DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU

DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU
Shopping with you


__ADS_3

Sejak malam dimana Claude mengutarakan isi hatinya, ini sudah berlalu selama tiga minggu lamanya. Hari ini adalah hari dimana Geya akan memeriksakan kandungannya. Dari jadwalnya seharusnya Geya memeriksakan kandungannya satu minggu yang lalu, tapi Claude yang ingin ikut mengantar Geya memeriksakan kandungan baru bisa meluangkan waktunya minggu ini. Jadilah Geya mengikuti keinginan Claude. Pria yang telah mengisi harinya selama ini.


" Ge, nanti setelah memeriksakan kandungan mu, kita ke mall ya. Ada beberapa hal yang ingin aku beli.. " ujar Claude. Saat ini kedua anak manusia itu tengah berada di mobil milik Claude menuju ke rumah sakit dimana Dokter Magdalena praktek.


" Boleh... Aku juga harus belanja bulanan.. " ujar Geya menyetujui.


Tidak ada pembicaraan lagi di antara mereka berdua. Keduanya sama-sama fokus dengan pikiran mereka masing-masing. Tapi dalam hati Geya entah mengapa merasa ada sesuatu buruk yang terjadi. Tapi dia mencoba menepis pikiran buruk itu karena yakin kandungannya baik-baik saja.


Lima belas menit kemudian, mobil Bugatti Voltaire milik Claude sudah terparkir di parkiran khusus pengunjung rumah sakit swasta yang terbaik di Los Angeles. Claude sedikit heran dengan rumah sakit pilihan Geya, karena seharusnya hanya orang-orang yang memiliki banyak uang saja yang bisa berobat di sini. Tidak tahu saja Claude ini siapa sebenarnya Geya itu....


" Nona Geya.... " panggil suster tak lama setelah kedatangan Geya. Sudah membuat janji sebelumnya, sehingga membuatnya tidak perlu menunggu terlalu lama antrean pasien dokter Lena ini.


" Selamat siang nona Geya... Apa kabarnya? " dokter Lena menyambut kedatangan Geya..


" Baik dokter.... Bagaimana kabar dokter sendiri? Semoga selalu sehat ya.... Dan maaf saya terlambat datang untuk memeriksakan kandungan saya.. Ada seseorang yang memaksa untuk ikut dok... " Geya melirik tajam Claude yang duduk di sampingnya. Namun yang dilirik seolah tidak merasakan hal tersebut.


" Tidak apa-apa nona... Tuan pasti ingin melihat bagaimana anak-anaknya tumbuh dan berkembang.. Benar begitu kan tuan? " tanya dokter Lena yang langsung diangguki mantap oleh Claude.


" Itu benar dok... Daddy mana yang tidak inguh melihat anak-anaknya ketika masih di dalam kandungan... " Geya sampai merona mendengar ucapan Claude, bahkan hatinya menghangat karena ucapan itu.


" Kalau begitu mari kita pemeriksaannya... " ajak dokter Lena yang langsung menjalankan rangkaian pemeriksaan untuk Geya.


Claude sampai menangis harus kalau mendengar detak jantung si kembar. Sungguh dia merasa bahwa ayah kandung dari anak yang dikandung Geya itu sangat bodoh sekali karena tidak mau menerima kehadiran malaikat-malaikat ini. Claude mencium puncak kepala Geya berkali-kali karena rasa bahagia dalam hatinya. Ini bukan anaknya tapi dia bisa sebahagia itu karena ibu yang mengandung anak-anak ini adalah wanita yang dicintainya. Akan lebih bahagia lagi jika suatu saat nanti, yang dikandung Geya benar adalah keturunannya.


" Kenapa tadi kamu menangis? Masak pria dewasa dengan banyak tatto di badannya malah menangis karena mendengar detak jantung bayi... " protes Geya karena merasa sangat lucu dengan tingkah Claude.

__ADS_1


" Ck... Ge pria bertatto itu juga punya hati.. Bayangkan betapa luar biasanya Kuasa Allah saat menghadirkan bayi-bayi dalam kandungan mu. It's really amazing, Ge.. "ganti Claude yang protes.


" Hahahaha.... Iya... Iya aku percaya, kamu punya hati... " Claude melirik sinis Geya yang duduk di kursi penumpang.


Mobil Claude sampai di depan Beverly Center tempat berbelanja yang biasa Claude datangi jika ada janji temu santai dengan para koleganya. Disinilah nantinya keduanya akan menghabiskan uang untuk berbelanja semua kebutuhan mereka.


Claude mengajak Geya pertama kali ke outlet pakaian, dia ingin memberikan beberapa Gaun indah untuk Geya juga beberapa baju hamil karena perut Geya yang sudah besar balon karena hamil anak kembar. Claude sendiri ingin mengambil pesanan jas dengan merk an terbaik di dunia untuk menambah koleksi ratusan jas yang ada di walk in closet mansion mewahnya.


Mengingat tentang mansion mewahnya, Claude ingat bahwa dia belum mengajak wanita yang dia cintai ini untuk berkunjung ke mansion mewah miliknya. Claude jadi punya ide brilian untuk mengajak Geya ke mansion miliknya setelah nanti mereka berbelanja.


" Ge... Nanti setelah belanja mampir ke rumah aku dulu ya.. Aku ingin pamer rumah ku pada mu.. " ujar Claude pongah..


" Boleh... Aku ingin melihat seberapa besarnya rumah dari seorang tuan Harley... " tantang Geya..


" Berapa ukuran pakaian mu? " tanya Geya..


" Pilihkan saja mana yang bagus, nanti pelayan akan mengambilkan yang sesuai dengan ukuran pakaian ku... " jawab Claude yang setia berdiri di belakang Geya.


" Kau suka warna gelap kan? Jadi aku pilihkan warna hitam, navy, dongker lalu tolong juga warna cream itu ya. Masing-masing dengan merk yang sama... Untuk hitam tolong ambilkan dua lalu tambahkan satu warna putih. " pinta Geya pada pelayan yang menemani mereka berbelanja.


" Baik nona.... " pelayan itu segera berlalu mengambilkan pesanan Geya.


" Kenapa kau pesan banyak sekali? Itu semua tidak akan aku pakai dalam waktu dekat. " tanya Claude heran.


" Ck siapa yang membelikan untuk mu semuanya. Empat diantaranya aku belikan untuk saudara kembar ku. Sisa itu baru kau... " jawab Geya membuat Claude melongo.

__ADS_1


" Empat kembaran mu? Ge, kau kembar lima? " pekik Claude tidak percaya.


" Hm... Dan julukan kami adalah 5G..." Claude semakin tidak percaya dengan jawaban Geya barusan.


Menyampingkan masalah ke tidak percayaan Claude pada kata-katanya, Geya pun mengajak ke outlet pakaian khusus wanita hamil yang letaknya satu lantai dengan outlet pakaian khusu pria. Di toko ini Geya memilih beberapa baju khusus ibu hamil dengan warna cerah karena dia menyukainya. Claude sendiri berpencar dengan Geya memulihkan beberapa baju untuk Geya, entah sudah berapa. gantung baju yang diambilnya, tapi sampai untuk baju khusus ibu hamil sembilan bulan pun Calaude ambil.


" Ya Tuhan.... Kau ingin membuka toko baju ibu hamil? " sentak Geya tidak percaya dengan kedua tangan Claude yang penuh baju.


" Ini untuk yang sampai usia kandungan sembilan bulan Ge... " ujar Claude santai.


" Hish.... Kenapa itu tidak beli kapan-kapan saja... Kita bisa kesulitan membawanya... " protes Geya tidak percaya dengan kelebihan Claude.


" Anda jangan khawatir nyonya, kami nanti bisa kirimkan ke rumah anda. Anda hanya perlu memberikan alamat rumah dan telepon yang bisa kami hubungi, maka kurir akan mengirim ke tempat Anda... " ujar seorang pramuniaga meringankan beban Geya.


" Benarkah? Terima kasih kalau begitu... " Geya pun mengajak Claude untuk membayar ke kasir. Jika lebih lama lagi disana, Geya yakin makan semua isi toko ini akan dibeli oleh Claude.


Saat keluar dari toko pakaian ibu hamil ini, mata Geya mendelik melihat sepasang manusia yang berjalan ke arahnya dan Claude.. Tubuh Geya bergetar dan tangannya refleks menarik Claude sehingga tubuh Claude berbalik menatap Geya.


" Hei... ada apa? " tanya Claude yang menyadari tubuh Geya gemetar ketakutan..


" Sembunyikan aku... Aku mohon sembunyikan aku sekarang juga.... " Geya mulai terisak..


Mata Claude melihat sekeliling tapi tidak menemukan hal yang bisa membuat seseorang ketakutan. Yang dilihat Claude hanya sepasang suami istri yang terlihat mesra mendekat ke arah mereka kedua. Otak Claude langsung berpikir cepat dan segera membawa Geya bersembunyi di balik polar besar di dekat toko baju khusus ibu hamil itu.


" Siapa mereka Ge? "

__ADS_1


__ADS_2