DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU

DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU
piknik bersama


__ADS_3

Langit kota Milan hari ini begitu indah, pagi yang cerah dengan hanya sedikit awan, dan menurut ramalan cuaca tidak akan ada hujan hari ini. Hal ini membuat Claude ingin mengajak keluarga kecilnya untuk jalan-jalan ke taman bersama. Hal ini juga baik untuk kandungan Geya yang sudah delapan bulan, agar bisa melahirkan normal.


Semua peralatan piknik di taman kota sudah siap, Geya juga mempersiapkan beberapa menu makanan yang sangat cocok untuk menemani piknik mereka hari ini. Ada beberapa sandwich dengan berbagai macam, ada beberapa kudapan favorit kedua anaknya, tak lupa sushi roll dengan nasi dah nori..


Sejak bangun tidur, Quella tidak hentinya berlari ke sana kemari saking senangnya akan diajak piknik. Ini merupakan piknik pertama mereka di Milan, padahal sudah beberapa minggu mereka berada di kota ini. Quon memutar matanya jengah melihat tingkah adiknya yang sangat aktif itu, dia jadi berpikir kenapa mereka berdua terlahir dengan less dan more.


Quella yang terlalu berlebihan aktif dan Quon yang kurang sedikit aktif. Sangat lucu sekali jika benar-benar dipikiran kelebihan dan kekurangan dari keduanya. Meski begitu, meski Quon selalu marah ketika Quella berisik, tapi jangan ditanya jika ada yang sampai membuat adik kembarnya ini menangis, Quon akan marah dan tidak segan memukul.


Pernah saat di PG mereka yang ada di Low Angeles, Quon mendorong temannya sampai masuk ke kolam ikat karena marah melihat temannya itu membuat Quella menangis. Claude dan Geya tidak tahu harus bagaimana karena tujuan Quon itu baik, meski eksekusinya yang salah.


" Quel, berhenti berlari atau aku akan membuang semua bonek princess mu?! " hardik Quon sudah seperti orang dewasa saja.


" Mom,, look, Quon was angry, again... " Quella mengadu.


" Terus saja mengadu, kau yang salah kenapa harus mengadu. Aku pusing melihat mu terus saja berlari kesana kemari... " Geya tersenyum melihat perdebatan kedua anaknya itu. Pewarna indah di pagi hari dalam hidup Geya ketika mendengar anak-anaknya berdebat seperti ini, kemudian akan berakhir Quella yang menangis dan mengadu pada daddy nya.


" Quon, hentikan sayang.. Kau tahu apa yang akan terjadi setelah ini kan? Jadi sebelum semuanya terlambat lebih baik kau jangan marah lagi.. " ujar Geya memperingatkan putranya. Quon hanya berdecak kesal dan langsung meninggalkan ruang makan.


Setelah pertengkaran kecil antara twins Q, sekarang ini semuanya sudah siap untuk berangkat menuju ke taman yang akan mereka jadikan tempat piknik. Keluarga Claude sudah berada di dalam mobil yang melaju menuju ke tempat tujuan mereka. Seperti biasa, suasana mobil akan ramai dengan celotehan Quella. Gadis kecil ini tidak hentinya menyanyi, atau bertanya tentang apa saja yang dilihat nya. Quon yang merasa terganggu sampai menggunakan headset untuk menutupi telinganya.


" Twins... Apakah kalian sudah siap? " seru Claude dari kursi kemudi.

__ADS_1


" Siap daddy... " teriakan Quella mendominasi.


" Kita turun dan langsung menuju ke tempat kita akan piknik. Tapi seperti biasa, harus mau membantu mommy dan daddy membawa barang-barang yang kita akan gunakan selama piknik.. Mengerti ya? " kembali Claude berseru.


" Mengerti daddy.... " Quella berseru sangat kencang sekali.


Claude dibantu kedua anaknya membawa beberapa peralatan yang akan mereka gunakan saat piknik. Tentunya Claude tidak mengizinkan si kembar membawa barang-barang yang berat dan banyak


Kedua anak Geya dan Claude itu hanya diminta membawa beberapa barang yang ringan.


Mereka berjalan berempat menuju ke bagian tengah taman yang ternyata sudah dipenuhi banyak orang yang juga berlibur. Geya mulai menata tikar dan barang-barang yang mereka bawa dibantu oleh Claude. Si kembar langsung berlari ketika melihat ada anak-anak yang bermain. Kedua anak Geya ini akan bermain bersama dengan anak-anak yang lain meskipun belum saling mengenal.


Sesekali Claude dan Geya menatap ke arah anak mereka yang asyik bermain di tengah taman tidak jauh dari posisi mereka. Claude bahkan secara diam-diam mengerahkan beberapa pengawal yang berbaur dengan para pengunjung yang lainnya.Ii semua dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.


" Kau mau kemana, baby?" tanya Claude. Baru saja sang istri duduk sekarang langsung kembali berdri.


" Aku ingin ke kamar mandi sebentar dad.. Hamil tua membuatku lebih sering ke kamar mandi dari pada makan.." kelakar Geya membuat Claude tertawa.


" Perlu aku antar? Aku khawatir kau terjatuh karena setahu ku toilet umum itu licin baby..." Claude menawarkan untuk menemani.


" It's okay dad... Aku bisa sendiri.." Geya kemudian meninggalkan Claude yang sudah duduk berselonjor sambil memperhatikan kedua anaknya bermain bersama dengan anak-anak lainnya.

__ADS_1


Hanya sebentar Geya berada di kamar mandi, dia segera kembali ke tempat suaminya berada takut jika suaminya itu khawatir jika Geya terlalu lama. Geya tahu betul bagaimana overprotectif nya sang suami jika itu menyangkut dirinya dan anak mereka.


Tanpa sengaja Geya menabrak seorang pengunjung ketika keluar dari area kamar mandi. Betapa terkejutnya Geya ternyata dia bertemu dengan salah satu rekan bisnisnya dulu. Kalau tidak salah hitung, Geya sudah bertemu dua kali dengan koleganya ini.


" Mr. Lucas maafkan atas kecerobohan ku... Sungguh aku tidak melihat ke depan karena buru-buru..." ujar Geya sopan membuat Lucas tertawa.


" Hentikan Geya... Jangan bicara formal pada ku.. Dulu aku sering melihat mu menangis karena diganggu Rouge, jadi bersikaplah seperti teman lama yang bertemu kembali "? ujar Lucas tidak suka jika Geya bersikap seperti ketika sedang bekerja.


" Dengan siapa kemari tuan Lucas? Apa anda sendiri? Mau bergabung dengan saya dan suami?" tawar Geya.


" Tidak mengganggu kalian sedang bermesraan kan?" Lucas menaik turunkan alisnya menggoda.


" bermesraan apanya jika dilakukan di tempat umum tuan... Jangan bicara aneh-aneh ya.." tegur Geya.


Akhirnya Lucas pun bersedia bergabung dengan Gea dan Claude untuk sekedar menghabiskan waktu bersama di hari libur. Perbincangan mereka tidak jauh-jauh dari ranah bisnis karena memang mereka bertiga seorang pebisnis, kecuali Geya yang sudah vakum karena mengasuh anak.


Baik Claude maupun Lucas sama-sama memperoleh kesan yang baik diantara keduanya. Lucas merasa bahwa pemikiran Claude tentang perkembangan bisnis sangatlah baik.Pantas saja hanya dalam waktu lima tahun, H . E menjadi perusahaan ekspedisi yang berhasil bersaing dengan pendahulunya.


Setelah puas berbicara tentang bisnis, tiba-tiba saja Lucas mengajak berbicara tentang keluarga. Dia menceritakan kisahnya yang menjadi duda ketika dia masih begitu mencintai sang istri yang meninggal karena pendarahan dalam melahirkan.Lucas harus menjadi orang tua tunggal untuk putra mereka. Kemudian yang begitu menyakitkan adalah putranya yang meninggal dalam kecelakaan sepuluh tahun yang lalu. Sungguh malang nasib pria yang satu ini.


" Sungguh aku iri pada mu Claude. Kau memiliki istri yang cantik, anak-anak yang sehat dan lucu. Berbanding terbalik dengan ku yang kini sebatang kara." ujar Lucas merendahkan diri.

__ADS_1


" Ngomong-ngomong sejak kapan kalian menjalin hubungan? Karena setahuku semasa mudanya Geya hanya dihabiskan untuk mencari perhatian dari Rouge saja. Lalu tiba-tiba kalian menikah. Orang yang tidak tahu ceritanya pasti menganggap si kembar adalah anak Rouge lho.."


Claude tersenyum mendengar ungkapan dan pertanyaan yang sering dia dengar sejak memutuskan untuk bersama dengan Geya. Tidak ada keinginan bagi Claude untuk menjelaskan kepada siapapun tentangnya dan Geya. Tidak ingin masyarakat membuat kesimpulan yang justru merugikannya dan keluarga.


__ADS_2