DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU

DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU
Mencari kesempatan dalam kesempitan


__ADS_3

Sudah tiga hari, Geya harus menahan rindu tidak bisa berjumpa dengan hot daddy nya karena sekarang ini mereka harus terpisah jarak, ruang dan waktu. Ketika pagi hari bangun tidur, Geya pasti akan menangis karena tidak terbangun dalam pelukan suaminya. Karena hal ini Geya berjanji tidak akan pernah membiarkan kejadian seperti ini terulang lagi. Geya sudah candu dengan harum tubuh suaminya, aroma maskulin yang dipadukan dengan wajah yang tampan.


WAAOOOWWWW


Lagi-lagi Geya ingin sekali memakan suaminya sekarang juga. Tapi, apalah bisa dikata, sekarang ini pasti suaminya tengah disibukkan dengan beberapa masalah yang ada di H. E.


" Jika aku tahu begini rasanya terpisah dengan mi, aku sudah mengurung mu dalam kamar dad, agar kau tidak boleh keluar .. Huft.... " pagi yang berat untuk Geya part 3.


Dibantu oleh pengasih twins Q, Geya menyiapkan sarapan untuk kedua buah hatinya. Kemudian Geya harus kembali dihadapkan kenyataan bahwa suaminya tidak ada di sampingnya untuk membantu menyiapkan semua keperluan anak mereka. Geya berusaha membuang perasaan tidak menyenangkan ini agar tidak mempengaruhi moodnya.


Sandwich daging dengan ekstra mayonaise menjadi pilihan Geya untuk menu sarapan twins Q. Dengan cekatan tangannya mengolah semua bahan agar bisa menjadi sandwich daging kesukaan kedua buah hatinya. Terlihat baik Quon dan Quella menyantap menu sarapan mereka dengan lahap, rasa syukur Geya bertambah karena kedua buah hatinya selalu menghargai apa yang dia dan suaminya buat untuk mereka.


" Kalian berdua hari ini ada jadwal apa? " tanya Geya ketika membantu pengasuh twins menyiapkan keperluan untuk mengikuti kelas ekskul yang sudah disiapkan oleh grandny dan grandpa twins.


" Piano mom,, dan mungkin nanti kami akan mencoba untuk main biola.. " jawab Quon yang ikut memasukan beberapa barang yang akan dia bawa.


" Berarti hari ini kalian hanya akan bermain musik ya.. Memangnya kalian bisa main? " ujar Geya menggoda.


" Hoho... Apa mommy meremehkan kemampuan kami? Kami yang terbaik di PG mom... " ujar Quella bangga.


" Of course... because we are daddy's child... Right... " Quon menambahkan.


Geya tersenyum mengangguk. Sudah bukan rahasia lagi jika twins Q lebih menyukai Claude jika dibandingkan mommy mereka. Bagi twins Q, daddy Claude adalah pria paling penuh pesona, paling pandai, paling keren dan paling segalanya. Jika sudah dikatakan mereka anak daddy, sudah pasti mereka akan senang bukan main karena itu.


" Ayo.... Siapa yang mau berangkat sama grandny dan grandpa? " seru mommy Noura menghampiri putri dan kedua cucunya.


" Maaf ya mom, aku harus merepotkan mommy untuk jagain twins. Hari ini aku ada jadwal periksa kandungan... " Geya tersenyum kikuk di depan mommy nya.


" Mereka itu cucu ku Ge, jadi sekalian antar Carmwl ke sekolah. Nggak usah merasa merepotkan, kami semua keluarga kamu... Udah ya mommy pamit, daddy sudah nunggu di mobil soalnya. Kalau kamu nggak ada yang nemenin, minta aja Galen atau Ghadi buat antar kamu periksa kandungan... Oke.. " mommy Noura mencium pipi putrinya kanan dan kiri sebelum pergi.

__ADS_1


Geya pun bergegas untuk menyiapkan segera keperluan yang akan dia bawa untuk kontrol kandungannya. Geya berencana untuk berangkat sendiri, karena semalam dia sudah memastikan bahwa ketiga saudara kembarnya sama sekali tidak ada waktu luang hari ini.


Geya turun ke bawah bersiap untuk pergi, namun menengok ke kanan dan ke kiri, sopir pribadinya tidak terlihat batang hidungnya..


" Merry apa kau melihat sopir ku? " tanya Geya pada seorang maid kebetulan berpapasan dengannya.


" Maaf nona... Saya tidak melihatnya, tapi di depan ada tuan muda Rouge yang mengatakan akan mengantar anda ke dokter kandungan.. "


Mulut Geya terbuka lebar karena kaget mendengar apa yang dikatakan Merry tentang siapa yang akan mengantarnya ke rumah sakit. Belum selesai keterkejutan Geya, tiba-tiba saja sudah ada seseorang yang mencium ujung bibirnya..


" Ayo aku antar... " Rouge menggandeng tangan Geya dan membawanya masuk ke dalam mobil pribadi pria itu.


Geya masih diam belum memberikan respon karena masih terlalu terkejut, karena itu dia diam saja saat Rouge menariknya masuk ke dalam mobil. Geya baru sadar ketika mobil yang dikendarai Rouge sudah sampai di luar gerbang mansion utama.


" Oge... Kamu itu apa-apaan sih? Aku udah bersuami jadi jangan main cium-cium seenak jidat kamu ya.. " tegur Geya menatap nyalang pria yang ada di sampingnya ini.


" Kamu kenapa marah sih? Dulu aja juga nggak masalah kok, kenapa sekarang marah? " ujar Rouge santai tanpa beban.


" Gak perlu dibahas. Sekarang aku antar kamu ke dokter kandungan... "


Geya diam,, memberontak, marah sekali pun tidak akan bisa menghentikan niat gila Rouge. Geya mengomel dalam hati ketika melihat begitu semangatnya Rouge mengantarkan nya ke dokter kandungan. Apa kabar dengan istrinya sampai dia peduli pada istri orang lain.


Geya tidak tahu saja bahwa Rouge sengaja membuat ketiga saudara kembar Geya sibuk hari ini, dengan begitu dia yang tahu jadwal Geya kontrol dari mata-matanya di mansion utama, langsung gerak cepat memanfaatkan situasi yang ada.


Sekali lempar, dua tiga pulau terlampaui adalah bentuk sikap yang Rouge ambil sekarang. Absennya suami Geya dari segala aktifitas Geya selama satu minggu ini, akan dia gunakan untuk melakukan banyak hal. Mendekati Geya, sekaligus bisa mendekati twins Q, dan yang terakhir Rouge bisa menyelidiki status ayah kandung twins Q yang sebenarnya.


Kini Rouge dan Geya duduk di depan dokter kandungan Geya. Dokter kandungan Geya bahkan menatap tidak percaya bahwa yang ada di samping Geya adalah seorang Rouge yang dokter itu tahu bahwa Rouge sudah menikah bahkan anaknya juga sudah dua. Tapi dapat dokter itu baca dari Wajah dan tingkah laku Rouge, bagaimana bahagianya pria ini mengantarkan Geya untuk memeriksakan kandungan.


Jika dokter lain yang memang tidak pernah tahu bagaimana kehidupan dua anak manusia ini, sudah pasti akan menganggap bahwa Rouge adalah suami dari Geya yang tengah menemani istrinya untuk cek kehamilan.

__ADS_1


" Nyonya Harley,,, semuanya baik ya... Sekarang usia kandungannya sudah 32 minggu, berarti tinggal 4 atau 5 minggu lagi babynya akan lahir ya... " ujar dokter kandungan Geya yang melihat tumbuh kembang bayi melalui layar.


" Sehat, dan tidak kurang satu apapun ya nyonya... Apakah masih belum ada keinginan untuk mengetahui jenis kelamin baby nya? " tanya dokter kandungan.


" Nggak dok.. Kata suami saya biar itu nanti akan menjadi kejutan. Soalnya sudah terlanjur bikin chalenge kalau nanti anaknya cowok, suami ngajak punya satu anak lagi. Tapi kalau cewek udah aja gitu nanti langsung steril... " ujar Geya sengaja menekankan kata ' Suami ' agar Rouge mendengar dengan jelas.


Rouge mengepalkan tangannya sangat kuat saat Geya mengatakan bahwa akan memiliki anak satu lagi dari Claude. Membayangkan saja bagaimana proses bisa menjadi biji kecambah calon baby saja sudah membuat Rouge kebakaran jenggot. Sepertinya Geya sengaja ingin memancing emosinya dengan terus mengatakan tentang suaminya.


" Kita jemput twins ya Ge... " ajak Rouge ketika mobil yang dia kendarai sudah keluar dari area JN CS Hospitals.


" Nggak... Twins sudah sama daddy dan mommy. Kamu antar aku pulang aja... " tolak Geya mentah-mentah.


" Kita makan siang dulu aja ya.. Aku kebetulan tadi nggak sarapan... " Rouge tetap kekeh pengen menghabiskan banyak waktu dengan Geya.


" Rouge... Tahu batas mu... Kita bukan seseorang yang memiliki hubungan yang bisa mengajak makan siang bersama atau mengantar wanitanya ke dokter obgyn.... " desis Geya menahan amarah. Tangannya terus mengusap perutnya yang mulai kencang karena dia emosi.


" Ge.. Kita hanya makan siang sama-sama.. Nggak ngapa-ngapain... "


" Rouge de Niels.. Jangan melewati batasan mu!!! Kita bukan Rouge dan Geya yang bersama empat tahun silam. Kini bagi ku,, kamu hanya orang yang pernah singgah dalam hidup ku lalu pergi... Tidak akan pernah menetap... " Geya melotot marah pada Rouge.


Ucapan Geya melukai harga diri Rouge. Pernah singgah tapi tidak akan menetap adalah bukti bahwa bagi Geya seorang pria bernama Rouge hanyalah angin lalu...


...*********...


...Hola... Hola... ...


...duh si toge ini nggak ada sadar sadarnya ya... ...


...Geya dan punya hot daddy aja masih di pepet... ...

__ADS_1


...minta disambelin tomat sama goreng lele nih...


...🥰🥰🥰...


__ADS_2