DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU

DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU
Claude Smith Harley


__ADS_3

Tidak ada yang bisa Geya katakan saat ini, otaknya bahkan belum bisa mencerna semua yang dia dengar. Ditipu, namun dia tidak dirugikan sama sekali karena mereka baru saling mengenal, dan berbincang hanya satu kali. Tidak ditipu, tapi dengan santainya pria itu mendekatinya dan mengatakan bahwa dia hanya seorang pekerja di yayasan, nyatanya dia adalah pemiliknya.


Setelah penampilannya yang bisa dikatakan sukses karena mampu membuat tamu undangan yang hadir menyukai lagu yang dimainkannya. Geya memilih untuk keluar dari ballroom menuju ke sebuah taman yang ada di bagian rooftop perusahaan Harley Ekspedition ini. Tanpa sengaja tadi dia mendengar bahwa rooftop di perusahaan ini dibuka untuk umum, bagi siapa saja yang ingin melihat pemandangan taman yang ada di ketinggian sebuah bangunan.


Geya duduk di salah satu bangku yang ada di taman itu, melihat langit malam yang sayangnya karena mendung jadi tidak nampak kecantikannya. Andai saja malam ini terang, Geya yakin bahwa langit akan begitu indah jika dilihat dari tempatnya sekarang berada. Mata Geya melihat ke sekeliling taman, satu hal yang bisa Geya simpulkan, taman ini dibuat dengan desain yang begitu indah dan ada efek menenangkan ketika melihat hal-hal yang ada di taman rooftop ini.


" Aahhh... " Geya terkejut saat merasakan sesuatu yang menutupi pundaknya. Ternyata itu adalah sebuah jas milik pria yang beberapa waktu lalu memenuhi pikirannya.


" Ibu hamil rentan angin malam Ge, seharusnya kamu tidak berada di sini.. " ujar pria itu yang langsung mengambil duduk tepat di samping Geya. Kursi taman yang sempit membuat kedua tubuh manusia itu saling menempel.


" Kenapa anda ke sini? Bukankah pesta belum berakhir. " tanya Geya dengan nada yang sedikit ketus.


" Karena melihat mu pergi dari pesta, jadi tidak ada yang menarik. Jadi aku kemari untuk melihat mu... " jawab Claude.


" Apa menurut anda juga menarik ketika membohongi saya dengan mengatakan anda adalah staff yayasan... " sembur Geya yang tidak lagi mampu menahan kekesalannya.


" Inilah alasannya aku tidak mengatakan pekerjaan ku sebenarnya, karena aku tidak mau kau menghormati ku sebagai seseorang yang memiliki kedudukan tinggi. Tapi aku ingin kita skaibg menghormati sebagai teman, mungkin juga sebagai seorang pria dan wanita... " terang Claude menjabarkan alasannya.

__ADS_1


" Alasan anda tidak membenarkan kebohongan anda tuan Harley... " Geya hendak pergi meninggalkan Claude, pun membatalkan niatnya saat tangan Claude menarik tangannya.


" Duduklah, temani aku sebentar saja. Sebentar lagi akan ada firework dan aku yakin dari tempat ini akan terlihat indah sekali... " Geya langsung kembali duduk saat mendengar ucapan Claude barusan. Kembang api adalah hal yang Geya sukai karena keindahannya di malam yang gelap. Cahaya untuk kegelapan, dimana cahaya itu begitu disukai oleh banyak orang, begitulah firework bagi Geya.


Selama beberapa menit kedua insan ini sama-sama diam tanpa berucap sepatah kata pun. Mereka asyik dengan berbagai pemikiran mereka tentang segala hal yang melintas di dalam hidup mereka masing-masing. Hingga keingintahuan Geya membuyarkan keheningan diantara mereka berdua.


" Boleh aku bertanya sesuatu? Ini sedikit pribadi.. " tanya Geya ragu-ragu.


" Kau boleh menanyakan apapun pada ku... Aku pasti akan menjawabnya, bahkan jika kau bertanya tentang ukuran pakaian ku... " kalimat diakhir sengaja Claude ucapan dengan setengah berbisik untuk menggoda Geya. Dan benar saja pipi wanita ini bersemu merah karena malu dengan kata-kata Claude yang terlewat intim itu.


Geya berusaha menetralkan rasa malunya dengan berdehem dan mengganti topik pembicaraan, " Apa kesuksesan yang anda hasilkan sampai detik ini itu karena anda ingin menunjukkannya pada seseorang yang mungkin berarti untuk anda? " tanya Geya.


Claude terdiam sejenak, berusaha mencerna maksud dari pertanyaan Geya ini. Karena terus terang saja Claude bisa sesukses ini bukan untuk menunjukkannya pada seseorang, melainkan ingin agar anak-anak yang memiliki nasib sepertinya dan berada di panti asuhan milik orang tua asuhnya, bisa mendapatkan fasilitas yang tak kalah dari anak-anak yang memiliki orang tua. Jadi jika anak-anak itu bisa disebut seseorang, oleh kan dia menjawab demikian.


" Kisah hidup ku tidak sebaik kau,.... mungkin... Tapi aku yakin masa kecil mu berada di tengah keluarga yang lengkap. Benarkan? " Claude menatap mata biru cemerlang milik wanita yang berhasil menggoyahkan hatinya.


" Setidaknya dimulai saat usia ku empat tahun, karena sebelumnya mommy sempat koma setelah melahirkan aku dan keempat saudara ku. Kami kembar lima.. " Claude melotot dengan mulut terbuka saat mendengar Geya adalah anak kembar lima. Claude meringis jika membayangkan seorang wanita memiliki perut yang sangat besar karena bayinya lima.

__ADS_1


" Benarkah? Ya Tuhan, i can't believe it.. " gumam Claude takjub. Geya hanya mengangguk untuk menyakinkan Claude.


" Kembali ke topik.... " Claude berdehem.


" Aku adalah anak yang diserahkan oleh kedua orang tua ku pada pemilik panti sebelum ku... Alasannya karena mereka sangat miskin dan memiliki riwayat penyakit mematikan. Mereka takut ketika ajal menjemput mereka, aku masih terlalu kecil untuk ditinggalkan. Jadilah mereka menyerahkan aku yang saat itu berusia satu tahun delapan bulan pada pemilik panti sebelum aku... " Claude menceritakan kisah hidupnya pada Geya, yang tentu saja membuat Geya terkejut karena kisah hidup Claude sangatlah miris.


Claude pun bercerita ketika dia berusia dua puluh tahun, dia menikah dengan gadis yang sangat cantik yang juga penghuni panti sama sepertinya. Namun pernikahan mereka tidaklah lama karena saat itu Claude yang fokus pada kelangsungan panti membuatnya menomor duakan sang istri. Hingga suatu ketika sang istri meninggalkannya karena tidak sanggup diperlakukan seperti itu. Dan yang membuat claude semakin terpuruk adalah, karena kabar perceraiannya itu membuat orang tua asuhnya menjadi sakit-sakitan dan meninggalkan sepuluh tahun yang lalu.


" Selama lima tahun sebelum aku mengambil kembali yayasan ini, dulunya pemerintahlah yang mengelolanya karena saat itu aku dianggap belum mampu mengelola.. Karena pernah melihat penghuni panti menderita saat kami dalam kondisi terendah karena uang donatur dibawa kabur staff keuangan panti, aku jadi berusaha membuat fasilitas anak-anak panti menjadi yang terbaik. Dan perusahaan yang aku bangun inilah yang membantu mewujudkan keinginan orang tua asuh ku... " Geya sampai menitikkan air mata mendengar kisah Claude yang miris sekali. Ditinggalkan pergi orang yang kita cintai ketika sangat membutuhkan, adalah sakit yang teramat sulit dilupakan.


" Anda memiliki hati yang begitu mulia, tuan Harley... " puji Geya tulus.


" Kau lebih mulia dari ku Ge. Disaat kau punya pilihan melenyapkan, tapi kau memilih mempertahankan. Bagiku seorang ibu yang mempertahankan anaknya dengan segala kesulitannya adalah orang yang paling mulia... " Geya tersentak mendengar ucapan Claude. Dia jadi mengerti bagaimana cara Claude memandang dirinya dan kehamilannya.


Firework ditunggu pun akhirnya dimulai. Banyak warna dan bentuk yang bisa dilihat dari kembang api di perayaan ulang tahun Harley Ekspedition..


" Dan aku ingin wanita seperti dirimu menjadi pendamping hidup ku... " ujar Claude pelan, Geya sampai bertanya apa yang diucapkan oleh Claude tadi....

__ADS_1


__ADS_2