua cowok ganteng itu. Memang sudah biasa jika jam istirahat atau jam kosong, kelima orang anak ini akan berkumpul karena mereka satu kelas. Lain dengan saudara Geya yang lain dan juga Roseline, kembaran Rouge.
" Ge,, aku dengar saudara mu ikut program lompat kelas dan lulus bulan depan? " tanya Pippin.
__ADS_1
" Hm,, Rouge, dan Gaffi yang ikut.. Gafat menyusul tiga bulan lagi kalau tidak salah. " jawab Geya membenarkan..
" Wih.... Mereka memang keren.. Terus kamu dan Ghadi? " tanya Pippin.
" Kami berdua itu kebetulan mendapatkan sisa dari kejeniusan mereka bertiga, jadi jelas kami tidak akan ikut program itu. Mereka akan lulus dulu, kalau kami berdua ikut sama seperti kalian lah.. " jawab Geya terlihat santai dan tidak terbebani dengan kenyataannya yang ada.
" Yah,, memang Galen itu sangat pandai sekali, tampan lagi.. Aduh, kenapa semua cewek malah mengidolakan Rouge, kalau aku jadi mereka pilihan ku jatuh ke Galen.. " ujar Marisha. Ucapannya ini sukses membuat Rouge menatapnya tajam karena memang antar rouge dan Galen ada persaingan tidak nampak sejak dulu..
" Heh... Bicara lagi aku sikat kau.. " kecam Rouge menatap Marisha sinis.
" Oge,, mulutnya... Marisha nggak salah kok, memang kalau harus milih mending milih Galen.. Coba dia bukan saudara kembar ku, lain cerita lagi siapa yang aku kejar.. " semakin panas saja Rouge mendengar ucapan Geya barusan.
Pippin dan Pomela sudah tertawa terpingkal karena pertunjukan yang ada di depan keduanya ini. Ternyata orang kaya bisa juga iri dengan orang lain, seperti Rouge yang iri dengan Galen karena persaingan tidak kasat mata mereka berdua. Semua tahu dengan pasti akan hal itu. Hanya saja jika Galen tidak pernah tertarik untuk menarik perhatian para cewek karena memiliki dua pawang yang sama judesnya.
" Kalian akan datang ke acara ulang tahun teman sekelas kita lusa? " Tiba-tiba saja Marisha bertanya.
" Tentu.. Kita datang semua ya.. Acaranya di club milik Galen kok.. " ajak Geya.
" Pasti.. " seru Pippin dan Pomela bersama.
__ADS_1
Tanpa kelima anak ini tahu, takdir mereka akan terpecah mulai saat itu. Saat dimana kesalahpahaman muncul, dan juga saat semua permusuhan berawal. Kelima orang yang bersahabat itu, kemudian akan saling membenci ketika nanti.