
Jika dihitung sejak tanggal pernikahan Geya dan Claude, hari ini tepat sudah mereka menikah selama satu bulan. Dalam satu bulan ini mereka gunakan untuk semakin mendekatkan diri. Dan karena hal itu mereka tahu sifat dan sikap yang tidak diketahui oleh orang lain. Kandungan Geya pun juga baik dan sehat, mungkin karena cinta yang Claude berikan padanya.
Selama satu bulan ini, Geya meresapi apa yang ada di dalam hatinya. Cintalah? Atau hanya sekedar nyaman tanpa ada embel-embel cinta. Dan pada akhirnya Geta menyadari, bahwa ini adalah benar cinta. Pernah Claude tidak pulang selama tiga hari karena pergi ke Mexsico. Dan dalam tiga hari itulah Geya menyadari perasaannya yang sesungguhnya. Bahwa dia juga terjatuh dalam pesona seorang hot daddy bernama Claude Smith Harley.
Ceritanya hari ini, mereka akan mengadakan piknik bersama ke suatu tempat yang Claude rahasia kak dari Geya. Entah apa yang ada dalam pikiran suaminya, Geya tidak tahu sama sekali. Tapi karena hal inilah dia menjadi selalu mendapatkan kejutan di setiap harinya.
" Sebenarnya kita mau kemana sih dad? " tanya Geya yang entah sudah ke berapa kalinya.
" Baby.... Namanya secret itu ya rahasia... Dan artinya nggak boleh tahu sekarang.. " jawaban Claude benar-benar membuat Geya emosi sendiri.
Menyerah, Geya pun akhirnya diam. Terserah lah suaminya ini mau mengajaknya kemana, yang jelas dia nikmati saja prosesnya. Dirasa tidak jauh dari mansion mewah milik Claude, mobil yang dikendarai oleh Claude ini masuk ke area hotel mewah yang ada di kawasan Bel Air.
Geya menepuk jidatnya sendiri, aneh-aneh saja tingkah suaminya ini. Geya ternyata dibawa Claude ke Hotel Bel Air yang tidak jauh dari mansion tempat tinggal mereka. Geya percaya bahwa suaminya ini adalah sesuatu, karena memikirkan piknik di tempat yang bahkan jaraknya begitu dekat dengan mansion mereka.
" Daddy.... Jadi daddy ajak aku piknik di sini begitu? Kenapa nggak di mansion aja, kan sama aja dad... Buang-buang uang tahu nggak... " Geya berkacak pinggang marah-marah.
" Suasananya itu beda, baby.... Kan disini view nya juga beda jika dibandingkan dengan mansion...... Sudah lah nikmati aja.... Kita senang-senang piknik di sini... " Claude langsung menggandeng istrinya masuk ke lobby hotel.
" Piknik apaan coba kalau begini... " Geya masih ngedumel tidak jelas dari mulai dia masuk ke lobby sampai masuk ke kamar hotel mereka.
Claude terkekeh tidak henti melihat tingkah istrinya yang menurutnya begitu menggemaskan jika sedang merajuk seperti ini. Rasanya tak bosan-bosannya Claude melihat wajah cantik yang sedang menggerutu itu. Claude senang bahkan bahagia sekali karena telah hadir Geya dalam hidupnya. Claude sangat berterima kasih pada wanita yang menjadi cinta terakhirnya ini karena telah memberinya kesempatan untuk bahagia.
__ADS_1
" Terima Kasih baby..... Karena hadir dalam hidup ku yang monoton ini... Karena mu, semua dalam dunia ku jadi berwarna. Aku sangat menantikan kelahiran buah hati kita ini... " monolog Claude dalam hati.
Ya... Bagi Claude, anak dalam kandungan Geya adalah anak-anaknya. Tidak peduli siapa ayah kandung anak dalam kandungan Geya, tapi yang jelas twins adalah anaknya. Setiap orang di dunia pun harus mengatakan twins anaknya, karena itulah Claude menikahi Geya sebelum Geya melahirkan. Karena dengan begitu, Claude bisa mengelabuhi semua orang dengan mengatakan dia adalah daddy dari anak kembar Geya.
" Kenapa kita nggak ke taman kota aja sih, dad? " protes Geya.
" Yakin ingin ke taman kota? Setahu ku pria yang kau hindari itu masih berada di Los Angeles. Bisa-bisa kita akan bertemu di sana jika kita ke kota... Disini lebih aman karena private. " Geya tercengang..
" Daddy tahu dari mana mereka masih di sini? "
" Aku meminta orang-orang ku untuk mengikuti mereka berdua. Kalau mereka sudah meninggalkan Los Angeles, baru kau bisa ke kota. Tidak apa-apa ya, aku hanya tidak ingin suasana hati mu buruk bertemu dengan pria itu. Kata dokter Lena, kita harus menjaga suasana hati mu agar anak-anak kita dalam kondisi yang baik... "
Langit malam dilihat dari kamar hotel Geya dan Claude masih sama dengan langit malam jika dilihat dari mansion. Geya kembali lagi mengomel karena sama sekali tidak merasakan adanya perbedaan. Tahu begini lebih baik tadinya mereka berdua piknik di halaman mansion saja. Tidak perlu buang-buang uang.
Claude yang baru keluar dari kamar mandi langsung menghampiri Geya di balkon dan memeluk wanitanya ini dari belakang. Geya tersenyum saat merasakan lengan suaminya melingkar di pinggangnya. Bahkan Claude sengaja menyerukan kepalanya ke leher Geya, tujuannya untuk merangsang Geya.
Bukan bermaksud untuk memaksa Geya melayaninya, tapi bagi Claude aroma Geya sangat harus di daerah sekitar leher. Karena itu Claude suka sekali mendusel ke leher Geya demi bisa menikmati aroma tubuh Geya yang selalu sukses membuatnya jatuh cinta.
" Dad.... Apa daddy mau? " tanya Geya. Hal ini tentunya mengarah pada hubungan suami istri, namun Claude tidak paham maksud Geya.
" Kamu lapar? Kalau begitu ayo kita makan malam dulu... " Geya dibuat melongo dengan ajakan Claude.
__ADS_1
" Bukan itu maksud aku dad.... Tapi, apa daddy..... mau.... mau... melakukan... hubungan suami istri.... " Geya mengucap lirih kata-kata paling akhir dalam kalimatnya.
Claude langsung membalik tubuh Geya sehingga mereka berdua saling berhadapan. Claude menatap mata Geya untuk mencari kesungguhan, dan dia mendapatkan nya. Geya sungguh-sungguh menawarkan kenikmatan dunia padanya yang selama pernikahan mereka ini belum dia rasakan. Namun Claude ragu jika Geya melakukan ini semua karena terpaksa. Claude tidak ingin hal tersebut terjadi. Mereka harus sama-sama saling menginginkan agar suasananya benar-benar intim.
" Tapi Ge... Bukankah kau belum siap? "
" Aku sudah siap dad.... Aku ingin menjadi bagian dalam hidup mu, aku ingin menjadi istri yang benar-benar menjadi istri mu.... Apa daddy tidak mau? "
" Bukan... bukan aku tidak mau... Justru aku sangat mau Ge... Tapi, kau belum mencintai ku kan? "
" Dad, dasar dari sebuah cinta adalah kenyamanan. Dan aku mendapatkan itu bahkan sebelum kita menikah. Maaf membuat daddy menunggu untuk ku karena aku sedang menyakinkan diri ku bahwa ini cinta atau bukan. Apa sekarang kita bisa..... emmmppp. "
Claude langsung menyerang Geya dengan mencium istrinya ini dengan sangat rakus. Rasanya dahaganya benar-benar sangat besar sehingga dia langsung meraup semua yang menjadi dahaganya selama ini.
Meski awalnya Geya kewalahan, namun pada akhirnya Geya mengimbangi ciuman Claude yang penuh damba dan hasrat itu. Dan akhirnya malam pertama mereka yang tertunda itu akhirnya terjadi juga malam ini. Kamar hotel mereka benar-benar dipenuhi dengan suara ******* dan erangan Geya dan Claude yang saling bersautan...
" Baby.... Baby.... aku sampai.... Aaargaghhhh.... " Claude mengerang panjang saat dia telah mencapai puncaknya.
Ketika keduanya hendak beristirahat dari aktifitas malam ini. Tiba-tiba saja ponsel milik Geya berdering. Mata Geya melotot karena tidak percaya nomor yang tengah menghubungi nya itu. Geya awalnya ragu untuk menjawab, tapi rasanya tidak ada lagi yang perlu dia hindari hingga akhirnya dia menjawab telfon itu.
" Hello.... "
__ADS_1