
Duduk termenung menatap banyaknya berkas yang ada di meja kerjanya, adalah kegiatan yang sudah sering Claude lakukan selama beberapa hari ini. Dia berusaha untuk menemukan jarum dalam tumpukan jerami karena hanya dengan itu dia bisa menemukan seseorang yang berada dibalik kekacauan ini.
Bantuan yang dia minta pada seseorang itupun masih belum menunjukan adanya kemajuan. Sepertinya memang apa yang tengah berusaha dipecahkan oleh Claude ini memang sangatlah rumit sekali. Karena dicari seperti apapun, orang ini tidak ketemu, mungkinkah selama ini orang ini berada di dekat keluarga de Niels sehingga mengetahui setiap langkah yang akan diambil.
Claude mengacak rambutnya frustasi, benarkah faktor usia mempengaruhi cara kerja otaknya dalam berpikir, dan apakah karena itu sampai hari ini dia tidak mendapatkan petunjuk sama sekali. Tentu karena otaknya yang sudah mulai tumpul. Claude pusing sendiri dan rasanya ingin menerkam siapapun yang merusak harinya.
Saat ini dia sedang bergantian dengan Geya, karena sang istri akan membantu anak mereka mempersiapkan kepulangan mereka. Sudah satu minggu dirawat dan dokter mengatakan bahwa twins bisa menjalani rawat jalan di rumah namun tetap dipantau. Tentu hal ini disambut dengan baik oleh keluarga de Niels, jadilah sekarang semua sibuk di rumah sakit dan Claude sengaja pulang untuk melihat berkas laporan dari orang-orang nya.
" Arrrggghhh... Sialan... Siapa sebenarnya orang ini? Kepala ku sampai sakit memikirkannya... " geram Claude emosi meremas kertas yang ada di hadapannya.
" Kenapa bisa menutupi diri sampai seperti ini? Orang yang memiliki jabatan tinggi saja jelas pasti akan terendus juga tapi ini kenapa tidak... " Claude merengek seperti bayi besar sedang minta dibelikan permen.
" Ck... Ck... Ck... Ternyata seperti ini anda saat sedang pusing... Pantas saja keponakan saya bisa seperti itu ternyata menurun dari anda... " sarkas seorang pria yang baru saja memasuki ruangan tempat Claude berada.
" Eh... Siapa kau? " tanya Claude dengan mata memicing tajam menatap siapa yang datang.
" Ya Tuhan... Dia melupakan ku... Apa anda benar sudah setua itu sampai melupakan siapa saya? " pria itu tidak percaya dirinya dilupakan. Ketampanan yang tiada tara dan juga kemampuan menyamai pemimpin keluarga de Niels yang terkenal jenius itu, di lupakan begitu saja..
" Wajah mu tidak asing tapi sungguh aku tidak ingat... " ujar Claude santai sekali. Tidak tahu saja dia sudah melukai harga diri pria tampan muda di depannya ini.
__ADS_1
" Saya Lucifer Corcman de Niels... "
" Ooooo.... Ternyata kau adalah keluarga di Roma... Maaf... Maaf... Kepala ku terlalu pusing untuk diajak mengingat sesuatu yang sudah lama.. Tapi ada gerangan apa kau kemari? Bukankah Galen berada di Roma karena masalah saudara perempuan mu? " tanya Claude sedikit bingung. Untuk apa adik yang punya masalah kemari sedangkan Galen ke Roma.
" Ini... Saya ingin menyerahkan beberapa bukti yang saya tidak sengaja dapatkan. Saya mengetahui dari ponsel Rouge kemudian saya menyadap ponsel Marisha... Semoga bisa membantu Anda.. " tangan Lucifer terulur menyerahkan sebuah flashdisk teoat di depan Claude.
Tidak menunggu Claude berkomentar, Lucifer langsung meninggalkan ruangan itu. Namun sebelum benar-benar keluar dari ruangan itu, Lucifer berpesan sesuatu.. " Jika anda butuh bantuan saya silahkan hubungi saya. Kode saya 0027..Selamat siang salam untuk semuanya... " ujar Lucifer.
Claude tidak tahu maksud dari ucapan Lucifer mengenai kode dirinya. Kode untuk apa dan kenapa pria itu mengatakan hal tersebut padanya. Claude menghela nafas lelah, bertambah satu lagi pria yang misterius setelah iparnya sendiri, Galen de Niels.
Claude membawa serta flashdisk itu bersamanya kemudian langsung berniat pergi ke rumah sakit karena Geya sudah mengiriminya pesan untuk menjemput di rumah sakit. Dengan membawa tiga mobil ditambah dua mobil pengawal, Claude bertolak ke rumah sakit JN CS Hospital.
Claude terpaksa tinggal tidak ikut pulang lebih dahulu karena perlu bicara dengan ayah mertuanya. Tapi tentunya tidak hanya mereka berdua karena masih ada Gafar bersama meraka. Karena Galen tidak ada jadi Gafar lah yang dipasrahi segala urusan yang berkaitan dengan keluarga utama menggantikan saudara tertuanya.
Meski Gafar itu sangat emosian dan selalu mengedepankan emosi dari pada pikiran, tapi tidak bisa menutupi kepandaiannya dalam mengatur strategi dan mengambil keputusan dalam berbagai situasi. Sebenarnya dia bisa menjadi kandidat sebagai kepala keluarga sama seperti Galen, tapi karena minus sifatnya yang emosian itu, maka dia tersingkir dari posisi kepala keluarga. Gafar pun tidak ambil pusing karena menyadari kekurangannya itu.
" Kenapa tiba-tiba mengajak bicara? Dan kenapa tidak di mansion saja? " tanya daddy Joaquin ketika mereka bertiga sudah di dalam ruangan khusus daddy Joaquin.
" Di mansion tidak aman daddy. Aku merasa kita tidak bisa menemukan pelakunya karena dia mengenal betul keluarga kita dan mengawasi kita dari kejauhan. Dan sekalian aku ingin bertanya tentang kode nama yang tadi disebutkan Lucifer pada ku... Kodenya adalah..... "
__ADS_1
" Stop jangan kau beritahukan kami... " sentak Gafar memotong ucapan Claude.
" Sembrono sekali playboy cap kadal itu.... " Gafar memijat pangkal hidungnya. Tidak pernah terpikirkan olehnya dengan mudahnya Lucifer mengatakan kode rahasia yang hanya dimiliki tiga orang saja di keluarga de Niels.
" Ini sebenarnya kenapa dan ada apa? " tanya Claude setelah bisa menerapkan jantungnya setelah Gafar memotong ucapannya tadi.
Gafar pun menceritakan tentang arti kode rahasia yang dimiliki keluarga de Niels. Kode ini adalah akses yang bisa menghubungkan seseorang pada database yang menyimpan segala peristiwa yang terjadi pada keluarga de Niels. Seperti sebuah buku perjalanan keluarga de Niels yang mencatat setiap peristiwa yang dialami keluarga ini.
Selain itu, pemilik kode ini akan mendapatkan akses menuju komputer utama yang memiliki kemampuan mengakses seluruh informasi yang ada di dunia ini. Memang belumlah sempurna , tapi itu cukup membantu keluarga de Niels dalam mencari informasi yang mereka inginkan.
Kode rahasia ini disebut dengan IRIS, pemilik nya hanya ada tiga, Galen, Rouge dan Lucifer. Membuka sistem yang membawa pada sistem yang disebut dengan 'te Misoro ' membutuhkan tiga atau setidaknya dua kode rahasia itu. Tapi jika ingin membuka sistem komputer tercanggih milik keluarga de Niels membutuhkan ketiganya.
" Begitulah kiranya... Karena tidak bisa sembarangan jadi aku cukup terkejut karena playboy cap kadang itu mengatakannya pada mu... Tapi butuh tiga kode jika kau ingin mengakses komputer itu.. " ujar Gafar mengakhiri ceritanya.
" Jika Galen kau akan mudah mendapatkannya, tapi jika kode Rouge jelas kita akan kesulitan karena dia pasti menolak bekerja sama.. " terang daddy Joaquin menambahkan.
Namun tidak daddy Joaquin dan Gafar sangka, raut wajah Claude justru terlihat menyeringai seperti tengah memiliki sebuah senjata yang akan membuat Rouge mau membantunya..
" Aku masih ada kartu AS untuk memaksa Rouge mau membantu kita... " seringai Claude mengerikan dilihat siapapun itu.
__ADS_1