DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU

DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU
Ternyata itu adalah dia


__ADS_3

Melihat wajah Geya yang terpesona dengan kembang api yang sengaja disiapkan oleh panitia acara anniversary Harley Ekspedition, membuat Claude jatuh cinta pada Geya berkali-kali dalam satu waktu. Wanita yang berhasil menjadi matahari dalam hidupnya ini terlihat sangat cantik dan mempesona. Claude ingin sekali menggigit bibir wanita di sampingnya ini, karena bibirnya begitu indah dengan warna pink blossom..


" Kau menyukainya Ge? " tanya Claude setelah kembang api terakhir dengan tulisan anniversary Harley Ekspedition tertulis di langit malam Los Angeles.


" Sangat... that's very beautiful... " ujar Geya dengan senyum merekah di bibirnya.


" Kalau begitu, ayo kita turun ke bawah. Aku akan mengantar mu pulang, karena ini sudah sangat larut. Aku tidak mau mengambil resiko jika nantinya kau akan mendapat gangguan ketika pulang sendiri. " ajak Claude.


" Apa tidak merepotkan? Ini pesta mu, tidak apa-apa kau pulang lebih awal? " tanya Geya merasa sungkan.


" Ada asisten ku yang akan mengurus semuanya. Dan pesta sudah berakhir dengan adanya firework tadi.... Ayo... " Claude dengan lancang langsung menggandeng tangan Geya mengajaknya masuk ke dalam lift yang ada di rooftop yang bisa langsung menghubungkan rooftop dengan basement, tempat dimana Claude memarkirkan mobilnya.


Geya terdiam selama Claude menggandeng tangannya, bahkan ketika Claude mempersilahkan dirinya untuk masuk ke mobil milik pria itu. Bugatti La Voiture Noire, berwarna hitam pekat merupakan mobil dengan harga yang sangat fantastic dan Claude memiliki mobil yang merupakan mobil termahal itu. Geya jadi tahu sekaya apa pria di sampingnya ini, namun melihat semua perjuangannya apa yang didapatnya sekarang adalah hal yang pantas dia miliki.


" Berikan alamat rumah mu... " ujar Claude hendak menuliskan alamat rumah Geya di GPS yang ada di mobilnya.


Geya mendikte alamat rumahnya dengan jelas dan terperinci agar nantinya tidak akan salah jalan. Sekarang saja sudah jam 23.00 malam waktu Los Angeles, jangan sampai Geya pulang dini hari. Nanti apa kata Galen jika pengawas yang dia perintahkan mengawasinya melapor pada kakak Geya itu.


Selama beberapa waktu dimulai sejak mobil yang Claude kendarai mulai membelah jalanan malam kota Los Angeles, keduanya hanya diam tanpa ada pembicaraan sama sekali. Geya sibuk melihat jalanan dari jendela di sampingnya, Claude sendiri sedang fokus melihat jalan. Membawa seorang wanita hamil, membuatnya tidak berani ugal-ugalan dalam mengendarai mobil malam ini. Biasanya Claude akan lebih mirip dengan pembalap dari pada pengendara mobil biasa.

__ADS_1


Lampu jalan dan bangunan menjadi daya tarik sendiri bagi Geya. Apalagi beberapa orang nampak masih berjalan-jalan di trotoar dengan keluarga ataupun pasangan mereka. Melihat beberapa orang tertawa dan tersenyum bersama dengan rekannya, membuat Geya ikut tersenyum. Rasanya tidak adil jika dia menangisi hidupnya sedangkan banyak orang yang lebih menderita darinya bisa tertawa bahagia tanpa beban. Seharusnya Geya bisa menerima takdir yang dipilihnya dengan hati yang lapang dan bahagia.


" Apa yang kau lihat Ge? " tanya Claude memecah keheningan diantara mereka.


" Melihat pejalan yang sedang tertawa bersama rekan mereka, itu sangat menyenangkan. Hidup jadi terasa lebih berwarna dan bahagia karena tertular tawa mereka. " jawab Geya yang langsung menoleh menghadap pria yang sedang menyetir di sampingnya itu.


" Ge, hidup itu penuh warna. Yang memiliki nasib layaknya kita itu banyak di dunia ini. Banyak wanita yang juga hamil dalam keadaan sama seperti mu. Banyak juga pria yang menjadi duda sama seperti ku. Hidup itu akan indah ketika kita meyakini bahwa itu indah, begitu pula sebaliknya... " Geya terdiam mendengar ucapan Claude. Ucapan itu menyadarkan pikirannya yang mengira bahwa hanya dia yang menderita, padahal banyak wanita di dunia ini yang memilih menjadi single mom, meski banyak sekali hal buruk karena pilihan itu.


" Yah... Anda benar... Aku tidak sendirian... " gumam Geya yang masih bisa didengar Claude.


" I always be your side, Geya... " Claude mengusap puncak kepala Geya sayang.


Mobil yang dikendarai Claude sudah terparkir rapi di depan rumah Geya sejak sepuluh menit yang lalu. Namun keduanya seperti enggan untuk mengucap perpisahan malam ini. Geya masih diam di kursi penumpang samping Claude. Dan Claude sendiri diam saja tidak menyuruh Geya keluar dari mobilnya.


Keduanya sama-sama merasa bahwa perpisahan malam ini pasti akan berlangsung lama, pasti akan lebih dari satu hari mereka baru bisa bertemu kembali. Dan keduanya tidak mau jika itu benar terjadi. Hingga Geya akhirnya berusaha untuk membuang jauh-jauh yang ada di hatinya dan berpamitan dengan Claude.


" Kalau begitu aku pulang dulu ya... " Geya hampir membuka pintu mobil sebelum akhirnya suara Claude menginterupsinya.


" Lima menit lagi Ge... Aku masih ingin di sini bersama mu... " pinta Claude. Dan Geya langsung mengurungkan niatnya untuk turun.

__ADS_1


" Ada yang ingin kamu bicarakan? " tanya Geya.


" Hm.... " Claude berusaha menguatkan hatinya dengan apapun keputusan Geya nantinya.., " Ge, aku tahu saat ini pasti hati mu belum siap. Tapi aku juga tidak ingin menunggu meski nantinya aku akan terluka karena itu.... " sejenak Claude terdiam, mengumpulkan keberaniannya untuk mengungkapkan isi hatinya.


" Aku tertarik pada mu sejak pertama kali aku melihat mu Ge. Aku yakin hati mu belum siap untuk menerima cinta baru, tapi bolehkan aku tetap mendekati mu untuk memenangkan hati mu? " Claude langsung terpejam setelah mengucapkan isi hatinya. Rasanya dia ingin mundur namun tidak bisa karena dia sudah melangkah jauh.


" Aku akan sangat kejam jika menghentikan rasa mu sekarang ini. Tapi aku tidak bisa menjanjikan apapun pada mu, apakah kau baik-baik saja dengan itu? " ujar Geya.


" Kau, tidak menghentikan ku?? " Claude terkejut dengan jawaban Geya.


" Kenapa aku harus menghentikan mu? Aku yakin jikalau aku menghentikan mu pun kau tidak akan mau berhenti. Benar kan? " Claude mengangguk mengiyakan ucapan Geya. Setelah sekian lama dia tidak pernah jatuh cinta pada seorang wanita, kini disaat dia akhirnya bisa jatuh cinta, maka dia tidak akan pernah menyerah untuk maju.


" Tapi ingat, aku tidak bisa menjanjikan apapun pada mu.. " Geya mengubah cara bicaranya menjadi informal.


" Tidak masalah, cukup kau mau menerima semua cinta dan sayang yang aku berikan pada mu, dan anak yang kau kandung... "


Jantung Geya seakan berhenti berdetak ketika mengingat dirinya tengah hamil saat ini. Geya kembali cemas dengan apa yang baru saja dia katakan pada Claude. Geya takut nantinya, pada akhirnya Claude tidak bisa menerima anak dalam kandungannya, meski tadi dia sudah mengatakan akan memberikan cinta pada anak yang dikandungnya.


Saat Geya akan menatap ke arah depan, matanya menatap ke kaca spion di tengah yang ada sebuah gantungan dengan mode H. E di bagian tengahnya. Mata Geya melebar kala mengingat pernah melihat tulisan seperti itu di setiap kiriman yang dikirimkan oleh pengemar rahasianya... Jadi selama ini,.... Geya langsung menatap Claude tidak percaya...

__ADS_1


__ADS_2