
Ting... Tong... Ting... Tong...
Rouge yang sedang bermalas-malasan, mendengar bel apartemen miliknya berbunyi. Meski sedang malas dia tetap berjalan juga ke arah pintu untuk melihat siapa yang menganggu nya. Ketika membuka pintu apartemennya, Rouge cukup terkejut melihat siapa yang berdiri di depan pintu dengan raut wajah yang datar.
" ck... Tidak tahu malu jika sekarang kau bertamu ke rumah ku setelah apa yang kau lakukan pada ku tempo hari... " cibir Rouge tapi tetap mempersilahkan tamunya masuk meski dia tidak suka.
" Aku sebenarnya juga terpaksa datang kemari.. Jika bukan karena posisi mu sangat penting di keluarga de Niels, aku malas berurusan dengan mu.. " sindiran Claude ini langsung menyentil hati Rouge. Benarkah kedudukannya penting dimata keluarga yang sebenarnya bukan keluarga kandungnya ini.
" Ck... Katakan apa urusan mu!! " Rouge duduk di sofa menghadap Claude dengan tangan yang terlipat di dadanya.
" IRIS... Itu yang aku inginkan dari mu... "
" Cih... Jadi maksud mu posisi ku penting di keluarga de Niels karena IRIS. Tapi kenapa kau percaya diri sekali bahwa aku akan mengatakannya pada mu.. " sarkas Rouge tidak lagi berlaku sopan meski Claude lebih tua darinya.
Tamu tidak diundang oleh Rouge ini adalah suami sah Geya saat ini, Claude Smith Harley. Begitu tadi mendengar cerita dari Gafar dan juga daddy Joaquin, dia langsung memerintah kan asistennya melacak keberadaan Rouge. Tujuannya tentu saja untuk mendapatkan kode rahasia untuk mengakses sistem komputer JN yang paling canggih itu.
Claude sendiri sebenarnya hanya bermodalkan nekat dan juga bukti-bukti kerjasama antara Rouge dan Marisha dengan lawan. Rencananya, apa yang terdapat di dalam flashdisk itu akan Claude gunakan untuk menekan pria yang ada di depannya ini.
__ADS_1
" Sejujurnya aku sedikit heran dengan penilaian dari ayah mertua ku padamu. Kau hanya memiliki IQ dan EQ yang tidak lebih baik jika dibandingkan dengan lainnya, tapi kenapa kau yang dipercaya memegang kendali salah satu kode rahasia. Jika dibandingkan dengan mu, adik bungsu mu itu jauh lebih piawai. " Claude terkekeh mengejek. Rouge mengepalkan kedua tangannya mendengar ucapan Claude yang mengejeknya itu. Tidak tahu kan pria tua itu bagaimana perjuangannya untuk menjadi dirinya yang sekarang.
" Kau tidak tahu apa-apa jadi diam saja dan jangan banyak-banyak berkomentar.. " tegur Rouge mendengus kesal.
" Sejujurnya bagaimana dirimu berpikir sampai kau bekerja sama dengan orang yang mengincar keluarga de Niels. Apa karena kau bukan bagian dari keluarga ini sehingga kau dan istri mu kompak membantu penjahat itu untuk menggoyahkan keluarga de Niels? Apa sebodoh itu kau sampai tidak paham dirimu dimanfaatkan? " Claude meledek.
BRAKK
" Kau itu tahu apa? Jangan bicara seolah kau tahu apa yang terjadi!!! " sentak Rouge emosinya mulai terpancing.
Dia paham betul bahwa dia telah dimanfaatkan oleh seseorang. Tapi memangnya kenapa, toh itu semua bisa membantunya mendapatkan tujuan hidupnya. Berjuang demi orang yang dicintainya memangnya tidak boleh. Rouge merasa tidak ada salahnya menghalalkan segala cara demi mencapai tujuannya.
Rouge melengos dengan mendengus kesal mendengar ucapan Claude. Tahu apa pria itu, karena dia tidak pernah berada di posisi yang Rouge miliki. Rouge tidak suka dikatakan salah tanpa orang-orang mau melihat bagaimana sudut pandang darinya. Karena itu menghadapi orang macam Claude inilah yang paling dihindari olehnya.
" Pergi saja... Sampai kapan pun aku tidak akan mengatakan kode IRIS pada mu!! " Rouge langsung meninggalkan Claude karena berdebat pun juga dia tidak akan bisa membalas.
" Jika kau terus diam, maka korban berikutnya adalah Geya.. Benarkah kau tidak peduli jika terjadi sesuatu yang buruk pada Geya? " ujar Claude memancing.
__ADS_1
Rouge langsung menghentikan langkah kakinya karena ucapan Claude. Mungkinkah ucapan Claude itu benar adanya. Tapi kenapa harus Geya yang diincar. Padahal setahu Rouge, wanita yang menjadi hidup dan matinya itu tidak pernah memiliki musuh. Mungkin hanya satu musuh Geya, yaitu istrinya sendiri. Tapi bukankah Marisha sudah berjanji tidak akan menyentuh Geya selama Rouge tidak meninggalkan nya.
" Geya adalah satu-satunya alasan daddy Joaquin akan mengeluarkan semua kemampuannya jika istri ku disentuh orang. Kau tahu yang musuh incar adalah keluarga de Niels, musuh ingin menghancurkan keluarga de Niels karena dia memiliki dendam pada keluarga mu dan itu ada sangkut pautnya dengan ibumu dan kelahiran mu.. Benarkah kau akan menutup mata mu pada kenyataan itu? " Claude mengatakan sejauh apa yang dia ketahui tentang penyebab musuh menargetkan keluarga de Niels. Hal ini sungguh bisa mempengaruhi Rouge karena nyatanya suami Marisha ini langsung berbalik menatap Claude.
" Pikirkan baik-baik ucapan ku.. Jika kau sudah menemukan jawabannya kau bisa menghubungi ku atau asisten ku.. " ujar Claude pamit pergi. Disana lebih lama pun tidak akan membuat Rouge buka suara. Jadi lebih baik dia memberi waktu pada Rouge untuk memikirkan keputusan yang akan dia ambil.
Begitu keluar dari apartemen Rouge, Claude menghela nafas lega karena dia masih bisa menahan emosi untuk tidak menyerang Rouge. Apalagi jika mengingat apa yang terjadi pada twins karena ulah Rouge.
" Huft.... Keras kepala sekali satu orang ini... Jika tidak mengingat dia masih berguna sudah aku tindak lanjuti masalah dia menculik Twins... " bukak Claude menatap kesal ke arah pintu apartemen Rouge.
Claude melangkah lebar segera keluar dari tempat dimana Rouge tinggal. Dia takut tiba-tiba saja dia ingin menghajar Rouge. Jadi sebisa mungkin dia pergi secepatnya dari sana. Lagipula Claude sudah melakukan sebuah tindakan pencegahan jika sesuatu yang buruk akan terjadi.
Sebelum badai menerjang, Claude sudah menyiapkan berbagai persiapan. Tentu saja salah satunya adalah sesuatu yang baru saja dia lakukan dia apartemen Rouge. Tujuan Claude datang selain karena IRIS, dia juga ingin melakukan sesuatu dan beruntung Rouge tidak menyadarinya tadi.
" Cih... Ingin lebih hebat dariku maka perlu menunggu aku mati dulu baru bisa mengalahkan ku... " ujar Claude membanggakan diri sendiri.
" Periksa apa yang aku perintahkan tadi. Awasi selama dua puluh empat jam jangan sampai terlewatkan...!!! " titah Claude ketika menghubungi seseorang, entah itu siapa.
__ADS_1
Claude mengendarai mobilnya pergi meninggalkan gedung apartemen tempat Rouge tinggal. Kini dia segera pergi menuju ke suatu tempat untuk melancarkan rencananya yang berikutnya. Sudah waktunya Claude bertindak, dia tidak lagi bisa bersantai.