DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU

DADDY UNTUK ANAK KEMBAR KU
Mereka kembar?


__ADS_3

Suasana haru memenuhi ruangan dimana ketiga keluarga berkumpul setelah kesalahpahaman panjang dan juga ketidak tahuan dari mereka semua. Wanita yang merasa telah ditinggalkan pergi oleh cintanya kini nampak menangis memeluk tubuh pria yang begitu mirip dengan pria yang pernah dan masih dia cintai saat ini.


Rasanya seperti mimpi, bisa kembali merasakan pelukan dari seseorang yang kita pikir tidak akan pernah kembali ke dunia lagi. Pemandangan haru ini membuat semua yang ada di ruangan itu ikut meneteskan air mata mereka. Terutama Nator dan Veasha. Gadis kecil itu kini tahu apa yang terjadi pada mamanya sehingga begitu membencinya. Awalnya Veasha selalu menyalahkan mamanya, namun kini dia mengerti, seandainya dia di posisi sang mama, maka dia pun juga tidak akan bisa menerima dengan baik anaknya yang begitu mirip dengan pria yang telah mati meninggalkannya.


Pomela mengajak pria yang dia cintai itu duduk di sampingnya. Dia tidak malu bergelayut manja pada pria ini, padahal banyak pasang mata memandang mereka. Sudah tidak ada lagi tangisan di ruangan itu, yang ada hanya suasana bergembira berkumpul dengan keluarga.


" Apa tidak apa membiarkan wanita itu menganggap apa yang dia lihat adalah yang dia kenal dulu? " tanya Claude pada daddy Jaowuin dan Benjamin. Kebetulan mereka bertiga berada di kursi sofa yang sama, bersama Galen dan Geya tentunya.


" Mengatakan pun hanya akan melukai kembali hati wanita itu. Empat belas tahun menderita, itu tidaklah gampang.. " jawab Benjamin.


" Tapi jika pada akhirnya dia mengetahui kebenaran di saat hatinya belum benar-benar sembuh, maka dia akan sangat terluka.. Di sini, masa depan mereka bertiga dipertaruhkan.. " ujar Claude.


" Huft...." Benjamin menghela nafas berat.


" Semoga saja yang kita takutkan tidak sampai kembali menyakiti wanita itu. Berdoa saja.. " ujar daddy Joaquin yang sama bingung nya dengan Benjamin.


Siapa saja di posisi Benjamin pasti akan bingung dalam membuat keputusan. Cucu dan wanita yang mengandung keturunan keluarga Stainpert, selama empat belas tahun hidup menderita di luar sana. Andai saja daddy Joaquin tidak bercerita, mungkin sampai tuan dan nyonya Stainpert ini mati pun tidak akan tahu.

__ADS_1


Namun yang jadi masalahnya sekarang ini adalah, Bertold sudah meninggal, apakah wanita itu bisa menerima kenyataan itu. Pomela terlihat sangat labil kondisinya. Takutnya jika kenyataan kembali menghantam dirinya, Pomela akan benar-benar tidak bisa tertolong.


Terpaksa keluarga Stainpert menggunakan cara licik ini demi bisa menutupi semuanya. Demi bisa menjaga hati wanita malang yang mengandung benih keluarga Stainpert ini. Toh melihat wanita itu bergelayut manja di tangan pria itu, yang terlihat begitu bahagia, membuat keluarga Stainpert enggan mengatakan sebenarnya.


" Pasti kami akan mengatakan semuanya pada Pomela, dia berhak tahu.. Namun, aku ingin menunggu sampai kondisi mentalnya stabil terlebih dulu. Karena itulah aku menyuruh ' dia ' untuk membantu Pomela mendapatkan kesehatan mentalnya lagi.


" Jika itu rencana anda.. Kami akan mendukung... Dan itu, gadis kecil itu adalah cucu kalian... " Claude menunjuk ke arah lain posisi mereka.


" Terima kasih... Semoga semuanya berjalan dengan lancar, tuan Benjamin.. Tapi boleh saya bertanya identitas dari pria di sana itu? Mereka benar-benar mirip. " tanya Claude.


" Dia yang seharusnya saat itu meninggal dunia di dalam mobil yang Bertold kendarai.. Dia yang memulai semua masalah ini, maka memang dia yang harus mengakhiri. Karena semua bermula dari keegoisannya.


Flashback


" Ada apa, pa? " tanya Viviane ketika melihat suaminya yang lemah terduduk di sofa setelah mendapat telepon dari Italia.


" Ma.... Sepertinya, Bertold menghamili seorang wanita sebelum dia meninggal... Dan dipastikan, kita memiliki cucu ma... " ujar Benjamin terlihat shock berat.

__ADS_1


" Yang bener pa? Siapa yang ngomong ke papa barusan? Bisa aja itu bohong, pa.. Bagaimana mungkin... " tanya Viviane bingung. Benjamin hanya menggelengkan kepalanya karena terus terang saja dia tidak tahu tentang hal itu.


" Anak itu bukan anak Bertold pa, ma.. Anak itu anak ku.. " seorang pria yang berusia sekitar tiga puluh sembilan tahun tiba-tiba saja mendekati pasangan suami istri Stainpert.


" Jangan membuat kami semakin bingung.. Apa maksud mu? Katakan yang sebenarnya!!! " Viviane langsung mencengkeram lengan putra keduanya.


" Itu memang benar ma... Anak itu anak ku.. " ujar pria itu.


" Bagaimana bisa begitu? Apa kau keluar rumah tanpa sepengetahuan kami? Atau kau....? " Viviane sudah tidak bisa lagi melanjutkan ucapannya.


" Aku tidak bisa menjelaskan apapun pada mama dan papa saat ini. Aku harus bertemu dengan mereka, karena wanita itu membawa sebagian dari diri ku.. " pria itu kekeh tidak mau kalah.


" Apa salahku ma, pa? Kenapa kalian selalu menyayangi Bertold tapi tidak dengan ku. Kami adalah saudara, Sama-sama mama yang melahirkan, tapi kenapa Bertold di sayang dan aku tidak? " pria itu terlihat begitu putus asa sekarang.


" Aku akan menemui wanita itu, dengan atau tanpa bantuan kalian, aku pasti bisa dapatkan dia untuk ku.. " pria itu langsung pergi begitu saja.


Benjamin dan Viviane hanya bisa menghembuskan nafas mereka melihat putra kedua mereka. Putra yang mereka sembunyikan keberadaannya sejak dulu, karena tidak ingin adanya permusuhan diantara kedua putranya. Sebagai dua orang pria yang memiliki kemampuan luar biasa dibidangnya masing-masing, Bastoru dipaksa untuk pergi agar Bertold tidak kehilangan kesempatan untuk menjadi kepala keluarga Stainpert.

__ADS_1


Sebenarnya tanpa disadari dan diketahui oleh semua orang, pasangan Stainpert memiliki anak kembar. Si kakak, adalah Bertold yang meninggal dunia karena kecelakaan itu, dan si adik bernama Bastoru adalah pria yang mengaku menghamili Pomela. Kenapa bisa begitu, apakah sejak awal yang bertemu dengan Pomela itu adalah Bastoru? Apa yang sebenarnya terjadi pada malam itu?


__ADS_2