DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU

DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU
Mengajak pulang


__ADS_3

JN SD corporation adalah sebuah perusahan bentukan legal atau bisa disebut sebagai wadah mantan anggota kelompok mafia GhostNight. Kelompok mafia ini dulunya daddy Joaquin dan ketiga saudara angkatnya bentuk untuk bisa menaklukan musuh mereka yang menguasai kelompok mafia di wilayah Roma.


Setelah balas dendam keempat pria itu usai, alih-alih membubarkan, daddy Joaquin justru membuat sebuah perusahaan yang bisa menampung semua orang yang ada di dalam kelompok mafianya. Perusahaan yang bergerak dibidang keamanan, yang menghasilkan bodyguard terbaik di seluruh dunia. Menjadi satu-satunya perusahaan yang menyuplai bodyguard para petinggi sebuah negara, JN SD corporation.


Perusahaan ini akhirnya dipimpin oleh Rouge karena dulunya yang menjadi pengurus dari perusahaan ini adalah Matheo, papa Rouge. Di tangan Rouge, perusahaan lebih dan lebih berkembang dibandingkan masa ketika papanya yang memimpin. Namun tidak ada pohon yang tinggi tanpa ada angin yang berusaha merobohkan nya, begitu juga dengan perusahaan yang dipimpin Rouge ini.


Rouge memang tidak memiliki niat untuk mengkhianati pamannya juga sepupunya yang sekarang ini menjabat posisi tertinggi di perusahaan dan keluarga. Tapi selama empat tahun ini Rouge merasa diabaikan, merasa bahwa dia telah dikucilkan oleh keluarga utama. Karena itu dia membuat ulah supaya mereka semua menatapnya. Bukan hanya Geya yang terluka saat kejadian itu, dia yang melepaskan Geya untuk selamanya juga terluka.


" Tuan... Belum ada pergerakan apapun di mansion utaman. Sama sekali tidak ada yang mencurigakan. Apa anda masih tetap yakin bahwa benar adanya anak nona Geya adalah anak-anak anda? " Eros datang melapor.


" Kalau menurut mu, apa benar mereka adalah akak ku? " Rouge mengalihkan pandangannya ke lain. Dia tahu apa jawaban yang akan dilontarkan asisten pribadinya ini, meski hanya dari wajahnya saja.


" Eros.... Semua orang mengatakan bahwa twins bukan anakku, melainkan anak suami Geya. Tapi berulang kali aku ingin mengakuinya, sungguh aku tidak bisa. Mereka memiliki beberapa bagian yang mirip dengan ku, lalu sekarang semuanya mengatakan bahwa mereka anak Claude. Menurut mu apa aku bisa menerima ini? "


Eros menunduk dalam, dirinya lah yang paling tahu betapa hancurnya tuannya ini ketika wanita yang dicintainya harus dia relakan karena status mereka yang berbeda. Mungkin benar jika bagi Galen bahwa itu semua tidak ada masalah, tapi bagi Rouge yang menjunjung tinggi hasil yang dia peroleh, namun nyatanya hasil dari jerih payahnya itu hanya bentuk belas kasian dari orang-orang, apakah dirinya masih pantas bersanding dengan Geya.


Jika memang tidak ada ikatan diantara papa Theo dan semua saudara lelakinya, tapi setidaknya mereka memiliki nasib yang sama dan tumbuh bersama. Beda dengan ayah biologisnya yang tidak tahu dimana berada dan bagaimana bisa mama Vinda menikahi papa Theo jika memang pria itu bukan ayah kandungnya. Rouge merasa begitu kecil di depan semua keluarga, dan itu yang menjadi beban terbesarnya setelah tahu rahasia dari kelahirannya.


" Oge aku ingin bicara.... " Rouge kaget ketika melihat saudara kembarnya sudah berada tepat di depannya saat ini. "Kapan dia masuk? " batin Rouge.

__ADS_1


Disinilah mereka sekarang, di sebuah restoran di ruangan VVIP yang sengaja Roseline sewa agar pembicaraan mereka tidak akan sampai di dengar orang lain. Di depan mereka sudah terhidang beberapa jenis masakan yang dipesan oleh Rouge dan Roseline, tapi satupun dari mereka belum ada keinginan untuk menyantapnya.


" Kenapa tiba-tiba mencari ku...? "


" Sampai kapan kau tidak pulang ke mansion? "


Kedua pertanyaan ini terucap secara bersamaan, membuat Roseline terkekeh pelan. Memang sehati dan sepemikiran sampai tahu kapan tepatnya bertanya.


" Aku tahu kau kecewa pada keadaan, aku yakin kau tidak akan menyalahkan mama dan papa tapi dengan bertingkah seperti ini mama merasa bahwa kau sedang menghukumnya... " ucap Roseline memberi nasehat.


" Sejak kapan kau tahu ini semua Rose? " enggan menanggapi Rouge malah justru bertanya.


" Sejak lama... Mungkin saat kita masih kuliah.. Aku tahu karena tidak sengaja mendengar si mulut ember bertanya pada Galen... " si mulut ember disini adalah Gafar.


" Geya tahu... Dia diam karena itu bukan ranahnya dan saudaranya untuk mengatakan pada kita. Karena papa dan mama sudah tidak pernah membahasnya lagi.. Mereka pikir akan lebih baik jika kau tahu ada papa dan mama daripada dari mereka. "


" Oge... Aku tahu kau marah pada diri mu sendiri karena keputusan yang kau buat justru membuatmu kacau saat ini. Tapi pulanglah, kasian istri mu merawat anak kalian. Marellyn butuh perhatian dari orang tuanya begitu juga Jade. Kasian istri mu sampai kurus karena tidak ada yang membantu mengurus anak kalian... " Roseline mengusap punggung tangan Rouge. Tindakan yang selalu mereka berdua lakukan ketika salah satu dari mereka merasa tidak tenang.


" Tumben kau perhatian dengan istri ku... " Roseline kesal karena justru itu tanggapan pertama dari saudara kembarnya.

__ADS_1


" Sialan kau... "


Keduanya bercengkrama sambil makan siang bersama. Rasanya kegiatan seperti ini sudah jarang sekali mereka berdua lakukan. Bukan karena apa, tapi kesibukan mereka yang membuat mereka jarang berkumpul. Roseline juga seorang CEO di JN cosmetic, perusahaan yang menyediakan merk sendiri untuk semua peralatan tempur seorang wanita.


" Kau akan bekerja sama dengan suami Geya kan? " tanya Rouge.


" Hm... Besok agenda kami akan bertemu membahas semuanya... Setelah melihat suami Geya di pesta kelahiran Jade, aku jadi tahu kenapa Geya bisa cepat move on dari mu. Pria itu benar-benar meratukan Geya untuk setiap hal dalam hidupnya..... " Roseline terus saja bicara tanpa menghiraukan wajah Rouge yang sudah masam karena menahan cemburunya.


" Inikah saudara kembar yang sehati dan sepemikiran.... Bullshit... "


Tanpa ada pemberitahuan dan juga konfirmasi, Tiba-tiba saja seseorang masuk ke ruangan VVIP yang ada Rouge dan Roseline di dalamnya. Tentu saja hal itu membuat kedua orang di dalam ruangan itu terkejut setengah mati melihat siapa yang datang.


" Oo.. Ternyata benar kata anak buah ku, jika kalian ada disini... " ujar seseorang yang baru saja masuk itu.


" Heh,, kau tidak punya sopan santun ya... " sentak Roseline.


" This restaurant is my own... Jadi aku bisa melakukan apapun yang ingin aku lakukan... " ujar seseorang itu membuat Roseline dan Rouge makin kesal.


" Inilah pria cinta pertama mu Rose? Ya Tuhan selera mu payah... " Rouge mengolok Roseline sambil berbisik, bisa gawat jika orang yang sekarang sudah duduk di depan mereka ini dengar.

__ADS_1


" Pesan yang banyak,, sebentar lagi akan banyak keluarga kita yang datang... "


Roseline sungguh ingin memukul kepala orang ini saja... Rasanya menyesal karena pernah menyukai orang ini bahkan menganggapnya cinta pertama yang indah. Nyatanya saat itu Roseline pasti sudah gila bisa mencintai orang yang seperti di depannya ini. Satu kata... ' Aneh '


__ADS_2