
Di dalam mobil Quon sama sekali tidak bisa tenang. Pikirannya bercabang kemana-mana dan yang paling menyita perhatiannya adalah kondisi mommy nya. Bukan tanpa sebab Quon merasa parno seperti saat ini. Kejadian lima tahun lalu juga sama seperti ini. Dia yang masih bersekolah tiba-tina saja dijemput dan kemudian dia mendapatkan kabar bahwa adiknya meninggal dunia dan mommy nya dinyatakan koma.
Begitu mobil sudah terparkir rapi di depan mansion mewah milik daddy nya, Quon lantas berlari kencang masuk ke daam mansion dan lekas mencari keberadaan dari daddy Claude. Namun ketika hendak menaiki lift, dari arah belakang ada seseorang yang memanggilnya. Suaranya Quon yakin betul bahwa itu suara yang begitu dia rindukan selama lima tahun ini.
" Quon...." Quon pun langsung berbalik dan betapa bahagianya dia ketika bisa melihat mommy nya tersenyum lagi setelah sekian lama. Tidak ingin membuang waktu, Quon langsung berlari ke arah mommy nya berada tengah duduk di kursi roda.
" Mom,,, aku merindukan mu.... Sangat merindukan mu.." ucap Quon dalam pelukan mommy Geya.
" Mommy juga merindukan mu my boy... Daddy banyak cerita katanya anak mommy ini pintar sekali selama mommy tidur panjang.. Terima kasih ya sudah menjadi kebanggaan mommy sayang..." Geya mencium kening dan puncak kepala Quon bergantian. Dia baru berhenti melakukannya ketika muncul Quella dan Alrescha dari pintu masuk mansion.
" Mommy..." kedua anak itu memekik riang langsung berlari ke arah mommy mereka.
" Akhirnya mommy bangun juga.. Benar kata Quon, suatu hari nnati mommy akan bangun dan bisa main lagi dengan kami.. Aku merindukan mu mom.." ujar Quella memeluk erat Geya seolah takut kehilangan.
" Tentu kita akan main terus mulai hari ini... Tapi,, coba mommy lihat wajah Quella dulu.. Kok anak mommy ini jadi cantik sekali ya.. Mommy aja kalah lho.." puji Geya yang memang menurutnya Quella sangat cantik.
" Tentu dong... Anak gadis daddy kok..." sahut Claude yang baru bergabung setelah berbincang dengan dokter yang memeriksa Geya.
Tadi sebenarnya ketika, setelah Alrescah masuk ke kamar Geya, tidak lama setelahnya Geya tersadar. saat itu ada Claude di sana yang hendak membersihkan tubuh Geya dengan mengelap tubuhnya menggunakan air hangat. Namun, betapa terkejutnya Claude ketika melihat Geya membuka mata. Karena paniknya ember berisi air hangat itu samapi tumpah membasahi lantai. Geya terkekeh geli melihat tingkah suaminya. Sesuatu yang sederhana yang diam-diam dia rindukan ketika tidak bisa melihatnya dalam waktu yang lama.
Kini keluarga Claude tengah berkumpul di kamar utama yang merupakan kamar Geya dan Claude sebelum Geya divonis koma oleh dokter lima tahun yang lalu. Ketiga anak Geya benar-benar manja pada mommy mereka. Maklum saja mereka tidak saling berinteraksi selama lima tahun. Kini ketika mereka diberikan kesempatan untuk bisa saling meluapkan cinta dan kasih sayang, mereka ingin memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaiknya.
Geya pun tadi sudah berbincang dengan Claude tentang kepergian bayi mereka lima tahun yang llau. Geya berkata dia telah mengikhlaskan semuanya. Karena menurut apa yang Geya ceritakan, selama koma dia telah puas bermain dengan anak itu. Menurut Geya dia adalah anak laki-laki yang tampan tapi sedikit berbeda dengan ketiga anak Geya yang lain.
Anak ini memiliki rambut pirang seperti Geya, tapi warna kulitnya seperti Claude. Dia mewarisi bentuk wajah seperti Geya tapi fisiknya mirip dengan Claude.
" Dia adalah perpaduan kita berdua... Benar-benar gabungan dari kita berdua menjadi satu.." ucap geya menggambarkan tentang bagaimana rupa anaknya.
__ADS_1
Geya ingin menjalani hidup keduanya ini hanya bersama dengan keluarga kecilnya ini. Geya tidak akan menyesali apa yang terjadi karena putra kecilnya sudah bahagia ditempat yang katanya tidak akan merasakan sakit lagi. Geya tidak boleh larut dalam kesedihan karena dia masih harus merawat ketiga buah hatinya yang lain.
Bagi geya mungkin semua yang terjadi sama seperti mimpi dan kini dia sudah terbangun dari tidurnya, tapi tidak dengan yang lain yang benar-benar menjalani hari-hari yang berat selama lima tahun tanpa dia. Hal itu membuat tidak ingin berlarut dalam kesedihan karena lima tahun telah berlalu.
" Mommy nggak akan tidur lama lagi kan? Alrescha kesepian mom.." tanya putra kecilnya itu dengan raut wajah polosnya.
" Memangnya kenapa mommy harus tidur lama lagi? Kan mommy sudah sehat, sudah bisa beraktifitas lagi.. Kemarin itu mommy lagi sakit sayang.." jawab Geya. Usia Alrescha tentunya belum bisa mencerna ucapan yang sulit. Jadi Geya memilih menjelaskan dengan kata-kata yang semudah mungkin bisa dicerna anak seusia Alrescha.
" Janji ya..." Geya mengangguk.
" Mommy, punya anak-anak yang lucu dan menggemaskan, bagaimana mungkin mommy tidur lama lagi." Geya mencoba menenangkan si bungsu yang sudah ada tanda-tanda akan menangis.
" Quon mau jadi dokter mom.. Biar kalau mommy sakit, Quon bisa obati mommy.. Jadi kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi.." celetuk Quon membuat Geya dan Claude kaget.
" Benarkah? Berarti kamu harus belajar keras untuk mewujudkan itu semua.." ucap Claude memberi semangat.
" Tentu dad..."
" Siapa yang memilih mu jadi penerus daddy, perusahaan daddy bisa bangkrut.. Tuh,, Alrescha ada, biar dia yang gantikan daddy.." ujar Quon mengejek Quella.
" Heh.. Ngomong sembarangan.." Quella langsung berdiri di ranjang sambil berkacak pinggang di depan semuanya.
" Dengarkan aku. Aku memiliki cita-cita sebagai desainer dan akan menikahi pria yang baik seperti daddy.. catat itu dan lihat ketika aku dewasa nanti aku akan membuktikannya...." ucap Quella penuh percaya diri.
" Ya...Ya... Ya..." sahut Quon acuh.
" Look mom... Dia anak sulung mommy yang dingin seperti es batu dan juga songgong minta ampun.. Kok bisa dulu aku berbagi rahim dengannya mom?"
__ADS_1
Tawa yang sejak tadi Claude dan Geya tahan langsung menyembur keluar saat itu juga.Sungguh pemandangan yang sangat membahagiakan melihat ketiga anaknya tumbuh dengan baik dan semuanya pintar-pintar.
Geya menarik Quella dan Quon serta Alrescha untuk mendekat padanya dan Claude. Secara bergantian Claude dan Geya mencium ketiga anak mereka. Akan lebih lengkap jika 'dia' masih ada, dan mungkin sekarang akan seusia Alrescha, beda sedikit. Tapi sekarang saja baik Geya dan Claude sudah sangat bahagia sekali.
" Mommy dan daddy berharap, momen seperti ini akan selamanya bersama dengan kita, hingga ketika mommy dan daddy sudah berada di SisiNya. Mommy dan daddy menyayangi kalian melebihi apapun, dan bagi kami kalian adalah yang terbaik." ucap Geya mencium anak-anaknya.
" Kita akan berlima sampai kalian besar dan bisa menjaga diri kalian sendiri. Dan sebagai rasa syukur kita karena mommy sudah kembali bersama kita.. Ayo besok kita camping bersama !!!!!!" seru Claude yang langsung disambut teriakan senang anak-anaknya.
Beginilah akhir dari kisah cinta Geya dan Claude. Keduanya bahagia bersama dengan ketiga anaknya. Kedepannya mereka juga akan terus bahagia seperti ini. Geya dan Claude saling menyayangi dan semua rintangan cinta mereka bisa mereka lewati dengan baik. Keduanya dapat membuktikan perbedaan keduanya, dan kekurangan mereka sebagai manusia telah bisa mereka lebur menjadi satu.
Kini Geya dan Claude akan bahagia demi anak-anak mereka dan demi si bungsu yang telah memiliki tempat terindah di surga sana. Kisah mereka akan berlanjut, dan generasi mereka berikutnya akan terus mewujudkan mimpi Geya dan Claude.
" Hidup itu indah, jika kau menganggapnya indah. Tapi akan sulit jika kau menganggapnya sulit.. Percayalah, bahwa semua akan indah pada waktunya.."
TAMAT
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
SELAMAT MALAM SEMUANYA...
TERIMA KASIH YA SUDAH MENEMANI GEYA AN CLAUDE SAMPAI DI BAB YANG BERAKHIR BAHAGIA...
TUNGGU SEASON KEDUA MEREKA YA, TAPI PASTINYA BELUM BISA AKU BERITAHU... KALIAN PANTAU TERUS AJA AKUN KU YA...
UNTUK SEMUA UMAT MUSLIM
SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA..
__ADS_1
MOHON MAAF LAHIR BATIN YA, JIKA SELAMA PERJALANAN INI AKU ADA BANYAK SALAH...
BACA JUGA KARYA KU YANG LAINNYA,, SUPPORT KALIAN ADALAH YANG TERBAIK BUAT AKU...