DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU

DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU
persiapan lauching


__ADS_3

Beberapa bulan telah berlalu, semuanya berjalan dengan sangat baik dalam pernikahan Geya dan Claude. Keduanya semakin saling mencintai, saling mengasihi, bahkan terlihat sangat kompak ketika mereka berdua keluar dan bertemu banyak orang. Di Los Angeles, pasangan ini telah dinobatkan menjadi pasangan paling serasi dan paling manis,, Couple of the years..


Julukan itu benar-benar membuat Geya dan Claude tertawa sepanjang hari. Senang cinta dan kasih mereka bisa diterima oleh banyak orang. Semua orang seolah melupakan bagaimana awal dari kisah cinta Geya dan Claude yang dianggap sedikit diluar jalur karena Geya menikah dalam kondisi sudah hamil. Tapi sekali lagi bukti cinta dan kasih mereka membungkam semua stigma buruk dari masyarakat itu.


Pagi ini Geya berencana ingin bermain di halaman mansion, melihat indahnya salju yang menumpuk di halaman mansion tempat tinggalnya dengan suami. Tentu saja Claude akan selalu mendampingi, apalagi ketika dokter kandungan Geya mengatakan bahwa biasanya kelahiran bayi kembar bisa lebih maju dari umumnya. Hal ini membuat Claude sementara waktu off di kantor dan mengerjakan semua pekerjaannya di rumah.


Claude ingin menjadi suami siaga untuk kehamilan istrinya yang pertama ini. Keduanya yang masih dalam mode belajar pun tak pernah malu bertanya pada pasangan yang lebih berpengalaman tentang kehamilan dan melahirkan. Claude pun sering bertanya pada Fredrinn bagaimana menjadi suami siaga itu.


" Daddy ayo cepat... Salju sudah turun dad... " seru Geya dari halaman mansion.


" Be carefull baby.... Licin sekali itu pijakannya,, awas terjatuh.. " Claude pun berseru dalam mansion.


Geya menuruti apa yang dikatakan oleh Claude, di temani oleh Sand, dia menuju ke tempat dimana mereka akan duduk sambil menikmati hujan salju. Kegiatan sederhana, tapi selalu Geya dan Claude lakukan untuk membuat hubungan mereka semakin dekat dan menjadi hobby baru untuk mereka.


Geya beberapa kali mengusap perutnya, saat kedua bayi dalam kandungannya bergerak ataupun menendang. Meski sakit, tapi ini adalah sakit terindah yang bisa Geya rasakan karena baginya sesakit apapun wanita ketika hamil dan melahirkan, masih jauh lebih beruntung dari pada wanita yang tidak bisa mengandung. Jadi Geya selalu menanamkan pada pikirannya bahwa semua yang dia rasakan saat ini adalah yang terindah.


Geya menatap sang suami yang berjalan menuju ke arahnya dengan pakaian casual,, t-shirt berwarna hitam dengan celana kargo panjang warna coklat gelap. Geya terpesona dan selalu merasa setiap detiknya akan jatuh cinta pada pria yang dia panggil sugar daddy nya itu.


" Sand, coba kau lihat.. Daddy itu definisi hot daddy dengan segala pesonanya. Aku benarkan? " ucap Geya memuja sang suami.


" Ketika masih muda, tuan banyak digandrungi oleh para gadis nyonya... Anda sangat beruntung mendapatkan beliau.. " kelakar Sand yang membuat Geya tertawa kecil.


" Kau benar... Aku selalu beruntung menjadi bagian terindah dalam hidupnya... " ujar Geya tersenyum mendamba menatap suaminya.


" Sedang membicarakan apa? Baby,,, aku cemburu jika kau dekat dengan Sand... " ujar Claude pura-pura merajuk.

__ADS_1


" Hahahahaha... daddy,,, kau tidak pantas memerankan peran sebagai suami tertindas" Geya tergelak... Hal itu menular pada Claude dan Sand yang juga ikut tertawa seperti Geya.


Acara puji dimulai, beberapa orang sudah duduk menemani Geya dan Claude dalam rangka piknik musim saljunya. Pak Nam, Sand, Geya dan Claude terlihat menikmati acara piknik mereka pagi ini. Namun tiba-tiba saja suara Geya membuat semuanya jadi berubah panik.


" Ssshhhh... " Geya mendesis merasakan sakit pada perutnya.


" What's wrong baby..? " tanya Claude sedikit panik.


" Nggak apa dad,, mungkin kontraksi palsu.. Sudah sering seperti ini sejak memasuki bulan ke 7 dad... " ujar Geya menenangkan suaminya yang memang parnoan setiap kali Geya kesakitan.


" Kita ke rumah sakit sekarang aja ya, baby... " ajak Claude takut jika sesuatu terjadi pada Geya.


" it's okay dad.. I'm fine... really.. " sekali lagi Geya berusaha menenangkan sang suami.


Acara pun kembali dilanjutkan, semuanya menikmati piknik teraneh mereka karena ini kemauan anak-anak dalam perut Geya. Semuanya kembali menikmati hidangan desertt dan secangkir kopi hangat untuk menghangatkan tubuh mereka meski sudah ada perapian, tetap saja terasa dingin jika tidak menghangatkan dengan meminum sesuatu yang hangat.


" APA???? MELAHIRKAN... SEMUANYA CEPAT BERSIAP... " pekik Claude mulai panik.


Huft...


Geya menghela nafas panjang ketika melihat suaminya justru paling panik disini. Padahal yang seharusnya panik itu adalah Geya, karena dia sebentar lagi akan melahirkan.


" Tuan gawat.... " Sand yang tadi masuk ke mansion kembali ke tempat Geya dan Claude berada untuk. mengabarkan sesuatu yang mungkin buruk.


" Tuan... Di kota ada badai salju,,, kota tidak bisa melewati jalanan kota karena salju menumpuk. Mengenakan helikopter juga tidak bisa karena bisa gawat jika engine nya nanti bisa membeku... " lapor Sand.

__ADS_1


" Lalu bagaimana nanti istriku melahirkan?? Cepat cari cara agar istri dan anak-anak ku bisa segera mendapat pertolongan!!! " sentak Claude panik.


Mansion mewah milik Claude benar-benar kalang kabut pagi ini. Mereka semua berlari kesana kemari tapi sama sekali tidak ada hal yang berubah menurut mata Geya yang melihat kejadian berantakan ini karena kepanikan suaminya. Geya lagi-lagi menghela nafas karena tidak lagi bisa banyak berkomentar. Perutnya sakit saja kini yang dia lihat mansion kacau, belum lagi suaminya yang berteriak ke sana kemari.


" Oh God... Bencana apa ini yang terjadi di mansion... " gumam Geya frustasi dengan menarik rambutnya.


" Baby.... Rambutnya jangan ditarik-tarik,,, itu sakit baby... " teriak Claude yang berjarak sepuluh meter dari Geya.


" Haissshhh... "


Geya pun mengeluarkan ponselnya dan segera menghubungi dokter Lena yang merupakan dokter kandungannya. Lebih baik bertanya pada yang tepat daripada mempercayakan semua ini pada suaminya yang justru pandai sekali membuat semua jadi berantakan.


Di dalam sambungan teleponnya Geya mendapatkan jalan keluar dari dokter Lena. Meski ini sangat mendebarkan tapi Geya berusaha tenang karena tidak ingin melihat suaminya pingsan karena panik. Geya pun memerintahkan Sand seperti apa yang dokter Lena arahkan padanya.


" Tunggu di sini nyonya, akan saya siapkan semuanya.. " ujar Sand langsung menindaklanjuti perintah nyonya nya.


" Daddy.... " seru Geya memanggil Claude.


" Ada apa baby? Apa sudah tidak tahan lagi twins mau lauching? " Geya melongo mendengar ucapan absurd dari suaminya ini. Kenapa Geya baru menyadari sisi Claude yang seperti ini,


" Bantu Sand menyiapkan segala keperluan aku untuk melahirkan dad.. Dan berhentilah membuat semua orang panik, atau lauching baby twins akak mendapatkan kendala.. " Geya ikut-ikutan menajdi absurd.


" Okay... Maaf,, aku benar-benar begitu panik melihat mu kesakitan... Tunggu baby,, aku akan segera menyiapkan semuanya... " Claude mencium kening Geya kemudian berlari sekencang mungkin mencari Sand.


" Begini amat punya suami yang begitu menyayangi istrinya... Sampai-sampai pria yang tegas dan dingin itu menjadi sepanik ini... " Geya menggeleng-gelengkan kepalanya.

__ADS_1


Mansion yang tadi kacau karena tuannya yang menggila, kini semakin kondusif dengan semaunya bekerja sama melakukan apa yang sudah Sand dan Claude katakan. Mereka akan mempersiapkan lauching baby twins seperfect mungkin akan babu twins senang lahir ke dunia.


__ADS_2