
Vinda berlutut dalam pelukan suaminya menangis histeris atas sebuah kenyataan yang baru saja didengarnya. Fakta yang dia dengar ini sangat mengejutkan membuat dirinya tidak lagi mampu gejolak hatinya yang sakit. Benar firasatnya bahwa semua ini adalah harga yang harus dia bayar atas perbuatan bodohnya saat itu. Tiga puluh tahun yanng lalu ketika dia dengan sadar menawarkan dirinya pada bosnya untu menjadi wanita simpanan demi pengobatan ibunya.
Saat itu pengobatan ibunya berjalan lancar, bahkan dinyatakan sembuh saat itu. Dia pun mendapatkan uang dan kepuasan, tapi tanpa dia sadari perbuatannya itu telah menghancurkan hidup seorang istri dan anak. Vinda baru sadar bahwa dia adalah pendosa berat saat ini. Anak laki-lakinya sendiri merusak kebahagiaan keponakannya, dan anak tirinya menghancurkan kebahagiaan keluarga suaminya.
" Kalian tahu kenapa aku membenci keluarga kalian?" tanya Lucas menatap Galen. Tentu saja Galen punya gambarannya, tapi lebih ingin mendengar langsung darii Lucas sehingga dirinya pun menggeleng.
" Sebelum aku mengatakannya pada kalian.. Akku harap kalian mau menjawab pertanyaan ku terlebih dahulu, ini juga berlaku untuk yang sedang mendengarkan di ruangan lain... Apa salah seorang istri sah melakukan tindak kekerasan padahal itu jelas melanggar hukum? Lalu apakah pelakor tidak melakukan kekerasan pada seorang istri sah?" tanya Lucas tersenyum miring.
Ini adalah pertanyaan jebakan yang mana jawaban apapun yang akan dijawab oleh anggota keluarga de Niels ini hanya akan menjadi Boomerang bagi mereka. Lucas sengaja bertanya seperti itu agar keluarga de Niels bisa berpikir apakah perbuatannya kali ini adalah sebuah hal yang benar. Salahkah dia balas dendam atas apa yang terjadi padanya dan keluarganya.
" Tidak bisa menjawabkan? Karena jika kalian bisa menjawabnya aku tidak akan membenci kalian karena kalian tidak akan melakukan tindakan buruk pada mama ku.."
" Tahukah kalian, seorang istri sah kalian jadikan tersangka sedangkan seorang pelakor kalian lindungi. Anak haram hidup dengan berkecukupan tanpa kekurangan suatu apapun sedangkan anak sah harus hidup terlunta-lunta di jalanan. Menurut kalian apakah ini pantas terjadi pada ku dan mama ku?"
" Menjadi seorang pelakor bukan hal yang patut dikasihani karena menjadi seorang pelakor itu adalah pilihan, dan itu pilihan yang salah. Namun karena kekuasaan kalian dan keegoisan kalian fakta jadi terbalik. Salah kalian benarkan dan yang benar kalian salahkan.. Apa sekarang jika aku ingin kalian mengembalikan masa itu pada ku kalian semua bisa melakukannya?" sentak Lucas setelah kembali merasakan sesak di dadanya padahal selama ini Lucas tidak lagi kesakitan karena masa lalunya.
__ADS_1
Senyap, baik ruangan tempat Lucas menumpahkan sesak di hatinya atau pun ruangan tempat keluarga de Niels sedang mendengarkan dan melihat kejadian itu. Semuanya kini baru menyadari bahwa mereka telah melakukan kesalahan besar di masa lalu, ketika seseorang mengatakan hidupnya menderita karena ulah mereka.
Benar apa yang dikatakan oleh Lucas, mereka yang berada di tempat itu tidak akan pernah bisa mengembalikan masa-masa indah yang pernah Lucas miliki. Mengorbankan nyawa sekalipun tidak akan bisa mengubah kenyataan bahwa dengan tangan keluarga de Niels sendiri, mereka menghancurkan masa depan seorang anak. Lalu apa bedanya mereka dengan paman dari daddy Joaquin yang juga menghancurkan masa depan Joaquin saat itu.
" Maaf... maafkan kami..." ucap Galen terdengar sangat tulus.
" Tapi sayangnya bukan itu yang aku inginkan dari kalian... Yang aku ingin kan adalah kalian semua mengalami apa yang pernah aku alami agar kalian tidak akan pernah bisa bersikap arogan lagi..."
TUkkk
Lucas meletakkan gelas wine nya di meja yang ada di depannya. Dirasa sudah tidak ada lagi yang bisa diucapkan dia pun berniat mencari Toby dan mengajak asisten pribadinya itu untuk pergi dari sana.
" Baik... Karena kau bukan orang yang berperan dalam kehancuran ku, maka aku akan menjawab pertanyaan mu.." Lucas kembali duduk setelah sebelumnya berdiri untuk mencari Toby.
" kau mengincar istri ku karena dia anak daddy Joaquin dan mommy Noura?" tanya Claude. Pasalnya sejak tadi dia begitu ingin bertanya tapi harus menunggu saat yang tepat.
__ADS_1
" Aku tidak pernah menargetkan Geya.. Bahkan kejadian empat tahun lalu di hotel ku, bukan Geya yang diincar oleh orang yang memiliki dendam dengan keluarga de Niels. Yang diincar adalah Rouge dan Roseline, anak Vinda. Aku tidak tahu bahwa Geya yang terjebak saat itu, begitu tahu aku langsung mengecek CCTV hotel dan ternyata seseorang sudah menghapusnya. " jawab Lucas.
" Aku menyayangi Geya seperti anak ku sendiri karena aku pernah mengenal wanita semurni dan setulus Geya. Dia adalah satu-satunya alasan ku menunda balas dendam ku hingga tiga puluh tahun lamanya ini..." Lucas terkekeh pelan. Baginya Geya adalah peri kecil yang menyejukkan hatinya.
Claude menghela nafas, sesungguhnya dia ikut campur disini adalah tidak pantas apalagi bukan Geya yang diincar musuh. Tapi dia sekarang adalah anggota keluarga de Niels, jelas dia harus membantu menyelesaikan masalah ini sampai dendam Lucas tuntas. Jika tidak maka ke depannya kan muncul Lucas Lucas yang lain yang akan mengganggu kedamaian keluarga de Niels.
" Maaf sudah membawa Toby dan terkesan menculiknya. Aku tahu sedikit tentang asal usulnya karena itu aku menyimpulkan dia adalah orang yang berharga untuk mu.." Claude meminta maaf.
" Hoho... Jadi kau tahu tentang latar belakangnya?? Apa kau mengatakan semua itu padanya?" tanya Lucas. Karena jika Toby sudah tahu maka dia tidak perlu mengatakan apapun lagi.
" Itu adalah hak mu.. Aku tidak ingin mengambil kewenangan yang bukan milik ku.." Claude meminta anak buah mereka membebaskan Toby.
Lucas meneliti dari atas ke bawah dan dia menghembuskan nafas lega karena tidak ada luka dan lecet sedikitpun di tubuh Toby. Tanpa banyak berucap Lucas segera merangkul bahu Toby dan mengajak asistennya ini untuk ikut kembali ke rumah mereka dengannya. Namun Toby justru melepas rengkuhan tangan Lucas padanya dan menatap Lucas dengan tatapan yang tidak terbaca.
" HUft.... Baiklah aku akan mengatakannya sekarang.." ujar Lucas yang tahu arti tatapan dari Toby.
__ADS_1
" Kau adalah anak dari wanita yang aku cintai. Wanita yang begitu ingin aku nikahi tapi kemudian dia mengalami pemerkosaan oleh teman sekampusnya dan berakhir hamil diri mu. Saat itu aku menawarkan pertanggung jawaban padanya tapi dia menolak karena merasa dirinya sudah sangat kotor..." Lucas tersenyum melihat wajah Kaget Toby karena itu mirip sekali dengan ibu TOby.
" Dia melahirkan mu dan sebulan setelahnya dia meninggal dunia. Aku yang saat itu belum bisa mengadopsi mu akhirnya membawa mu ke panti asuhan. Sepuluh tahun lalu aku datang untuk mengajak mu tinggal bersama ku dan yah, bagi ku kau itu adalah putra ku.." Toby menangis dan langsung berlutut di bawah Lucas. Sebuah pemandangan yang menyayat hati, karena pada dasarnya orang jahat juga tetap manusia sehingga dia bisa menyayangi dan mencintai orang lain.