DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU

DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU
Edelwaise


__ADS_3

Dua minggu lamanya keluarga Geya berada di Los Angeles, dan hari ini mereka akan kembali ke Milan. Pekerjaan mereka sudah menumpuk dan harus segera mereka selesaikan. Asisten pribadi keempat saudara kembar Geya itu sudah kewalahan mengurus perusahaan yang jumlahnya bukan cuma satu, tapi banyak.


Geya dan Claude mengantar keluarga de Niels ke bandara. Namun mereka berada di area khusus keberangkatan privete jet. Keluarga de Niels menggunakan pesawat pribadi milik keluarga agar memudahkan mereka pulang dan pergi ke sebuah tujuan.


" Aku pasti merindukan kalian... " Geya sudah menangis bombai tidak rela terpisah dengan keluarganya.


" Kabari kami ketika kau melahirkan. Kami semua akan kembali kemari lagi untuk menyambut kehadiran twins ke dunia... " ujar Galen mengusap kepala Geya sayang.


" Promised.... " Geya menyodorkan jari kelingking nya pada Galen.


" Yes... " mereka berdua melakukan pinky promise.


" Kami harus berangkat Ge,, ingat pesan mommy dan daddy... " Mommy Noura langsung memeluk tubuh putri kecilnya itu..


Sampai privete jet milik keluarga de Niels mengudara pun Geya masih saja menangis. Rasanya baru sebentar dia bertemu keluarganya tapi sekarang mereka harus berpisah lagi. Claude pun menyayangkan bahwa keluarga dari sang istri tidak bisa tinggal satu tempatnya dengannya. Karena sejujurnya Claude merasa senang memiliki keluarga apalagi keluarga Geya sangat ramai.


" Jangan menangis lagi baby.... Nanti ketika kau akan melahirkan, aku akan membawa mereka semua kemari... Jadi jangan menangis lagi..." Claude mengusap kepala Geya berusaha menenangkan istri kecilnya ini.


" Kau benar... Kami akan kembali bertemu lagi saat itu... " perlahan Geya mulai berhenti menangis, namun masih menyisakan isakan meski dibibir istri kecil Claude ini sudah berusaha mengulas senyum.


" Good Girl... Emmmm, baby... Aku ingin kira baby moon. Menurutmu tempat mana yang terbaik untuk kita baby moon? " tanya Claude.


" Aku ingin di kota ini saja. I always love Los Angeles, sejak pertama kali menginjakkan kaki ku di sini. Dulu saat masih menjadi penulis, aku sering kemari.. " ucap Geya membuat Claude heran.

__ADS_1


" Kau... Pelukis baby? " beo Claude.


" Yap... Sekitar umur sembilan belas tahun, daddy membiarkan kami memilih jalan kami diluar untuk mengejar apa yang menjadi mimpi kami. Tapi lima tahun kemudian kami harus kembali untuk melanjutkan apa yang sudah daddy rancang dan siapkan untuk kami berlima... Jadilah selama lima tahun itu aku menjadi penulis. " cerita Geya.


" Benarkah? Wah... daddy Joaquin benar-benar keren menurut ku... "


" Always.. Dan sifat daddy banyak menurun ke Galen. Karena itu aku nyaman berada di dekat saudara ku yang satu itu. " Claude mengangguk... Benar, Galen adalah pria yang easy going dan nyaman sekali bertukar pikiran dengan pria itu.


" Siapa nama yang kau pakai saat kau melukis, baby? "


" Nama tengah ku... Nama yang hanya keluarga kami saja yang tahu.... Edelwaise.... "


Claude terkejut, sangat terkejut malah. Edelwaise adalah salah satu pelukis yang memiliki karya paling digemari oleh kalangan anak muda. Cerita yang terutang dari setiap lukisan yang dibuat Edelwaise selalu berhasil membuat peminat lukisan membeli Karya-karya nya. Dan Claude tidak menyangka istrinya adalah pelukis misterius yang terkenal itu.


" Baby... Aku nggak tahu harus ngomong bagaimana, tapi aku salah satu penggemar lukisan mu. Aku punya lima koleksi lukisan yang menjadi karya Edelwaise. Tidak aku sangka sekarang aku menikahi pelukis misterius itu... " Claude tak henti-hentinya terkekeh.


" Jangan terlalu muji ah.... Aku belum sehebat itu.. " Geya merendah diri.


Mobil yang dikendarai oleh Claude sudah sampai di pelataran mansion mewah Claude. Dengan sigap Claude membantu Geya untuk turun dari mobil kemudian mereka berdua sama-sama masuk ke dalam mansion dengan dinding kaca itu.


" Kamu pesan aja sama koki kamu pengen makan apa... Aku musti ke ruang kerja dulu, ada rapat dengan direksi sebentar. Oke... " Geya mengangguk, kemudian Claude mencium kening Geya dan langsung menuju ke ruang kerjanya yang ada di bagian bawah mansion mewah itu.


" Can i help you miss? " tanya kepala pelayan mansion Claude ini.

__ADS_1


" Bisa minta tolong katakan pada koki untuk memasakkan untukku sambal goreng? " ucap Geya. Alis pak Nam berkerut karena baru kali ini dia mendengar nama masakan seperti yang baru saja nyonyanya ini katakan.


" Oh, sorry... Sambal goreng is Indonesian food. Bisakah koki membuatnya? " tanya Geya. Kebetulan dia mengidam ingin makan masakan khas orang Indonesia itu. Sambal goreng dari kentang dan tofu.


" Saya tanyakan dulu Miss... " Geya mengangguk lalu segera menuju ke kamar pribadi miliknya dan suami. Geya merasa ingin berendam air hangat saat ini juga...


Geya begitu menikmati waktu berendamnya sampai tidak tahh ketika Claude berdiri kaki di pintu kamar mandi yang ternyata tidak Geya kunci. Claude yang baru saja menyelesaikan rapat via video conference itu ingin juga berendam air hangat agar lelah dn penatnya menghilang. Namun saat membuka pintu kamar mandi, Claude berusaha keras mengendalikan sesuatu yang memberontak ingin mendapatkan apa yang diinginkannya.


Beruntung Geya tidak menyadari keberadaan Claude sehingga pria itu bisa segera keluar dari kamar mandi. Jika sampai Geya mengetahui hal ini bisa-bisa diantara mereka akan muncul rasa canggung yang pastinya merusak momen pengantin baru mereka.


Claude memandang sesuatu yang berada di bawah yang terlihat begitu sesak. Claude menghela nafas berulang kali untuk menetralisir hasratnya yang tadi sudah sampai ke ubun-ubun..


" Bersabarlah... Beri dia waktu untuk bisa menerima kita... " ucap Claude memelas. 🤣🤣🤣


Geya keluar kamar mandi dikejutkan dengan keberadaan suaminya yang tengah duduk di pinggiran ranjang. Geya merasa ada sesuatu yang aneh dari wajah suaminya, terlihat memerah dan juga kesal. Apakah ada sesuatu di perusahaan, begitu pikir Geya. Tanpa sadar saja bahwa yang telah menyiksa batin dan raga Claude adalah dirinya sendiri.


Claude bergegas masuk ke kamar mandi setelah melihat Geya keluar mengenakan bathroop. Iman dan iminnya benar-benar diuji saat ini, karena belum masalah tadi sirna dalam pikiran Claude. Sekarang otaknya justru traveling membayangkan apa yang ada di dalam bathroop Geya.


" Ya Tuhan... Berilah aku kekuatan agar jangan sampai menyerangnya saat dia belum siap... " Claude menyatukan kedua telapak tangannya memohon agar dirinya bisa bersabar.


Geya dibuat geleng-geleng kepala melihat tingkah suaminya itu. Heran saja ada apa sampai suaminya itu langsung kabur begitu melihatnya. Geya menatap dirinya di cermin yang ada di walk in closet. Namun tidak menemukan keanehan dalam dirinya. Geya mengangkat kedua bahunya tidak mau tahu dengan sikap aneh suaminya.


Ketika Geya berbalik dan menyalakan lampu di ruangan itu. Mata Geya melotot melihat sebuah pemandangan yang tak lagi bisa dilukiskan dengan kata-kata. Geya berulang kali memejamkan matanya karena takut bahwa apa yang dia lihat hanyalah sebuah ilusi. Namun ketika dia kembali membuka mata, semuanya tetap sama.

__ADS_1


" Aaaargggghhhh.... "


__ADS_2