DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU

DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU
Pertahan de Niels goyah


__ADS_3

Dunia serasa kembali berbunga ketika Geya menatap sosok pria yang telah menjadi dunianya selama hampir empat tahun itu. Begitu menenangkan dan selalu bisa membuat Geya merasa baik-baik saja, meski hatinya tidak baik-baik saja saat ini.


Claude tersenyum melihat Geya, dalam satu kali pandang Claude tahu istrinya ini tengah tertekan. Karena itu Claude tersenyum demi bisa menenangkan hati sang istri saat ini. Tapi wajah Claude berubah dingin ketika melihat sosok pria di belakang Geya. Claude pun tahu bahwa pria inilah yang menjadi sumber segala masalah Geya selama ini. Dan kali ini Claude tidak akan tinggal diam begitu saja.


" Tuan Rouge ada disini? Apa mau ikut kami untuk makan malam bersama? Kebetulan semua sudah menunggu di ruang makan.. " ajak Claude namun dengan nada sinis.


" Daddy... " Geya cukup terkejut mendengar ajakan Claude.


" Oh maaf... Aku sampai lupa karena anda tiba-tiba berada disini. Tapi seharusnya anda makan malam dengan istri anda ya,, maaf ajakan ku sepertinya membuat anda tidak nyaman... " Claude menyindir dengan telak, mode seperti ini Geya tahu bahwa Claude tengah mengusir Rouge dengan sangat halus.


" Kita bicara lain waktu Ge... " pamit Rouge pergi dengan hati kesal karena sindiran dari pria yang mengaku suami Geya. Terlihat akan sangat bodoh jika Rouge tidak bisa membaca arti dari ucapan Claude itu.


Kepergian Rouge membuat Claude tersenyum tipis, tipis sekali sampai Geya saja tidak bisa melihat senyum itu. Claude sudah berjanji pada dirinya sendiri ketika mereka masih di Los Angeles. Bahwa Claude akan menjaga Geya dari serangan hama yang tinggal di dalam keluarga Geya ini. Tidak akan Claude biarkan Geya menangisi masa lalu yang sudah dia coba singkirkan selama ini.


Geya sebenarnya cukup terkejut melihat bagaimana Claude menghadapi Rouge yang sejujurnya itu terlihat sedikit berlebihan. Geya mengenal betul sifat suaminya selama empat tahun ini, dan dia tahu betul bahwa biasanya sangat suami tidak akan melakukan hal ini itu memperingati lawan bisnisnya..


Geya menatap wajah suaminya intens, hal itu membuat Claude menyadari bahwa istrinya tengah memandangnya. Claude tersenyum dan mencium pelipis Geya sambil berbisik, " Jika aku tidak sekuat ini sebagai pelindung mu, aku takut kau akan kembali terluka karena orang-orang itu... " Geya pun langsung tersenyum sangat lebar.


" Thank you dad... Kamu rela menjadi perisai untuk ku.. Wanita yang tidak sempurna yang tidak sengaja hadir dalam hidup mu... " batin Geya.


Ruang makan keluarga de Niesl malam ini terasa begitu tegang. Semuanya makan dalam diam, sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Terutama memikirkan kesehatan daddy Joaquin yang mulai menurun. Galen hari menguatkan posisinya dan saudara-saudaranya agar ketika hal buruk terjadi, posisi mereka sudah kuat tak tidak tergoyahkan oleh orang-orang yang berniat menguasai JN Group dan seluruh anak perusahaannya.

__ADS_1


Geya jelas paham apa yang menjadi ketakutan Galen saat ini. Tapi membicarakannya saat ini sungguh tidak tepat karena pasti akan mempengaruhi nafsu makan mereka semua. Geya paham, selama ini semua anggota keluarga de Niels bersembunyi dibelakang nama daddy Joaquin. Jika sekarang ini ada yang mendengar bahwa daddy Joaquin sudah lemah, pasti semuanya akan berlomba untuk mengakuisisi JN Group.


" Galen bisa kita bicara sebentar? " tanya Claude setelah makan malam selesai.


" Tentu,, kita ke ruang kerja saja... Gafar juga ikut.. " Galen menyetujui.


Di ruang kerja Galen, ketiga pria ini nampak masih sibuk dengan melihat beberapa berkas yang Galen tunjukkan tadi. Menurut daddy Joaquin, Claude adalah bagian dari keluarga de Niels jadi harus mengetahui semua yang keluarga de Niels miliki. Apalagi jika itu adalah hal dari Geya, maka suaminya berhak tahu dan membantu untuk mengelolanya.


Dari dokumen yang Claude baca, ada beberapa pemegang saham yang memang bukan bagian dari keluarga de Niels dan orang-orang inilah yang pastinya akan memanfaatkan situasi yang darurat saat ini. Melihat hal ini mengingatkan Claude pada semua kekayaannya dan juga beberapa bagian dari saham perusahaan yang masih milik orang lain. Tiba-tiba saja Claude jadi takut jika situasi ini akan Geya hadapi suatu saat nanti ketika Claude meninggal dunia. Apalagi usia Claude sudah tidak muda lagi saat ini.


" Gafar... Bisa kau membantuku dengan semua kepemilikan ku agar bisa aman meski nantinya aku meninggal dunia? " celetuk Claude membuat Gafar dan Galen kompak melongo.


Gafar menelan ludahnya secara kasar mendengar hal konyol yang diucapkan iparnya itu. Memang benar jika tidak diamankan mulai dari awal, maka akan bisa menjadi bumerang untuk mereka nantinya. Tapi bukannya ini terlalu awal, Claude saja baru tiga puluh sembilan tahun. Belum terlalu tua jika menurut Gafar.


" Ya,, umur itu tidak ada yang tahu.. Aku hanya ingin mengamankan semuanya untuk Geya dan anak-anak kami. Kau tahu kan, tidak ada yang bisa membantu Geya jika berada di Los Angeles. Aku tidak ingin istri ku yang cantik mirip barbie ini bersedih... " canda Claude tapi serius. Galen dan Gafar tertawa garing mendengarkan candaan dari Claude.


" Akan aku bantu,, tapi twins Q bagaimana? "


" Far,, mereka anak ku.. Mereka anak yang aku rawat dan besarkan berarti mereka itu adalah anak ku.. Benar tidak? "


Bangga,, itulah yang bisa Galen dan Gafar rasakan ketika melihat sosok Claude yang begitu mencintai Geya dan segala yang ada dalam hidup Geya. Beruntungnya Geya pergi dari Rouge dan justru mendapatkan seorang pria yang mencintainya dengan tulus dan mencintai apa adanya seorang Geya.

__ADS_1


Mereka bertiga kembali membahas tentang setiap potensi yang bisa dilakukan oleh orang-orang yang memiliki saham JN group. Memang tidak banyak, tapi jika disatukan bisa menjadi pemilik saham dengan presentase yang cukup tinggi untuk ukuran orang luar.


Claude menawarkan beberapa bantuan tapi Galen merasa itu belum perlu dilakukan jadi Claude menghentikan dulu niatannya dan akan melakukannya ketika waktu yang dirasa Galen sudah siap. Diskusi mereka cukup rumit dan juga membutuhkan waktu yang cukup lama, sehingga tidak tahu bahwa di luar ruangan kerja Galen tengah ribut karena sesuatu.


Beberapa orang penting datang ke mansion de Niels mengatakan ingin menemui daddy Joaquin. Sakitnya daddy Joaquin memang tidak diketahui oleh banyak orang tapi juga tidak berarti bahwa tidak ada orang yang mencium gelagat aneh di mansion de Niels. Dan disinilah sekarang orang-orang itu ingin bertemu dengan daddy Joaquin.


" Daddy sedang istirahat... Apa kalian tidak melihat sekarang ini sudah jam berapa? " tanya Gaffi berusaha menekan emosinya.


" Tapi tuan Joaquin ada di mansion ini kan,, kami mendengar beliau sakit.. " tanya seorang yang Gaffi tahu termasuk pemegang saham di JN Group.


" Tentu saja daddy tinggal disini, kalau pun tidak berarti daddy ada di mansion yang lain. Kalian tentu tahu bahwa mansion kami tidak hanya ada disini kan? " lagi Gaffi berusaha bertahan.


Cukup sengit mereka berdebat, sampai Quon dan Quella gang tadinya sedang bermain di ruang keluarga bersama Geya sampai mengintip ke arah ruang tamu. Semua mata kemudian menatap kedua bocah itu, tentu saja mereka penasaran siapa kedua anak kembar yang terlihat mirip dengan seseorang yang juga anggota keluarga de Niels lainnya.


...********...


...Pengalihan dulu ya... Takutnya aku kalau ke Geya dan konfliknya dengan Claude nanti semuanya bosan. ...


...Mari-mari ditunggu nih komen-komennya. ...


...Eh bab berikutnya kalau bahas Marisha sama. Rouge gimana? Seru nggak kelihatannya... ...

__ADS_1


...😍😍😍🥰🥰🥰...


__ADS_2