DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU

DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU
Ditinggal...


__ADS_3

Jalanan kota Milan pagi ini terlihat begitu ramai dan sibuk. Awal pekan membuat semua orang yang tadi libur bekerja, kini kembali harus bergelut dengan pekerjaan mereka. Mobil Royce Rolls mewah berwarna hitam metalik, menjadi salah satu pengisi jalanan kota Milan pagi ini.


Mobil Royce Rolls mewah dengan harga termahal di seluruh dunia ini, sedang menuju ke bandara mengantarkan pemiliknya untuk pergi lintas benua. Namun kelihatannya seorang yang dipaksa mengantarkan ke bandara, justru manyun karena kesal tidak ingin ditinggal.


Flashback


Geya terus mengomel sejak setelah dia dan Claude keluar makan malam. Claude sampai berkali-kali memijat pangkal hidungnya karena tidak tahu lagi harus dengan cara yang seperti apa agar sang istri berhenti mengomel padanya.


Sewaktu dalam perjalanan pulang ke mansion utama dari restoran tempat Geya dan Claude makan malam, Claude mendapatkan telepon dari Dimitri yang mengatakan bahwa di Los Angeles terjadi masalah yang mengharuskan Claude sendiri yang menanganinya.


Ketika Claude menyampaikan masalah ini pada sang istri, Geya langsung saja mengomel tanpa henti bahkan omelan itu berlanjut hingga ke ranjang. Claude yang ingin malam perpisahan sejenak mereka dilewati dengan sesuatu yang panas menggelora, harus terpaksa melepas anggannya.


" Baby, listen to me... I was only gone for one week. So don't be angry anymore... Please... " wajah Claude dibuat terlihat begitu menyedihkan agar mendapatkan izin dari Geya.


" My belly is already very big and how cloud you leave me... Daddy nggak kasihan sama aku? " Geya mengeluarkan jurus andalannya, mengambil rasa bersalah Claude sebagai bentuk memaksa suaminya menurutinya.


" Baby please.... Mereka semua membutuhkan aku untuk menyelesaikan masalah ini.. Aku baru saja menandatangi perjanjian dengan perusahaan yang dipimpin sepupunya, jadi tidak boleh sampai ada masalah di perusahaan ku yang nantinya akan mempengaruhi perusahaan Roseline juga... I hope you can understand my posision... "


Kalah.... Ketika suaminya membawa nama sepupu dan perusahaan yang merupakan anak dari JN Group, Geya langsung luluh. Meski dengan hati yang tidak ikhlas, tapi Geya tidak punya pilihan lain selain mengizinkan...

__ADS_1


Flashback off


" Baby... Jangan cemberut gitu dong... Kalau kamu begini aku jadi nggak tenang disana... " rayu Claude ketika mobil yang dia dan Geya tumpangi masih di jalan menuju bandara.


" I don't care, dad... Aku masih kesal dad... " ucap Geya ketus dan acuh. Sedari tadi Geya sama sekali tidak mau melihat wajah suaminya.


" Ayolah baby,, hanya satu minggu. I'm promise that... Aku akan kembali dan membawakan mu banyak sekali oleh-oleh.. Ya, please sekarang kamu senyum.. Ya... Ya... baby... " Claude patang menyerah merayu sang istri.


" Oke aku senyum... Tapi kalau dalam satu minggu daddy nggak balik ke sini... Siap... Siap... saja... " Geya langsung memperagakan gerakan menggorok leher dengan sangat pekan. Claude menelan ludahnya kasar melihat itu.


" Of course.. I will be back... Hehehe... " Claude nyengir kuda.


Setelah mendapatkan restu untuk kepergiannya, selama di perjalanan menuju ke bandara Geya sama sekali tidak berhenti memberikan larangan dan wejangan. Dari tidak boleh dekat dengan perempuan mana pun dan harus berjarak tiga meter. Dilarang menjabat tangan wanita selain mantan istri Claude. Dilarang tersenyum pada siapapun apalagi pada perempuan dan yang paling parah adalah harus memberi kabar setiap lima menit sekali.


Ponsel milik Geya tiba-tiba berbunyi, memperlihatkan nama mommy Noura di layarnya. Geya dan Claude tersenyum karena pasti ini adlaah panggilan yang dibuat Quella. Tadi pagi saat berangkat baik Quella maupun Quon belum bangun karena semalam asyik bermain dengan orang tua Geya dan uncle Ghadi.


" Morning girl, boy... " sapa Claude ketika melihat wajah putri nya sudah memenuhi layar ponsel Geya.


" Daddy dan mommy kemana? Kenapa saat Quel bangun kalian sudah tidak di mansion.. Apa kalian bersenang-senang tanpa ku? " Quella terus bertanya, membuat Claude dan Geya bingung menjawab yang mana dahulu.

__ADS_1


" Sorry girl... Daddy dan mommy buru-buru jadi tidak bisa membangunkan kalian. Daddy harus kembali ke Los Angeles selama satu minggu. Dan Quella serta Quon harus berjanji untuk tidak nakal dan menyusahkan mommy. Karena perut mommy sudah besar, dan adik kalian akan segera lahir.. Quon dan Quella mengerti? " ucap Claude berpesan pada anak-anak nya.


" Don't worry dad... We will not be naughty and will be sweet kids until daddy come back... " celetuk Quon dari belakang adik kembarnya.


" Good boy... Good Girl... Daddy sudah sampai di bandara jadi terpaksa panggilannya daddy tutup ya.. Daddy akan bawa banyak hadiah untuk kalian ketika daddy nanti kembali. But with ibe condition, you are must be nice kids... Okay... " pamit Claude..


" Yes dad... " jawab keduanya serempak.


Claude berjalan masuk ke bandara dengan menggenggam tangan istrinya yang akan dia tinggalkan selama seminggu ke depan. Memikirkannya saja Claude sudah rindu apalagi jika dia sudah berada di Los Angeles nantinya.


Claude akan mengudara menggunakan private jet miliknya, sehingga Claude tidak perlu mengurusi ini itu dan bisa langsung menuju ke pintu keberangkatan khusus untuk pengguna private jet. Sejenak Claude memeluk tubuh sang istri meski sekarang ini harus terganjal perut besar Geya. Tapi jika tidak begini rasanya akan sangat menyiksa sekali nantinya.


" Maaf ya,, aku harus pergi meninggalkan mu sendiri disini.. Janji segera menyelesaikan semuanya dan kembali pada mu... " ucap Claude di depan ceruk Geya.


" I will waiting for you dad... Ingat semua pesan ku ya.. Jangan nakal.. " Geya berpura-pura marah ketika mengatakan kata terakhirnya.


" Oke... Aku pergi dulu ya.. " Claude melepaskan pelukan Geya dan bergegas masuk ke private jetnya.


Sebelum benar-benar masuk ke dalam pesawat itu, Claude menyempatkan diri berbalik dan melambaikan tangannya sebentar ke arah Geya. Tentu saja hal itu disambut Geya dengan menahan keinginan untuk menangis. Tapi Geya tidak boleh menangis atau suaminya itu akan benar-benar membatalkan kepergiannya demi dirinya.

__ADS_1


Setelah pesawat yang membawa Claude lepas landas, Geya barulah kembali ke mobil yang susah terparkir di depan pintu bandara. Berat melangkahkan kakinya keluar dari bandara tapi Geya tidak memiliki pilihan lain. Menangis di bandara pun juga tidak akan membawa pesawat suaminya berputar balik dan malah membuatnya malu.


" Safe flights daddy and i love you... Forever... " gumam Geya menatap langit dari dalam jendela mobil yang akan membawanya kembali ke mansion..


__ADS_2