DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU

DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU
Menuntaskan rasa penasaran


__ADS_3

Langit kota Milan malam ini diselimuti mendung, namun tak kunjung turun hujan sejak tadi. Seorang pria terlihat menatap layar laptopnya dengan wajah yang mendung semendung langit malam ini. Hati dan pikirannya sedang tidak baik-baik saja, tapi obat dari semua kekacauan dalam hidupnya telah menghilang bagai di telan bumi.


Rouge masih tetap di kantor, padahal malam sudah cukup larut. Sengaja Rouge melakukannya karena dengan berada di kantornya, setiap tindakan dan keputusan yang dia buat tidak akan mendapatkan pengaruh dari kondisi sang istri saat ini. Rouge berusaha menjaga hati sang istri yang sedang dalam pengaruh hormon kehamilan.


Rouge sudah sejak urusan kantornya selesai terus memperhatikan laptopnya yang menayangkan rekaman CCTV di hari yang terlupakan olehnya. Hari yang menurut rekan bisnisnya sangat tidak sesuai dengan apa yang dia alami keesokan harinya. Rouge merasa ada yang janggal, karena kalau diingat lagi sejak saat itu hubungannya dengan Geya merenggang tanpa alasan yang jelas. Saudara sepupu sekaligus wanita yang dia cintai itu, menghindarinya dari waktu ke waktu hingga peristiwa pagi itu di kantor Rouge terjadi.


Sudah sejak tadi Rouge mengulang rekaman CCTV itu, tapi belum juga menemukan kejanggalan seperti yang dia pikirkan. Rouge memang melihat sesuatu apa yang tuan Lucard katakan, tapi Rouge tidak menemukan CCTV dimana Geya mengantarnya ke kamar. Justru yang dia lihat adalah Marisha yang nampak berlari masuk ke dalam kamar hotel nya menggunakan acces card.


" Geya mengantar ku ke kamar, tapi tidak ada disini rekaman CCTV nya.. Apa than Lucard salah ingat. " gumam Rouge merasa ada sesuatu yang kurang tapi tidak tahu itu apa.


Rekaman CCTV itu sama sekali tidak menunjukkan kejanggalan, tapi disitulah letak anehnya bagi Rouge. Menurut tuan Lucard, Geya yang mengantarkannya ke kamar, tapi dari rekaman CCTV di lorong dekat kamarnya, hanya ada seorang pelayan pria dan juga Marisha yang datang ke kamarnya.


Rekaman video dimana Geya keluar dari kamarnya saja tidak ada, dan itu yang membuat Rouge merasa heran. CCTV dan kesaksian tuan Lucard sangat tidak sama, tapi dia tahu betul bahwa tuan Lucard yang notabene adalah teman papanya, tidak mungkin membohonginya.


" Tuan... " kedatangan asisten Rouge mengejutkan pemilik netra hitam sendu itu.


" Ada apa Eros? " tanya Rouge pada asisten pribadinya, yang dulunya adalah teman kuliahnya.


" Apa Anda sedang memiliki masalah? Mungkin saya bisa membantu.. " ucap Eros yang tidak tega melihat tuannya sekaligus teman baiknya gundah gulana begini.

__ADS_1


" Ehm... Tapi apa kau bisa membantu ku, karena saat itu kau berada di luar kota menggantikan ku menemui klien.. " ujar Rouge lesu.


Dihari kejadian itu, Rouge dan Geya sama-sama tidak membawa asisten pribadi maupun sekretaris mereka. Datang hanya berdua karena Rouge ingat betul bahwa dia yang menjemput Geya di mansion utama. Andai saja saat itu dia dan Geya membawa salah seorang saja dari orang kepercayaan mereka, mungkin tidak akan membiarkan jadi seperti ini ceritanya.


" Apa maksud Anda adalah pesta dengan tuan Lucard saat saya pergi ke Roma? " tanya Eros mencari tahu, Rouge pun mengangguk.


" Saya tidak tahu kejadiannya tuan, tapi dari yang aya dengar dari asisten nona Geya. Semenjak hari itu, nona Geya sempat absen ke kantor selama dua minggu. Tapi nona Geya tidak sakit dan juga tidak ada urusan di luar negeri.. " mata Rouge yang tadinya menatap laptop, langsung beralih menatap asisten pribadinya itu.


" Maksud mu apa,, coba jelaskan!! " titah Rouge menggebu.


Eros pun menceritakan ketika dirinya pulang dari Roma dan harus ke perusahaan JN Entertaiment untuk menanyakan perihal kerjasama mereka dalam melakukan pengawalan pada artis no. 1 di JN Entertaiment, yang menemuinya adalah asisten dan sekretaris dari Geya. Ketika ditanya kenapa presdir tidak datang, kedua orang kepercayaan Geya itu mengatakan bahwa presdir mereka memang sudah tidak hadir lebih dari satu minggu.


" Kenapa aku tidak tahu tentang itu Eros? Dan kenapa baru kau katakan sekarang pada ku? " tanya Rouge dengan nada sedikit meninggi.


Huft....


Eros menghela nafas terlebih dahulu sebelum menjelaskan pada tuannya yang tiba-tiba saja berubah menjadi lemot, " Anda yang mengatakan pada saya waktu itu bahwa anda akan memulai sebuah hubungan baru dengan nyonya.. Anda yang meminta saja untuk tidak menanggapi nona Geya jika beliau meminta saya untuk memberikan jadwal Anda pada nona. Apa Anda lupa bahwa saat itu Anda sudah memutuskan untuk menikah? " ucap Eros sedikit terdengar menahan kesal.


Rouge tersentak kaget, mendengar untuk pertama kalinya asisten dan teman baiknya ini bicara dengan nada yang terdengar kesal begitu. Oh... Rouge disini memang bersalah karena melimpahkan kesalahannya pada asisten nya. Tapi Rouge sungguh tidak tahu menahu mengenai hal itu. Karena biasanya semua anak perusahaan dari JN Group akan diberi tahu jika presdir dari masing-masing anak perusahaan itu tidak bisa bekerja.

__ADS_1


Rouge berpikir sejenak, menyelami beberapa kenangan dan peristiwa yang terjadi sebelum semuanya menjadi seperti ini. Tentang dirinya dengan Geya yang akhirnya membuat Rouge membuat keputusan untuk menyerah dengan hubungan mereka yang tidak ada kejelasan sela bertahun-tahun lamanya.


Rouge pun merasa bahwa awal dari kepergian Geya adalah ketika hari pesta di hotel tuan Lucard hari itu. Entah kenapa feelingnya kuat pada hari itu seolah ada sesuatu hal besar yang terjadi tapi Rouge tidak mengetahui dan mengingatnya.


" Eros,,, selidiki kejadian di hari itu, aku ingin hasil yang jelas tanpa ada sesuatu yang ambigu dari hasil penyelidikan mu. Aku harus tahu kenapa Geya pergi.. " titah Rouge.


" Baik... Aku akan memastikan bahwa kau mendapatkan informasi yang benar... " Eros pun mengantarkan Rouge pulang setelahnya.


...*********...


Masih di ruang kerja, namun di tempat yang berbeda dan juga milik orang yang berbeda. Pria yang sedang duduk di kursi kebesarannya ini sedang mendengarkan laporan dari asistennya, juga sedang mendengarkan suara dari seseorang yang ruang kerjanya telah dia sadap.


" Bagaimana menurut anda tuan? " tanya sang asisten pada tuannya.


" Kaburkan penyelidikan asisten Oge,, aku tidak mau pria itu menemukan sedikit saja celah untuk mengetahui apa yang sebenarnya sedang terjadi. Membuatnya berada dalam kegelapan dimana dia tidak bisa menemukan jalan keluar, adalah cara terbaik memberikan teguran padanya karena sudah membuat seseorang yang berarti dalam hidup ku harus terlihat menyedihkan... " titah sang tuan.


" Baik tuan... Kalau begitu saya permisi... " pria yang dipanggil tuan itu hanya mengangguk saja.


Pria itu memutar kursi singgasananya mengharap ke dinding yang semuanya adalah kaca. Pria itu memandang gelapnya malam karena mendung, sehingga sedikit saja tidak ada yang bisa menerobos masuk ke dalam mendung itu.

__ADS_1


Pria ini menyunggingkan seringai tajam, sungguh benar-benar menakutkan siapa saja yang melihatnya.. " sepertinya semesta sedang mendukung ku untuk membuatmu berada di antara kegelapan tanpa cahaya... "


__ADS_2