
Castelmezzano adalah desa kecil yang ada di wilayah Italia selatan. Sebuah desa yang dikelilingi oleh pegunungan, menjadi tempat yang sangat cocok untuk bersembunyi. Desa yang terlihat indah ketika musim panas tiba dan banyak pengunjung yang berdatangan untuk zip-line melalui pegunungan malam hari maka lampu-lampu akan menyala dan terlihat desa ini seperti hidup.
Di tempat inilah menjadi pilihan Marisha untuk menenangkan pikirannya sekaligus bersembunyi setelah melemparkan bom besar ke keluarga de Niels. Sesungguhnya dengan perlakuan yang baik dari kedua mertuanya, Marisha tidak tega untuk membuat keluarga itu terguncang. Namun sekali lagi, karena dia di dorong ke tepian jurang, dan untuk menyelamatkan diri maka dia harus bisa membuat serangan pada lawannya.
Marisha mengetahui sebuah rahasia besar keluarga de Niels tanpa sengaja ketika masih menjadi Sekretaris Rouge. Marisha yang kala itu diminta membersihkan ruangan Rouge melihat sebuah lanskap sebuah tempat yang menurut Marisha sangatlah jauh dari kota. Setahunya tempat itu adalah hutan pribadi milik keluarga de Niels tapi melihat layar laptop Rouge, sepertinya wilayah itu tidak seperti nampak dari atas.
Merasa memiliki kesempatan untuk menekan Rouge, Marisha pun mulai menyelidiki tempat itu dibantu oleh orang-orang yang dulunya adalah penjahat tapi karena diselamatkan oleh ibu Marisha dan sekarang menjadi orang-orang yang akan mendukung Marisha dalam kondisi apapun.
Dua tahun, waktu yang Marisha butuhkan untuk mengetahui apa yang sebenarnya berada di wilayah yang pernah dia lihat di laptop Rouge. Saat itu, dia sudah resmi menjadi istri Rouge dan rumah tangga mereka berjalan sangat lancar dan bahagia. Karena dirasa tidak lagi membutuhkan, Marisha menyimpan saja informasi itu tanpa membukanya lagi.
Barulah ketika Rouge mulai mengejar Geya kembali setelah sekian tahun, Marisha teringat akan sesuatu yang dia simpan tanpa dia buka selama ini. Betapa terkejutnya Marisha ketika membaca dan melihat informasi yang dia dapatkan. Ternyata keluarga de Niels memiliki rahasia yang begitu besar tanpa siapapun orang diluar sana mengetahuinya.
__ADS_1
" Aku harap keputusan mu benar dengah mengungkap semua itu ke media.. Karena jika kau menyesal, sampai kapan pun kau tidak akan bisa kembali pada pria itu... " ujar seorang pria bernama Dettus, pria yang selama ini membantu Marisha dalam setiap keputusan yang Marisha buat termasuk menghapus CCTV di hotel tempat dimana Rouge merenggut mahkota Geya.
" Aku tahu... Semua itu adalah salah perpisahan dari ku untuknya.. Dia tidak akan kembali pada ku dengan atau tanpa bom yang aku lempar itu. Jadi biarlah itu menjadi hadiah atas apa yang selalu dia berikan pada ku... " Marisha tersenyum kecut.
Dettus hanya bisa menghela nafas melihat wanita yang dia cintai sejak kecil justru hidup menderita ketika sudah bisa menggenggam dunia. Suami kaya raya dan keluarga suaminya yang memiliki kekayaan tidak akan habis tujuh turunan dan tanjakan, tapi lihatlah Marisha, dia tidak bahagia karena menikahi pria yang tidak dia cintai.
Dettus sadar betul siapa dirinya dan apa latar belakangnya sehingga dia menyerah begitu saja untuk memperjuangkan cintanya. Bagaimanapun dia berusaha, Marisha tidak akan pernah melihat ke arahnya berada. Jadi yang bisa dia lakukan hanya berdiri di depan Marisha, melindungi wanita itu dan mendukung setiap keputusan Marisha.
" Mommy.... Apa kita tidak akan bertemu dengan daddy lagi? " tanya Marellyb takut-takut. Sudah satu minggu lebih dia tidak bertemu dengan daddy nya, dan setiap bertanya Marisha hanya mengatakan bahwa daddy nya sedang sibuk dengan urusan pekerjaan. Tapi Marellyn bukan anak bodoh, dia tahu bahwa daddy nya berubah semenjak kedatangan twins Q.
" Jangan khawatir Marellyn, jika daddy mu sudah tidak sibuk mungkin kita bisa bertemu dengannya.. Jadi Marellyn jangan nangis lagi ya, bukannya daddy nggak suka kalau Marellyn menangis.. " Dettus ikut menenangkan putri kecil Marisha karena tidak tega juga melihat Marellyn menangis karena merindukan daddy nya.
__ADS_1
" Jika aku katakan bahwa kau adalah orang bodoh apa kau akan menerimanya Rouge? Kau punya istri dan anak-anak yang luar biasa.. Tapi justru kau telantarkan mereka... Apakah boleh jika aku mengambil mereka dari sisi mu? " monolog Dettus dalam hati.
" Sekarang Marellyn tidur siang dulu ya... Yuk, paman temani.. " Dettus menggendong Marellyn dan membawanya ke kamar lain yang dikhususkan untuk tidur anak-anak Marisha. Dettus sendiri memilih tinggal di rumah lain yang berjarak sekitar dia rumah dari rumah Marisha karena tidak ingin mengundang gosip tidak benar. Apalagi ada dua buah hati Marisha yang harus dijaga agar mentalnya tidak rusak.
Marisha menatap sendu punggung pria yang menggendong putri kecilnya pergi itu. Bukan dia tidak tahu tentang perasaan dari Dettus. Tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena hatinya sudah memilih Rouge saat itu. Penyesalan pasti ada karena sejak dia mulai renggang dengan Rouge dan hanya ada Dettus di sampingnya. Marisha mulai berpikir jika saat itu dia memilih Dettus bagaimana dengan hidupnya dan anak-anaknya saat ini.
Dettus bahkan berjuang mati-matian memantaskan diri untuk bisa bersanding dengannya. Hingga sekarang Dettus memiliki sebuah perusahaan kecil yang bergerak dibidang penjualan frozen food yang hasilnya sangat cukup jika hanya untuk memuaskan Marisha. Tapi apa bisa dikata, semua sudah terlambat, Marisha keburu jatuh hati dengan Rouge terlebih dahulu.
" Maafkan aku Dettus... Andai saja aku tidak salah langkah saat itu, mungkin kita sudah akan hidup bahagia berdua bersama dengan anak-anak kita. " gumam Marisha menangis dalam diam.
Dia berbalik menatap ke arah jendela kamarnya yang menampilkan pemandangan sangat indah pegunungan. Marisha berpikir jika ini takdirnya maka dia tidak akan pernah mau kembali lagi kepada keluarga de Niels dan akan melanjutkan hidupnya disini saja. Toh bersama atau pun tidak tetap saja bagi Rouge dirinya tidak lebih dari seorang wanita yang mengandung anaknya. Tidak ada cinta sama sekali karena sejak awal Rouge hanya memanfaatkan kehadiran Marisha untuk bisa melepas Geya karena merasa dirinya tidak pantas bersanding dengan Geya.
__ADS_1
Marisha kini telah berpasrah diri, melepaskan segala yang pernah dia genggam, ingin hidup bahagia bersama kedua buah hatinya agar tidak lagi pernah terjadi di hidupnya rasa diabaikan. Ini adalah hidupnya dan dia berhak menjadi ratu dalam hidupnya. Jika seorang pria tidak bisa meratukan dirinya maka dirinya sendiri yang akan berjuang untuk bisa membuat hidupnya menjadi Ratu..
" Apakah kau rela menjadi seperti ini padahal setahuku dulunya kau paling tidak senang jika ada orang yang memanfaatkan mu.. Lihat diri mu sekarang, kau berhak bahagia tapi memilih terjebak di dalam pernikahan yang tidak sehat hanya demi melihat ku menderita. Tapi asal kau tahu, Sha, aku bahagia karena bukan dia pria yang menjadi jodoh ku, tapi pria lain.... "