
87Geya terdiam begitu lama memperhatikan siluet seorang pria yang berada sekitar sepuluh meter dari tempatnya berdiri. Entah bagaimana tapi bagi Geya pria itu layaknya malaikat yang turun dari langit. Indah dan menawan, adalah gambaran kata untuk sosok pria yang mengenakan kemeja putih itu.
Geya sampai tidak mendengar ketika ibu Nana memanggilnya beberapa kali. Ibu Nana ikut memperhatikan arah Geya melihat, dan ibu Nana tersenyum penuh misteri.
" Iya yang punya panti Miss.. " ujar ibu Nana yang mengagetkan Geya.
" Eh... maaf Bu... bukan maksud saya... Tapi saya kira yang punya sudah usia lanjut.. " Geya nyengir.
" Baru juga lima tahun ini, beliau menjadi pemilik. Sebelumnya adalah orang tua angkat beliau. Karena beliau dulunya juga anak panti ini. " ujar ibu Nana.
" Pasti beliau orang yang baik... " puji Geya. Menyukai anak kecil bahkan sampai memperhatikan tiap detail di panti asuhan ini, sudah pasti pria itu adalah pria baik hati.
" Baik orangnya, tapi sayang beliau ditinggalkan istrinya saat beliau masih baru menikah satu tahun. Jadi selama lima belas tahun ini dia menduda.. " cerita bu Nana.
" Apa... Lima belas tahun menduda? Memangnya berapa usia beliau bu? " tanya Geya cukup terkejut.
" Usianya baru tiga puluh lima tahun. Kan dulu beliau itu menikah masih muda sekali.. Sudah ya jangan bicarain lagi itu si duda. Yuk kita keliling lagi... " ajak ibu Nana.
Geya menatap sejenak sosok yang dia kagumi meski tidak tahu bagaimana rupanya. Menduda selama lima belas tahun, itu bukanlah perkara mudah. Sepertinya dia pasti memiliki trauma tentang pernikahan bahkan wanita.
Ibu Nana mengajak Geya ke arah panti jompo berada. Disini katanya ada sekitar seratus orang jompo yang sudah tidak memiliki keluarga, maupun yang keluarganya tidak mau lagi merawat mereka. Sehingga dengan tangan terbuka yayasan Kasih Ibu menerima mereka, dan menjadi sebuah keluarga besar.
__ADS_1
Rencananya kali ini akan diadakan perayaan ulang tahun untuk seorang wanita tua bernama Cecilia, atau biasa dipanggil oma Cecil. Wanita ini dulunya diantarkan oleh putrinya sendiri ke yayasan dengan alasan bahwa si putri tidak bisa merawat oma Cecil karena akan pindah ke negara bagian lain di Amerika. Padahal itu hanya alasan saja, karena oma Cecil mengidap penyakit stroke sehingga anaknya tidak mau lagi merawat.
Namun sungguh mukjizat, di panti jompo ini oma Cecil kembali bisa duduk, menggerakkan tangan kanannya, berbicara juga lancar. Itu semua karena pengobatan yang disediakan oleh yayasan ini. Sungguh surga dunia bagi mereka yang tidak memiliki keluarga.
" Kami sangat seleksi dalam proses adopsi. Tidak sembarangan kami membiarkan anak panti asuhan ini diadopsi seseorang apalagi jika mereka tidak memiliki kemampuan untuk itu. Kadang ada yang mengatakan mengadopsi anak sebagai pancingan, maka dengan keras kami menolak hal itu. Karena jika benar seperti ini maka ketika nanti orang tua angkat anak itu mendapatkan momongan dengan darah daging mereka sendiri, 90% diantara pasti akan menelantarkan anak adopsi nya. Kami menghindari untuk itu. " ibu Nana bercerita.
" Anda benar, karena anak adalah malaikat yang Tuhan kirim sebagai pelengkap sebuah rumah tangga. " Geya melihat perutnya yang sudah sedikit menonjol dan mengelusnya.
" Kalian akan menjadi anak-anak yang tumbuh dengan penuh kasih sayang dari mommy. I Love you.. " batin Geya.
Setelah puas berkeliling dan berbincang dengan beberapa penghuni panti jompo, kini Geya mempersiapkan dirinya untuk pertunjukkannya yang akan dimulai dalam beberapa detik lagi.
" Huft.... Huft.... kenapa aku jadi gugup sekali? Padahal aku sudah sering wara wiri di televisi saat menjabat menjadi CEO di JN Entertaiment. Lalu, apa yang terjadi pada ku saat ini.? " gumam Geya di belakang panggung.
" Baik mari kita dengarkan alunan piano nanti merdu dari teman baru kita. Miss Geya.... " MC mempersilahkan Geya untuk tampil.
" Miss Geya... fighting... " seorang anak yang juga berada di belakang panggung menyemangati Geya. Dan Geya membalasnya dengan anggukan dan senyum manis khas nya.
Meski jantung yang berdebar-debar sangat hebat, bahkan kedua telapak tangan dan kakinya begitu dingin karena terlalu gugup. Tapi di hati Geya dia yakin bahwa ini adalah penampilan pertamanya, dan itu harus berkesan.
" Selamat siang semuanya... Saya Geya, akan membawakan beberapa lagu untuk menghibur kalian semua... " ujarnya.
__ADS_1
Degh... Degh... Degh....
Seorang pria berkemeja putih menatap sosok Geya dengan intens. Seolah seluruh tubuhnya masuk ke dalam indahnya mata abu milik Geya. Pria itu mengulas senyum tipis saat melihat dan mendengar alunan piano yang dimainkan Geya.
" She is very beautiful, like an angel.. " batin pria itu memuji.
Ini merupakan kali pertamanya bertemu dengah sosok cantik yang sedang memainkan piano di atas panggung sana. Rasa penasaran dengan wanita cantik itu merasuk dalam relung hati pria berkemeja putih itu.
" Sepertinya aku harus bertanya pada ibu kepala... " pria itu kembali mengulas senyum tipis. Hatinya telah terjatuh pada sosok wanita yang sedang bermain piano itu.
Geya tampil dengan sangat memukau siang ini. Semua mata menatapnya kagum, apalagi alunan nada yang dia mainkan membius semua yang hadir disana sehingga semuanya menyukai hal yang dimainkan Geya. Ketika penampilannya selesai, semua yanng berada di aula itu bertepuk tangan dengan meriah. Tidak bisa dijelaskan, tapi Geya benar-benar merasa bahwa dia telah berhasil dengan kemampuannya sendiri tanpa adanya bantuan dari saudara atau orang tuanya.
" Mom, dad... Geya bahagia disini. Aku punya keluarga baru yang begitu menyayangi ku sama seperti kalian. Maafkan Gya yanng egois ya mom, dad. Aku menyayangi kalian... " bain Geya. Tanpa orang tahu dia sempat meneteskan air matanya. Air mata kerinduan pada keluarganya yang selalu menyayanginya. Tapi dia kali ini harus sendiri tanpa mereka.
" Happy birthday oma Cecil, semoga selalu sehat dan panjang umur.." Geya tersenyum menatap nenek tua yang ada di depannya.
" Thank you.." gumam oma Cecil.
Ketika Geya turun dari panggung, ponsel baru miliknya bergetar. Geya pikir itu Thalita karena setahunya yang menyimpan nomor ponsel barunya hanya ada beberapa orang saja. Namun ketika membaca sebuah nama yang sempat dirindukannya tadi, Geya kembali menangis.
*My hero brother
__ADS_1
Ge, i'm proud off you*. Semangat menjalani hari-hari baru mu. Aku dan semua yang disini menyayangi mu. I miss you, so much. And your performer really gorgeous.. Your lovely brother, .... Galen
Pesan yang dikirimkan oleh Galen yang tadinya melihat penampilan Geya melalui video yang Thalita kirim kan. Geya menangis bahagia, karena meski dia sudah terhina, namun bagi Galen dia selalu menjadi yang suci dan indah...