
Salah satu kamar di mansion mewah milik Claude sudah disulap menjadi kamar yang sangat mirip dengan kamar persalinan. Yang membedakan hanya tidak adanya alat-alat canggih seperti di rumah sakit. Hanya ada bad untuk tempat melahirkan, dan beberapa perlengkapan bayi nantinya. Yang jelas kamar ini sudah disterilsasikan agar tidak ada kuman ataupun virus yang mampir ke kamar ini.
Geya yang memakai kemben seperti orang Jawa, digandeng masuk oleh Claude ke ruangan yang akan mereka gunakan untuk melahirkan. Tadi memang Claude sengaja mengajak Geya berjalan sebentar mengitari ruang tamu di mansion mewah ini agar pembukaan Geya bisa segera maksimal.
Claude yang awalnya diminta untuk mengecek pembukaan, sampai harus berdebar dengan dokter Lena karena takut melakukan kesalahan. Rasanya Claude seperti berada di sebuah daerah peperangan dan dipaksa untuk bisa melakukan pertolongan pertama meski bukan seorang dokter.
Satu hal yang membuat semua sempat melongo tadi ketika sedang video call dengan dokter Lena adalah kata-kara Claude sendiri.,, " Ya Tuhan twins, kenapa kalian lahir minta pas badai salju begini.. Lihat daddy jadi harus pura-pura jadi dokter-dokteran begini... " ucapnya saat itu.
Kembali lagi ke situasi dimana sebentar lagi baby twins akan terlahir ke dunia ini dengan bantuan daddy nya. Rasanya memang mendebarkan, membantu istri sendiri melahirkan tanpa adanya tenaga medis satu pun di kamar ini. Tapi Claude tidak boleh lembek, dia harus memberanikan diri agar anak dan istrinya bisa selamat.
" Dok... Pembukaan sudah maksimal,, apa yang harus kami lakukan? " tanya Claude yang terhubung via video dengan dokter Lena.
" Baik nyonya,, seperti yang biasa anda lakukan saat melakukan senam dan yoga saat kehamilan. Anda harus mengatur pernapasan Anda,, hirup lalu hembuskan, dan jangan lupa mengejan.. Apa nyonya sudah jelas... " intruksi dari dokter Lena. Geya mengangguk lemah.
" Semua pria keluar,, tinggalkan pelayan wanita saja.. " titah Claude. Pak Jam dan Sand pun keluar. Semoga saja semuanya lancar, batin keduanya.
" Ge,, aku tidak bisa ada di samping mu,, tapi aku berada di depan anak-anak kita nantinya. Jadi jangan takut, aku akan menyambut kelahiran anak-anak kita... " ucap Claude membesarkan hati Geya.
" Iya dad... Terima kasih... " Geya tersenyum lemah karena kontraksinya semakin terasa begitu sakit.
Diluar ruangan baik Pak Nam dan Sand sama-sama dilanda kekhawatiran yang tidak lagi bisa dibendung. Rasanya mereka berdua tidak bisa percaya pada tuan mereka yang membantu nyonya melahirkan. Mereka tahu betul bagaimana jika Claude sudah dilanda panik, semuanya pun akan sirna. Keduanya sama-sama berharap agar bayi dan ibunya nanti bisa selamat dan sehat tidak kurang suatu apapun. Dan mereka berdoa dokter Lena akan segera tiba.
__ADS_1
Di dalam ruangan Geya beberapa kali menangis histeris karena sakitnya kontraksi. Claude pun bingung harus bagaimana, apakah harus di samping istrinya atau tetap di tempat memperhatikan jalan lahir bayi nanti. Claude mondar mandir tidak jelas, dan Geya melihat itu..
Geya tahu suaminya sedang panik saat ini terutama karena tangisannya tadi. Geya pun berusaha untuk setenang mungkin agar suaminya ikut tenang, dan semuanya bisa berakhir lancar. Meski sakit luar biasa menderanya, tapi Geya tetap memberikan kalimat-kalimat penyemangat untuk sang suami yang sudah panik itu.
" Daddy bisa... Daddy kita sama-sama sambut twins ya... Daddy pasti akan menjadi daddy paling hebat karena membantu persalinan istri sendiri. Ayo dad,, kita sama-sama berjuang... " begitulah kiranya kalimat yang dilontarkan Geya untuk menguatkan suaminya.
Beberapa menit kemudian, Geya merasakan seperti sesuatu akan segera keluar dari dirinya, " Daddy.... Daddy.... Anak kita mau keluar dad... " teriak Geya. Dan Claude langsung menatap ke jalan lahir bayinya, dan benar terlihat kepalanya sudah sedikit terlihat.
" Baby.... Kepalanya twins sudah terlihat,, ayo baby mengejan lagi... Semangat baby... " seru Claude seperti sedang menyoraki tim sepak bola yang sedang bertanding saja. Dan alam satu kali hentakan, akhirnya anak pertama Geya dan Claude pun terlahir juga..
Oek... Oek... Oek...
" Hei... hei.. kalian ini tolong bayinya diapain ini!! " Claude memanggil pada pelayan wanita yang menunggu di kamar. Salah satu dari pelayan itu mengambil anak pertama Geya dan Claude lalu membersihkannya.
" Eh... Eh... Hei ini sudah keluar lagi baby nya.. Cepet-cepet... " Claude heboh sendiri dengan menggendong anak kedua mereka, dan memberikan pada seorang maid lain untuk segera dibersihkan..
" Dokter Lena,,,, eh.. kemana itu dokter kok ponselnya sudah mati... Baby,,, bagaimana ini? " Claude kembali panik saat melihat bagian inti Geya yang mengeluarkan darah.. Dia tidak paham dengan tiu semua dan dia takut jika salah langkah.
Disaat Geya dan Claude sudah panik ditingkat tinggi, pintu kamar itu terbuka dan masuklah dokter Lena bersama dengan beberapa perawat. Menyusul dua box inkubator yang memang sudah jauh jari Claude siapkan tapi mereka menyediakan nya di rumah sakit.
" Selama ya mom, dan daddy karena baby twinsnya sudah lahir. Dan buat daddy nya, Saya kasih sepuluh jempol karena sudah menjadi super daddy yang membantu proses melahirkan baby twins.... " seru dokter Lena mengapresiasikan keberanian Claude dalam masalah ini.
__ADS_1
Claude langsung terduduk di lantai ketika dokter Lena mengambil alih sang istri dan perawat pun mengecek kondisi baby twins. Claude tidak lagi peduli bagaimana orang menilainya jika melihat dia terduduk di lantai seperti orang gila, apalagi ekspresi dan kondisinya sangat berantakan.
Beberapa suster menahan tawa mereka karena melihat tingkah lucu dari pebisnis ekspedisi nomor satu di Amerika, kini terlihat seperti orang gila. Kalau bukan karena jasa Claude yang sangat besar dalam persalinan ini, sudah jelas semua orang akan mengatakan bahwa Claude sudah gila..
" Kondisi nyonya baik ya, tidak ada masalah hanya tadi perlu dijahit dua karena melahirkannya kembar. Selebihnya baik, tekanan darah sedikit rendah tapi tidak masalah. Apa asi sudah keluar nyonya? " tanya dokter Lena usai memeriksa kondisi Geya.
" Sepertinya belum dok... " jawab Geya lemas.
" Tidak apa ya nyonya, dicoba terus saja menyusui untuk memancing keluarnya asi. Kemudian karena bayinya kembar biasanya asi dari ibu tidak bisa memenuhi kebutuhan kedua anaknya ya, jadi kalau nanti anda memberikan susu formula kepada baby twins tidak apa ya nyonya.. " ujar dokter Lena memberi saran. Geya mengangguk kepala mengerti karena sebelumnya sudah sering membaca artikel tentang ibu menyusui bayi kembar.
Geya tersenyum menatap suaminya yang sudah kembali ke alam sadar, setelah terduduk seperti orang gila tadi. Geya melihat Claude begitu antusias melihat baby twins, hati Geya pun menghangat. Ternyata dia memang tidak salah memilih suami, terbukti betapa bahagianya Claude ketika menyaksikan baby twins kini telah lahir.
" Semoga akan selalu begini sampai selamanya ya dad... " gumam Geya tersenyum menatap suaminya yang kini juga tengah menatapnya.
" Apa daddy sudah punya nama untuk baby twins..? " tanya Geya..
Claude tersenyum dan mendekat ke arah Geya yang bersandar di ranjang setelah dokter Lena tadi memeriksanya. Claude kemudian membisikkan sesuatu kepada Geya yang langsung disambut Geya dengan senyum yang begitu lebar. Geya pun menatap Claude penuh cinta begitu pula sebaliknya. Kini pernikahan mereka telah lengkap karena kehadiran baby twins...
...*********...
...Hola... Hola.... Yang pada penasaran nama baby twins yuk pada Komen... ...
__ADS_1
...siapa tahu aja ya author satu ide sama kalian jadi author pakai neh nama pilihan kalian untuk baby twins...
...Ayo... ayo.... ditunggu komennya ya😁😁😁😁...