
Jika kehidupan Geya kini telah bahagia karena menemukan belahan jiwanya yang akan menemani hingga akhir hayat, berbeda dengan Marisha yang hubungan dengan Rouge kembali renggang. Marisha sampai nekat menghubungi nomor pribadi Geya untuk memperingatkan Geya agar tidak kembali dalam kehidupan Rouge. Hal ini dimaksudkan oleh Marisha karena dia takut jika bertemu lagi dengan Geya, maka suaminya akan meninggalkannya. Marisha tidak ingin hal tersebut terjadi maka dengan tidak tahu malunya dia memperingatkan Geya untuk pergi sejauh-jauhnya.
Sejak pertengkaran Marisha dan Rouge ketika hari dimana Geya menikah. Hingga kini Rouge masih mendiamkannya dan juga bersikap dingin pada Marisha. Entah kenapa kali ini pertengkaran mereka berlangsung cukup lama. Padahal biasanya ketika sudah lewat dari dua hari, Rouge pasti akan mendekat dan mengajak Marisha berbincang, tapi ini sudah lewat satu bulan tapi Rouge masih dingin padanya.
Mama Vinda yang melihat menantunya tengah merenung di balkon pun berniat menghampiri. Bukannya dia tidak tahu bahwa setelah kepulangan dari Los Angeles, hubungan putra dan menantunya itu sedikit renggang. Padahal biasanya keduanya terlihat dekat walaupun masih canggung dan terkesan tidak begitu akrab.
Mama Vinda meletakkan secangkir susu ibu hamil tepat di meja yang berada di samping Marisha, membuat wanita yang sedang melamun itu mengalihkan perhatiannya ke samping.
" Melamun itu jangan sering-sering, Sha.. Kata orang itu nggak boleh kalau untuk orang hamil. Takut anaknya nanti itu kesambet... " ucap Mama Vinda memulai pembicaraan.
" Mama bisa aja.... Mana ada yang seperti itu, ma.,. " Marisha tersenyum. Cantik sekali.
" Ada... Kamu itu nggak percaya sama mama.... " Mama Vinda tertawa bersama sang menantu.
" Sha... Kamu lagi ada masalah apa sama Oge? Kok Mama dan seluruh penghuni mansion ini merasa kalau kamu sedang tidak baik-baik saja hubungannya sama Oge. " tanya Mama Vinda. Sebuah pertanyaan sederhana yang dihindari oleh Merisha selama dua minggu belakangan ini.
" Kalau mau mau menjawab nggak terjadi apa-apa jelas Mama akan langsung ngomong nggak percaya. Mama memperhatikan kalian berdua itu sudah semenjak kalian pulang baby moon. Jadi kamu cerita aja sana Mama, siapa tahu ada jalan keluarnya nanti. Punya masalah jangan di pendam Sha.. Mama dan yang lainnya cuma orang luar untuk pernikahan kalian. Tapi kalau kamu mau minta saran dari Mama, nggak apa-apa.. "
" Sekarang cerita aja sama Mama, kalian ada masalah apa... " ucap Mama Vinda meyakinkan menantunya itu.
" Oge marah sama aku ma,,, " setelah beberapa menit berlalu barulah Marisha bicara.
" Oge,, nggak bisa melupakan Geya, dan aku mendorong dia untuk secepatnya melupakan Geya, ma.. Hal itu membuat Oge marah sama aku ma.. Aku tahu disini aku yang salah karena tiba-tiba hadir di tengah-tengah mereka. Tapi keadaan waktu itu yang memaksa aku masuk adalah Oge, Ma... Hiks... hiks... " Marisha akhirnya menangis. Rasanya di dada begitu sesak kala mengingat bentakan Rouge padanya kala itu.
__ADS_1
" Huft.... Mama sudah mikir pasti ini ada hubungannya sama Geya... Kamu coba ya deketin Rouge lagi,,, ajak ngobrol, atau keluar, kan udah waktunya kamu periksa kandungan Sha... Tapi jangan sekalipun kamu bahwa soal Geya ya,,, kalau pun Rouge mulai menyebut nama Geya, kamu jangan kepancing ya.... "
" Nama Geya itu begitu sensitif buat Rouge, Mama juga semuanya nggak tahu kenapa Rouge sampai berbuat seperti ini, karena awalnya kami pikir mereka akan bersama pada akhirnya.... Maaf ya Sha,,, kamu jadi masuk ke dalam sebuah hubungan yang toxic begini.. " sesal mama Vinda.
Dalam hati, ketakutan Vinda kini telah terwujud. Beberapa bulan yang lalu ketika Rouge berkata ingin menikahi seorang perempuan, mereka kira itu adalah Geya. Namun begitu mereka bertemu Marisha, mereka cukup terkejut. Kenapa bisa alurnya berubah drastis seperti ini, padahal sebelumnya hubungan Geya dan Rouge masih terlihat baik-baik saja. Pernikahan Rouge dan Marisha, hanya sebuah pelarian Rouge saja agar bisa menjauh dan dijauhi Geya.. Ketakutan yang kini terwujud bahwa kedua orang dalam pernikahan ini hanya saling menyakiti.
" Ma,,, apa mama tahu alasan Rouge lebih memilih meninggalkan Geya daripada bersama Geya? " tanya Marisha.. Berteman dengan Geya selama beberapa tahun terakhir, dan menjadi Sekretaris dari Rouge, membuat dia tahu bagaimana kedua orang itu saling mencintai, tapi tiba-tiba saja mereka berpisah.. Hal ini membuat Marisha bertanya-tanya.
" Mama juga nggak tahu sayang alasan... Mama sendiri berpikir kalau Rouge akhirnya akan menikah dengan Geya... Maaf ya, bukan maksud mama... "
" Nggak apa ma,, aku ngerti... "
Saat sedang asyik mengobrol di balkon, Geya dan Mama Vinda melihat mobil Rouge sudah masuk ke halaman mansion. Hal ini berarti bahwa Rouge pulang kerja lebih awal, karena sebelum-sebelumnya Rouge lembur di perusahaan. Mama Vinda pun menyuruh Marisha untuk menyambut kedatangan Rouge..
Marisha bergegas turun dari lantai dua untuk menyambut kedatangan Rouge. Sedikit berjalan cepat saat melangkahkan kakinya menuju Rouge, membuat pria itu panik karena takut Marisha terjatuh...
" Sha,, jalan pelan-pelan!!! " tegur Rouge, namun dengan nada yang halus, tidak dingin lagi. Marisha sampai membeku di tempat melihat perubahan dari suaminya itu.
" Kamu itu lagi hamil Sha,,, jalannya pelan dong. Aku takut kamu jatuh nanti kamu sama baby kita kenapa-napa... " Marisha mengerjakan matanya berulang kali, menatap Rouge. Membuat pria itu gemas sendiri dengan tingkah sangat istri.
" Maaf ya... Sudah bentak kamu waktu itu... Aku cuma khawatir sama Ge.... "
" Jangan ngomongin dia lagi ya... Biar kita nggak berantem lagi. Aku tahu kamu menganggap Geya special, tapi aku istri kami sekarang.... Dan, ini waktunya kita cek kandungan aku lho.... " Rouge tergelak... Melihat betapa imutnya wanita yang sedang dipeluknya itu.
__ADS_1
" Oke... Aku bersih-bersih dulu, habis itu kita ke dokter untuk lihat baby... "
Mama Vinda senang melihat putra dan menantunya sekarang ini sudah berbaikan. Tadi dia sempat menelfon Rouge sebelum mengajak Marisha untuk berbincang, dan Rouge pun menceritakan semuanya pada mamanya. Sikap dinginnya akhir-akhir ini bukan karena masih marah, tapi tidak tahu bagaimana menghadapi Marisha dalam kondisi mereka sedang tidak baik-baik saja ini.
Rouge dan Marisha sekarang sedang berada di dalam ruangan dokter kandungan, tempat biasa Marisha memeriksakan kandungannya. Karena sekarang ini usia kandungan Marisha sudah empat bulan, berarti Marisha dan Rouge sudah bisa mengetahui jenis kelamin anak mereka.
Keduanya sepakat ingin tahu jenis kelamin anak mereka karena ingin menyiapkan semuanya dengan sebaik-baiknya. Tidak sampai salah pilih warna dan barang-barang. Kan nggak lucu kalau perlengkapan yang mereka beli itu untuk cewek tapi baby mereka justru cowok.
" Oke... Sekarang daddy sama mommy say hello dulu sama baby ya.... " ucap dokter kandungan Marisha...
" Hai baby.... ini mommy sama daddy... " sapa Rouge terlihat begitu semangat.
" Semua normal ya mom, dad. Mulai dari berat badan dan pertumbuhan babynya normal, baby juga sehat dan kuat... Nah sekarang kira lihat jenis kelaminnya dulu ya... "
Rouge dan Marisha menatap monitor di samping tempat baring Marisha. Tapi mereka sungguh tidak bisa melihat apa yang sebenarnya dilihat oleh dokter. Maklum, mereka orang awam jadi tidak bisa melihat apa yang mampu dilihat oleh dokter kandungan...
" Oke... Mom anda Dad,,, baby nya ini berjenis kelamin.... "
...***********...
...Maaf... maaf ya... author gantungin lagi deh semuanya... hehehehe.......
...Ayo... Ayo.... kalau mau request,, anak Rouge sama Geya ini enaknya cewek atau cowok ya.......
__ADS_1