
POV GEYA
Empat tahun yang lalu, aku meninggalkan semua yang aku cintai demi menutupi nyawa yang hadir di dalam diri ku. Alasannya, karena ternyata wanita yang menjadi sahabat ku, juga mengandung benih dari pria yang sama dengan ku. Demi kebahagiaan dirinya dan anak yang dikandungnya, aku pergi meninggalkan semuanya.
Jika pun aku memaksa untuk tetap di sana dan menjadi wanita egois, maka nasib seorang wanita yang hamil tanpa keluarga dan bayi yang dikandungnya akan menjadi penyesalan terbesar dalam hidup ku Karena alasan itulah aku pergi, demi mereka dan demi diri ku sendiri.
Keberuntungan ternyata berada di pihak ku, karena aku bertemu pria yang mencintai ku tulus tanpa menatap perut ku yang membuncit. Bahkan dengan lantang dia berucap bahwa itu adalah buah hatinya. Anak yang berada di kandungan ku adalah anaknya, dan dia pun rela dicap sebagai pria brengsek karena telah menghamili seorang wanita.
Seorang pria yang pernah terluka karena sebuah pernikahan, namun berjanji memberikan sebuah kehidupan baru pada ku di dalam sebuah pernikahan. Aku pun mencoba untuk sekali lagi bertaruh dalam hidup ku, bersamanya akankah aku benar-benar mendapatkan arti sebuah kehidupan yang sesungguhnya.
" Mereka yang ada di kandungan mu adalah anak ku.. Dengar dan tanamkan itu di dalam hati mu. Karena aku tidak akan pernah membiarkan siapapun mengatakan itu bukan anak ku.. "
Kata-kata yang dia ucapkan saat itu, sungguh membuat hati ku merasa hangat setelah berbagai rasa sakit yang aku alami karena pertaruhan ku sendiri pada hidup. Pria ini, memberikan dunianya pada ku. Pada seorang wanita yang kehilangan dunianya dan bahkan sedang mengandung benih pria yang tidak pernah tahu tentang kehamilannya. Dan aku bersyukur bertemu malaikat sepertinya, dia benar-benar membuat aku bahagia. Kali ini, dalam pertaruhan ku, aku pemenangnya.
__ADS_1
Setelah empat tahun membangun kisah kasih cinta bersama dengan pria ini, hidup ku menjadi damai dan tidak lagi merasakan sunyi ataupun kesedihan. Ditambah kehadiran kedua buah hati ku, Quon dan Quella, semakin lengkap keluarga kecil kami. Dan betapa bahagianya aku ketika dokter mengatakan aku tengah hamil lagi.
" Woooaaaaoowwww... Baby... Kita akan punya anak lagi... Twins dengar itu, kalian akan memiliki adik lagi... Yeaaayyy... " sorak sorai suami ku ketika mendapatkan kabar aku hamil lagi. Senangnya aku melihatnya begitu bahagia.
Pria itu selalu mengalah pada ku dan selalu mengucapkan kata cinta disetiap hembusan nafas nya untuk ku. Pria itu lah yang selalu berada di sisi ku dan memberikan dukungan pada ku, untuk bangkit dari keterpurukan ku, untuk menjadi istri dan ibu yang baik bagi anak-anak ku. Pria siaga yang selalu datang setiap aku memanggilnya, pria yang menikahi ku dengan sejuta cinta dan kasih sayang. Meratukan diri ku dan menjadikan ku satu-satunya wanita nya hingga dia mati.
Pernah ada suatu kejadian dimana aku bermimpi tentang hari dimana suami ku dimakamkan. Aku melihat ke empat anak ku dan diri ku sendiri menangis histeris atas meninggalnya pria yang telah menjadikan aku wanita sempurna itu. Hati ku hancur, dada ku sangat sesak sekali, bahkan lidah ku kelu untuk sekedar ingin berteriak memanggil namanya, bagaimana bisa pria yang baru saja aku lihat tersenyum pada ku, kini sudah tidak lagi bernyawa.
Claude Smith Harley, pria yang begitu lemah lembut pada ku dan anak-anaknya, tapi akan menjelma menjadi singa jantan yang lapar jika melihat lawan yang berusaha mengusik kehidupannya dan keluarga kecilnya. Claude pria yang aku cintai dengan segenap jiwa ku, pria yang mampu meluluhlantakkan hati ku, pria yang mampu menjadikan ku wanita paling sempurna, karena aku memilikinya.
" Daddy, jika saat itu, kita tidak pernah bertemu dan di dalam hidup kita justru saling melewatkan. Apa yang terjadi pada daddy saat ini? " tanya ku iseng ketika kami sedang duduk berdua saja di taman belakang.
" Ehmm.. Maka Claude yang kau kenal lemah lembut, ramah, baik dan penyabar tidak akan pernah ada baby.. Karena sebelum aku bertemu dengan mu, meski aku menyayangi anak-anak di panti asuhan, aku tetap orang yang dingin dan antisosial.. " jawabnya membuat ku termenung. Ternyata sebesar itu pengaruh ku padanya. Pengaruh pertemuan kami dan kehidupan kami sekarang ini di dalam hidupnya.
__ADS_1
...**************...
Hari ini aku menyadari satu hal, yang membuat ku takut juga membuat ku bersyukur karena bukan orang yang aku cintai yang berada di situasi itu. Wanita yang pernah menjadi perampas kebahagiaan ku, kini terbaring koma di dalam ruang ICU karena tabrak lari. Apakah aku bahagia melihatnya menderita? Entah kenapa tapi aku sama sekali tidak bahagia dan malah merasa iba padanya.
Kemudian, hari ini juga, aku melihat sosok lain dalam diri pria yang pernah sejak kecil hingga aku empat tahun lalu aku cintai. Sosok yang menangis dengan memeluk tubuh putri kecilnya, mengucap maaf dan Terima kasih karena tidak membencinya meski sudah tersakiti karena perbuatannya. Ini kali pertama aku melihat Rouge serapuh itu, tapi lagi-lagi aku justru tidak bahagia melihat orang-orang yang pernah menyakiti ku menderita.
Ku dengar keponakan kecil ku menangis, aku menggendongnya dan suami ku membuatkan susu formula untuk minumnya. Aku tahu Rouge melihat kami, tapi biarlah, agar dia paham kenapa aku jelas tidak akan pernah bisa meninggalkan pria yang menjadi suami ku ini. Biar Rouge tahu, bahwa kisah kami sudah berakhir sejak dia memilih untuk menikahi Marisha dan membuat aku pergi karena perbuatan yang dia lakukan.
Saat mata ku menatap wajah mungil keponakan ku yang sayang sekali terlahir tanpa penglihatan. Saat itu aku menyadari dia memiliki wajah mirip ibunya dengan versi cowok. Terbersit di pikiran ku untuk membawa anak ini ikut bersama ku, menjaganya, mendidiknya, dan mengasuhnya, menjadikan anak ini memiliki segala yang dia inginkan, akan dia tidak akan tumbuh dengan rasa kecewa dan iri sama seperti ibunya.
" Cepatlah sembuh Sha,, jika tidak, aku akan membawa Jade bersama ku dan tidak akan aku lepaskan untuk mu.. " batin ku berucap sambil menatap mata indah milik keponakan kecil ku.
Inikah yang disebut jatuh cinta, iya bisa jadi, aku jatuh cinta pada keponakan ku sendiri. Lihatlah, betapa tampan dan lucunya anak ini. Aku yakin suatu hari nanti, dia akan menjadi orang yang hebat meski tanpa penglihatan nya.
__ADS_1