
Bertemu dengan orang yang pernah menjadi momok bagi seseorang, pasti akan menimbulkan ketakutan yang begitu besar. Begitu lah yang kini tengah dirasakan oleh Marisha. Istri Rouge ini, baru saja bertemu dengan seseorang yang paling tidak ingin dia lihat lagi seumur hidupnya. Rasa bersalah, rasa iri, rasa dendam membuat Marisha sungguh tidak ingin melihat wanita bernama Geya.
Marisha yang notabene adalah sahabat Geya paling dekat, jelas tahu bagaimana kehidupan dari sahabat baiknya ini. Memiliki orang tua dan saudara yang mensuport dirinya, bahkan rela mengeluarkan banyak uang demi setiap mimpi yang diinginkan Geya. Belum lagi keakraban Geya dengan saudara sepupunya dan Geya menjadi ratu diantara semuanya, siapa yang tidak iri melihatnya.
Marisha berasal dari keluarga biasa saja, tidak jarang dia selalu mendapatkan bantuan finansial dari Geya. Membuat harga dirinya jatuh, padahal bukan seperti itu maksud Geya. Berawal dari Geya yang kembali setelah lima tahun menjalani hidup sebagai seorang pelukis yang ternyata juga merupakan seorang pelukis terkenal meski baru terjun di dunia itu. Menjadikan Marisha merasa bahwa dia juga berhak dan pantas mendapatkan apa yang juga Geya dapatkan. Rencana pertama Marisha adalah merebut sesuatu yang paling berharga bagi Geya, yaitu Rouge.
Rencana Marisha mulai berjalan ketika Geya memperkenalkan dirinya pada Rouge dan meminta Rouge untuk menjadikannya sebagai sekretaris. Tampa pernah Geya sangka, sejak itulah Marisha melancarkan semua rencananya untuk mengambil Rouge dari sisi Geya.
Awalnya memang sulit karena Rouge begitu mencintai Geya, tapi semuanya mulai ada titik terang ketika Rouge mabuk malam itu. Rouge mabuk karena menyadari sesuatu hal yang tidak akan pernah bisa membuatnya bersama dengan Geya. Rencananya memang tidak sesuai dengan apa yang Marisha rencanakan, tapi malam itu Rouge seolah memuluskan jalan Marisha untuk mendapatkan pria itu.
" Empat tahun perjuangku untuk mendapatkannya, tapi hanya dalam sehari saja dia melihat wanita yang dia cintai, dia melupakan aku yang adalah istrinya disini... " keluh Marisha yang tahu sekarang ini pasti Rouge sedang menemui Geya.
" Apa yang harus aku lakukan? Kehadiran Marelyn dan juga Jade sama sekali tidak membuatnya melupakan wanita itu... Tapi anak kembar itu, tidak mungkin kan jika itu anak Rouge? " tanya Marisha dalam hati.
Pikiran Marisha terus menerus memikirkan tentang anak kembar yang tadi dia temui di ruangan tuan Joaquin. Dalam hatinya, Marisha berharap bahwa Rouge tidak akan menyadari hal itu karena Rouge masih tidak mengingat kejadian di hotel saat terakhir kali Rouge dan Marisha pergi bersama.
__ADS_1
Namun semua anggan Marisha itu hancur ketika melihat suaminya memasuki kamar rawat inap nya dengan wajah yang terlihat penuh emosi dan bertanya tentang kejadian yang terjadi saat hari itu. Hari yang terjadi empat tahun yang lalu, hari dimana Marisha telah melakukan sesuatu yang bisa mengubah jalan cerita hidupnya, Rouge dan Geya.
" Kau tahukan kejadian empat tahun yang lalu dimana pagi harinya aku melihat mu di kamar hotel milik ku... Kau bertemu dengan Geya kan? " Rouge memegang erat kedua pundak Marisha..
" Aku sudah pernah mengatakan kepada mu kan,, aku bertemu Geya saat dia keluar dari kamar mu... Geya yang menghubungi ku untuk datang ke kamar hotel itu... Kenapa sekarang kau membahasnya lagi? Kau menemui Geya lagi kan? Bukankah kau sudah berjanji tidak akan..... "
" Ingat batasan mu Marisha... Sejak awal sudah aku katakan bahwa kau tidak boleh melarang ku memikirkan Geya.. Kau sendiri yang mengatakan tidak masalah dengan itu semua sejak awal... Kenapa sekarang kau melarang ku? " Rouge langsung dengan tegas memotong ucapan Marisha.
" Dan kalau kau lupa, kau sudah berjanji pada ku di depan kedua orang tuan mu. Kau mengatakan hanya akan ada aku dalam hidup mu, kau akan mulai fokus dengan keluarga kita, lalu sekarang setelah Geya kembali kau lupa akan itu semua... " sentak Marisha berlinang air mata.
" Jangan katakan seperti itu, Jade anak ku... Kau tahu itu, tapi.... tapi si kembar,, mata anak Geya begitu mirip dengan mata ku... " ucap Rouge ragu..
Degh...
"Tidak.... Jangan bilang kau mengingatnya... jangan katakan bahwa kau telah mengingat semua itu... Aku mohon jangan,,, mereka bukan anak mu... aku yakin mereka bukan anak mu.... " Marisha termenung dengan pergolakan batin yang kuat.
__ADS_1
" Kalian itu saudara,, jelas wajar jika ada sedikit kemiripan.. Kau lihat Marellyn, bukan kah putri kecil mu itu begitu mirip dengan Roseline, yang juga saudara mu... " Marisha berusaha mempengaruhi kesimpulan Rouge.
" Kami bukan saudara kandung,, bukan juga sepupu kandung... Aku bukan anak papa Theo, melainkan anak pria tua yang adalah bos dari mama dulu.. Pria tua itu tidak mau bertanggung jawab sehingga papa Theo lah yang bertanggung jawab... Alasan ku tidak pernah mengejar Geya dengan sungguh-sungguh adalah karena masalah ini. Aku tidak pantas bersanding dengannya disaat aku masih makan dari belas kasihan papa Theo dan terlebih lagi daddy Joaquin... " akhirnya,, akhirnya alasan yang membuat Rouge melepas Geya terucap. Alasan yang Rouge ketahui beberapa waktu sebelum Geya kembali dari perjalanan keliling dunianya sebagai pelukis.
Tanpa Rouge dan Marisha ketahui, saat ini mama Vinda tengah berdiri di depan pintu ruang rawat Marisha. Niat mama Vinda tadi ingin menemani menantunya karena mendengar bahwa Rouge meninggalkan begitu saja menantunya dan malah pergi ke mansion utama. Namun begitu mama Vinda sampai, dia justru mendengar rahasia kelam yang dia dan suaminya simpan selama puluhan tahun itu.
Mama Vinda langsung meninggalkan ruangan itu, pergi dengan langkah gontai menuju ke ruangan tempat dimana daddy Joaquin dirawat. Mama Vinda ingin menemui keluarga teman baiknya itu untuk meminta maaf, karena apa yang telah terjadi pada Geya adalah karena masa lalunya.
Mama Vinda sendiri tidak tahu, dari mana Rouge mengetahui semua itu. Karena rahasia itu tertutup sejak Vinda menikahi Theo kala itu. Bahkan beberapa orang yang tahu pun sudah meninggal dunia, hanya menyisakan anggota keluarga de Niels saja yang tahu. Tapi jelas tidak mungkin mereka yang mengatakan hal itu pada Rouge.
Namun bagaimana Rouge tahu, dan siapa yang mengungkapkan itu semua, bukan lagi menjadi beban mama Vinda. Namun kenyataan karena Rouge meninggalkan Geya karena alasan masa lalunya membuat mama Vinda mengutuk dirinya sendiri.
" Maafkan mama ya Ge, ternyata karena masa lalu mama kamu menderita... maafkan mama Ge... " tangis Vinda pecah di depan ruangan rawat daddy Joaquin. Ingin masuk, namun dia merasa sangat berdosa saat ini. Andai Rouge tidak tahu, sudah pasti sekarang ini anak asuhnya itu akan menjadi menantunya.
" Maafkan mama Gege... "
__ADS_1