
Claude dan Geya tengah berbincang malam ini setelah siangnya tadi Claude membuat kekacauan di mansion utama. Semua barang-barang perlengkapan untuk sekolah si kembar dan juga untuk baby yang hanya tinggal menunggu hitungan beberapa minggu lagi akan lahir itu. Mansion utama benar-benar penuh sesak dengan itu semua. Yang paling mengesalkan adalah ketika Claude mengatakan bahwa mansion utama ini kurang luas.
Geya berusaha mencari tahu apa yang mungkin terjadi karena suaminya memang memiliki sifat luar biasa ini, tapi kali ini Geya merasa ada sesuatu di balik perbuatan Claude kali ini. Geya ingin memastikan apakah hal yang serang Claude pikirkan ini ada hubungannya dengan masalah yang baru-baru ini terjadi di Los Angeles.
" Dad,, aku tahu kau tidak pandai dalam berbohong. Sekarang katakan pada ku apa yang tengah kau sembunyikan dari ku... " Geya mengintimidasi suaminya. Claude terlihat gugup saat ini.
" Tidak ada baby... " berusaha tersenyum meski senyumnya kentara sekali dipaksa.
" Oke.. Daddy malam ini tidur di luar... " Geya beranjak dari tempat duduk nya hendak masuk ke kamar tapi langsung dihentikan oleh Claude. Bisa gawat jika harus tidur diluar ini..
" Baby... Kita memang memiliki masalah tapi semua ini belum pasti. Aku tidak bisa mengatakan sekarang karena sedang aku dan Galen selidiki. Jadi tunggu sebentar lagi ya, akan aku usahakan segera memperoleh kepastian dan segera mengatakannya pada mu... " Claude berucap dengan nada yang lembut.
" Sampai kapan? " tanya Geya terlihat ketus sekali.
" Sampai aku tahu siapa yang ada dibalik semua ini. Mereka mengincar keluarga de Niels, tapi lebih tepatnya siapa kami belum tahu. Orang jahat itu memanfaatkan hubungan mu dengan Rouge untuk bisa menghancurkan keluarga de Niels. Aku hanya bisa mengatakan sampai sini, jika kau penasaran mohon tekan rasa penasaran mu itu ya.. "
" Dan satu lagi, usahakan si kembar dan kau selalu berada di bawah pengawasan penjaga. Meski itu di dalam rumah,, aku takut jika mereka menjadikan si kembar sebagai sarana membalas dendam. Kau mengerti baby...? " Geya terdiam. Pikirannya berkecamuk merasa bingung dengan penjelasan dari sang suami.
Claude yang tahu bahwa sang istri belum bisa menerima semua yang dia katakan ini langsung membawa sang istri ke dalam pelukannya. Rasanya kasian juga melihat istrinya shock seperti ini padahal sekarang ini Geya sedang hamil tua. Karena itu alasan kenapa Claude tidak mau mengatakan apapun pada sang istri.
" Tenang baby... Kalian akan aman selama kalian mengikuti apa yang aku katakan tadi.. " ujar Claude menenangkan.
Geya berusaha menguatkan dirinya, sekarang dia sedang mengandung dan akan sangat berbahaya jika dia tertekan atau merasa stress. Bayi dalam kandungannya akan berada di dalam bahaya karena itu Geya berusaha tidak memikirkan itu semua.
__ADS_1
Geya tertidur dalam pelukan Claude padahal keduanya saat ini masih duduk di ruangan santai di lantai dua, dekat dengan kamar mereka. Claude. dengan hati-hati menggendong sang istri agar tidak sampai terjatuh. Beruntung dia rajin sekali ngegym sehingga sangat mudah baginya mengangkat tubuh Geya meski tengah berbadan dua.
" Tidur lah baby... Aku akan menjaga kalian semua... " Claude mengecup dahi sang istri dan menyelimutinya. Mengatur AC sesuai dengan kenyamanan ibu hamil satu ini. Setelahnya Claude keluar untuk pergi ke dapur memasak apa saja yang bisa dia masak.
Semenjak Geya hamil yang kedua ini, Claude memiliki hobby baru yaitu makan di tengah malam. Biasanya dia akan lapar jika sudah diatas jam sepuluh malam. Seperti sekarang ini, dia turun ke bawah untuk mencari makanan.
Disaat tengah asyik menyiapkan bahan makanan yang akan dia oleh. Tiba-tiba saja di dinding dapur lampu merah menyala. Sepertinya ada penyusup yang masuk ke mansion.
" Ck... Sialan... Lihat saja siapa yang berani menganggu waktu makan tengah malam ku... " ujar Claude geram.
Ketika Claude keluar dari mansion, terlihat banyak sekali penjaga berlarian ke sana kemari untuk mencari penyusup. Sudah ada daddy Joaquin dan Galen di depan untuk mengkoordinasi semua penjaga. Claude merasa sedikit heran, kenapa bisa sampai ada yang bisa masuk ke dalam mansion yang penjagaannya ketat sekali.
Claude merasa sedikit merasa aneh pun langsung naik ke lantai dua menuju ke kamar twins Q dan juga kama Geya yang menempel menjadi satu. Ketika masuk ke kamar Geya, dia mengedarkan pandangannya menuju ke setiap sudut kamar. Mencari tahu apakah ada yang berubah posisinya. Claude kemudian menuju ke walk in closet, tempat yang memang pasti nyaman digunakan untuk bersembunyi dan hasilnya nihil.
Claude langsung mengunci kamar Geya dan menuju ke pintu kamar anaknya melalui pintu penghubung. Terlihat sekelebat bayangan yang lari dari arah tempat tidur twins menuju ke jendela. Claude lantas segera berlari menuju ke jendela dan melepaskan beberapa tembakan pistol yang sudah berada di tangannya entah sejak kapan.
Claude menyalahkan lampu di kamar twins, mencari sesuatu yang mungkin bisa menjadi petunjuk. Tapi sudah berulang kali dilihatnya juga tidak ada tanda-tanda yang ditinggalkan pelaku.
" Apa yang mereka cari disini? " gumam Claude masih melihat ke sekeliling.
" Daddy.... " terdengar suara Quon memanggil.
" Sayang kau bangun? Maafkan daddy membangunkan mu.. " Claude menghampiri putranya dan duduk di samping putranya untuk kembali tidur.
__ADS_1
" Aku terbangun karena ada yang seperti tengah bermain rambut di kepala ku... Aku pikir itu mommy atau daddy... " terang Quon mengambil tempat untuk kembali tidur.
Claude langsung tahu apa tujuan sebenarnya dari penyusup itu. Ternyata penyusup itu mengetahui rahasia di balik kelahiran Quon dan Quella. Meski sekarang ini Claude begitu panik, tapi di depan Quon dia masih berusaha tenang, menenangkan sang putra dan juga berusaha untuk berpikir positif.
"Tidak mungkin jika itu Rouge.. Ini pasti orang yang ada dibalik semua cerita ini. Jadi dia sudah mencurigainya... Baik,, kita ikuti permainan mu... " batin Claude.
Setelah kembali menidurkan Quon, dia langsung turun ke lantai satu. Sebelum turun Claude sempat melihat apakah Geya masih tidur, beruntung sang istri tidak terpengaruh dengan semua keributan ini. Claude langsung menemui Galen dan daddy Joaquin yang sudah masuk ke mansion. Disana juga ada Gafar dan Ghadi.
Claude mendengarkan praduga yang dibuat oleh baik Galen maupun daddy Joaquin. Namun Claude tahu tidak ada yang benar dari praduga itu.
" Rambut twins yang mereka incar. Sepertinya mereka begitu penasaran anak siapa twins itu.. " celetuk Claude sukses membuat semua mata menatap padanya.
" Perlu kita lakukan plan B, bro? " tanya Galen terlihat tersenyum penuh makna menatap Claude.
Claude mengangguk sebagai jawabannya. Jika memang ternyata mereka mengincar twins maka Claude harus menggunakan plan B. Mereka sadar betul, bahwa dalam waktu dekat pasti akan ada yang mencari dan mengambil twins dari mereka.
...*********...
...hola... hola.. ...
...Maaf ya baru up jam segini... ...
...lagi nggak Vit ini jadinya baru bisa up di waktu yang sekarang... ...
__ADS_1
...yuk aku tunggu komen2 nya yang pasti selalu memotivasi aku nih buat bikin karya.. ...
...Saranghae...